NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Mantan Istri Ceo

Pembalasan Dendam Mantan Istri Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Finus Ina

Lima tahun lalu, Adeline Wijaya dijebak oleh adik tirinya sendiri hingga keguguran dan diusir oleh suaminya, Bramantara, dalam kondisi sekarat. Semua orang mengira Adeline telah tewas di dasar jurang.Lima tahun kemudian, ia kembali ke Kota Jakarta dengan identitas baru sebagai Elena Vance, seorang desainer perhiasan kelas dunia yang genius dan kejam. Tujuannya hanya satu: menghancurkan mereka yang telah merebut kebahagiaannya.Demi melancarkan aksinya, Elena mendekati Nicholas Syailendra, CEO tertinggi di balik konglomerat nomor satu sekaligus musuh bebuyutan mantan suaminya.

Nicholas menawarkan kesepakatan: "Jadilah istriku, dan aku akan memberikan dunia untukmu membalas dendam." Namun, Elena tidak tahu bahwa di balik pernikahan kontrak itu, ada rahasia masa lalu yang jauh lebih besar yang siap menguji hatinya sekali lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Finus Ina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 16

BAB 16: Serangan Pertama Ardi di Kantor

Gedung pusat Syailendra Group menjulang tinggi menembus awan, memancarkan dominasi mutlak di jantung distrik bisnis Jakarta. Satu minggu pasca pernikahan megah yang mengguncang negeri, Elena Vance kini resmi melangkah masuk ke dalam gedung ini bukan lagi sebagai tamu, melainkan sebagai Kepala Desainer Perhiasan Utama di divisi eksklusif Syailendra Jewelry.

Elena melangkah anggun melintasi lobi marmer yang luas, mengenakan setelan jas formal potongan slim-fit berwarna merah marun yang dipadukan dengan sepatu hak tinggi berwarna hitam. Di jari manisnya, cincin berlian hitam pemberian Nicholas berkilau tegas, memicu tatapan hormat bercampur segan dari ratusan karyawan yang membungkuk memberi hormat di sepanjang jalurnya.

"Selamat pagi, Nyonya Muda," sapa para staf bergantian dengan takzim.

Elena hanya mengangguk pelan dengan dagu terangkat tinggi, memancarkan keangkuhan berkelas yang tak tergoyahkan. Di sampingnya, Yan berjalan dengan tegap membawakan tas dokumen kerjanya.

Cklek.

Pintu ruang rapat direksi di lantai lima puluh ditarik terbuka. Begitu Elena melangkah masuk, atmosfer ruangan yang dingin langsung menyambutnya. Di ujung meja rapat elips yang panjang, Nicholas Syailendra duduk di kursi pimpinan tertinggi dengan aura penguasa yang intimidatif. Namun, di sisi kiri meja, Ardi Syailendra sudah duduk bersandar angkuh sembari menyilangkan kakinya, menatap kedatangan Elena dengan senyuman miring yang sarat akan kelicikan.

"Selamat datang di dunia nyata, Nona Elena—ah, maksud saya, Nyonya Muda," sindir Ardi dengan nada meremehkan, sengaja menekankan status pernikahan kontrak Elena untuk memprovokasi suasana. "Hari ini adalah tenggat waktu bagi divisi perhiasan untuk mempresentasikan pasokan bahan baku berlian mentah untuk proyek akbar 'Black Diamond Dynasty'. Saya harap Anda tidak membawa kegagalan di hari pertama kerja Anda."

Elena mengambil tempat duduk tepat di sebelah Nicholas. Sebelum ia sempat membuka map laporannya, pintu ruang rapat kembali diketuk dengan tergesa-gesa oleh manajer logistik, Hendra. Pria paruh baya itu melangkah masuk dengan wajah seputih kertas semen dan peluh yang bercucuran deras di dahinya.

"Tuan Besar Nicholas, Nyonya Muda... kita menghadapi masalah besar!" suara Hendra bergetar hebat karena ketakutan saat menyerahkan sebuah dokumen darurat ke atas meja rapat. "Pihak De Beers Group di Afrika Selatan baru saja mengirimkan surat pembatalan pengiriman pasokan berlian mentah kelas satu secara sepihak! Mereka memutus kontrak kita yang seharusnya ditandatangani pagi ini!"

Deg!

Suasana di dalam ruang rapat seketika riuh dengan bisik-bisik panik dari belasan jajaran direksi senior yang hadir. Proyek 'Black Diamond Dynasty' adalah proyek pertaruhan reputasi global Syailendra Group musim ini. Jika pasokan berlian mentah itu gagal didapatkan hari ini, perusahaan akan menanggung kerugian ratusan miliar rupiah dan menderita penundaan rilis massal.

Nicholas mengepalkan tinjunya di bawah meja, sepasang mata elangnya mendadak menggelap, memancarkan aura membunuh yang sangat pekat. Namun, tatapannya tidak diarahkan pada Hendra, melainkan langsung terkunci pada wajah Ardi yang kini sedang berpura-pura terkejut namun menyembunyikan binar kepuasan yang luar biasa di matanya.

"Bagaimana bisa perusahaan sebesar De Beers memutus kontrak sepihak tanpa alasan yang jelas, Hendra?!" bentak Ardi dengan suara yang sengaja ditinggikan, mencoba memojokkan posisi Elena di depan para direksi. "Bukankah Nyonya Muda kita ini adalah perwakilan genius dari Vance Jewelry Prancis yang katanya punya koneksi internasional yang hebat? Kenapa di hari pertama dia memegang kendali, pasokan utama kita justru hancur berantakan?!"

Ardi mengetuk meja rapat dengan jarinya secara provokatif, menatap Elena dengan pandangan mengejek. "Jika Nyonya Muda tidak becus mengamankan bahan baku, lebih baik proyek ini diserahkan kembali kepada tim saya sebelum nama besar Syailendra Group dipermalukan di pasar global!"

Elena Vance menatap dokumen pembatalan itu dengan pandangan mata yang menyipit dingin. Dengan insting tajamnya sebagai desainer kelas dunia, ia tahu persis bahwa pembatalan mendadak ini bukanlah masalah teknis, melainkan sabotase internal. Seseorang telah membocorkan draf harga penawaran rahasia milik Syailendra Group kepada pihak kompetitor luar negeri agar De Beers berpaling.

Elena melirik anting berlian di telinganya, lalu perlahan mengalihkan pandangan matanya tepat ke manik mata Ardi. Sebuah senyuman miring yang begitu kejam dan tak tersentuh seketika terukir di bibir merah merona Elena.

Ting.

Elena mengetuk ujung pena emasnya ke atas meja marmer dengan ketukan halus yang seketika membungkam seluruh riuh bisik-bisik di dalam ruangan.

"Tuan Ardi Syailendra," Elena menyebut nama sepupu suaminya itu dengan nada yang sangat tenang namun sarat akan intrik yang tajam. "Saya sangat mengagumi kecepatan Anda dalam menyimpulkan kegagalan saya. Namun, jika saya jadi Anda, saya tidak akan merayakan kemenangan palsu ini terlalu cepat sebelum memeriksa rekening pribadi Anda di Bank Of Swiss."

Wajah Ardi seketika menegang. "Apa maksudmu, Elena?! Jangan sembarangan memfitnah saya di depan jajaran direksi!"

Elena tidak membalas bentakan Ardi dengan emosi yang liar. Ia justru membuka tas kerja mahalnya, mengeluarkan selembar kertas dokumen transkrip transaksi keuangan rahasia yang baru saja dikirimkan oleh jaringan intelijen Nicholas semenit yang lalu lewat Yan. Elena melempar kertas itu tepat ke hadapan wajah Ardi.

Pluk.

"Dua jam yang lalu, sebuah dana gelap sebesar lima juta dolar Amerika masuk ke rekening pribadi perusahaan cangkang milik Anda dari pihak Alrosa Group—kompetitor utama kita asal Rusia," ucap Elena dengan suara renyah yang terdengar bagai lonceng kematian di telinga Ardi. "Anda telah menjual draf rahasia harga penawaran proyek kita kepada Alrosa, sehingga mereka bisa mengajukan harga yang sedikit lebih tinggi kepada De Beers untuk merebut pasokan berlian kita. Anda sengaja menyabotase perusahaan keluarga Anda sendiri hanya demi menjatuhkan posisi saya dan Nicholas, bukan?"

Brak!

Ardi melompat dari kursinya dengan wajah yang mendadak berubah menjadi seputih kain kafan. Seluruh tubuhnya bergetar hebat karena rahasia busuknya dibongkar secara telanjang di depan seluruh direksi senior. "Ini palsu! Ini rekayasa! Nicholas sengaja membuat dokumen palsu ini bersama wanita jalang ini untuk menyingkirkan saya!" raung Ardi histeris, mencoba membela diri dengan putus asa.

"Cukup, Ardi."

Suara berat, dalam, dan penuh dengan wibawa tirani milik Nicholas Syailendra bergaung memotong teriakan Ardi. Nicholas bangkit dari kursi kebesarannya, melangkah tegap melintasi meja rapat dengan aura dominasi yang sanggup membekukan atmosfer seluruh ruangan.

Nicholas berdiri menghadang Ardi, menatap sepupunya itu dengan sepasang mata elang sedingin es laksana malaikat pencabut nyawa yang siap mencabut nyawa mangsanya. "Yan, bawa dokumen transaksi asli ini langsung ke komite audit internal dan serahkan salinannya ke markas besar kepolisian atas tuduhan spionase korporat dan pengkhianatan aset negara. Mulai detik ini, seluruh hak akses Ardi di dalam Syailendra Group dibekukan total."

"Nicholas! Kamu nggak bisa lakuin ini sama aku! Aku ini sepupumu! Nenek nggak akan tinggal diam!" jerit Ardi meronta-ronta saat dua pengawal pribadi berbadan besar yang sejak tadi berjaga di pintu masuk segera maju dan mencengkeram kedua lengannya dengan kasar, menyeret tubuhnya keluar dari ruang rapat direksi.

Pintu ganda tertutup rapat, menyisakan keheningan yang mencekam di antara para direksi senior yang kini menatap Elena dengan pandangan yang penuh dengan rasa takut sekaligus kekaguman yang luar biasa besar. Wanita baru di samping Nicholas ini ternyata bukanlah vas bunga pajangan yang lemah, melainkan seekor singa betina yang memiliki taring yang sangat mematikan.

Nicholas berbalik, berjalan mendekati Elena kembali. Di depan jajaran direksi yang masih terpaku, Nicholas dengan gerakan yang sangat posesif melingkarkan lengan kekarnya di sekeliling pinggang ramping Elena, menarik tubuh wanita itu mendekat dan mengecup pelipisnya dengan begitu dalam di depan umum.

"Kerja bagus, Nyonya Muda Syailendra," bisik Nicholas lirih tepat di dekat telinga Elena, tatapan matanya dipenuhi oleh kegilaan posesif dan gairah kepemilikan yang mutlak. "Kamu baru saja memotong satu lagi tangan serigala di dalam rumahku."

Elena mendongak, menyandarkan tubuhnya dengan anggun di dada bidang suaminya sembari menatap layar proyektor rapat yang kini menampilkan grafik pembekuan aset Ardi. "Ini baru serangan pertama, Nicholas. Aku baru saja membersihkan duri kecil di kantormu. Sekarang... mari kita bersiap menyambut badai yang sesungguhnya ketika Nenekmu tahu cucu kesayangannya baru saja kita jebloskan ke dalam pemeriksaan polisi."

Nicholas tersenyum miring, sebuah senyuman kejam namun penuh pesona maskulin yang memikat. Pria itu menggandeng erat telapak tangan Elena yang mungil ke dalam genggamannya yang besar dan hangat, menegaskan aliansi maut mereka yang kini telah berhasil menguasai lini depan pertempuran bisnis pertama di bawah satu atap Syailendra Group.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!