NovelToon NovelToon
Callie Si Bocah Genius

Callie Si Bocah Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:79.9k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season Terakhir dari Keluarga Roberto.

Baca Dulu Season Sebelumnya:
1. Anak Genius Milik Sang Milliarder
2. Pesona Si Kembar (Ada Cerita di Balik Gerbang Sekolah)
3. Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi di Balik Gerbang Kampus)
4. Pesona Si Gadis Badas

Callie Noura Eleanor, bocah cilik berusia 3 tahun dan merupakan anak dari Rachel dengan Lucky. Si bocah cilik cerewet dan sangat genius. Usianya yang baru menginjak 3 tahun itu, dia sudah pintar berbicara dan memainkan senjata andalannya. Begitu licik, hingga membuat keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala.

Jika sepupunya seringkali merahasiakan identitas keluarganya, justru berbeda dengan Callie. Dia akan terang-terangan mengaku dari Keluarga Roberto. Hal itu membuat dia selalu berada dalam bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setuju

"Maksudmu kaya mafia yang ada di film action begitu?" tanya Chiara dengan tatapan penasarannya.

Julian menganggukkan kepalanya dengan cepat. Dia tidak akan pernah setuju cucunya masuk dunia bawah atau ikut organisasi mafia begitu. Ralia saja dirinya larang walaupun dari segi sifat dan sikap sama persis dengan Ronand. Tak lupa dengan skillnya beladiri, meretas, dan bermain senjata juga menurun dari Ronand. Bahkan Ronand sendiri sudah menyiapkan Ralia untuk terjun dalam dunia hacker yang lebih profesional. Tentu saja itu nanti harus menguasai beladiri untuk perlindungan diri karena akan ada banyak musuh mengintai. Sedangkan Julian sendiri yang tahu itu tentu tidak akan pernah setuju.

Bagi Julian, cucu perempuannya harus jadi Ibu rumah tangga atau pengusaha saja. Tidak perlu bergelut dengan senjata. Julian sangat khawatir pada Ralia, Mika, dan Callie yang sejak kecil sudah mengenal hal seperti itu. Pasalnya itu sangat membahayakan nyawa mereka. Apalagi ketiganya masih kecil. Sedangkan masuk dunia bawah itu pasti musuhnya adalah orang-orang dengan postur badan lebih besar.

"Bujuk Papa biar tidak perlu Callie masuk dunia seperti itu. Bahaya... Nanti kepalanya bisa bolong kalau kena tembak," seru Julian mencoba meminta tolong pada Chiara. Pasalnya Papa Fabio itu lebih mau mendengarkan Chiara dibandingkan dia yang anaknya sendiri. Bahkan dari segi warisan saja, Chiara mendapatkan bagian lebih banyak dibandingkan dia. Namun Julian tak masalah, toh uang dari bisnisnya sudah banyak.

"Kalau aku sih setuju aja. Darah nggak bisa bohong," ceplos Chiara membuat Julian menganga tak percaya. Istrinya malah mendukung Papa Fabio untuk mengenalkan cucu mereka pada dunia bawah.

"Kok kamu malah setuju sih, Sayang? Cucu perempuan kita lho. Mika, Callie, dan Ralia. Astaga... Aku tidak bisa membayangkan kalau kepala mereka bolong kena tembakan," seru Julian dengan drama yang tidak ada habisnya. Ternyata Callie yang suka membuat drama itu real menurun dari Rachel dan Julian.

Bugh...

"Ngomong itu yang baik-baik, Sayang. Do'akan anak dan cucu kita itu selamat dimana pun mereka berada. Bukan malah berpikiran jelek begitu," omel Chiara sambil memukul lengan Julian.

Julian mengerucutkan bibirnya senal mendengar omelan Chiara. Padahal dia mengatakan kekhawatirannya malah disalahkan. Tak ada seorang pun yang mendukungnya agar cucunya tidak masuk dalam dunia bawah. Julian berpikir untuk mencari cara agar Callie gagal masuk dunia bawah. Jika Ralia, Arthur, dan Mika sudah tidak bisa diarahkan lagi karena mereka sudah terkontaminasi. Sedangkan Callie, mungkin dia bisa melakukan pendekatan dan membujuknya pelan-pelan.

"Ya habisnya masa Callie yang imut, gemoy, dan cantik itu bisa-bisanya disuruh tembak-tembakan." ucap Julian tengah merajuk pada istrinya.

"Tidak selamanya masuk dunia seperti itu tuh jelek. Contohnya Papa lho, itu menurun skill pada cucu dan cicitnya. Seandainya Ronand dulu tidak mempunyai skill dan keberanian seperti Papa, kita tidak akan bertemu. Bahkan kemampuan Ronand itu juga yang membuat aku selamat dari kejaran preman," ucap Chiara mengingat bagaimana kecerdasan dan kemampuan Ronand itu dipergunakan dengan baik. Sampai sekarang pun begitu.

"Callie, Arthur, dan Ralia semua menurun kemampuannya dari Papa. Syukuri saja dan anggap itu kelebihan. Ambil sisi positifnya, mereka itu orang baik. Tahu apa yang boleh dilakukan dan tidak," lanjutnya panjang lebar.

Oke, aku menyerah.

Hahaha...

Ayo kita tidur,

Buat adik untuk Arvan aja yuk,

Heh...

Hahaha...

***

Pagi-pagi sekali, Callie sudah siap dengan tas di punggungnya. Dia bukan mau pergi ke sekolah, melainkan ke rumah Rose. Hari ini dia akan menyuruh sepuluh pengawal untuk memantau kedatangan barang yang akan digunakan memperbaiki jalan. Callie begitu sigap mengurus semuanya malam itu juga. Tentu saja dengan bantuan para pengawalnya yang menghubungi toko bangunan untuk memesan pasir dan lainnya. Uang 20 juta yang semalam ditransfer Lucky, dia akan gunakan untuk membayar jasa warga. Pasalnya mereka yang akan bahu membahu untuk memperbaiki jalan tersebut. Itu yang disampaikan Bapak Krisman malam kemarin.

"Mama, nanti ke mallnya sole aja ya. Ibu lt ini mau meninjau jalan lusak dulu bial semuanya bekelja," ucap Callie dengan raut wajah serius. Callie berkata seperti dia adalah seorang Ibu RT atau pejabat pemerintah.

"Nggak usah terjun langsung ke lapangan juga nggak papa. Nanti kan ada pengawal juga," ucap Lucky yang baru saja datang. Lucky menyetujui apapun keinginan anaknya itu asalkan baik. Sedangkan Arthur menatap malas adiknya yang sedang cosplay menjadi Ibu RT.

"Ndak bisa, nanti ada oknum yang mengaku itu bantuan meleka kalau Callie ndak di sana. Callie akan mengawasinya," ucap Callie dengan yakin.

"Aku juga akan ikut Callie," ucap Rachel yang memang ingin melihat secara langsung bagaimana perbaikan jalan itu. Walaupun ada pengawal di sana, tetap saja dirinya ingin melihat secara langsung.

"Kalau gitu, aku juga ikut." ucap Lucky membuat Rachel memelototkan matanya.

"Ngapain? Katanya kamu mau ketemu sama Abang Onand pagi ini," tanya Rachel menatap aneh pada suaminya.

Mau ngawasin kamu biar nggak genit sama cowok lain,

Jijik, Papa untung.

Rachel yang mendengar itu langsung memelototkan matanya. Bisa-bisanya Lucky berbicara seperti itu di depan kedua anaknya. Padahal Rachel sendiri membatasi interaksi mesra dengan suaminya jika di depan anak mereka. Arthur yang melihatnya pun memutar bola matanya malas. Arthur terlihat geli melihat kemesraan keduanya. Sedangkan Callie tampak tidak peduli dengan interaksi mereka. Dia begitu semangat untuk segera pergi dari rumah.

"Papa untung ndak usah ikut. Lagian di sana ndak bisa ngapa-ngapain. Malah bikin susah," ucap Callie dengan ucapan pedasnya.

"Astaga... Kamu meremehkan Papa? Gini-gini tuh Papa bisa lho bantu bikin aspal jalanan," seru Lucky membuat Callie mendelik sebal.

"Ya sudah, bial Papa saja yang pelbaiki jalan sendili. Malah Callie ndak kelual uang buat bayal walga," ceplos Callie membuat Rachel menahan tawanya.

Kok gitu?

Callie pun turun dari kursinya kemudian pergi keluar rumah. Tak peduli dengan Lucky yang merajuk karena tidak diajak. Sedangkan untuk Arthur memang tidak ikut karena harus sekolah. Sebenarnya Callie pun sudah didaftarkan sekolah PAUD, hanya saja bocah cilik itu belum mau berangkat. Bahkan beberapa kali berangkat sekolah dengan sesuka hatinya saja.

"Mama Achel, ayo buluan. Papa untung tinggal aja. Olang tugasnya kelja kok malah mau ikut Ibu lt meninjau jalan lusak," teriak Callie dari luar rumah.

"Kalau ada Ibu RT, berarti Bapak RT nya siapa?" tanya Lucky yang sudah keluar dari rumah.

"Ada, Bapak lt-nya ada sepuluh. Masih antli seleksi," jawab Callie dengan bangganya.

Ha? Kaya wawancara kerja aja pakai seleksi segala. Ada aja ini bocah satu tingkahnya,

1
Sani Srimulyani
achel ga berani marahin Callie, soalnya dia juga kaya gitu dulunya.
Xin
🤣🤣🤭🤭🤭
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 telat
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣jawab aja
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rai Gojess
turunan mu itu Achel😄😄
tia
pingin cubit Callie 😁😁
Atik Kiswati
turunan si achel tu....
🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
kena prank ya opa Dulian
Atik Kiswati
tiwas yg bc ikutan serius....😄😄😄😄
Novita Sari
callie keturunan papa Fabio keren callie...
Rai Gojess
angkara Callie, opa Julian kena🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
hahahhaha enak kan kulmanya.....🤣😜
ririen handayani
enak klo kena kurma 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
hayoooo 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍🤣👍👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Novita Sari
Alhamdulillah cerita lebih seru ini titisan mika...
Novita Sari
callie lebih parah dari mika waktu kecil...
Sani Srimulyani
emang licin banget nih Callie, udah kaya belut aja.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!