Kalian pernah membayangkan gimana kalau jodoh kita berada dideket kita? Mungkin seperti dosen kita sendiri gimana?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mputriniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 6 | Hari selanjutnya
Hari sudah pagi dan kita semua kembali beraktivitas.
Pagi ini aku tidak sholat sebab aku sedang halangan tadi malam setelah mengerjakan tugas aku halangan nya.
" Afifah. " Teriak bunda.
" Iya bun. " Sahut ku.
" Nanti pulang kuliah kamu bareng sama Adnan ya soalnya kamu harus fitting baju, bunda sudah atur jadwal sama orang butiknya. " Ucap bunda.
" Iya bun. "
" Eh ada calon pengantin. " Ucap Bang Satria.
" Abang bisa engga diam perut Afifah sakit. " Ucap Afifah.
" Eh kamu sedang halangan ya. " Ucap Bang Satria.
" Heum. "
Aku cuman menjawab dengan dehem an saja.
" Pantesan galak sekali. " Ucap Bang Satria.
" Abang dari pada godain Fifah terus lebih baik anterin Fifah sekarang nanti Fifah telat males berurusan sama dosen itu. " Ucapku.
" Alah dek dosennya kan calon mu. " Ucap Bang Satria.
" Fifah tunggu didepan ya. " Ucapku tanpa mau membahas hal yang buat ku kesal saja.
Hampir lama menunggu Bang Satria.
# kampus
Iya aku sudah sampai didepan kampus.
Setiba nya aku dikelas itu sudah ramai sekali.
" Assalamu'alaikum Num. " Ucapku.
"Wa'alaikumsalam Fah tumben kamu datang nya mepet sekali. " Tanya Anum.
" Biasa Bang Satria lama banget dia. " Ucapku.
Ketika aku dan Anum asik mengobrol itu dosen dateng.
" Pagi semuanya. "
" Pagi pak. "
" Baik tugas kalian sudah saya terima tapi masih ada satu teman kalian yang belum menyerahkan tugasnya. "
Aku sudah tau siapa itu orangnya, Iya itu aku sendiri.
" Atas nama Afifah silahkan nanti selesai kelas kamu ke ruangan saya, saya tunggu. " Ucapnya.
Aku menghela nafas jengah sekali aku sama dosen ini.
" Fah kamu enggak apa-apa?. " Tanya Anum.
" Enggak ko Num. " Jawab ku.
Oke kelas berjalan dengan menyebalkan untuk. Aku hari ada mata kuliah dua jadi sehabis ini aku akan ke ruangan dosen itu dulu.
" Num aku harus ke sana dulu daripada diamuk sama macan lagi. " Ucapku.
" Hahaha Afifah kamu bisa aja. " Ucap Anum.
" Iya sudah Num aku ke sana ya. " Ucapku sambil melangkah pergi.
" Aku tunggu di kantin ya. " Teriak Anum.
" Siap. " Ucapku sambil mengacungkan jempol.
' tok tok tok. '
" Masuk. "
" Misi pak. "
" Silahkan duduk. "
Aku pun duduk
" Maaf pak ini tugas nya. " Ucapku.
" Kenapa baru diserah kan kamu tau enggak kamu sudah lewat deadline nya. " Ucapnya.
Wah benar-benar nih dosen gila enggak ingat apa kemarin kan dia dateng ke rumah dan menyebabkan aku menunda tugas nya.
" Kenapa diam!. " Ucap dia yang agak meninggikan suaranya.
" Heum maaf pak. "
" Kamu pikir dengan kata maaf kamu bisa membuat nilai kamu bagus hah!. " Ucap dia yang semakin meninggikan suaranya.
Sejujur nya aku paling enggak bisa diginiin karena aku cengeng.
Aku cuman diam berusaha meredam amarah dan air mata ku yang hampir keluar.
" Sekali lagi maaf pak, saya permisi. " Ucapku yang memutuskan lebih baik keluar dari ruangan ini sebelum air mata aku pecah.
Aku langsung lari ke kamar mandi kampus.
' hikss. '
Iya benar sekali dugaan ku air mata ini keluar juga.
Aku berusaha menegakkan badan ku di hadapan cermin.
" afifah lemah sekali hahaha. " Ucapku saat melihat pantulan diri ku yang kelihatan lemah sekali.
Aku memutuskan menghapus air mata dan menyusul Anum di kantin.
Ketika aku mau ke kantin aku berpapasan dengan itu dosen, aku berjalan seakan-akan tidak melihat dia.
" Nanti pulang bareng saya tunggu di parkiran." Ucapnya yang membuat langkah ku terhenti.
Aku tidak menjawab tapi cuman menatap saja. Setelah itu aku melanjutkan kembali langkah ku menuju kantin.
# Kantin
" Assalamu'alaikum. " Ucapku.
" Wa'alaikumsalam Fifah. " Ucap Anum yang sedang mengobrol dengan Bram.
Bram adalah salah satu teman ku dan Anum kami dekat tapi Bram lebih dekat dengan Anum ketimbang ke aku. Aku dan Bram mengobrol juga kalau dia sedang sama Anum selebihnya kita jarang sekali.
" Loh ada Bram. " Ucapku.
" Heheh iya Fah tadi kebetulan lihat Anum disini. " Ucap Bram.
" Apa kabar kamu Bram?. " Tanyaku.
" Baik ko Fah, kamu sendiri?. " Tanya dia balik.
" Alhamdulilah baik ko. "
" Kita jarang banget ketemu ya. " Ucap Bram.
" Kamu tuh Bram sok sibuk. " Timpal Anum.
" Hahaha jadwal kita tuh jarang sama jadi gini deh. " Ucap Bram.
Kita pun berbincang sampai jam kedua mata kuliah aku dan Anum mulai.
" Bram aku sama Anum harus balik ke kelas kayaknya deh. " Ucapku.
" Ouh oke kita bisa ketemu lagi nanti. " Ucap Bram.
" Kalau gitu kita pamit iya assalamu'alaikum. "
ketika di pertengahan jalan menuju kelas kita melihat Pak Adnan.
" Misi pak. " Ucap Anum.
Aku hanya diam tapi aku bingung kenapa muka Pak Adnan nampak seperti orang kesal iya.
Aku dan Anum melanjutkan jalan menuju kelas.
" Pak Adnan kenapa tuh muka nya kaya kesel gitu terus aku nyapa enggak dibalas. " Ucap Anum.
" Entah. " Ucapku singkat.
Aku dan Anum sampai dikelas dan kita melanjutkan jam kedua.
# Parkiran
" Anum aku duluan iya. " Ucapku.
" Kamu di jemput siapa?. " Tanya Anum.
" Heum di jemput Bang Satria. " Ucapku berbohong.
" maafkan aku anum aku harus berbohong. " Ucapku dalam hati. Sejujurnya aku enggak mau berbohong tapi ini aku harus lakukan sekarang.
Aku akan jujur ke Anum setelah aku sama Pak Adnan benar-benar sudah halal.
" Iya sudah Anum Assalamu'alaikum. " Ucapku.
Aku melihat mobil Pak Adnan. Aku menengok kearah belakang melihat Anum sedikit bingung.
" semoga anum enggak curiga deh sama mobil nya. " Gumamku.
# Dalam mobil
" Assalamu'alaikum, maaf nunggu lama. " Ucapku.
" Wa'alaikumsalam, heum. " Dia hanya ber dehem saja.
Sabar Afifah kamu sudah berusaha baik tapi memang nih dosen ngajak gelud.
Pak Adnan langsung melajukan mobilnya menuju butik.