NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: ElleaNeor

Yvone Faranes adalah seorang Mafia yang memiliki keahlian dalam bidang persenjataan, meracik obat-obatan dan racun, tewas akibat konspirasi dari beberapa orang. Bukannya ke alam baka, Yvone justru terbangun di tubuh gendut milik Rose Reinhart.


Rose Reinhart adalah istri dari Arsen Reinhart 32 tahun, yang meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan yang dikonsumsinya. Semasa hidup, ia selalu dihina dan direndahkan oleh keluarga suaminya karena kondisi fisiknya yang gendut dan jelek.


Bahkan Arsen, suaminya sendiri enggan menyentuhnya lantaran tubuhnya itu. Tidak hanya itu, Rose kerap dihina karena tak kunjung memberikan keturunan bagi keluarga Reinhart.


Hingga kehadiran Renata, disebut-sebut akan menjadi pengganti Rose untuk memberikan apa yang keluarga Reinhart inginkan.


Kini, Rose berbeda. Dengan keahlian milik Yvone yang berada di tubuhnya, ia merubah penampilannya dan memberi pelajaran pada orang-orang yang menindasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElleaNeor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Model Terkenal

“Mama? Ada apa?” Arsen segera menjawab panggilan itu. Kendati kecewa karena bukan orang yang diharapkan, Arsen tetap menjawabnya.

“Arsen, Rose melukai Mama!”

“Apa?”

Arsen terdiam sejenak. Mencoba mencerna ucapan ibunya. Apa yang ia dengar sungguh mengejutkannya.

Renata yang melihat perubahan ekspresi Arsen, merasa penasaran.

“Ma, apa yang kau katakan? Rose melukaimu?” Arsen bertanya dengan nada tenang.

“Arsen, kau cepatlah pulang. Dan kau akan lihat sendiri tingkah istrimu.” Tak lama kemudian. Suara di seberang berganti dengan suara wanita muda. “Kak Arsen, Kak Rose berubah jadi sangat menakutkan. Sebaiknya kau segera ceraikan dia dan menikah dengan Kak Renata. Aku lebih suka jika Kak Renata yang menjadi Kakak iparku,” ujar Alexa.

Suara Alexa sangat keras sehingga Renata bisa mendengarnya. Wanita itu pun menyembunyikan senyumnya.

Sementara Arsen hanya melirik sekilas ke arah Renata. “Alexa, masalah ini kita bahas saat aku sampai di rumah saja.”

Arsen menutup panggilan begitu saja. Ia lantas menatap ke arah Renata.

“Siapkan penerbangan, kita pulang sekarang.”

“Tapi, Arsen. Aku sudah memesan makanan. Sejak tadi aku menahan lapar. Kita pulang setelah makan bagaimana?” tawar Renata.

Arsen menghela napas panjang. Sudah beberapa kali Renata mencoba mengulur waktu. Dan kali ini pun wanita itu menggunakan cara yang sangat sulit ditolak oleh Arsen. Karena ia tidak tega melihat orang lain kelaparan.

“Baiklah kita kembali setelah ini.”

Mendengar itu, Renata mengulas senyum kemenangan.

Selang beberapa menit, petugas hotel datang dengan kereta makanan. Beberapa menu tersaji di atas meja. Namun, sama sekali tidak ada yang menggugah selera Arsen. Pikirannya justru melayang jauh pada Rose.

‘Benarkah apa yang dikatakan oleh Mama dan Alexa?’ batinnya. Rasanya sulit sekali mempercayai mereka. Mengingat Rose adalah wanita yang lemah lembut selama ini.

Tetapi, ibu dan adiknya tidak mungkin mungkin berkata demikian jika tidak ada sebab. Arsen jadi semakin penasaran.

Renata yang melihat Arsen diam saja segera membuka suara.

“Arsen, ayo makan.”

Suara Renata menyadarkan Arsen dari pikirannya tentang Rose. Pria itu pun membalas ucapan Renata.

“Tidak, kau saja yang makan.” Lagi-lagi Arsen menolak ajakan Renata.

Wanita itu pun mengepalkan kedua tangannya di bawah meja. Raut wajahnya berubah kusut, menunjukkan sebuah kekecewaan. Akan tetapi, ia tidak kehilangan akal.

“Kalau kau tidak mau makan, sebaiknya minum kopi saja. Aku sudah memesan kopi cappucino kesukaanmu.” Renata menyodorkan cangkir berisi cairan berwarna cokelat.

Untuk menghilangkan kegelisahan, Arsen mencoba meminumnya. Ia meraih cangkir, kemudian mendekatkan pada bibir. Ketika cairan cokelat itu menyentuh lidahnya, ia merasakan sedikit ketenangan.

Sementara Renata mengukir senyum tipis saat melihatnya. Terlebih ketika melihat Arsen berkali-kali mengesap kopinya.

‘Ayo Arsen habiskan,’ batin Renata.

Kopi Cappucino adalah kesukaan Arsen. Pria itu pun tidak bisa berhenti untuk tidak meminumnya. Hingga pada tetes terakhir, ia mulai merasakan sesuatu.

“Kenapa aku mengantuk?”

Hari mulai gelap. Yvone baru saja selesai membersihkan diri. Beruntungnya kamar mandi di kamarnya sangat besar jadi ia bisa memanjakan tubuh gendutnya yang memang sepertinya sudah lama tidak dimanjakan.

Yvone merendam tubuhnya dengan air susu dan dicampur dengan sabun beraroma buah. Melakukan pijat spa dan lulur dibantu oleh Sui. Di kehidupannya sebagai seorang Mafia, Yvone bahkan tidak sempat melakukan semua ini.

Waktunya dihabiskan untuk menciptakan ramuan obat dan juga senjata. Berlatih bela diri dan mengatur strategi. Bergelut dengan maut, serta bahaya yang tidak pernah ada habisnya.

“Nyonya tidak menghubungi Tuan?” tanya Sui memecah keheningan.

Yvone yang mengantuk karena efek pijatan seketika tersadar. “Apa aku harus?” tanya Yvone balik.

Kening Sui mengkerut. Ia sungguh dibuat keheranan dengan sikap majikannya saat ini. Hal itu membuatnya bertanya-tanya. ‘Apa Nyonya memang benar-benar lupa ingatan?’

“Setiap Tuan berada dalam perjalanan bisnis ke luar negeri, Nyonya selalu menghubunginya satu jam sekali. Itu karena Nyonya khawatir jika Tuan dan Nona Renata melakukan sesuatu,” jawab Sui.

“Ah, karena kau sudah membahasnya. Aku akan bertanya? Sebenarnya siapa Renata?”

Sui menghentikan aktivitasnya sejenak, kemudian merunduk, melihat wajah majikannya sejenak.

“Kenapa kau melihatku begitu?”

“Nyonya, sepertinya Anda benar-benar lupa ingatan?”

Mendengar itu, Yvone sedikit kelabakan. Ia tidak mungkin menjelaskan pada Sui tentang apa yang terjadi padanya.

“Emmm…setelah mati suri kemarin, aku memang banyak lupa,” ucap Yvone beralasan.

Sui mengangguk. Tanpa curiga sedikit pun, wanita itu pun membalas, “Hmmm pantas saja.”

“Jadi kau ingin memberitahuku atau tidak?”

Sui menghela napas. Sebenarnya ia juga mengetahui cerita ini dari Rose. Karena dulu wanita itu selalu menceritakan segala sesuatu yang dialami kepada dirinya.

“Nona Renata adalah teman masa kecil Tuan, hidupnya kurang beruntung. Ayahnya seorang penjudi dan pemabuk, sedangkan ibunya sakit-sakitan. Ayahnya sering meminta uang padanya. Beruntungnya, Tuan selalu membantu menyelesaikan masalah. Nyonya Besar sangat menyukai Nona Renata karena dia cantik dan pintar. Nyonya Besar juga membiayai sekolah Nona Renata sampai jadi sekarang ini.” Sui bercerita panjang lebar.

“Kau bilang mereka dekat sejak kecil. Lalu kenapa mereka tidak menikah?” celetuk Yvone.

Lagi-lagi Sui menatap Rose. “Nyonya, Anda sungguh melupakan semuanya. Jangan bilang Anda juga lupa orang tua Anda?”

“Orang tua?” Yvone membeku sesaat. Ia bahkan tidak tahu jika Rose masih memiliki orang tua.

“Saat Anda dinyatakan meninggal, Tuan Arsen hendak menghubungi mereka. Tapi Anda tiba-tiba bangun. Nyonya, Syukurlah Anda selamat. Mulai detik ini saya akan melayani Anda sepenuh hati, dan tidak akan membiarkan Nyonya disakiti oleh siapa pun,” ujar Sui.

Yvone tersenyum tipis. Ia merasa sedikit tersentuh. Sebelumnya, belum ada yang melakukan itu untuknya. Bahkan tunangannya sendiri selalu mendorongnya ke garis depan pertarungan.

“Kau tidak perlu melindungiku, aku bisa melindungi diriku sendiri. Kau cukup memberiku informasi saja,” kata Yvone. “Oh ya, jadi bagaimana kelanjutannya cerita Arsen dan Renata?” lanjut Yvone ia masih penasaran soal ini. Dan ia perlu mencari tahu.

“Dulu Nyonya sendiri yang bercerita pada saya, Tuan tidak mencintai Nona Renata. Tuan hanya menganggapnya teman kecil,” jawab Sui melanjutkan ceritanya.

Yvone mendecak pelan. “Menganggapnya teman tapi membiarkan dia menempel terus,” gerutu Yvone yang didengar oleh Sui. Pelayan itu pun mengulas senyum.

“Lalu kenapa dia memilihku?” Yvone sungguh sangat tertarik dengan cerita ini. Dalam ingatan pemilik tubuh, Yvone hanya melihat sebuah pernikahan, tetapi tidak tahu cerita sebelumnya.

“Tuan Arsen dan Nona Renata memang teman masa kecil, tapi mereka harus terpisah karena Tuan berkuliah di luar negeri, nah saat itulah Tuan bertemu dengan Anda. Saat itu Anda juga tengah menempuh pendidikan sebagai modeling.”

“Modeling? Jadi aku model?” Yvone sampai memutar tubuhnya ke belakang, menatap Sui dengan tatapan tak percaya.

"Ya, Nyonya. Anda adalah seorang model terkenal."

1
Anita Rahayu
upnya yg double dan panjang👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Rai Gojess
beri pengajaran dulu sama keluarga hama itu
Etty Rohaeti
lelaki ga bisa tegas tinggalkan saja
Rai Gojess: bikin geram ni cerita, malas mau bagi hadiah🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Tata Hayuningtyas
kelamaan pembalasan nya...ga sat set sat set
Heni Mulyani
lanjut
Tiara Bella
drama bngt....
Lyvia
sumpah gemesQ pingin tak cakar2 tu muka mereka, gsa kelamaan yvone kasih pelajaran aj mereka agar bisa menghargaimu apalagi suamimu yg lemah it 🤬🤬🤬
Ma Em
Yvone buat hukuman untuk Mereka yg sdh memecat Sui asisten setiamu , beri hukuman untuk Brighita , Renata begitu si Arsen yg plin plan itu mau saja disetir sama ibu dan adiknya buat mereka menyesal .
Evi 060989
up
Ma Em
Bagus Rose kamu hrs tegas dan balas semua perbuatan mereka yg selalu merendahkan dan menghina kamu dulu waktu jiwa Rose yg asli .
Sribundanya Gifran
lanjut
Evi 060989
up
Evi 060989
up lg
Rai Gojess
cerai cerai cerai cerai....
Tiara Bella
sui kemana ya apa dia dipecat....
Lyvia
dasar keluarga lucnut semua 😡
Evi 060989
up lg
Dewi Anjani
arsen ga ada tegas2nya,,mau aja di setir sama ibunya
Dewi Habibah
ceritanya bagus
Tiara Bella
akhirnya Rose pulang jg dan menemui Arsen sang suami....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!