Aurora sudah terlihat cantik dengan riasan wajah natural flowles dan glowing. ia mengenakan gaun pengantin impiannya rancangan sahabatnya sendiri Vera.
Di sudut ruangan rias Maxime yang tak lain sahabat Aurora berdiri mengamati kecantikannya dengan takjub.
Tiba-tiba sebuah kabar buruk datang jika pengantin pria yaitu Andre tidak datang melainkan pergi tanpa kabar sejak semalam. kepanikan seketika melanda terutama Aurora sampa jatuh pingsan dan harus di tenangkan oleh teman dan keluarganya. hingga waktu yang di tentukan Andre tak juga datang. demi menyelamatkan nama keluarga besar akhirnya Maxime bersedia menikahi Aurora.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 32 Pembalasan Andre
Maxime memasuki ruang meeting ia menyapa kolega dari Jepang yang sedang mengobrol dengan papa Gunanto. Keduanya membungkuk sedikit memberi salam sebelum menjabat tangan kolega dari Jepang itu.
"Hajimemasite, Watasiwa no Maxime Gunanto desu" kata Maxime dalam bahasa Jepang.
"Hajimemasite, watasi no Akira desu"
"Kochira wa tōsha no CEO, Makishimudesu" papa Gunanto memperkenalkan Maxime sebagai CEO perusahaan itu.
"Haik" Akira mengangguk samar dan tersenyum sopan pada Max. ia mengulurkan sebuah kartu nama pada Maxime.
Max menerima uluran kartu nama dari Akira. ia membaca sejenak lalu menyimpan kartu nama itu kedalam saku jasnya.
"Dōzo kaiwa o tsudzukete kudasai. Shitsureishimasu" Maxime mempersilahkan papa dan kolega dari Jepang itu untuk melanjutkan meeting, ia akan permisi dulu ke ruang kerjanya.
Maxime berjalan ke ruang kerjanya, ia meeting kecil dulu dengan Wisnu dan Serly sebelum menuju ruang meeting utama pemegang saham.
"Apakah ada tender baru? kenapa papa meeting dengan kolega dari Jepang?" tanya Max pada Wisnu.
"Ada kerja sama pembuatan sperpart untuk mesin kendaraan baru bos"
"Kenapa papa belum bilang padaku?"
"Tendernya tidak terlalu besar bos, kita ada nego dengan perusahaan dari Jepang dan Jerman tinggal deal dengan siapa tergantung bos Maxime yang memutuskan"
"Oh oke nanti biar saya tanya papa langsung, Serly kau ikut meeting pemegang saham dengan ku"
"Baik pak" Serly segera menyiapkan laptop dan buku agendanya untuk mencatat materi meeting nanti.
***
Di sebuah ruangan kecil Andre berdiri di belakang seorang pria yang menjadi informannya. ia memerintahkan pria itu mencari tahu tentang kelemahan Maxime Gunanto.
Dilayar komputer nampak sebuah foto antara Maxime dengan seorang wanita. sepertinya mereka berpesta di kapal pesiar. pakaian wanita itu sangat seksi, kebetulan Maxime terlihat mengobrol dengan si wanita sembari memegang segelas minuman di tangannya.
"Bagus aku perlu foto itu dan kirimkan pada Aurora biar ia tahu pria seperti apa Maxime itu" kata Andre pada seorang pria yang sedang duduk menghadap layar komputernya.
"Tapi itu hanya foto biasa saja" jawab pria itu.
"Kalau begitu tugas mu adalah membuat foto itu jadi tidak biasa!" kata Andre sembari menatap tajam wajah Maxime di layar komputer.
Andre sudah tidak sabar menunggu hubungan Aurora dan Maxime hancur. ia tidak rela Rora hidup bahagia dengan pria lain. Andre pikir dulu saat ia meninggalkan Rora nanti Rora akan menerimanya kembali, memaafkan Andre lalu mencintainya seperti semula. tapi karena kehadiran Maxime yang selalu jadi pahlawan kesiangan untuk Rora, semua rencana Andre jadi berantakan.
"Ada informasi apa lagi tentang Maxime Gunanto selain foto-foto itu?" tanya Andre.
Pria yang duduk di depan komputer itu meraih ponselnya. ia seperti membuka satu file khusus tentang Maxime di ponsel itu.
"Perusahaan otomotif milik Maxime Gunanto baru saja mengalami masalah. ada direksi yang melakukan Mark up keuangan dan merugikan perusahaan di atas empat puluh miliar rupiah"
Andre tertawa senang sekali. akhirnya Maxime yang citra perusahaannya selalu bersih kini tercoreng karena anggota perusahaan melakukan korupsi yang menimbulkan kerugian sangat besar. jika para kolega mengetahuinya maka mereka akan enggan bekerja sama dengan perusahaan Maxime lagi.
"Tapi Maxime menggelontorkan dana pribadi untuk menutup kerugian perusahaan dan informasi itu tidak pernah terendus media ataupun perusahaan lain"
"Hahaha! tenang saja setelah ini seluruh perusahaan di negara ini akan tahu seberapa hancurnya reputasi perusahaan milik Maxime Gunanto!"
Andre tertawa puas, ia ingin perusahaan Max hancur seperti perusahaannya dulu. lalu jika pikiran Max kacau dan terbagi antara pekerjaan dan rumah tangganya maka akan terjadi konflik antara Max dan Aurora.
"Lalu mereka akan sering bertengkar dan berujung perpisahan. setelahnya Aurora akan menjadi milikku, hanya milikku begitu juga dengan perusahaan Antoro aku akan mengambil alih perusahaan itu setelah aku menjadi suami Aurora!"
"Hahaha!" tawa puas Andre pecah memenuhi ruangan kecil itu.