NovelToon NovelToon
THE BRITISH ROYAL FAMILY

THE BRITISH ROYAL FAMILY

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:123
Nilai: 5
Nama Author: Moms Celina

Deskripsi

The British Royal Family karya Moms Celina adalah novel roman kerajaan yang mengisahkan perjuangan cinta, pengorbanan, dan harapan kedua kalinya. Berlatar di istana megah Inggris, cerita ini mengikuti perjalanan Elizabeth yang harus menyeimbangkan hati dan tanggung jawab, serta Taylor yang harus memilih antara takhta dan orang yang dicintainya. Dengan alur yang menegangkan, adegan yang hangat, dan konflik yang menyentuh hati, novel ini cocok bagi pembaca yang menyukai kisah cinta yang melawan aturan, serta ikatan keluarga yang tak tergoyahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Celina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia yang Terbuka

Udara di dalam ruang kerja Raja terasa semakin menyesakkan, seolah dinding-dinding batu tebal di sekelilingnya perlahan menyempit, menekan setiap orang yang ada di dalamnya. Suasana yang tadinya tegang kini berubah menjadi dingin, penuh dengan amarah dan kekecewaan yang meledak di setiap sudut ruangan. Raja duduk tegak di kursinya, wajahnya merah padam, matanya menatap tajam ke arah anak laki-lakinya seolah ingin membaca setiap pikiran yang tersembunyi di dalam benak Pangeran. Ratu berdiri diam di dekat jendela, tangannya menggenggam ujung gaunnya erat-erat, wajahnya pucat pasi, tak mampu berkata-kata mendengar kenyataan yang baru saja terungkap.

Valeria berdiri di samping Ratu, matanya yang indah menatap Taylor dengan pandangan yang terlihat sedih dan terluka, namun di balik tatapan itu tersembunyi kilatan kecemburuan yang sulit disembunyikan. Selama bertahun-tahun dia berharap bisa menjadi pendamping hidup Pangeran, berharap bisa menjadi Ratu suatu hari nanti. Dia selalu menganggap dirinya adalah orang yang paling pantas berada di sisi pewaris takhta, dengan latar belakang keluarga yang mulia, pendidikan yang sempurna, dan sikap yang selalu sesuai dengan aturan kerajaan. Dan kini, semua harapan itu seolah runtuh dalam sekejap, hanya karena kehadiran wanita yang dianggap tak pantas itu.

“Jadi begini cara kau membalas semua pengorbanan kami, Taylor?” suara Raja terdengar berat dan bergetar karena amarah, memecah keheningan yang menyelimuti ruangan. “Kami membesarkanmu, mendidikmu, menyiapkanmu untuk menjadi pemimpin yang hebat bagi negeri ini, dan kau malah membawa masalah yang bisa menghancurkan nama baik keluarga kerajaan? Kau pikir ini hanya soal perasaan? Kau pikir perasaanmu lebih penting daripada keselamatan dan kestabilan seluruh negeri?”

“Aku tidak pernah melupakan tanggung jawabku, Ayah!” jawab Taylor dengan suara yang keras dan tegas, matanya tak berkedip menatap mata ayahnya. “Aku tahu siapa diriku dan apa kewajibanku. Tapi aku juga manusia, Ayah. Aku punya hati, aku punya perasaan, dan aku punya orang-orang yang aku cintai lebih dari nyawaku sendiri. Lima tahun yang lalu aku membiarkan aturan memisahkan kami, dan aku membayar harganya dengan hidup dalam kekosongan dan penderitaan selama bertahun-tahun. Kali ini aku takkan membiarkan hal yang sama terulang lagi. Elizabeth dan Hunter adalah keluargaku, dan mereka akan menjadi bagian dari hidupku, entah Ayah suka atau tidak.”

“Kau gila! Kau benar-benar gila!” Raja menepuk meja kerjanya dengan keras, membuat gelas kristal di atas meja berdering keras. “Wanita itu tidak memiliki kedudukan, tidak memiliki kekuasaan, dan tidak memiliki apa pun yang bisa membuatnya pantas menjadi istri seorang Pangeran! Kalau kau bersikeras mempertahankan mereka, kau akan menghadapi konsekuensinya. Kami bisa mengeluarkan perintah untuk membuang wanita itu dan anaknya keluar dari negeri ini, atau membuat mereka menghilang selamanya dari hidupmu. Jangan pikir kami takkan melakukannya demi kebaikan kerajaan!”

Kata-kata Raja menusuk langsung ke dalam hati Taylor, membuat darahnya mendidih karena marah dan takut. Dia tahu ayahnya bukan orang yang sembarangan mengucapkan ancaman, dan dia tahu kekuasaan yang dimiliki ayahnya bisa membuat apa saja terjadi. Tapi di saat yang sama, ancaman itu hanya mempertegas tekadnya. Dia takkan membiarkan siapa pun menyakiti orang-orang yang dia cintai, bahkan jika itu adalah orang tuanya sendiri.

“Kalau Ayah berani menyentuh rambut satu pun dari kepala mereka, aku takkan tinggal diam,” jawab Taylor dengan suara yang rendah namun penuh ancaman, matanya menatap tajam ke arah ayahnya. “Aku rela melepaskan hakku atas takhta, aku rela melepaskan segala gelar dan kekuasaanku, asalkan aku bisa hidup bersama mereka dengan damai. Takhta dan mahkota takkan ada artinya bagiku jika aku harus hidup tanpa mereka. Jadi silakan, lakukan apa yang Ayah anggap perlu. Tapi ingatlah, Ayah akan kehilangan anakmu selamanya.”

Kata-kata itu seperti petir yang menyambar di dalam ruangan. Wajah Raja berubah pucat, matanya terbelalak menatap anaknya, tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Selama ini dia selalu yakin bahwa anaknya akan melakukan apa saja demi kerajaan, bahwa dia akan mematuhi setiap aturan dan perintah yang diberikan. Dia tak pernah menyangka bahwa cinta dan ikatan keluarga bisa membuat anaknya rela melepaskan segala sesuatu yang selama ini dianggap paling berharga.

Ratu yang sejak tadi diam akhirnya berbicara, suaranya bergetar dan penuh perasaan. “Cukup! Hentikan pertengkaran ini! Kalian berdua adalah orang yang aku cintai, dan aku takkan membiarkan kalian saling menyakiti seperti ini.” Dia berjalan mendekati anaknya, menatap wajah Taylor dengan mata yang berkaca-kaca. “Ibu mengerti perasaanmu, Nak. Ibu tahu betapa besar cintamu pada wanita itu, dan Ibu mengerti betapa berartinya anakmu bagimu. Tapi cobalah mengerti posisi Ayahmu juga. Dia memikirkan kebaikan seluruh negeri, dia memikirkan masa depan kerajaan yang sudah berdiri selama ratusan tahun. Kita tak bisa bertindak sembarangan, karena setiap langkah yang kita ambil akan berdampak pada jutaan orang.”

Taylor menatap mata ibunya, dan amarah di dalam hatinya perlahan mereda, digantikan oleh rasa lelah dan bingung. Dia tahu ibunya benar, dia tahu bahwa masalah ini tak bisa diselesaikan hanya dengan kemauan keras semata. Tapi dia juga tahu bahwa dia takkan bisa hidup bahagia jika dia harus memilih antara keluarga dan tanggung jawabnya.

“Lalu apa yang harus aku lakukan, Ibu?” suaranya terdengar lemah, untuk pertama kalinya dia terlihat seperti anak kecil yang sedang memohon pertolongan pada orang tuanya. “Aku tak bisa hidup tanpa mereka, dan aku juga tak bisa meninggalkan tanggung jawabku. Apakah tak ada jalan tengah yang bisa kita temukan?”

Ratu menghela napas panjang, lalu menoleh menatap suaminya, yang kini duduk diam di kursinya, wajahnya masih terlihat marah namun matanya tak lagi setajam sebelumnya. “Kita tak bisa mengambil keputusan terburu-buru. Kita butuh waktu untuk memikirkan semuanya dengan baik. Tapi satu hal yang pasti, kita takkan menyakiti wanita itu dan anakmu. Mereka adalah bagian dari keluargamu, dan entah kita suka atau tidak, mereka juga adalah bagian dari keluarga kerajaan.”

Mendengar kata-kata itu, Taylor merasa beban yang berat terangkat dari pundaknya. Dia tahu perjuangannya belum berakhir, dia tahu bahwa masih banyak hal yang harus dia hadapi, tapi setidaknya dia merasa sedikit lega karena orang tuanya takkan berbuat jahat pada orang yang dia cintai.

Namun ketenangan itu tak berlangsung lama. Dari sudut ruangan, Valeria yang sejak tadi diam akhirnya berbicara, suaranya terdengar lembut namun penuh makna tersembunyi. “Yang Mulia, aku mengerti betapa besar perasaanmu, dan aku ikut senang karena akhirnya kau bisa bertemu dengan orang yang kau cintai. Tapi tolong ingat, dunia luar takkan melihat hal ini dengan cara yang sama. Kalau berita ini menyebar ke seluruh negeri, orang-orang akan bicara banyak hal. Mereka akan mempertanyakan kemampuanmu memimpin, mereka akan mempertanyakan keputusanmu, dan hal ini bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Belum lagi musuh-musuh kerajaan yang akan memanfaatkan situasi ini untuk menjatuhkanmu.”

Kata-kata Valeria membuat hati Taylor kembali terasa berat. Dia sadar bahwa wanita itu benar, dan dia sadar bahwa perjuangannya tak hanya berlangsung di dalam istana, tapi juga di hadapan seluruh rakyat dan dunia luar. Tapi sebelum dia sempat menjawab, pintu ruang kerja terbuka lagi, dan David berjalan masuk dengan wajah yang terlihat gelisah.

“Maafkan aku mengganggu, Yang Mulia, Baginda, Yang Mulia Ratu,” ucap David dengan suara rendah, matanya melirik ke arah Taylor dengan pandangan yang penuh kekhawatiran. “Ada hal yang harus aku sampaikan segera. Guetta dan Berlin sudah menyebarkan kabar tentang pertemuan Yang Mulia dengan Elizabeth dan anaknya. Kabar ini sudah sampai ke telinga banyak orang di dalam istana, dan bahkan sudah mulai menyebar ke luar istana melalui orang-orang yang bekerja di sini.”

Suasana di dalam ruangan seolah menjadi semakin dingin. Wajah Raja kembali berubah merah padam, sementara Ratu menutup mulutnya dengan tangan, tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Taylor mengepalkan tangannya erat-erat, amarahnya kembali meledak di dalam dada. Dia tahu bahwa Guetta dan Berlin selalu mencari kesempatan untuk menjatuhkannya, dan kini mereka menggunakan rahasia terbesarnya sebagai senjata untuk menghancurkannya.

“Dasar orang-orang berhati busuk!” geram Taylor, matanya menyala karena marah. “Mereka takkan berhenti sebelum mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka ingin membuat keributan, mereka ingin membuatku terlihat buruk di mata semua orang, hanya agar mereka bisa mendapatkan kekuasaan dan pengaruh yang lebih besar.”

“Kita tak bisa membiarkan hal ini terus berlanjut,” ucap Raja dengan suara yang tegas, amarahnya kini berubah menjadi tekad yang kuat. “Kalau kabar ini terus menyebar, kita takkan bisa mengendalikannya lagi. Kita harus bertindak cepat, sebelum situasi menjadi semakin buruk. Tapi kita juga takkan membiarkan orang-orang seperti Guetta dan Berlin mengendalikan keadaan. Kita akan menghadapi masalah ini bersama-sama, dan kita akan memastikan bahwa nama baik keluarga kerajaan tetap terjaga.”

Di saat semua orang sibuk membahas rencana dan langkah yang harus diambil, pikiran Taylor melayang kembali ke arah Elizabeth dan Hunter. Dia tahu bahwa sekarang mereka sedang dalam bahaya. Kalau kabar ini terus menyebar, tak lama lagi orang-orang akan datang mencari mereka, dan mereka takkan lagi aman di tempat tinggalmu. Dia harus segera menemui mereka, dia harus membawa mereka ke tempat yang aman, sebelum sesuatu yang buruk terjadi.

“Aku harus pergi sekarang,” ucap Taylor tiba-tiba, membuat semua mata menatapnya. “Elizabeth dan Hunter sedang dalam bahaya. Kalau kabar ini sudah menyebar, orang-orang akan mulai mencari mereka, dan mereka takkan aman di tempat mereka tinggal sekarang. Aku harus menemui mereka dan membawa mereka ke tempat yang aman.”

“Tapi kau tak bisa pergi begitu saja, Taylor,” ucap Ratu dengan nada cemas. “Orang-orang sudah mulai membicarakanmu. Kalau kau pergi menemui mereka sekarang, semua orang akan yakin bahwa kabar itu benar, dan hal itu hanya akan membuat situasi menjadi semakin buruk.”

“Aku tak peduli apa kata orang, Ibu. Keselamatan mereka adalah hal yang paling penting bagiku, lebih penting daripada apa pun di dunia ini. Aku takkan membiarkan siapa pun menyakiti mereka, bahkan jika aku harus menghadapi seluruh dunia sekalipun.”

Tanpa menunggu jawaban, Taylor berbalik dan berjalan keluar dari ruangan dengan langkah cepat. Dia takkan membiarkan siapa pun menghalanginya, dia takkan membiarkan orang yang dia cintai berada dalam bahaya sendirian. Di dalam hatinya, dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan melindungi mereka dengan seluruh jiwa dan raganya, tak peduli seberapa berat rintangan yang harus dia hadapi.

Saat dia berjalan menyusuri lorong istana, dia melihat banyak orang yang memandangnya dengan pandangan yang sulit diartikan—ada yang penuh dengan rasa ingin tahu, ada yang penuh dengan rasa kasihan, dan ada yang penuh dengan kebencian dan penghakiman. Dia tahu bahwa mulai detik ini, hidupnya takkan pernah sama lagi. Rahasia yang selama ini dia simpan akhirnya terbuka, dan kini dia harus berjuang dengan segala cara untuk membela cinta dan keluarganya, melawan aturan, melawan tradisi, dan melawan semua orang yang ingin memisahkan mereka.

Karena dia sadar, perjuangannya baru saja dimulai.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!