NovelToon NovelToon
Setelah Titik,Ada Temu

Setelah Titik,Ada Temu

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Romansa Fantasi / CEO / Dark Romance / Mantan / Tamat
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

Bagi Azzalia Caesarea, mencintai Regas Adhitama adalah sebuah keberanian sekaligus kesalahan. Regas adalah sang "Pangeran Teknik" yang sempurna, sementara Lia hanyalah mahasiswi Sastra pemegang beasiswa yang hidup sebatang kara.

Saat restu orang tua Regas menjadi dinding tinggi yang tak mungkin dipanjat, Lia memilih mundur. Ia meletakkan tanda titik pada kisah mereka, menolak lamaran Regas, dan pergi mengejar mimpinya ke luar negeri demi harga diri yang sempat diinjak-injak.

Tahun-tahun berlalu, Lia kembali sebagai sosok wanita yang baru dan sukses. Namun, semesta memang senang bercanda. Di sekolah internasional tempatnya mengajar, ia kembali dipertemukan dengan mata tegas itu. Regas berdiri di sana, tetap mempesona, namun dengan satu kejutan yang menyesakkan napas: seorang putri kecil yang memanggilnya "Papa".

Siapkah Lia membuka kembali buku lama yang sudah ia tutup rapat?Dan rahasia apa yang sebenarnya disimpan Regas selama bertahun-tahun kepergian Lia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Lia melangkah dengan kaki gemetar menuju kedai kayu Pak Wayan. Pikirannya kalut, membayangkan skenario terburuk: apakah keluarga Adhitama menemukannya untuk kembali menebar ancaman?

Namun, di sana, berdiri seorang pria dengan kemeja flanel yang lengannya digulung. Wajahnya yang tegas namun tampak jauh lebih lelah dari terakhir kali mereka bertemu, menatap hamparan laut sebelum akhirnya berbalik.

"Lia..."

Bukan Abimana. Pria itu adalah Regas.

Suaranya rendah, serak, seolah menahan beban bertahun-tahun yang akhirnya tumpah dalam satu kata. Di sampingnya, seorang anak perempuan kecil berusia sekitar tiga tahun dengan mata bulat yang cerdas—sangat mirip dengan Regas—sedang menggenggam erat ujung kemeja ayahnya.

"Regas? Bagaimana bisa..." Lia tercekat, napasnya seolah tertahan di tenggorokan.

Regas tidak menjawab dengan kata-kata. Ia merogoh saku kemejanya dan mengeluarkan sebuah ponsel, menunjukkan foto yang diambil turis asing tempo hari. "Sastra tidak pernah bisa menyembunyikanmu, Lia. Tulisan tanganmu di papan pengumuman itu... aku akan mengenalinya di mana pun di dunia ini."

Anak kecil itu mendongak, menatap Lia dengan rasa ingin tahu yang polos. "Papa, ini Ibu Guru Cantik yang ada di foto?"

Regas berlutut, menyamakan tingginya dengan sang putri, namun matanya tetap terkunci pada Lia. "Iya, Ghea. Ini orangnya."

Lia mematung. Nama itu. Ghea. Nama yang selama ini hanya ia bisikkan pada angin malam, kini berdiri hidup di depannya.

"Dia... dia Ghea?" tanya Lia lirih, air mata mulai mengaburkan pandangannya.

"Dia putriku. Dan dia datang jauh-jauh ke sini hanya untuk satu hal," Regas berdiri kembali, menatap Lia dengan tatapan yang campur aduk antara rindu, marah, dan luka. "Dia ingin tahu kenapa 'Ibu Sastra'-nya pergi bahkan sebelum dia sempat mendengar detak jantungnya sendiri."

Suasana pesisir yang tenang mendadak terasa menyesakkan. Rahasia besar yang Lia bawa dari London, alasan sebenarnya ia melarikan diri dan membiarkan Regas menikah dengan pilihan orang tuanya demi menyelamatkan bayi itu, kini siap meledak di tengah deburan ombak Bali.

Apakah kamu ingin lanjut ke konfrontasi jujur tentang apa yang sebenarnya terjadi saat Lia di London, atau fokus pada momen canggung antara Lia dan anak kecil itu?

Lia membeku. Dunia seolah berhenti berputar di bawah terik matahari Bali Utara. Sosok di depan kedai itu bukan lagi sekadar bayangan dari masa lalu yang ia hindari, melainkan kenyataan paling pahit yang pernah ia cintai.

"Pak Regas..." suara Lia tercekat, kembali menggunakan panggilan formal yang ia gunakan saat menjadi guru di Jakarta, mencoba membangun dinding pertahanan yang sudah runtuh.

Regas melangkah maju, membiarkan pasir pantai mengotori sepatu mahalnya. Di sampingnya, gadis kecil berkuncir dua itu berseru girang.

"Ibu Lia! Papa bilang Ibu pergi tugas ke luar kota, kenapa Ibu ada di pantai?" Ghea berlari kecil, memeluk kaki Lia dengan akrab. Kehangatan tubuh mungil itu membuat pertahanan Lia hancur seketika.

Lia berlutut, mengusap pipi Ghea yang kemerahan karena panas. "Ghea... sayang, kenapa bisa sampai ke sini?"

"Papa yang ajak. Papa bilang ada tugas mencari 'permata' yang hilang," celoteh Ghea polos.

Regas berdiri tepat di hadapan Lia, bayangannya menutupi tubuh wanita itu dari sengatan matahari. Tatapannya tajam, menuntut jawaban atas pelarian tiba-tiba yang dilakukan Lia dari sekolah internasional tempatnya mengajar dulu.

"Ternyata ini alasanmu mengundurkan diri tanpa pamit, Lia? Menjadi 'Ibu Lia' di pelosok Bali?" sindir Regas, suaranya rendah namun bergetar oleh amarah yang tertahan. "Kamu pikir dengan membuang ponsel dan pindah ke ujung pulau, aku tidak akan bisa menemukanmu?"

Lia berdiri, mencoba menenangkan diri meski jantungnya berdegup liar. "Ini tempat yang seharusnya untukku, Regas. Aku bukan bagian dari duniamu, atau dunia Ghea. Kita sudah sepakat setelah pertemuan dengan orang tuamu tahun lalu..."

"Aku tidak pernah sepakat untuk kehilanganmu dua kali!" potong Regas cepat. "Dulu kamu pergi ke luar negeri demi beasiswa, aku terima. Tapi kali ini, saat kamu sudah kembali dan menjadi bagian dari hidup Ghea, kamu pergi lagi karena ancaman elena dan ibuku waktu itu ?"

Ghea menatap ayahnya dan gurunya bergantian, bingung dengan ketegangan di antara mereka. Suasana syahdu desa nelayan itu mendadak terasa mencekam.

1
Niken Dwi Handayani
Ghea bukan anaknya Regas ya? kalau 5 tahun terpisah, anak nya belum masuk SD. Mungkin anak kakak nya
Chelviana Poethree
👍👍👍
Chelviana Poethree
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!