Area 21 +
Rasa kecewa tak bisa terbendung lagi bagi kedua orang tua Alana kala mengetahui dirinya tengah hamil di luar nikah.
"Katakan sama papi, siapa laki laki itu. Kalau kamu tidak ingin memberitahu. Papi akan cari tahu sendiri. Dan kamu tentu tahu bagaimana dengan mudahnya papi mencari. Papi hanya ingin kamu jujur saat ini." Tekan papi Wibowo menatap putrinya yang menangis tersendu sendu. Alana meragu.
~~~~~~~
Alana tak menyangka karena rasa cinta yang begitu sangat dalam membawa nya kejurang yang salah.
Dia harus mengandung tanpa seorang suami di sisinya. Alana memutuskan pergi meninggalkan tanah air tanpa memberitahu anak yang di kandung nya pada ayah biologis.
Alana juga berusaha untuk membuang rasa cinta nya, pada pria yang merupakan cinta pertamanya itu. Pada sepuluh tahun kemudian, Alana memutuskan untuk kembali ke tanah air dengan status yang berbeda.
Bukan single mom.
Tapi sebagai seorang istri dan memiliki seorang putra.
Alana menikah dengan pilihan orang tua nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hee_Sty47, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 25
***
"Nggak ada yang perlu kita bicarakan."
"Alana "
Rayan menahan kembali tangan Alana kala wanita itu hendak keluar dari kamar. Bahkan tangan Alana satunya sudah berada di gagang pintu.
"Ayo kita bicara. Saya tersiksa dengan keterdiaman ini." Kata Rayan yang kini berada di samping Alana sambil menatap wanita itu. Sedikit menunduk karena kepala Alana hanya sebatas dagu nya.
Alana kembali menyentak tangan Rayan membuat pria itu mendesah pelan.
Alana menoleh , ia tatap Rayan di samping nya "Tersiksa." Ulang Alana tersenyum remeh.
"Alana please." Mohon Rayan.
"Kamu mau bicara apa mas? Bukan nya kamu sedang senang senang di bar ya. Sementara aku sudah nungguin kamu pulang sejak sore tadi. Kamu suka sama Lauren ? Kalian selingkuh di belakang ku . Lalu apa ungkapan mu yang mengatakan menyukaiku hah! Omong kosong macam apa ini. Jahat tahu nggak kamu itu." Maki Alana dengan kilat amarah nya.
Alana yang sudah mulai membuka pintu namun Rayan tiba tiba menarik tubuhnya, bahkan langsung menutup pintu menggunakan kaki nya. Dia dekap tubuh Alana yang memberontak ingin melepas diri dari Rayan.
Perasaan Rayan nano nano saat ini. Apalagi mendengar ucapan Alana yang sudah menunggu kepulangan nya sejak sore tadi.
Jika ia tahu Alana menunggu nya, ia lebih baik pulang saja. Dan tak sampai pergi ke club hingga sampai mengikuti usul Ajril dan juga Lauren.
"Lepas, kalau kamu nggak mau lepas aku teriak mas." Ancam Alana dengan kekesalan yang menggerogoti hatinya, bahkan cairan bening kristal kembali mengalir membasahi pipinya, tangannya bergerak sambil memukul dada bidang suami nya.
"Nggak sayang , kita bicara dulu ya huem." Sahut Rayan lembut berusaha menenangkan Alana. Tangannya bahkan bergerak mengusap punggung Alana dengan lembut. Sambil ia mengecup pucuk kepala Alana beberapa kali. Menyalurkan rasa sayang yang dia rasakan pada istrinya itu.
Alana di dalam dekapan Rayan merasa begitu hangat dalam pelukan pria itu. Rayan benar benar memporak porandakan perasannya, yang sulit ia artikan sebelumnya.
Beberapa saat kemudian Alana mulai tenang . Wanita itu langsung melepas diri dari sang suami. "Mau kemana huem." Tahan Rayan dengan merengkuh pinggang Alana kembali. Wanita itu bahkan tak ingin menatapnya.
"Mau tidur kepala aku sakit." Keluh Alana ." Lepas mas." Pinta nya berusaha melepas diri. Jantungnya merasa tak aman.
"Kita perlu bicara sayang." Rayan masih saja dengan suara lembut nya. Tak ingin kemarahan wanita itu kembali mencuat.
"Bicara apa , bicara kamu selingkuh sama sahabat aku. Ini yang buat kamu diamin aku mas. Ok fine, aku akan lepasin kamu biar bebas. Aku akan bicara sama papi besok, untuk mengurus cer- hmmpp.." Alana tak dapat melanjutkan ucapannya lantaran mulutnya di bungkam oleh Rayan.
Pria itu menyesap sedikit kasar lantaran mendengar penuturan Alana. Alih alih mendapat pengakuan Alana , nyatanya justru membuat wanita itu berniat pisah darinya.
Tidak, Rayan tidak menginginkan semua ini terjadi. Ia merengkuh tengkuk Alana agar semakin dalam mencumbu ranum istrinya, yang membuat nya candu itu.
Sementara Alana syok dengan perbuatan suaminya yang tiba tiba ini. Bahkan terbilang kasar dan tak ada kelembutan. Sementara Rayan begitu menikmati, ada amarah dan rindu yang menjadi satu di dalam pangutan itu.
Alana memukul dada bidang Rayan sebab dirinya membutuhkan pasokan udara. Rayan yang mengerti lantas melepas pangutannya.
Nafas keduanya sama sama berderu hebat. Kedua tangan Rayan menangkup rahang Alana agar wanita itu menatap nya, yang kini masih menunduk .
"Saya mencintai mu Alana" Aku Rayan sambil menyelam kedua netra mata Alana yang menatap nya.
Sementara Alana terdiam, sambil mencerna ungkapan cinta sang suami barusan. "Aku sungguh mencintai mu Alana. Maaf jika aku mendiamkan kamu sejak malam itu. Karena hati ku sakit, kamu_" Rayan menjeda ucapannya ada rasa sesak di dalam hati namun ia mengenyahkan itu dengan cepat. Persetan perasaan Alana, yang penting perasaan nya saat ini Alana tahu.
"Karena kamu masih mencintainya. " Alana masih diam, dia bisa melihat kegetiran Rayan saat bicara barusan.
Namun pengakuan cinta Rayan benar benar tulus, dapat ia lihat tak ada kebohongan sama sekali dari tatapan pria itu.
Namun teringat postingan Lauren membuat Alana ragu.
"Kalau kamu mencintai ku kenapa kamu sama Lauren mas? " Alana tak dapat menahan rasa penasaran mengenai foto itu.
Bagaimana mereka bisa bertemu. Apa janjian?
"Aku bisa jelasin , semua nggak seperti yang kamu tuduhkan. Kita bicara dulu, mau sambil baring. Kamu tadi bilang pusing. " Kata Rayan sambil membelai pipi Alana.
Wanita itu mengangguk sebagai jawaban , membuat Rayan menghela nafas lega.
Mengunci pintu kamar nya, usai itu Rayan melangkah menyusul Alana yang lebih dulu melangkah ke arah ranjang.
"Aku ganti baju dulu ya. " Ijin Rayan yang mulai tak se formal biasanya. Jadi dia memang sengaja mengubah itu, agar hubungan mereka tidak kaku.
Rayan, dia tak ingin naik ke atas kasur saat belum benar benar membersihkan diri karena dirinya dari luar. Di tambah aroma nikotin yang menempel di baju nya.
Lagi Alana mengangguk saja, wanita itu lantas naik ke atas kasur. Kepala nya memang terasa sakit.
Terlalu banyak menangis sepertinya, di tambah asam lambungnya naik lantaran banyak pikiran.
Wanita itu langsung berbaring, menatap langit langit plafon
Saya mencintaimu Alana.
Sungguh sangat mencintaimu.
Ungkapan Rayan menari nari di kepalanya.
Wajah Alana tiba tiba memanas, ungkapan Rayan tadi begitu sangat lantang pria itu lontarkan. Alana langsung menyentuh dada nya yang bergemuruh hebat. Dada nya naik turun dengan detak jantung yang melebihi ritme nya.
Gue sepertinya sudah jatuh cinta.
Selang beberapa saat Rayan keluar dari kamar mandi. Di lihat nya Alana masih ada di sana. Wanita itu menoleh padanya. Seketika Rayan langsung melemparkan senyuman manis pada sang istri.
"Tunggu sebentar ya, pakai baju dulu."
"Iya." Sahut Alana pelan. Rayan lantas melangkah ke arah walk in closet, meninggalkan Alana yang saat ini sulit mengontrol detak jantung nya yang menggila.
Rasa gugup kian menyerang bersama Rayan yang keluar dari walk in closet. Pria itu berjalan , dengan balutan piyama tidurnya.
Rayan naik ke atas kasur. Alana mencoba untuk tetap tenang.
Rayan sudah mengambil posisinya berbaring lantas dia memiringkan tubuhnya guna menatap pada sang istri.
"Sini." Pintanya pada Alana sambil menepuk lengannya. Meminta Alana berbaring di sana.
Alana ragu, dia hanya melirik saja.
Rayan yang gemes langsung beraksi sendiri. Pria itu langsung merengkuh tubuh Alana , dan memeluk wanita itu.
Ah, begitu sangat nyaman.
Deg.... Deg.... Deg.....
Detak jantung keduannya sama sama tak beraturan.
Rayan mengesampingkan rasa gugup nya. Pria itu mulai menceritakan jika dia bukan hanya bersama Lauren. Melainkan ada Ajril. Ajril lah yang mengambil foto itu. Sengaja untuk memanasi dirinya.
Alana yang mendengar semakin kesal saja. Dia sampai menangis, seperti di permainkan. Namun kekesalan nya berganti dengan rasa malu, lantaran Rayan menggoda nya.
"Jadi cemburu."
"Enggak." Kilah Alana sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Rayan.
Rayan mengulum senyumnya. "Terus kenapa nangis, karena aku nggak pulang terus ketemuan sama La-. "
"Enggak ih! " Spontan Alana memukul dada bidang suaminya itu.
Rayan tergelak dengan perasaan yang menghangat. Meskipun Alana tak mengatakan apa pun mengenai ungkapannya tadi, setidak nya sang istri sudah mengetahui perasaanya. Bahkan wanita itu sudah merasa cemburu.
"Kamu jahat. " Lirih Alana yang masih dapat di dengar oleh Rayan . Tangan pria itu bergerak mengusap surai rambut Alana. Dia diam tak merespon. Membiarkan Alana kembali melanjutkan ucapanya. " Tega kamu mas diamin aku, aku diamin balik kamu malah tambah jadi. Aku kesel, aku juga merasa sepi kamu berubah tiba tiba seperti acuh tak acuh. Aku mulai terbiasa kehadiran kamu di hidupku dan Kevin. Tapi pas hampir seminggu terakhir ini aku merasa hampa dan kesepian. Aku tiap waktu cek HP aku, nunggu kamu kirim pesan seperti biasanya , mengingatkan aku untuk jangan telat makan. Terus tanya aku ngapain aja di kampus. Aku rindu seminggu ini tanpa perhatian kamu." Aku Alana blak blakan.
Rayan hanya bisa tersenyum mendengar itu . Namun isi hatinya tentu bersorak.
"Sepertinya aku sudah mulai tertarik sama kamu mas." Kini Alana mendongak guna menatap sang suami. Sementara pria yang di tatapnya itu tertegun dengan ungkapan Alana.
Lauren benar, Alana sudah tertarik atau memiliki perasaan padanya. Hanya saja wanita itu belum menyadarinya.
"Malam itu aku minta maaf bukan karena perasaanku pada orang lain, maaf ku itu kamu salah artikan mas. Aku minta maaf karena merasa bersalah sama kamu , yang dengan sabar menyukai dan menerima wanita yang bahkan masih mencintai orang lain sebelumnya. Dan sekarang perasaan ku mulai perlahan berkurang padanya. Justru hadir mu, sudah hampir menghilangkan perasaanku pada dia dan aku pun baru menyadarinya. Aku juga menyukai mu mas, aku sayang sama kamu. Dan entah ini perasaan cinta atau tidak karena mengingat kita baru saja saling mengenal, yang jelas aku cemburu saat tahu kamu nggak pulang ternyata bersama Lauren. Aku nungguin kamu sejak sore untuk bahas masalah kita. Dan jawaban atas permintaan mu malam itu, sebenar nya aku mau jawab. Aku sudah mulai membuka hatiku, tapi mas keburu balik badan malam itu. " Jelas Alana panjang kali lebar. Sementara Rayan menyimak kata demi kata itu. Dan hatinya sungguh berbunga bunga, meskipun sempat mengumpat dirinya yang cepat mengartikan kata maaf Alana sebelumnya.
Kesalah pahaman yang membuat dia dan Alana akhirnya saling diam. Tapi di sisi lain Rayan bersyukur. Dengan mode silent treatment , Alana bisa mengakui perasaanya. Meskipun rasa cinta itu belum terlontar dari bibir Alana.
"Mari kita memulai menjalani hubungan kita mas. Aku, kamu dan Kevin mari buat keluarga yang bahagia. Dan bantu aku melupakan dia sepenuhnya " Kata Alana tanpa ada keragunan.
"Lindungi aku dan Kevin. "