NovelToon NovelToon
Black Grimoire

Black Grimoire

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: Rafli Ananda

Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.

Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Pelatihan militer

Militer Kerajaan Nera adalah pihak yang dapat menyaingi kemampuan dari ke 5 keluarga, dan karena kekuatannya tersebut ke 5 keluarga besar berusaha untuk menguasai mereka dengan memasukkan beberapa anggota keluarga mereka kedalam militer. Namun karena pengawasan dari petinggi militer, ke 5 anggota keluarga kuat di Kerajaan Nera sama sekali tidak memiliki kuasa yang sebenarnya di dalam militer.

Lalu di markas militer Kerajaan Nera nomer 1, di sana pengawas nomer 67 terlihat sedang berjalan tengah terburu-buru untuk memasuki sebuah ruangan. Ketika pengawas nomer 67 telah memasuki ruangan tersebut, di hadapan dirinya terlihat seorang pemuda dengan rambut putih, mata hijau dengan tatapan yang tajam.

Merasakan ada yang genting pemuda itu kemudian berkata, duduklah dan laporkan masalah apa yang ingin kau bahas.

“Maafkan aku, akan tetapi ini adalah masalah yang sangat serius pengawas nomer 01… aku ingin menggunakan kekuasaanmu untuk menyelidiki sistem militer”

“Hmm… apakah itu benar-benar harus digunakan, karena jika memang tidak penting maka kau harus menanggung akibatnya” balas pengawas nomer 01.

“Ini ada hubungannya dengan seorang murid Mage yang telah membangkitkan Grimoire ber elemen Kegelapan” kata pengawas nomer 67.

Mendengarkan hal itu pengawas nomer 01 kemudian berdiri dari kursinya, dan dengan cepat dia berjalan menuju kearah pusat kendali seluruh markas militer 1, di sana pengawas nomer 01 bertemu dengan pimpinan para prajurit militer Kerajaan Nera, sosok Mage berlevel 7 yang mana mengendalikan elemen baja. Mage berusia 150 tahun yang telah berjuang untuk Kerajaan Nera selama lebih dari 70 tahun lamanya, dan seseorang yang telah di berikan julukan pahlawan militer.

Sambil memberikan penghormatan pengawas nomer 01 kemudian menyapa pimpinan agung militer.

“Hormat kepada Komandan tertinggi, aku ketua dari para pengawas ingin menyampaikan masalah penting akan sistem militer yang digunakan secara sepihak… dan sebagai ketua para pengawas aku ingin menggunakan hak milikku untuk menyelidiki masalah ini”

Komandan tertinggi itu bernama Zeiga, dia adalah seorang pria yang terlihat berusia 40 tahunan dengan rambut merah yang sudah mulai memutih, dengan penutup mata di wajahnya Zeiga mengeluarkan aura yang sangat mengintimidasi saat dirinya bertatapan mata dengan ketua para pengawas. Dan dengan nada tegas Zeiga kemudian berkata.

“Ketua para pengawas, hak milikmu akan aku terima… kau bisa dengan bebas menyelidiki apa yang terjadi, pastikan untuk memberikan hukuman militer yang adil dan tegas pada sang pelaku”

Sementara itu di markas militer Kerajaan Nera nomer 5, para murid Mage terlihat sedang berlari mengitari lapangan yang ada di markas tersebut, mereka di berikan perintah oleh komandan Lasley untuk mengelilingi lapangan sebanyak 100 putaran. Pada saat itu Merlin tertinggal dari para murid Mage lainnya, di saat yang lainnya telah mengelilingi lapangan sebanyak 50 kali, Merlin seorang diri baru berlari mengelilingi lapangan sebanyak 25 kali.

Akan tetapi Merlin tidak berhenti dan terus berlari, walaupun larinya lebih pelan diantara para murid Mage lainnya. Saat Merlin menoleh kearah komandan Lasley, tampa sengaja Merlin melihat apa yang di lakukan oleh komandan Lasley dan ke 2 bawahannya.

“Apa-apaan itu, mereka sedang tidak bermeditasi… akan tetapi kenapa mereka menyerap energi force dari udara seperti itu, seakan-akan itu adalah hal yang wajar bagi mereka… jangan-jangan” pikir Merlin.

Mengikuti apa yang komandan Lasley lakukan, Merlin mulai menyerap energi force dari udara, akan tetapi pada saat itu dia sama sekali tidak mengumpulkan energi yang dia serap kejantungnya namun dia membiarkan energi itu menyebar dengan bebas ke seluruh tubuhnya. Dengan wajah tersenyum, “Wusshkk…” secara tiba-tiba lari Merlin menjadi lebih cepat dari sebelumnya, dia bahkan mulai mengejar para murid Mage yang ada di depannya.

Setelah satu jam kemudian, Merlin adalah satu-satunya yang berhasil melakukan lari keliling lapangan sebanyak 100 putaran, sementara para murid Mage lainnya hanya bisa sampai 70-85 putaran. Di saat itu Lasley dapat merasakan potensi yang di miliki Merlin, dan dengan senyuman di wajahnya Lasley berkata.

“Perhatikan anak yang bernama Merlin itu, sebisa mungkin buat dia untuk memasuki Militer”

“Siap pak” balas ke 2 ajudan Lasley.

Merlin yang mana telah menemukan trik baru untuk menggunakan energi force, langsung mencobanya, “Fushkk…” setiap kali dia menarik nafasnya dia dengan sengaja melepaskan energi force untuk mengalir di seluruh tubuhnya, alhasil energi force itu tidak berkumpul di jantungnya dan keluar dengan cepat dari tubuhnya, akan tetapi saat energi force itu keluar dari tubuhnya energi force tersebut juga membawa beberapa residu kotoran tertentu yang menghambat peredaran darah di tubuh Merlin.

“Hebat… hanya dengan beberapa kali bernafas aku bisa merasakan kelelahan di tubuhku menghilang dengan cepat…. jadi begini para Mage dari pihak militer bertarung di medan perang, menggunakan tehnik pernafasan ini mereka bisa bertarung tampa henti selama beberapa hari” pikir Merlin.

Seperti anak kecil yang menemukan mainan yang baru, Merlin tersenyum sendiri dan tidak fokus pada sekitarnya, dan pada saat itu beberapa murid Mage yang mana sudah ada di dekatnya berkata.

“Merlin… maafkan kami, akan tetapi bisa kita bicara sebentar”

Tampa Merlin sadari dia melepaskan penjagaannya, dan hal itu membuat dirinya sadar kalau dirinya terlalu senang dengan apa yang dia temukan, dan dengan senyuman dingin Merlin kemudian berkata.

“Kalian pasti ingin tahu kenapa aku bisa berlali sampai 100 putaran bukan, jangan khawatir kalian tidak perlu takut… aku memang ingin memberitahukan pada semuanya, tentang tehnik ini”

Merlin mulai memberitahu apa yang dia sadari dari cara para Mage di dalam militer bernafas, dan bagaimana cara untuk menggunakannya, setelah mendengar perkataan beberapa murid Mage yang ada disana mulai memandang Merlin dengan rasa hormat dan kagum. Merlin sengaja mengajari mereka karena tidak terlalu ingin menarik perhatian dari pihak militer, dan dengan menarik simpati dari para murid Mage lainnya, Merlin akan bisa menarik beberapa infomasi tentang tehnik sihir mereka baik itu dari segi kekuatan, kemampuan, ataupun bahan-bahan apa saja yang mereka perlukan untuk pengaktifannya.

Pada sore harinya, para murid Mage di markas militer nomer 5 telah menyelesaikan latihan mereka, selama satu harian lebih mereka hanya di perintahkan untuk melakukan latihan fisik dari berlari, mengangkat beban, melakukan pertarungan dengan kosong, serta melakukan latihan tanding melawan Mage prajurit berlevel 3. Setelah melakukan berbagai latihan tersebut, para murid Mage yang ada di kamar mereka langsung tertidur layaknya orang pingsan.

Kelelahan baik fisik dan mental membuat para murid Mage yang bersama Merlin tidak bisa melakukan latihan dengan baik, sebagian besar dari mereka masih tidak bisa berhenti ketakutan saat menyadari kematian teman-teman mereka di tengah perjalanan. Sementara itu Merlin sendiri tidak perduli dengan kematian teman satu akademinya, karena sejak awal dia bahkan tidak mengingat nama-nama dari para murid Mage yang tewas tersebut, dan sambil membaringkan tubuhnya Merlin mulai kembali berlatih.

“Aku tidak mengenal kalian dan juga kalian tidak terlalu mengenaliku, akan tetapi aku berjanji akan membuat mereka yang bertanggung jawab atas kehilangan nyawa kalian membayar harga yang setimpal… karena itulah tunggulah sebentar lagi, begitu aku sampai di level selanjutnya, saat itulah rencanaku akan di mulai” pikir Merlin sambil memegang kedua Grimoire miliknya.

.

.

.

Bersambung….

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!