Raka adalah pria yang selalu menunda banyak hal dalam hidupnya pekerjaan, keputusan, bahkan perasaannya sendiri.
Bagi Raka, semua selalu bisa dilakukan nanti. Selalu ada waktu. Selalu ada alasan untuk berkata, “ya mungkin besok.”
Namun semuanya berubah ketika Lala, seorang perempuan yang sederhana, jujur, dan penuh keberanian, masuk ke dalam hidupnya. Lala bukan hanya membuat Raka tertawa, tapi juga perlahan memaksanya menghadapi hal yang selama ini ia hindari: keputusan tentang cinta dan masa depan.
Ketika masa lalu Raka kembali muncul dan keraguan mulai menguji hubungan mereka, Raka harus memilih—tetap menjadi orang yang selalu menunda, atau akhirnya berani mengatakan “hari ini.”
Sebuah kisah komedi romantis hangat tentang cinta, keraguan, dan keberanian untuk tidak lagi menunggu besok.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Budiarto Consultant, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kopi, Hujan, dan Kesalahan Kecil
Pagi itu Raka datang ke kafe “Kopi dan Tawa” lebih awal dari biasanya. Ia membawa laptop, berharap bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan yang menumpuk.
Tapi seperti biasa, kopi panas yang baru diseduh menjadi teman pengalih perhatian yang terlalu nikmat.
Lala datang beberapa menit kemudian, membawa payung lipat dan tas kerja. “Kamu sudah datang duluan?” tanyanya sambil tersenyum.
Raka mengangkat bahu, senyum canggung. “Ya… mungkin besok aku akan datang lebih lambat. Tapi hari ini aku datang tepat waktu.”
Lala tertawa kecil, duduk di seberang meja. “Hari ini sepertinya kamu serius ingin produktif ya?”
Raka mengangguk. “Iya… tapi kopi ini terlalu menggoda untuk langsung menulis.”
Mereka tertawa bersama, tapi suasana hangat itu sedikit terganggu ketika barista menumpahkan secangkir latte di meja sebelah, membuat percikan kecil mengenai laptop Raka. “Aduh!” Raka hampir panik, sementara Lala menahan tawa.
“Ini pasti karma karena kamu menunda membersihkan meja kemarin,” canda Lala.
Raka hanya bisa menatap laptop basahnya, kemudian tersenyum kecut. “Ya… mungkin besok aku akan beli laptop baru.”
Suasana menjadi lucu ketika barista memohon maaf, dan Raka serta Lala tertawa sampai mata mereka sedikit berair. Hari itu, mereka menyadari satu hal: hidup lebih seru jika ada kesalahan kecil untuk ditertawakan bersama.