NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:806
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

"Shena, mari kita tidak membahas ini lagi kedepannya". Potong Ello.

Shena mengangguk dan akhirnya diam. "Ayo kita ke kelas". Ajak Ello. Ia beranjak untuk berdiri.

Shena siap siaga menahan tubuhnya. Ia berkata dengan khawatir. "El, kamu masih terluka. Ga usah masuk kelas. Disini aja. Aku temenin ya". Shena berusaha membujuk. Tapi sepertinya Ello tetap kekeuh untuk masuk kelas. Ia beralasan. "Shena, aku murid beasiswa. Tidak boleh membolos pelajaran".

Wajah Shena nampak kesal. Ia berkata dengan terpaksa. "Baiklah. Tapi bagaimana sekolah ini bisa menyuruh siswa sakit untuk belajar. Kalau aku sedang sakit, bahkan jika kepala sekolah menggedor pintu kamar ku, aku tidak akan bangun dan sekolah".

Ello terkekeh mendengarnya. Mereka keluar dari UKS dengan Shena membopong tubuh tinggi Ello.

.

.

.

Keesokan harinya. Shena berangkat pagi-pagi sekali ke sekolah. Saking paginya belum ada seorangpun yang datang. Ia membawa ember mini berisi lem super kuat yang akan mengeras dalam waktu 1 jam. Kepalanya celingak-celinguk mencari tahu apa ada orang disekitarnya yang berpotensi menjadi saksi mata. Dirasa aman, Shena tersenyum jahat sambil cekikikan sendiri. "Hihihi, aku akan membalas perbuatan buruk mu terhadap Ello ku. Mampus kau bocah tengik". Ia menuangkan separuh dari ember berisi lem itu ke atas kursi tempat Arsen duduk. Selesai beraksi. Ia segera lari kencang membawa barang bukti itu kabur.

"Wuaahh..." Teriak seorang pria yang terlihat baru menaiki tangga. Ia terkejut bukan main pagi-pagi sudah melihat seorang siswa berlari kencang seperti macan yang lewat dihadapannya. Matanya mengernyit sedikit sebal melihat Shena dan berkata. "Apa wanita itu gila? Bagaimana mungkin sepagi ini sudah berlari secepat itu di sekolah". Ia menggeleng-gelengkan kepalanya dan lanjut berjalan lagi.

.

.

.

Sebentar lagi bel masuk akan segera berbunyi. Shena duduk di samping Ello dengan menopang pipi kanannya dengan tangan kiri sambil tersenyum sendiri. Ello merasa sedikit risih dipandang seperti itu tapi berusaha untuk mengabaikannya. Ia berusaha untuk fokus dengan buku di hadapannya. Jangan tanya dimana Diandra. Ia terlempar jauh ke kursi Shena karena tempat duduknya di ambil alih oleh Shena.

"Kring....."

Bel masuk berbunyi. Ello menatap Shena dan berkata. "Kembalilah ke tempat duduk mu. Dian ingin kursinya kembali".

"Eumm... Tidak mau. Aku mau duduk disamping mu saja". Ucapnya manja.

Ello tersenyum gemas. Ia mengacak puncak rambut Shena. "Biar aku saja yang duduk disana, kau dan Dian duduk disini".

Shena langsung beranjak dari duduknya. Bukan hal yang baik membuat Ello menjadi teman sebangkunya Arsen. Mereka kemarin berkelahi, bisa jadi kalau disatukan akan berkelahi lagi. Shena mengalah. Dengan muka enggan dan cemberut, ia melangkahkan kakinya kembali ke tempat duduknya semula.

Shena melihat kursi Arsen lewat ekor matanya. Ia menjadi bersemangat dan tak sabar menunggu Arsen datang. Otak kecilnya membayangkan bagaimana Arsen akan murka dan marah-marah karena dikerjain olehnya dan ia tak akan mengaku.

Arsen datang bersama 3 temannya dengan rusuh. Mereka bahkan membanting pintu dan menendang tiang kursi milik teman sekelas yang lain. Benar-benar tidak beradab, pikir Shena.

Ekspresi Shena yang sinis melihat kedatangan Arsen langsung berubah jadi tersenyum kala Arsen menatapnya balik. Arsen tersenyum tengil melihat Shena memandangnya. "Dia pasti sangat marah padaku karena aku menghajar pacarnya kemarin" batin Arsen senang dan tersenyum penuh kemenangan.

"Sepertinya kau sangat senang melihat kedatangan ku". Ucap Arsen santai.

Ello langsung menoleh ke arah Shena ketika mendengar suara Arsen berbicara dengan Shena. Ekspresinya penuh waspada takut Shena kena masalah.

Shena berusaha bersikap sok asik pada Arsen. Ia mengibaskan tangannya di udara dan sedikit tertawa. "Aaa... Tentu saja. Teman sebangku ku sudah datang".

Interaksi mereka terdengar sangat cukup biasa dan tak menarik namun semua orang menatap aneh dan tak biasa. Shena bisa berinteraksi dengan Arsen adalah hal yang tidak pernah bisa terpikirkan oleh siapapun. Hanya beberapa orang yang bisa mengobrol dengannya. Jika kamu bisa berarti kamu cukup dekat dengan Arsen. Shena baru kemarin masuk sekolah, bagaimana dia bisa berinteraksi dengan Arsen? Apakah mereka sudah saling mengenal sebelumnya? Pikir semua orang dalam hati.

Arsen menarik kursinya dan bersiap untuk duduk. Shena memperhatikan gerakan Arsen dengan tak sabar hingga mulutnya sampai menganga. Arsen dibuat heran dan tertawa melihatnya. "Apa yang kau lihat?".

Shena terpaku sejenak dengan mulut belum mengatup. Ia tertangkap basah sedang memperhatikan gerakan Arsen. Ia mengeles dengan senyum palsu di wajahnya. "Tidak. Ouhh, kau hari ini begitu tampan. Uhh, lihat dada mu sangat lebar sekali". Tangan Shena bergerak mengelus dan menepuk dada dan bahu Arsen.

Arsen tersenyum senang dan bangga. Ia berkata dengan sombong di wajahnya. "Akhirnya kau menyadari betapa aku sangat sempurna".

Shena tertawa palsu dan membalas. "Hahaha... Aduh aku tidak menyadari selama ini kau setampan itu". Ia memalingkan muka sejenak dan memaki secara berbisik. "Anak anjing sialan". Lalu menolehkan wajahnya lagi ke Arsen dan tersenyum lagi penuh kepalsuan yang di buat-buat.

Baiklah, sepertinya Arsen dan Shena memang sudah saling mengenal sebelumnya. Jika tidak, mana mungkin Arsen bisa tertawa seperti sekarang. Semua orang beranggapan seperti itu. Namun tidak bagi Ello. Ia mengenal Shena lebih baik dari siapapun. Mereka tumbuh bersama. Shena tidak pernah mengenal Arsen sebelumnya karena Shena tumbuh di kota Tikan. Mereka hanya terpisah 2 tahun, tidak mungkin dalam rentang waktu itu Shena akrab dengan Arsen karena jarak mereka cukup jauh. Bagaimana mereka bisa berhubungan?.

Jam pelajaran pertama sudah selesai. Guru telah keluar. Beberapa murid mulai merenggangkan badan karena cukup pegal belajar 2 jam non stop dan harus fokus. Hanya 2 orang yang tidak belajar dengan benar. Satu adalah Arsen yang tertidur dan satu adalah Shena yang kepalanya sakit seperti berdenyut-denyut karena tidak memahami apa yang diajarkan. Matematika memang tidak cocok untuk perkembangan otaknya.

Shena memijit kepalanya karena otaknya seperti kebas melihat terlalu banyak angka dan hurup di papan tulis. "Kenapa x bisa menjadi 3. Apa aku harus memikirkan garis p q r s? Ahhh, kenapa harus ada matematika di dunia ini".

Ekor matanya bergerak melihat Arsen kala terpikirkan sesuatu. Hati kecilnya meronta-ronta tak sabar ingin melihat Arsen mengamuk. Ia berpikir sejenak apa tindakan kecil yang tidak mencurigakan untuk membuat Arsen berdiri. Dan wajahnya langsung tersenyum nakal saat dapat sebuah ide cemerlang.

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!