Di dunia yang dipenuhi para ahli bela diri dan kultivator kuat, Goo Yoon hanyalah seorang pemuda biasa yang bahkan tidak mampu mengalahkan murid terlemah di sekte.
Namun Goo Yoon memiliki satu hal yang tidak dimiliki orang lain—tekad yang tidak pernah patah.
Setelah terus dipermalukan dan diremehkan, suatu hari ia menemukan sebuah seni bela diri kuno yang telah lama hilang. Seni tersebut dikenal sebagai Teknik Pedang Dewa Gila, sebuah kekuatan yang bahkan para master legendaris tak mampu kuasai.
Dengan latihan yang penuh darah, rasa sakit, dan kegagalan, Goo Yoon perlahan berubah.
Dari seorang pemuda lemah…
Menjadi legenda yang ditakuti seluruh dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jenih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23: Darah Pendekar Legendaris
Ledakan energi dari benturan pedang mengguncang seluruh hutan.
BOOOM!
Gelombang angin menyapu tanah, menerbangkan dedaunan dan debu ke udara. Pepohonan di sekitar mereka bergetar hebat akibat tekanan dari dua kekuatan yang saling bertabrakan.
Di tengah ledakan itu, dua sosok terlempar ke arah berlawanan.
Goo Yoon mendarat keras beberapa meter dari tempat benturan. Kakinya menyeret tanah sebelum akhirnya ia berhasil menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
“Huff… huff…”
Napasnya terdengar berat.
Tangannya yang memegang pedang sedikit gemetar akibat benturan tadi.
Namun matanya masih tajam menatap ke depan.
Di sisi lain, Kang Dae-Rin juga berdiri kembali dari posisi berlutut. Pakaiannya sedikit robek, dan wajahnya terlihat lebih serius dibandingkan sebelumnya.
Dua murid Sekte Naga Hitam yang menyaksikan pertarungan itu terbelalak.
“Mustahil…”
“Dia… dia masih bisa berdiri setelah serangan Kakak Kang?!”
Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Jurus kedua dari Teknik Pedang Naga Hitam adalah salah satu teknik terkuat yang dimiliki Kang Dae-Rin.
Biasanya, satu serangan saja sudah cukup untuk menjatuhkan lawan.
Namun Goo Yoon masih berdiri.
Bahkan aura dari tubuhnya terasa semakin kuat.
Kang Dae-Rin menyipitkan matanya.
Tatapannya penuh rasa ingin tahu.
“Kau benar-benar aneh…”
Ia perlahan berdiri tegak.
“Kekuatanmu meningkat selama pertarungan.”
Goo Yoon tidak menjawab.
Ia hanya memegang pedangnya lebih erat.
Di dalam tubuhnya, energi terasa berputar lebih cepat dari sebelumnya.
Darahnya terasa panas.
Seolah ada sesuatu yang bangkit dari dalam dirinya.
Kang Dae-Rin kembali mengangkat pedangnya.
“Aku mulai mengerti sekarang.”
Ia menatap tajam ke arah Goo Yoon.
“Kenapa orang-orang mulai membicarakan namamu.”
Angin malam kembali berhembus melewati mereka.
Suasana hutan terasa semakin menegangkan.
Namun sebelum Kang Dae-Rin sempat menyerang lagi—
Tiba-tiba Goo Yoon merasakan sesuatu yang aneh.
Jantungnya berdetak lebih cepat.
Dum!
Dum!
Dum!
Tubuhnya terasa panas.
Energi di dalam dirinya seperti sedang mencari jalan keluar.
“Apa ini…?”
Goo Yoon sedikit terkejut.
Ia belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.
Kang Dae-Rin juga memperhatikan perubahan itu.
Matanya langsung menyipit.
“Energi itu…”
Aura tipis mulai keluar dari tubuh Goo Yoon.
Awalnya kecil.
Namun perlahan semakin kuat.
Tanah di bawah kakinya bahkan mulai bergetar pelan.
Dua murid Sekte Naga Hitam mulai merasa tidak nyaman.
“Aura apa itu…?”
“Kenapa terasa begitu menekan…?”
Goo Yoon sendiri tidak sepenuhnya mengerti apa yang sedang terjadi.
Namun satu hal yang ia rasakan dengan jelas—
Kekuatannya meningkat.
Bukan hanya sedikit.
Melainkan jauh lebih besar dari sebelumnya.
Ingatan samar tiba-tiba muncul di kepalanya.
Sebuah suara tua yang pernah ia dengar bertahun-tahun lalu.
Saat ia masih kecil.
“Darah dalam tubuhmu tidak biasa…”
“Jika suatu hari kekuatan itu bangkit, jangan takut.”
“Gunakan untuk melindungi dirimu.”
Mata Goo Yoon sedikit melebar.
Suara itu…
Adalah suara kakeknya.
Orang yang dulu mengajarinya dasar-dasar bela diri sebelum meninggal.
Namun saat itu Goo Yoon tidak pernah benar-benar mengerti maksud kata-kata tersebut.
Sampai sekarang.
Kang Dae-Rin tiba-tiba berbicara dengan nada serius.
“Sekarang aku yakin.”
Tatapannya menjadi lebih tajam dari sebelumnya.
“Kau bukan pendekar biasa.”
Ia mengangkat pedangnya lagi.
“Tapi tidak peduli siapa kau…”
Aura hitam kembali menyelimuti tubuhnya.
“…aku tetap harus mengalahkanmu.”
Kang Dae-Rin melesat maju sekali lagi.
Kecepatannya bahkan lebih cepat dari sebelumnya.
Pedangnya bergerak seperti naga hitam yang mengamuk.
SLASH!
Namun kali ini—
Goo Yoon bergerak lebih dulu.
WHOOSH!
Tubuhnya melesat ke depan dengan kecepatan baru yang bahkan mengejutkannya sendiri.
Clang!
Pedang mereka bertabrakan lagi.
Namun kali ini Goo Yoon tidak terdorong mundur.
Sebaliknya—
Kang Dae-Rin yang mundur satu langkah.
“Apa?!”
Wajahnya menunjukkan keterkejutan untuk pertama kalinya.
Goo Yoon menyerang lagi.
Slash!
Clang!
Slash!
Clang!
Serangannya kini jauh lebih kuat dan cepat.
Setiap ayunan pedang membawa tekanan besar.
Kang Dae-Rin mulai dipaksa mundur beberapa langkah.
Dua murid Sekte Naga Hitam benar-benar tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
“Bagaimana bisa…?”
“Kakak Kang sedang terdesak…!”
Kang Dae-Rin akhirnya melompat mundur untuk menjaga jarak.
Ia menatap Goo Yoon dengan ekspresi serius.
“Energi itu…”
Ia mengerutkan kening.
“Seperti darah pendekar kuno…”
Goo Yoon sendiri tidak tahu apa arti kata-kata itu.
Namun ia bisa merasakan kekuatan dalam tubuhnya masih terus meningkat.
Angin malam berputar di sekitar mereka.
Pertarungan belum selesai.
Namun sekarang situasinya telah berubah.
Pendekar muda yang tadinya terdesak…
Kini mulai menunjukkan kekuatan sebenarnya.
Dan tanpa mereka sadari—
Rahasia besar tentang asal-usul Goo Yoon perlahan mulai terungkap.
yg bner mn nih?
Hubungannya dengan gurunya membuat aku nostalgia sama guruku /Determined/