NovelToon NovelToon
Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Mafia
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Dini Andreina

Lyra Aldebaran hanya ingin melupakan pengkhianatan yang menghancurkan pertunangannya. Namun satu malam di klub hotel mewah mempertemukannya dengan pria yang tidak seharusnya ia kenal.

Darius Baskara, Pria dingin dan berbahaya yang menguasai dunia gelap kota. Sebuah kejadian membuat mereka terjebak bersama sepanjang malam. Lyra mengira semuanya akan berakhir saat pagi datang. Ia salah,Karena bagi seorang mafia seperti Darius Baskara, sekali ia menginginkan sesuatu, ia tidak akan pernah melepaskannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Andreina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dalam Kegelapan

Suite hotel itu tiba-tiba terasa terlalu sunyi.

Di luar jendela, hujan masih turun tipis membasahi kota yang penuh cahaya. Namun di dalam ruangan, hanya ada dua orang yang terjebak bersama malam ini.

Lyra berdiri di dekat jendela besar, Tangannya menyentuh kaca dingin itu, mencoba menenangkan pikirannya, Malam ini benar-benar kacau, Tunangan yang mengkhianatinya, Tembakan di klub, Pria misterius bernama Darius yang entah kenapa sekarang berada satu ruangan dengannya.

Lyra menghela napas panjang, Namun beberapa detik kemudian, ia mengerutkan kening. Ada sesuatu yang aneh, Tubuhnya terasa hangat, Tidak… lebih tepatnya panas, Lyra menyentuh lehernya. Kulitnya terasa jauh lebih hangat dari biasanya.

"Aneh…"

Darius yang duduk di sofa menoleh.

"Apa?"

Lyra tidak langsung menjawab, Ia mencoba mengabaikannya, tapi rasa panas itu justru semakin menyebar, Ke lehernya, Ke dadanya. Bahkan napasnya mulai terasa lebih berat, Lyra menelan ludah kecil, Minuman tadi…

Tiba-tiba ingatan tentang gelas whiskey di bar muncul di pikirannya, Ia menoleh ke arah Darius.

"Minuman apa tadi yang aku minum?"

Darius mengerutkan alis sedikit."Whiskey."

Lyra menggeleng pelan."Bukan… maksudku…" Ia menyentuh pelipisnya,"Kenapa tubuhku terasa seperti ini…?"

Darius langsung berdiri dari sofa, Sekarang ekspresinya berubah lebih serius, Ia mendekat beberapa langkah."Apa yang kau rasakan?"

"Panas…"Lyra mencoba mengatur napasnya"...dan aneh." Darius memperhatikan wajah wanita itu dengan tajam, Pipi Lyra terlihat memerah, Napasnya lebih cepat, Matanya sedikit berkabut, Insting Darius langsung menyadari sesuatu.

Ia pernah melihat keadaan seperti ini sebelumnya.

Seseorang kemungkinan mencampur sesuatu ke minumannya.

"Mungkin ada yang memasukkan sesuatu ke minumanmu," kata Darius pelan.

Lyra menatapnya kaget"Apa?" Namun sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, rasa panas itu semakin kuat, Tubuhnya terasa sensitif, Bahkan sentuhan ringan udara di kulitnya membuatnya merinding.

Lyra menggenggam gaunnya sedikit"Aku tidak suka ini…"

Darius berdiri tepat di depannya sekarang, Tinggi pria itu membuat Lyra harus sedikit mendongak, Tatapan mereka bertemu, Jarak mereka terlalu dekat. Lyra bisa merasakan kehangatan tubuh pria itu. Dan entah kenapa itu justru membuat tubuhnya semakin gelisah."Aku… merasa aneh…" bisiknya.

Darius memperhatikan setiap perubahan di wajah wanita itu, Ada sesuatu yang berbeda sekarang. Biasanya Lyra terlihat keras kepala dan berani.

Namun sekarang ia terlihat rapuh, Dan sangat menggoda. Darius menghela napas pelan.

Ini situasi yang buruk, Sangat buruk. Karena wanita di depannya ini sekarang berdiri sangat dekat.

Dengan napas yang hangat, Dengan mata yang terlihat semakin lembut.

Lyra menyentuh lengannya tanpa sadar, Hanya untuk menyeimbangkan dirinya. Namun sentuhan itu justru membuat tubuhnya semakin panas.

"Darius…"Suara Lyra lebih pelan sekarang.

Hampir seperti bisikan.

Darius menatap tangan kecil yang sekarang berada di lengannya, Lalu kembali ke wajah wanita itu.

"Lyra," katanya rendah.

"Kau harus menjauh sedikit." Namun Lyra justru semakin dekat satu langkah, Tanpa sadar, Karena tubuhnya seperti mencari sesuatu, Kehangatan, Sentuhan. Jantung Darius berdetak lebih berat.

Wanita ini benar-benar tidak menyadari apa yang ia lakukan. Dan itu membuat situasinya semakin sulit.

Lyra mengangkat wajahnya, Tatapannya bertemu dengan mata gelap pria itu"Kenapa rasanya seperti…"

ia menghela napas kecil"...aku butuh sesuatu."

Darius menutup matanya sebentar, Mencoba menenangkan pikirannya, Namun saat ia membuka mata lagi Lyra masih berdiri sangat dekat. Begitu dekat sampai ia bisa merasakan napas hangat wanita itu di lehernya. Malam ini benar-benar akan menjadi malam yang panjang, Dan berbahaya bagi mereka berdua.

Napas Lyra terasa semakin tidak teratur, Tubuhnya masih berdiri sangat dekat dengan Darius, bahkan tanpa ia sadari. Kehangatan tubuh pria itu terasa begitu nyata, Terlalu nyata. Lyra memejamkan mata sebentar "Aku tidak suka ini…" bisiknya.

Darius menatapnya tajam, Ia sudah hampir yakin sekarang ada sesuatu yang dimasukkan ke dalam minuman Lyra di bar tadi, Dan efeknya mulai bekerja.

"Lyra," suaranya rendah namun tegas, "kau harus duduk."

Namun wanita itu tidak bergerak, Justru tangannya tanpa sadar menyentuh dada pria itu, Hanya sentuhan ringan, Namun bagi Darius itu terasa seperti percikan api. Ia langsung menahan pergelangan tangan Lyra dengan lembut tapi tegas.

"Jangan."

Lyra membuka mata perlahan, Tatapannya sedikit berkabut sekarang.

"Kenapa…?"

Darius menahan napas, Wanita ini benar-benar tidak tahu betapa berbahayanya situasi ini "Kau tidak sedang berpikir jernih."

Lyra menatapnya beberapa detik, Lalu tiba-tiba tertawa kecil.

"Kurasa sejak aku masuk klub tadi… aku memang tidak berpikir jernih."

Darius menghela napas pelan, Ia membawa Lyra menuju sofa dan memintanya duduk. Lyra menurut, walaupun gerakannya sedikit lemah, Darius berjalan menuju minibar dan mengambil sebotol air dingin.

Ia kembali dan memberikannya pada Lyra"Minum."

Lyra mengambil botol itu dan meminumnya beberapa teguk, Air dingin itu sedikit membantu, Namun rasa panas di tubuhnya belum hilang, Justru semakin terasa"Apa ini akan hilang?" tanya Lyra pelan.

Darius menatapnya."Seharusnya."

"Seharusnya?"Lyra mengerutkan kening.

Namun sebelum mereka sempat berbicara lagi

Klik.

Lampu di suite tiba-tiba mati, Seluruh ruangan langsung gelap, Lyra terkejut"Apa lagi sekarang?!"

Hanya cahaya redup dari kota di luar jendela yang menerangi ruangan, Darius menghela napas kesal.

Sepertinya listrik hotel memang masih bermasalah karena keributan tadi.

Sekarang mereka hanya berada dalam cahaya samar.

Lyra berdiri perlahan."Aku tidak suka tempat gelap."

Namun ketika ia mencoba berjalan.kakinya sedikit goyah, Refleks Darius langsung menangkapnya sebelum ia jatuh, Tangannya memegang pinggang Lyra, Tubuh mereka kembali sangat dekat. Lyra menarik napas tajam, Sentuhan itu membuat seluruh tubuhnya merinding"Darius…"

Suara wanita itu hampir seperti bisikan, Darius menatap wajahnya. Di bawah cahaya redup, mata Lyra terlihat lebih lembut dari biasanya, Dan pipinya masih memerah. "Kau harus tetap duduk," kata Darius pelan. Namun Lyra justru menggenggam lengan pria itu. Seolah mencari keseimbangan, Atau mungkin sesuatu yang lain, "Aku merasa seperti..."ia berhenti sebentar"...tubuhku sendiri melawanku."

Darius menatapnya dalam diam, Ia tahu persis apa yang terjadi, Dan ia juga tahu satu hal lagi jika ia tidak berhati-hati, malam ini bisa berubah menjadi sesuatu yang tidak seharusnya. Namun ketika Lyra mendongak menatapnya lagi Darius merasakan sesuatu yang jarang ia rasakan, Godaan, Wanita ini begitu dekat, Begitu hangat. Dan entah kenapa, keberadaannya membuat ruangan yang sunyi ini terasa lebih hidup, Lyra menggigit bibirnya pelan.

"Darius…"

"Ya?"

"Kenapa kau masih di sini?"Pertanyaan itu membuat Darius sedikit bingung."Apa maksudmu?"

Lyra menatapnya dengan serius."Kau bisa saja meninggalkanku di kamar ini."

Darius terdiam beberapa detik, Lalu jawabannya keluar pelan."Aku tidak meninggalkan seseorang dalam keadaan seperti ini."

Lyra memperhatikannya, Untuk pertama kalinya malam ini, ia melihat sesuatu yang berbeda di mata pria itu, Bukan hanya dingin, Ada sesuatu yang lebih dalam.

Dan entah kenapa itu membuat jantung Lyra berdetak lebih cepat, Di luar, hujan masih turun perlahan, Di dalam suite hotel yang gelap itu dua orang yang hampir tidak saling mengenal sekarang berdiri sangat dekat, Terlalu dekat, Dan malam mereka…

masih jauh dari selesai.

1
Dini Andreina
sabar ya ka hari ini langsung banyak
Tanece Alu Bunga
update lama.kali thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!