NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Sang Mafia

Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:876
Nilai: 5
Nama Author: Mar Dani

Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.

Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.

Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.

Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.

Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.

Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.

Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.

Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.

Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.

Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.

Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mereka berserak kemana-mana.

"Menjijikkan sekali!" umpat Nabila yang paginya terganggu saat hendak berangkat sekolah. Dia sedang di semester akhir Sekolah Menengah Atas.

Nabila berangkat menggunakan motor yang dia beli dengan hasil kerja paruh waktu sebagai kurir makanan.

Di sekolah, Nabila terkenal karena parasnya yang cantik dan menjadi kapten tim bola basket sekolahnya. Dia termasuk siswa berprestasi yang berhasil masuk sekolah elit ternama di Kota Perak karena kepintarannya.

Seperti biasa setelah sekolah, Nabila bergegas menuju kafe tempat dia bekerja. Kafe itu selalu ramai pengunjung. Setelah tiba, dia segera mengganti pakaian dan mulai mengantar pesanan makanan satu per satu.

Jalanan selalu jadi sahabatnya. Dia sering bergumam sendiri dan mengungkapkan kelelahan kepada angin.

"Tumben jalanan ini ramai banget ya... ada apa ya?" gumam Nabila dalam hati.

Dia melihat jalan biasa yang selalu dilaluinya macet parah. Kalau terus seperti ini, pasti telat mengantar makanan. Akhirnya Nabila memutuskan untuk mengambil jalanan sepi.

"Hufttt terpaksa harus lewat jalan itu..." ucapnya sambil memutar arah motornya.

Nabila mengendarai motornya dengan cepat. Tapi hari ini mungkin hari paling buruk baginya – saat hendak berbelok, tiba-tiba sebuah mobil mewah Mercedes-Benz menabrak bagian belakang motornya hingga dia terlempar jatuh ke jalan.

Dengan cepat Nabila berusaha berdiri. Tiba-tiba seorang pria tampan keluar dengan tergesa-gesa dari mobil itu.

"Kau sini cepat!" ucap Reynaldo dengan tatapan tajam ke arah Nabila.

"Apaan sih kamu! Udah nabrak malah marah-marah duluan!" teriak Nabila kesal.

"Cepat aja! Aku akan mengganti rugi semua kerusakan ini!" bentak Reynaldo.

"Tuttt... tuttt... Bunyi mesin dan suara pintu mobil terdengar dari kejauhan. Tanpa berpikir panjang, Nabila memperlambat laju motornya merasa aman sudah tidak dikejar.

"Astaga... ini dimana ya?" lirih Nabila pelan.

"Sudahlah jalan terus aja! Pengawalku pasti akan menemukan kita!" kata Reynaldo.

"Shittt!!!" Nabila menghentikan motornya tiba-tiba, membuat Reynaldo sedikit terdorong ke depan hingga wajahnya hampir menyentuh kepala Nabila.

"Turun!" teriak Nabila kepada Reynaldo.

Reynaldo mengabaikannya. Akhirnya Nabila menurunkan standar motor, turun dari jok dan mengambil kunci motornya.

"Kau! Turun aku bilang!!" pekik Nabila dengan suara keras.

Reynaldo masih duduk dengan wajah datar.

"Kau! Apa kau tuli ya?!" teriak Nabila sambil menarik daun telinga Reynaldo.

"Aaaaaaahhh sakit banget woii!" umpat Reynaldo lalu turun dari motor.

"Lihat ini! Karena kamu aku jatuh, telat ngantar makanan, hariku hancur gara-gara kamu! Sekarang aku bahkan tidak tahu dimana ini, dan hari sudah mulai gelap!" teriak Nabila marah.

"Tenang saja, kau tidak akan mati disini!" ucap Reynaldo dengan santai.

"Tau ah! Aku mau pulang!" ucap Nabila sambil menaiki motornya. Saat hendak menghidupkannya, motor tidak mau menyala.

"Aaaaaahhh Tuhan... kenapa hari ini benar-benar menyebalkan sekali!" umpat Nabila. Ternyata motornya mati karena kehabisan bensin.

Reynaldo hanya diam duduk di pinggir jalan sambil melihat jam tangannya. Nabila bingung harus berbuat apa dan menatap tajam Reynaldo yang seolah tidak peduli dengan situasi mereka.

"Heiii!" panggil Nabila kepada Reynaldo. "Hmm..." jawabnya pelan.

"Bagaimana kita pulang ya? Aku takut kegelapan..." ucap Nabila dengan suara polos.

"Bersabar saja... pengawalku akan datang menjemput sebentar lagi," ucap Reynaldo dengan nada datar.

Nabila kini duduk di pinggir jalan. Tempat itu sangat sepi – hampir tiga jam berlalu tidak ada seorang pun yang lewat. Hari semakin gelap dan suasana menjadi mencekam. Nabila memiliki fobia akan kegelapan. Udara dingin tidak membuatnya kedinginan, tapi kegelapan membuatnya berkeringat dingin.

Reynaldo melihat tingkah Nabila yang ketakutan dan mencoba mendekat. Saat ingin bertanya, tiba-tiba Nabila memeluk tubuhnya erat-erat. Reynaldo ingin melepaskannya, tapi merasakan tubuhnya yang bergetar hebat dan tangan serta lengan Nabila yang basah karena berkeringat.

"Hei, ada apa?" ucap Reynaldo sedikit panik.

"Jangan pergi ya... aku takut gelap," ucap Nabila dengan suara pelan. Reynaldo mengerti situasinya dan pun duduk di sebelahnya, tetap membiarkan wanita itu memeluknya. Lambat laun tubuh Nabila mulai tenang dan napasnya menjadi pelan seolah dia tertidur.

Setelah hampir 5 jam menunggu, akhirnya deretan mobil dan motor pengawal datang menjemput Reynaldo. Saat melihat mereka datang, dia ingin membangunkan Nabila, tapi pelukannya malah semakin erat.

"Dia masih tertidur saja!" gumam Reynaldo pelan. Niatnya ingin membangunkan dia hilang. Dia kemudian menggendong Nabila dengan gaya bridal style ke dalam mobilnya, lalu memerintahkan pengawalnya untuk membawa motor Nabila.

Kini Reynaldo dan Nabila menuju Istana Mahkota Perak. Selama perjalanan, Nabila masih tertidur pulas dan tidak melepaskan pelukannya dari tubuh Reynaldo.

"Wanita ini benar-benar tidak mau melepaskan pelukan dari tubuhku," gumam Reynaldo sambil menatap wajah cantik Nabila dengan tatapan intens.

Mereka akhirnya sampai di istana milik Reynaldo. Saat melihat kedatangannya, semua orang memberikan hormat kepada dirinya. Reynaldo kembali menggendong Nabila dan membawanya ke ruang tamu. Kepala pelayan istana mengikuti langkahnya.

"Rina, urus dia ya!" perintah Reynaldo kepada kepala pelayan agar membersihkan tubuh Nabila.

"Ba-baik tuan," ucap Rina dengan sedikit terkejut.

Seluruh pengawal dan pelayan di Istana Mahkota Perak merasa heran. Mereka tahu tentang masa lalu Reynaldo yang membuatnya menjadi pria dingin dan memutuskan hidup sendiri tanpa pendamping.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!