NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Microchip di Balik Gir Jam

​Mansion Dewangga kini sunyi, namun itu adalah kesunyian yang mematikan. Ryuga mematikan seluruh aliran listrik utama melalui ponselnya, membuat bangunan megah itu tenggelam dalam kegelapan total. Hanya cahaya bulan yang menembus atap kaca studio lukis, menyinari debu-debu cat yang melayang di udara.

​"Mereka sudah di dalam," bisik Ryuga. Tangannya yang memegang belati taktis terasa stabil, namun ia bisa merasakan kehadiran Kiara yang sangat dekat di belakangnya. "Ikuti aku. Kita ke ruang brankas di balik perpustakaan."

​"Tunggu," Kiara menahan lengan Ryuga. "Mereka tidak mencari Anda untuk membunuh, Pak. Bukan sekarang. Mereka mencari jam ini."

​Kiara mengangkat pergelangan tangannya. Jam tangan perak itu berkilau redup.

​"Semalam saat saya merestorasinya, saya menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar kode laser," lanjut Kiara pelan. "Ada lapisan magnetik di balik roda gir utama. Jam ini bukan cuma penunjuk waktu, ini adalah hardware pembaca data."

​Ruang Perpustakaan – 00.45 WIB

​Langkah kaki berat terdengar menghantam lantai kayu di luar pintu. Ryuga menarik Kiara masuk ke celah sempit di antara rak buku raksasa. Aroma buku tua dan sandalwood kini bercampur dengan bau keringat dingin adrenalin.

​"Buka sekarang," perintah Ryuga rendah.

​Kiara meletakkan jam itu di atas meja kecil. Dengan tangan yang sangat presisi meski dalam kegelapan, ia menggunakan ujung belati kecil untuk menekan poros imbangan jam tersebut.

​Klik.

​Casing jam itu terbuka, menampakkan sebuah microchip transparan yang sangat tipis, terjepit di antara dua gir emas.

​"Itu data transaksi gelap Paman Bramasta sepuluh tahun lalu," gumam Ryuga, matanya berkilat marah. "Penyebab orang tuaku harus 'dihilangkan'."

​Tiba-tiba, pintu perpustakaan didobrak paksa. Tiga pria bersenjata masuk dengan senter yang menyapu ruangan.

​"Cari mereka! Tuan Bramasta bilang jangan biarkan wanita itu lolos dengan jamnya!"

​~~~

​Di saat yang paling genting, sebuah suara musik techno yang sangat keras tiba-tiba meledak dari pengeras suara di seluruh koridor mansion.

​Jedag-jedug! Jedag-jedug!

​Para penyusup itu tersentak kaget. Ryuga pun mengernyitkan dahi.

​"Apa itu?" tanya Ryuga bingung.

​Kiara melirik ponselnya yang menyala. "Itu Dino. Dia berhasil meretas sistem smart home Anda dari jauh. Katanya, itu musik untuk 'meningkatkan semangat bertarung' kita."

​Dino [Pesan Suara]: "Ki! Aku nyalakan mode Party di mansion Bos Kulkas! Biar musuhnya bingung! Semangat ya, tendang mereka sampai ke Pluto!"

​Aksi dan Ketegangan

​Manfaatkan kekacauan suara musik itu, Kiara meluncur dari balik rak buku. Ia menggunakan sebuah tangga geser perpustakaan untuk meluncur, lalu menendang dada salah satu penyusup dengan kedua kakinya.

​Ryuga tidak tinggal diam. Ia bergerak dengan kecepatan yang mengejutkan untuk pria yang biasanya hanya duduk di kursi CEO. Ia melumpuhkan satu pria dengan teknik kuncian leher yang efisien, lalu merebut senternya untuk membutakan lawan ketiga.

​Bugh ! Plak!

​Dalam keremangan cahaya senter yang bergoyang dan dentuman musik Dino, Kiara dan Ryuga bertarung berdampingan. Ada ritme yang aneh di antara mereka gerakan Kiara yang lincah dan teknik Ryuga yang brutal namun terukur.

​Setelah semua penyusup tumbang, Kiara berdiri sambil memegang microchip yang sudah ia lepaskan. Nafasnya terengah-engah.

​"Kita harus pergi sekarang," ucap Kiara. "Microchip ini butuh deskripsi tingkat tinggi. Dan satu-satunya orang yang bisa melakukannya tanpa terdeteksi adalah..."

​"Dino?" tebak Ryuga sinis.

​"Sayangnya, iya," Kiara tersenyum tipis.

​Ryuga menatap Kiara, lalu menatap microchip di tangannya. Perlahan, ia mengulurkan tangan, bukan untuk mengambil chip itu, tapi untuk merapikan sehelai rambut Kiara yang jatuh di wajahnya karena perkelahian tadi.

​"Kesepakatan kita berubah, Kiara," bisik Ryuga di tengah sisa musik tekno yang masih berdentum pelan. "Mulai detik ini, kau bukan lagi asistenku. Kau adalah sekutuku. Dan aku tidak akan membiarkan 'sekutu'-ku terluka sedikit pun."

​adegan itu kini bukan lagi sekadar percikan. Itu adalah api yang mulai membakar batas-batas profesionalitas di antara mereka.

✨✨✨✨

Pelarian di Bawah Bintang

​Suara sirine keamanan mansion mulai menderu di kejauhan, menyatu dengan sisa musik tekno kiriman Dino yang masih bergema konyol di lorong-lorong megah itu. Ryuga segera menarik tangan Kiara, membawanya lari melewati pintu rahasia di balik rak buku yang menuju ke garasi bawah tanah.

​"Pak Ryuga, microchip-nya!" Kiara mengingatkan sambil menggenggam benda kecil transparan itu erat-erat.

​"Simpan dulu. Fokus kita sekarang adalah keluar dari sini hidup-hidup," balas Ryuga tegas.

​Mereka sampai di garasi. Alih-alih menggunakan mobil sport yang terlalu mencolok, Ryuga menghampiri sebuah motor besar berwarna hitam doff yang tertutup kain penutup. Ia menyibakkan dengan satu hentakan kuat.

​"Naik," perintah Ryuga sambil mengenakan helm cadangan ke kepala Kiara dan mengunci pengaitnya di bawah dagu wanita itu. Jari-jarinya sempat bersentuhan dengan kulit leher Kiara, menciptakan sensasi elektrik yang membuat Kiara mematung sejenak.

​"Anda bisa mengendarai ini?" tanya Kiara ragu.

​Ryuga menghidupkan mesin. Suara raungan mesin motor itu terdengar seperti binatang buas yang haus jalanan. "Duduk yang erat dan jangan lepaskan peganganmu jika kau masih sayang nyawa."

​Kiara terpaksa memeluk pinggang Ryuga dengan sangat erat saat motor itu melesat keluar, menembus pagar samping mansion yang baru saja dihantam runtuh oleh Ryuga. Angin malam menerpa mereka, membawa aroma kebebasan yang getir.

​Tepi Jalan Ibu Kota 01.30 WIB

​Setelah memastikan tidak ada yang membuntuti, Ryuga menghentikan motornya di sebuah gang sempit yang gelap, tak jauh dari kawasan apartemen Kiara. Ia membuka kaca helmnya, napasnya memburu.

​"Kenapa berhenti?" Kiara turun dari motor, sedikit limbung karena adrenalin yang masih terpompa.

​Ryuga tidak menjawab. Ia turun dan langsung menyudutkan Kiara ke dinding bata gang tersebut. Tangannya mencengkeram bahu Kiara, namun matanya tidak tertuju pada musuh, melainkan pada mata Kiara yang bersinar di bawah cahaya lampu jalan yang remang.

​"Tadi... saat kau melawan pria ketiga itu," suara Ryuga rendah dan serak. "Jangan pernah lakukan gerakan berbahaya itu lagi tanpa perlindunganku."

​Kiara mendongak, menantang tatapan itu. "Saya bisa menjaga diri saya sendiri, Pak Ryuga. Anda sudah melihatnya."

​"Aku tidak peduli seberapa jago kamu bertarung," Ryuga mendekatkan wajahnya, memangkas jarak hingga ujung hidung mereka bersentuhan. "Melihatmu terancam membuat fokusku hilang. Dan di dunia ini, kehilangan fokus berarti kematian."

​Kiara bisa merasakan detak jantung Ryuga yang tidak beraturan sama kencangnya dengan detaknya sendiri. Slow burn ini terasa begitu nyata di gang sempit yang sunyi itu.

~~

​Tiba-tiba, sebuah suara klakson motor bebek yang cempreng memecah suasana.

​"Woy! Jangan mesum di gang orang!" teriak seorang pengendara motor yang lewat, yang ternyata adalah... Dino.

​Dino mengerem mendadak, hampir terjungkal karena membawa kardus besar berisi perangkat komputer. "Loh? Kiara? Pak Bos Kulkas? Sedang apa kalian... eh, posisinya kok begitu? Aduh, mataku yang suci !"

​Kiara segera mendorong Ryuga menjauh dengan wajah yang mendadak panas. "Dino! Berhenti bicara sembarangan!"

​"Aku ini mau menjemput kalian!" omel Dino sambil turun dari motor bebeknya yang butut. "Apartemen kita sudah aku bersihkan. Tapi maaf ya Pak CEO, di sana tidak ada sandalwood atau kasur seharga mobil. Yang ada cuma sofa bed yang per-nya sudah mau copot."

​Ryuga menatap motor butut Dino dengan pandangan tidak percaya. "Kau mau aku naik itu?"

​"Daripada naik motor besar Pak Ryuga yang pasti sudah dilacak GPS musuh?" Dino berkacak pinggang. "Ayo cepat! Sebelum Paman Bramasta mengirim helikopter ke gang ini!"

​Ryuga menghela napas panjang, menatap Kiara yang menahan tawa, lalu akhirnya terpaksa naik ke boncengan motor Dino yang sempit. Pemandangan CEO paling berkuasa di Jakarta duduk berhimpitan dengan Dino di atas motor bebek benar-benar sebuah komedi yang tak ternilai harganya.

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!