NovelToon NovelToon
TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Dendam Kesumat / Bapak rumah tangga
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Coretan Hitam.Id

Semua akan hadir jika kita sedang memiliki harta benda, Rumah yang mewah , harta dimana mana, semua akan di anggap KELUARGA jika kita punya segalanya, Tapi coba lihat jika kita sedang tidak punya apa apa, jangankan di anggap keluarga di tanya kabar pun tidak akan pernah, Uang yang berbicara, uang yang membuat lingkungan keluarga menjadi Cemara dalam cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Hitam.Id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesombongan

Beberapa hari kemudian, Pak Warto sudah mengihklaskan usaha nya yang di rampas seutuhnya oleh sang Adik, fikirnya toh itu juga adik nya bukan orang lain, semoga saja adiknya jujur dalam bekerja dan membagi hasil jualan nya.

kini Pak Warto dan Bu Arumi sedang di ladang , mereka sedang memanen jagung milik Kek Erwin, Lahan yang cukup besar harus di selesaikan hari itu juga, jadi Kek Erwin, membawa para tetangga nya dan anak anaknya untuk membantu memanen, Kek Erwin memang orang yang terpandang di kampung ini, selain banyak tanah dan kebun dia juga cukup bisa untuk menyembuhkan orang sakit secara tradisional , jadi tanpa bekerja keluar pun, uang selalu mengalir, banyak tamu yang berdatangan ke rumah untuk menyembuhkan penyakit yang tidak bisa di obati secara medis, bukan hanya di desa itu saja para tamu juga banyak datang dari berbagai macam desa , hanya untuk minta di obati. Tapi sayangnya karena kelebihan nya dia bisa semena mena kepada orang yang tidak nurut kepadanya , atau lama dalam menjalankan, perintah. Seperti saat ini Lesi yang sedang Makan Di suruh bawakan satu karung jagung yang sudah di panen ke Gubuk untuk di timbang, " Lesi cepat bawa ini ?" Teriak Kek Erwin pada Lesi yang sedang makan siang," Iya Kek, Sebentar Lesi makan dulu Ya" Timbalnya dan masih melahap Makanan nya, " Gobl*k kamu ya, Makan aja di urusin , Cepat!!" Bentak Kek Erwin pada Lesi, Lesi pun segera beranjak dari duduknya, Matanya berkaca kaca, Detak jantungnya berdegup kencang, dia takut, tapi dia juga sakit hati dengan perkataan kakek nya, Dengan menunduk dia berjalan terus sampai ke Karung berukuran 10 kilo yang berisikan Jagung, disana Ada sepupunya yang sedang memasukan Jagung jagung kedalam karung yang kosong ," Sabar ya teh, Hati hati bawanya "Ucapnya pelan, Meski sepupunya lebih tua, tapi di dalam keluarga Lesi lah yang paling tua, karena anak dari Pak Warto anak yang lebih tua di Keluarga kek Erwin.

Lesi tidak menjawab ucapab dari sepupunya, dia langsung menarik karung yang berisikan Jagung itu, dan Membawanya ke gubuk, Di gubuk sudah ada yang menunggu untuk menimbang Karung tersebut , " Yang lelet jangan di kasih makan " Teriak Kek Erwin, sontak semua pekerja pun semakin gesit dan cepat cepat dalam bekerjanya, mereka takut tidak di beri jatah makan oleh Kek Erwin.

"kenapa sih kek, kalo Panen jagung pas Si Badrun di Kota aja, Tapi Dia gak ikutan panen juga tetep di kasih " ujar Salah satu pekerja disana.

Kek Erwin yang sedang bersedekap pinggang sambil melihat para pekerjanya sedang memanen pun menjawab dengan lantang ," kan upah kalian dari dia, Dia cuma bisa Keluar biaya aja , gak perlu ikutan panas panasan " Jelas Kek Erwin.

Bu Arumi yang sejak tadi diam , fokus ke jagung yang sedang dia kupas dari pohonnya nyeletuk ke ibu ibu di sebelahnya , " Dikira cuma si Badrun aja yang pernah biayain Untuk Panen , Suamiku juga pernah, Tapi gak pernah tuh dapet , jagungnya, atau Berasnya , " Bisiknya.

" bapak mertua mu pilih kasih ya Rum, Kamu terus yang dari dulu Cape , tapi gak di liat " tutur Ibu ibu disebelahnya.

***

Waktu pulang pun sudah tiba, Para pekerja sudah mulai merapihkan alat berkebun mereka , Disitu juga Kek Erwin Memberi Upah Kepada Para tetangga yang sudah ikut bekerja sampai selesai, " ini upah kalian ya," sambil memberikan uang Selempar berwarna merah.

para pekerja yang Menerimanya pun nyeletuk " Pak bilangin ke Si Badrun, Nanti kalo ngasih upah Rada banyakan , Masa sempe selesai cuma segini, Mana Makan gak bisa nambah lagi " ucap Seorang bapak bapak, yang bercucuran keringat, " itu juga udah syukur saya kasih upah kalian " Timbalnya dengan tangan yang tidak pernah lepas dari pinggang, dan satu tangan yang sedang memagang sebuah Rok*k yang selalu dia hisap.

" memang si Inah Tumpul itu pelit " celetuk Bu Arumi tiba tiba, membuat Kek Erwin yang tadi membelakangi Bu Arumi, langsung Membalikan badan nya menatap Bu Arumi dengan tajam.

" jangan bilang dia Tumpul ya, Dia itu Tajam , Bikin Badrun Banyak uang , Emangnya kamu, Gak bikin Suami mu Kaya. " Bentak Kek Erwin kepada bu Arumi, Bu Arumi yang di bentak seperti itu ,Langsung pergi tanpa menghiraukan Panggilan dari Lesi dan juga Pak Warto.

Lesi dan Pak Warto berhasil menghentikan Bu Arumi, Terlihat Bu Arumi menangis sesegukan.

" Bu " Suara Parau Pak Warto.

Mereka sedang berada di jembatan , menuju ke pedesaan, dan rumah Kek Erwin juga sudah terlihat dari sana, jaraknya memang tidak begitu jauh dari ladang.

" Kenapa sih pak ?, Kenapa Bapakmu tidak pernah menghargai keberadaan aku disini pak, kenapa !!" Ucapnya dengan tangisan dan napas yang memburu.

" kenapa yang ada di Mata bapakmu itu cuma si Inah dan si Badrun saja, padahal saat dia lumpuh dan tidak berdaya siapa yang ngurusin Dia, Aku pak AKU. Tapi apa yang aku dapatkan, Hina an, Cacian, di depan banyak orang lagi pak, Dan kamu Sebagai suami aku Hanya diam saja ?" tegas Bu Arumi menatap tajam ke arah suaminya yang menunduk lesu.

Lesi yang berada di situasi itu hanya diam saja, dia tidak tau apa yang harus di lakukan nya, entah ikut menyalahkan Pak Warto, atau bagaimana, dia hanya bisa menyaksikan kedua orang tuanya bertengkar, dan dia juga ikut menetes kan air mata.

" Dengar kata kata Bapakmu itu kepadaku kan ?, DENGER GAK ?" betak ibu sambil menunjuk ke arah Ladang jagung.

" dia bilang bahwa aku gak bisa bikin kamu kaya. Aku nikah sama kamu itu pengen jadi istri kamu mas, Bukan jadi ladang pesugihan , dan ingat ya, Yang harus nya bikin Kaya itu suami nya sendiri, Bukan si istri yang di salahin, Kenapa sih Istri di mata mertua selalu salah ? , Seperti dia tidak pernah menjadi menantu saja " Ucap Ibu lalu kembali berjalan dan mempercepat langkah nya.

Lesi hanya bisa melihat ke arah pak Warto yang masih menunduk sambil meneteskan air mata nya, Lalu Lesi berlari mencoba mengejar Bu Arumi.

Rasa lelah pak Warto kini menjadi rasa sesal dan juga kecewa terhadap sang Bapak, dia juga tidak tahu mana yang harus ia bela, Di satu sisi pak Erwin adalah orang tua nya, dan di Sisi lain ada Anak Dan Istrinya yang di hina oleh Bapak nya sendiri, apa yang harus di lakukan Pak Warto, mangkanya dia memilih diam, dari pada menambah kerumitan di keluarga nya

1
Lanaiq
relate banget nih sama kehidupan nyata
Coretan Hitam.Id: iya emang ini ngambil dari kisah nyata , yang pernah aku dengar ☺
total 1 replies
Dilo
sekalian toh😭
Coretan Hitam.Id: kit ati sih kalo iya huhu
total 1 replies
Dilo
yaelah dibeliin pecel lele doang bangga😔
Coretan Hitam.Id: berasa sang ratu kali 🤣🤣
total 1 replies
Dilo
yaampun...😭
Lilyyanaa
ga yakin sih…
Lilyyanaa
ah pilih kasihhh
Lilyyanaa
alhamdulillah..
Lilyyanaa
ngedip bntr uda 3bln aja
Coretan Hitam.Id: wkwkwk 🤣🤣
total 1 replies
Lilyyanaa
halo kak aku mampirr😍😍😍
Coretan Hitam.Id: Wahh makasihh 😍😍
total 1 replies
gempi
g
Chici👑👑
udah like,favorite, komen
Coretan Hitam.Id: Wah terimakasih kaka 😍👍
total 1 replies
Chici👑👑
Mampir nih kak..mampir juga yuk kak di novel ku judulnya GADIS POLOS UNTUK DOKTER KULKAS
Coretan Hitam.Id
Terimakasih sudah membaca, jangab lupa tinggalkan jejak ☺👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!