NovelToon NovelToon
PEMBASKET GANTENG DAN JANDA SEXY

PEMBASKET GANTENG DAN JANDA SEXY

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / One Night Stand
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nina Sani

Anela adalah janda muda beranak satu yang telah belajar bangkit setelah pernikahan pertamanya hancur karena pengkhianatan. Hidup mandirinya membawanya menjadi wanita dewasa yang kuat, anggun, dan memikat—dengan aura sensual alami yang membuatnya mudah menarik perhatian pria.

Rico adalah pembasket terkenal, tampan, kaya, dan dominan dalam cara yang tenang namun penuh karisma. Pertemuan mereka dimulai dari satu malam yang penuh ketegangan hasrat dan rasa penasaran yang sulit dijelaskan.

Apa yang awalnya hanya percikan gairah berubah menjadi hubungan yang semakin dalam—dipenuhi tarikan emosional, ketegangan hasrat, dan keinginan untuk memiliki satu sama lain di tengah dunia mereka yang berbeda. Namun cinta mereka harus menghadapi masa lalu, tekanan karir, dan kenyataan bahwa cinta panas tidak selalu mudah untuk dipertahankan.

Semakin mereka mendekat, semakin kuat pula rasa ingin memiliki… dan semakin berbahaya cinta yang mereka sembunyikan dari dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina Sani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MALAM YANG INDAH

Lampu kota berkilau, aspal masih agak basah sisa hujan sore tadi.

Anela berdiri sebentar di depan sedan hitam yang baru saja laku ia jual.

Senyumnya tipis tapi puas. Komisi kali ini lumayan—bisa nambah cicilan rumah dan beli mainan baru buat si kecil Ziyo.

Ia menyelipkan rambut panjangnya ke belakang telinga.

Hari ini ia mengenakan gaun kerja berwarna krem sederhana yang jatuhnya pas ditubuhnya.

Anela memang bukan tipe yang heboh, tapi selalu berhasil bikin orang nengok dua kali.

Tubuhnya mungil, namun proporsional, dengan lekuk bagian depan dan belakang yang pas. Dibalut dengan keanggunan saat ia berdiri, saat ia berjalan, dan saat ia tersenyum, semuanya membuat Anela selalu nampak cantik dan anggun.

Itu juga yang bikin ia sering diminta jadi model. Kadang pakaian, tapi lebih sering… berdiri manis di samping mobil sport dengan senyum profesional.

Malam itu sebenarnya ia ingin langsung pulang. Rebahan, dan bermain dengan Ziyo anaknya, lalu tidur.

Tapi Indana menyeretnya ke acara launching produk otomotif di hotel bintang lima.

“Mampir aja bentar. Siapa tau nemu calon bapak sambung!” kelakar Indana sambil bercanda.

Anela terkekeh. “Kamu aja yang cari. Aku cuma cari es jeruk gratis.”

Hotel itu ramai. Musik jazz mengalun santai, orang-orang wangi dan berjas mahal lalu-lalang. Anela sudah ganti dengan gaun hitam simpel sebelum berangkat. Bukannya tenggelam, ia malah kelihatan makin stand out.

“An! Es jerukmu di meja!” teriak Indana.

Anela berjalan sambil setengah fokus membalas chat pengasuh Ziyo dan mengabarkan akan pulang terlambat. Hampir saja ia menabrak seseorang.

“Terlalu serius untuk suasana pesta.”

Suaranya rendah. Tenang.

Anela menoleh.

Dan—oke. Indana mungkin ada benarnya. Ternyata ada spek yang OK punya di sini.

Pria itu tinggi, bahunya lebar, kemeja putihnya pas banget di badan atletisnya. Wajahnya bersih, rahangnya tegas, mata sipitnya tajam membuatnya nampak misterius. Tercium wangi parfum mahal yang menyenangkan, dan membuat rileks, bikin ingin berdiri sedikit lebih dekat tanpa sadar.

Ia berdiri santai, satu tangan di saku. Seperti sudah biasa ada di ruangan semewah ini.

“Maaf?” Anela mengerjap.

“Aku lihat kamu pegang jus. Biasanya di sini orang pegang wine.”

Anela tersenyum tipis, dan mengangkat gelas es jeruknya. “Saya tim sadar diri. Ada anak di rumah.” Anela menegaskan tanpa basa-basi.

Alis pria itu terangkat sedikit. Bukan kaget—lebih ke… tertarik.

“Menarik,” katanya ringan. “Jarang ada yang secantik kamu buka topik anak duluan.”

Anela tertawa kecil. “Saya jual mobil, bukan jual misteri.”

Pria itu tersenyum.

“Rico.” ujar pria itu mengenalkan diri.

“Aku Anela.”

Saat wajahnya sedikit mendekat, Anela merasa familiar. Seperti pernah lihat di mana… billboard? TV?

Obrolan mereka mengalir. Dari jual beli mobil, nyambung ke olahraga. Dan benar saja—Rico pembasket profesional yang kariernya lagi naik-naiknya.

“Oh… pantes tinggi banget,” celetuk Anela refleks.

Rico tertawa pelan. “Biasa aja. Ring basketnya yang kependekan.”

Yang bikin suasana agak beda bukan cuma topik obrolan mereka. Tapi cara Rico menatapnya. Bukan tatapan iseng. Tatapan itu lekat, lama, dan entah bagaimana membuat nyaman. Ada kilatan tanda bahwa ia memang tertarik pada Anela, tapi bukan dengan cara yang mmebuat jengah. Seolah Anela bukan cuma perempuan cantik di pesta ini, tapi teka-teki yang seru buat dipecahkan. Tatapan penasaran, bercampur kekaguman?.

Beberapa menit kemudian kepala Anela mulai agak pening—mungkin karena ramai, mungkin karena tatapan itu.

“Aku harus pulang,” katanya akhirnya.

Rico mengangguk, tidak menahan. Ia mengeluarkan ponselnya.

“Boleh minta nomormu?”

Anela menyipitkan mata. “Sekalian klarifikasi. Tadi kamu nanya aku punya anak. Sekarang giliranku. Kamu single? Soalnya nggak ada cincin.”

Rico tertawa. “Single. Dan tidak sedang proses interview siapa pun.”

Anela terkekeh, lalu menyebutkan nomornya.

Ia baru sampai parkiran ketika ponselnya bergetar.

Nomor tak dikenal.

Rico:

Aku senang ketemu kamu malam ini. Es jeruk ternyata pilihan yang tepat.

Anela menatap layar cukup lama.

Ia tidak membalas.

Tapi sudut bibirnya terangkat pelan.

Di balkon hotel, Rico melihat ke arah lobby hotel dengan senyum kecil. Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, ia merasa menemukan seseorang yang tidak terkesan dengan namanya.

Dan itu justru membuatnya makin penasaran.

1
Sartini 02
semangat kak....👍
Nina Sani: makasih kakak say 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!