NovelToon NovelToon
GOD OF RINGS

GOD OF RINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: Rein.Unknown

MARVA RAVARA adalah seorang pemuda miskin yang hidup di dunia yang memuja status dan kekayaan. Berkat jalur beasiswa, ia dapat bersekolah di sebuah sekolah elit berskala internasional—tempat yang seharusnya membuka jalan untuk masa depannya, justru berubah menjadi neraka baginya.

Di sana, Marva dipandang sebagai noda: dihina, dikucilkan, dan menjadi sasaran perundungan oleh mereka yang merasa lebih “Layak”.

Segalanya berubah ketika Portal Misterius muncul dan menyeret semuanya ke dunia lain. Di hadapan mereka berdiri sebuah Menara Tinggi dan sebuah suara misterius menggema: Siapa pun yang mencapai puncak menara ini akan memperoleh kekuasaan serta keabadian.

Di dalam menara, para siswa dipaksa memilih peran—menjadi Seorang Player yang bertarung demi naik ke puncak, atau menjadi Seorang Guardian yang terikat pada sistem. Demi meraih kebebasan, Marva memilih jalan paling berisiko: Menjadi Seorang Player.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rein.Unknown, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Season 2, Lantai 12, Part 3 [THE GREAT RESET]

Semua anggota RRX sudah siap dengan senjatanya masing-masing.

Buk!!!

Suara langkah itu semakin keras.

Red langsung melompat berdiri. “Hantu!!!!”

Meriel berdiri dengan palunya. Kaela sudah bersiap dengan pisau di tangannya.

Langkah berat terdengar dari dalam kegelapn.

Satu.

Dua.

Tiga langkah.

Semua orang menahan napas.

Lalu—

Seseorang keluar dari balik semak.

“Halo semua!”

Marva langsung mengenalinya. Matanya membesar. “Kakek…Dorobo?”

Orang tua itu tersenyum. “Hehehe… lama tidak bertemu, Marva.”

Red mengucek matanya. “Tunggu… tunggu.... itukan… ”

Meriel menunjuk. “KAKEK DOROBO?!”

“Kamu bikin kami takut saja Kek….” Ucap Kaela lega.

"Maaf, maaf," suaranya serak sambil berbicara. "Aku tidak bermaksud menakuti kalian, kakek mencium aroma daging yang sangat lezat dari arah sini. Tidak disangka, itu kalian."

Aquarius yang dari tadi bersembunyi dibelakang Marva langsung keluar. "NAH KAN! BUKAN HANTU! AKU KAN UDAH BILANG!"

"Padahal tadi takutnya setengah mati," jawab Leo datar.

"ITU BEDA LEO!" Aquarius menepis perkataan itu.

“Udah guys, keadaan terkendali. Ayok gabung kalau begitu Kek, Virgo akan memberikan daging terenak nya,” lanjut Marva dengan tenang.

“Waw, cincin baru ya. Virgo memang yang paling rajin diantara yang lain dan peran nya memang seperti itu,” kata Dorobo sambil memegang piring.

“Tapi kok, Kakek ada disini?” tanya Kaela.

“Oh iya, aku lupa memberitahukan hal itu. Menara menawariku untuk ikut mengurusi event kali ini. Sejak portal menuju lantai 4 terbuka, tidak ada lagi yang singgah ke rumahku. Pikirku, berada disini bisa membuat rasa jenuh itu sedikit terobati,” jawab Kakek Dorobo yang mulai memakan dagingnya.

Kaela lalu sadar. “Berarti Kakek adalah NPC tersembunyi itu donk?”

Dorobo yang sedang mengunyah, tertawa kecil. “Hohohohoho, benar sekali gadis cantik.”

“Tapi sekarang aku bukan NPC tersembunyi lagi, terang-terangan datang ke kalian karna daging lezat ini,” Kakek Dorobo makan dengan lahap.

“Hahahahahaha, kami diuntungkan donk Kek. Nggak perlu repot-repot mencarimu,” ucap Red.

Meriel ikut merespon. “Betul juga, naik ke lantai 13 bisa lebih cepat nih.”

Sangking puasnya, Kakek Dorobo sampai bersendawa. “Aaahhhhhh.... Daging buatan Virgo memang selalu enak. Tapi kalian bukan yang tercepat pergi kelantai 13.”

“Terimakasih atas pujian nya, Tuan Dorobo,” ucap Virgo dengan sopan.

“Kenapa bisa Kek?” tanya Marva.

“Iya, karna anak berambut pirang dengan aura ganda itu lebih dulu naik ke lantai 13,” jawab Dorobo.

“Sebentar, maksud mu, Elrian Kek?” tanya Kaela penasaran.

“Saya tidak tahu siapa nama anak muda itu tapi dia punya banyak sekali pengikut. Kalau saya perhatikan, anak muda itu sangat angkuh dan sombong. Hanya beberapa orang saja yang dibiarkan pergi bersama nya ke lantai 13. Dan itu baru saja terjadi siang tadi, itu adalah salah satu rekor tercepat, selama event ini diadakan,” pungkas Dorobo.

Kaela tiba-tiba punya firasat yang tidak enak. “Sepertinya ada yang berubah dari Elrian.”

“Apapun itu, kita harus tetap siap menghadapi nya,” ucap Meriel.

“Kita pernah mengalahkan nya dan kita pasti bisa mengalahkan nya lagi,” tambah Red.

Setelah bercerita cukup panjang, mereka pun beristirahat dan menawari Kakek Dorobo untuk tidur di rumah mereka.

Malam berganti pagi, Kakek Dorobo lebih dulu bangun dan berjaga didepan rumah mereka.

“Pagi Kek,” sapa Marva.

“Pagi juga Marva,” jawab Dorobo.

“Kakek nggak tidur?”

“Sebenarnya aku tidak butuh tidur. Lagipula aku harus selalu stand jika ada player yang sudah mengumpulkan Fragment Core untuk ditukarkan menjadi Bronze Ticket,” lanjut Dorobo.

“Bener juga ya.”

Dorobo lalu memandangi Marva dengan saksama, tepatnya di jarinya, tiga cincin dewa melingkari. "Kini kamu sudah mengumpulkan cincin lebih banyak ya."

Marva tersenyum tipis. "Semua cincin ini butuh perjuangan Kek, banyak hal yang telah kulewati untuk bisa mendapatkan cincin-cincin. Oh ya, bagaimana Kakek bisa naik ke lantai 12? Di teleportasi juga sama sistem?"

Dorobo balik tersenyum tapi dengan senyum misterius. "Bagaimana menurutmu?"

Kaela yang baru bangun dan keluar dari pintu, ikut menjawab. "Pakai pintu ajaib itu kan Kek?"

Tanpa basah-basih, Dorobo mengeluarkan sebuah tongkat. Ia lalu mengetuk pintu rumah mereka menggunakan tongkat itu dan walah----

Pintu Rumah mereka tiba-tiba berubah menjadi pintu menuju rumah Kake Dorobo yang berada di Lantai 3.

Mata mereka langsung terbelalak.

Marva berseru, "Eh, itukan... Rumah Kekek!"

“Rupanya seperti itu,” ucap Kaela yang akhirnya paham.

Red yang juga baru bangun, sambil terhuyung-huyung, pergi ke dapur untuk mengambil minum. Karna masih dalam keadaan setengah sadar, ia lalu menuju pintu keluar untuk menemui yang lain.

Sementara Kakek Dorobo bersama Marva dan Kaela asyik ngobrol, mereka tidak tahu kalau Red sedang menuju ke pintu yang digunakan Kakek Dorobo untuk membuka portal menuju rumahnya.

Pada saat yang bersamaan, Red ingin keluar sedangkan Kakek Dorobo menutup pintu tadi sambil mengayunkan tongkat miliknya.

Dan BLLLUUUFFFFFF ----

Red kembali ke lantai 3.

"Skill kecil yang kupunya ini, namanya Door Connector. Aku bisa menghubungkan pintu ke mana saja," lanjut Dorobo yang tidak sadar kalau sudah membawa Red ke lantai 3.

Kaela terpukau. "Skill itu benar-benar praktis Kek. Jadi kakek bisa ke lantai mana pun?"

"Betul, gadis cantik. Bahkan ke lantai 99 sekalipun," Dorobo tersenyum tipis.

Pikiran Marva langsung kemana-mana, dengan rasa penasaran ia spontan bertanya pada Kakek Dorobo. "Apa yang ada dilantai 99 Kek?"

Dorobo lalu mengelengkan kepalanya sambil berkata: "Suatu saat nanti, kamu akan mengetahui nya Marva."

“Eh guys, ada yang liat Red?” tanya Meriel.

Suasana yang awal nya tegang, setika berubah. “Palingan sekarang, dia lagi sibuk cari bunga atau buat sesuatu untuk Virgo,” jawab Marva bercanda.

“Dasar Senior Kejam! Bisa-bisa nya dia mencuri start dariku, kalau begitu aku juga ingin keluar mencari sesuatu Lead,” ujar Meriel.

Ternyata itu hanya akal-akalan Marva saja, agar mereka keluar dan sekalian berburu monster.

Lihat Meriel yang sudah tergesa-gesa, Marva langsung mengeluarkan trik nya: “Jangan lupa kumpulkan Fragment Core nya juga....!!!”

Meriel lalu mengangkat tangan nya tanda paham sambil terus berlari.

Merekapun duduk diteras rumah sambil ngobrol, Marva, Kaela—termasuk kakek Dorobo. Virgo melayani mereka semua dengan menyajikan teh hangat.

Dorobo menyeruput tehnya dengan perlahan. "Enak sekali teh ini. Kamu beruntung Marva menemukan Virgo dilantai bawah. Beberapa Seed of GOR baru menemukan nya dilantai 30, bahkan lantai 50 keatas."

Kaela lalu berbisik ke Marva. "Yank, siapa yang dia maksud Seed of GOR?"

Tapi Kakek Dorobo mendengarnya. "Hohohoho.... itu hanya sebutan bagi mereka yang memiliki Cincin Cewa gadis cantik."

"Rumah buatan Virgo sangat bagus, sepertinya aku harus tinggal disini. Lagipula, rumah ini terlalu luas untuk ditinggali oleh 4 orang saja. Bolehkan?" lanjut Dorobo sambil tersenyum.

"Ya tidak ada ruginya juga bagi kami Kek, lagian dengan Kakek berada disini kami bisa langsung menukarkan fragment core agar bisa naik ke lantai 13," Kaela menjawab.

Marva hanya mengangguk tanda setuju.

Dorobo lalu meletakkan cangkirnya. Matanya mulai menerawang. "Kalian tahu, kenapa menara tiba-tiba membuat event ini?"

Marva dan Kaela terdiam.

Lalu dengan perlahan Marva menjawab. "Bukan nya untuk merayakan 100 hari Player bertahan di menara ini ya Kek?"

"Itu hanya kedoknya saja. Ini semua berhubungan dengan The Great Reset," lanjut Dorobo.

"Sebentar, kalimat itu sepertinya tidak asing Kek. Sepertinya Leo pernah mengatakan nya," refleks Marva menjawab.

Dorobo mengangguk. "Benar. Tapi Leo tidak menjelaskan detail nya kan?"

Suasana kembali hening dan berubah menjadi serius.

Leo muncul. "Aku memang lupa detailnya tapi firasat ku mengatakan itu selalu terjadi disaat-saat tertentu."

Dorobo lalu menatap Mereka dengan serius. "Sebagian cincin dewa diciptakan sebelum Great Reset yang pertama, termaksud kamu Leo. Dan sebagian lain nya, tercipta setelah Great Reset itu terjadi. Tidak heran kalau Leo tidak mengingat beberapa hal, padahal kami dulu sangat akrab."

Kaela menyela. "Maksud kakek... Kamu dengan Leo sangat akrab? Sudah berapa kali Great Reset itu terjadi?"

Dorobo diam sejenak. Lalu menjawab pelan. "Aku juga lupa."

"Lupa?" Marva mengerutkan kening.

"Aku lupa sudah berapa kali menara mereset dunia ini." Suara Dorobo berat. "Yang aku ingat... Great Reset itu terjadi karena dua hal."

"Pertama—ketika seseorang telah berhasil mencapai puncak menara dan menjadi Seorang God. Maka dunia ini akan di-reset, dan orang-orang baru akan dipanggil."

"Kedua—ketika terjadi insiden besar. Seperti keadaan yang sangat kacau atau mengerikan, sehingga menara terpaksa melakukan reset meski God baru belum terpilih."

Marva menelan ludah. "Itu pernah terjadi?"

Dorobo menatapnya tajam. "Pernah. Bahkan jauh sebelum kalian lahir didunia kalian. Dan itu..."

ia berhenti sejenak, "...akan merubah segalanya."

Marva dan Kaela seketika merinding, sunyi mengapit mereka semua.

Kaela bertanya dengan suara berat. "Apa yang terjadi saat The Great Reset terjadi Kek?"

Dorobo tersenyum getir. "Lihat sekelilingmu."

Kaela menoleh kekiri dan kanan. "Maksudnya kakek?"

"First City. Second City. Semua kota dan lantai di menara ini. Mereka yang memilih diam. Yang tidak mau menaiki menara. Yang puas di zona nyaman."

Mata Marva membelalak. "Sebentar, sebentar, maksud mu Kek! Semua NPC itu... player?"

Dorobo mengangguk pelan. "Betul Marva, mereka semua adalah Mantan Player. Menara tidak kalau Player hanya stagnan di satu lantai saja. Great Reset terjadi untuk membuat semua player yang masih bertahan di dalam menara dan tidak ingin mencapai puncak... akan terjebak selama nya disini. Dengan menghapus semua ingatannya dan mereka akhirnya menjadi NPC. Menjalani kehidupan baru tanpa sadar bahwa mereka semua pernah menjadi petualang seperti kalian."

Kaela menjatuhkan cangkirnya. "Ja-jadi... semua NPC di First City itu...?"

"Pernah menjadi manusia. Seperti kalian." Dorobo menatapnya dengan penuh keseriusan. "Mereka tertawa, mereka berpetualang, mereka berteman, seolah-olah tidak ada yang terjadi. Karna semua ingatan tentang kehidupan sebelumnya... lenyap."

Marva sangat geram dan meremas celananya dengan kuat. "Jadi kita... bisa saja berakhir seperti mereka?"

Dorobo tidak menjawab. Tapi tatapannya sudah cukup menjelaskan semua nya.

Kaela memegang tangan Marva. Marva lalu membalas genggaman itu.

Sementara ketegangan itu masih berlanjut, tiba-tiba—

"Kakek sialan! Pasti kamu lagi yang membuka pintu itu kan!” ucap Red sambil marah-marah.

Mereka yang awal nya tegang, tiba-tiba suasana pecah karna kehadiran Red yang menggunakan Scroll Return.

"Ada apa Red, kok tiba-tiba marah? Emang kamu darimana?" tanya Marva.

Red akhirnya menjelaskan apa yang terjadi dengan gaya yang unik, termaksud ia harus menghadapi GOF lantai 5 sendirian karna tahu tidak akan da orang yang akan membantu nya lagi. Lalu naik ke lantai 6 untuk membeli Scroll Return dan kembali kesini.

Kaela yang mendengar cerita Red hanya bisa tertawa. "Hahahahaha, sudahlah Red. Kali ini aku akan membela Kakek Dorodo karna kejadian itu tidak di sengaja.”

Tidak terasa, hari sudah menjelang sore. Meriel pun telah kembali dengan seikat bunga mawar yang sangat besar. Red yang melihat itu langsung tahu maksud nya.

"Jangan bilang kamu ingin memberikan itu pada Virgoku!” bentak Red.

"Lah itu urusanku donk Senpai!" balas Meriel.

Tatapan Meriel dan Red pun mulai beraduh. Virgo yang dari tadi hanya diam, disuruh Marva untuk segera kedapur agar menyiapkan makan malam. Mereka meninggalkan Red dan Meriel yang sedang bertengkar.

[BERSAMBUNG]

1
Ara putri
bagus ceritanya
Rein Unknown: Terimakasih Kak sudah support dan mampir 😇😇😃😃
total 1 replies
Ara putri
Hay kak jika berkenan saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Rein Unknown: okok Kak, sudah mampir ya😇🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!