NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua Untuk Menikahimu

Kesempatan Kedua Untuk Menikahimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Time Travel / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Pada kehidupan sebelumnya Ashilla dipaksa menikah dengan seorang pria yang dikabarkan kejam dan diduga sadis namun secara tegas Ashilla melawan keinginan ayahnya itu sehingga ia malah dibebankan hutang yang sangat besar karna sudah dibesarkan oleh keluarga Clinton namun tidak membalas budi.

Bertahun-tahun kemudian saat ia hendak membayar hutang tersebut, ibu tirinya datang dan memaksanya untuk menanggung kesalahan atas putrinya yang menabrak seseorang saat mengendarai mobil dengan ugal-ugalan.

Saat itulah kehidupannya hancur, untungnya waktu kembali berputar pada hari dimana semua tragedi tersebut belum terjadi dan kali ini Ashilla bertekad untuk menikahi pria tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 6 - Aku Mau Wanita itu

Mendengar ucapan dingin Ken, hati Kanara–sang ibu terasa sesak. Namun ia sudah terlalu terbiasa dengan sikap putranya yang cuek dan nyaris tak berperasaan.

“Wanita di samping itu sepertinya Nyonya Clinton, bukan?” tanya Ethan datar.

Pertanyaan itu justru membuat Ken tersenyum. Ia berpikir, sahabatnya itu biasanya enggan membicarakan soal pasangan hidup, tetapi kali ini tampaknya benar-benar tertarik.

“Nyonya Clinton? Bukankah dia punya sepasang anak kembar? Apa dia membawa putranya yang didandani seperti perempuan?” tanya Kanara terkejut. Selama ini semua orang tahu Laura hanya memiliki anak kembar.

“Tentu saja tidak,” Ken menggeleng. “Apa Bibi lupa? Dalam daftar tamu yang kita lihat sebelumnya, Nyonya Clinton membawa anak tirinya.”

Sebagai keluarga kaya kelas tiga, Kanara memang tak pernah benar-benar memerhatikan keluarga Clinton. Maka setelah mendengar penjelasan Ken, ia mencoba mengingat kembali, lalu mengernyit.

“Aku belum pernah melihat anak itu sebelumnya. Jangan-jangan mereka sengaja membawanya ke sini hanya untuk dijadikan umpan dalam pesta ini?”

Kemudian Kanara menoleh ke arah Ken. “Identitas wanita itu agak memalukan. Apa kau benar-benar berniat— Hei, Ken! Mau ke mana kau?”

Belum sempat Kanara menyelesaikan kalimatnya, Ken sudah berbalik dan melangkah pergi. Namun sebelum benar-benar menjauh, ia menoleh dan berkata dengan nada tegas yang membuat ibunya terpaku.

“Itu dia. Aku mau dia.”

Dada Kanara langsung dipenuhi amarah. Sikap putranya terlalu kasar dan seenaknya sendiri.

“Tunggu… bukankah dia mau jadi pahlawan penyelamat si cantik?” ucap sepupunya seolah mengompori ibu dari Ken.

Kanara tertegun. “Pahlawan siapa menyelamatkan siapa? Sejak kapan anak keras kepala itu peduli pada perempuan?”

Mengikuti arah dagu Ken, Kanara menoleh ke bawah. Dari kejauhan, yang terlihat dari Ashilla hanya bagian atas kepalanya, tetapi siluet wajahnya tampak begitu sempurna, nyaris tanpa cela.

Alisnya sedikit berkerut, jelas menunjukkan ketidaksenangan. Namun ekspresi itu justru menambah kesan dingin dan anggun yang membuat siapa pun sulit mengalihkan pandangan.

Kanara menarik napas pelan. Seketika ia mengerti mengapa Ken memilih wanita itu.

Sementara itu, di bawah sana, Fania datang bersama ibunya untuk menyapa Ashilla. Dari raut wajah mereka saja, sudah terasa aura persaingan, meski belum sepatah kata pun terucap.

“Aku belum pernah melihat putri Nyonya Clinton yang satu ini,” ucap Nyonya Hambert sambil tersenyum tipis. “Cantik sekali. Mungkin mewarisi kecantikan ibunya?”

‘Kenapa mereka datang mencari masalah denganku?’ gerutu Ashilla dalam hati. ‘Masalah dengan keluarga Clinton saja sudah cukup sulit, apalagi harus menghadapi orang-orang seperti ini…’

Meski begitu, wajah Ashilla tetap tersenyum sopan.

Dalam kehidupan keduanya ini, ia hanya berharap nasibnya bisa berjalan lebih baik. Padahal, yang paling ia inginkan hanyalah kembali ke masa ketika ibunya masih hidup.

Renata bercerai karena Miller berselingkuh, lalu pulang ke kampung halaman membawa Ashilla yang masih kecil. Ia yakin hanya dirinya yang bisa memberi lingkungan terbaik bagi putrinya, meski itu berarti bekerja tanpa henti, sering lupa makan, dan jarang beristirahat.

Renata selalu memberikan yang terbaik—kasih sayang, perhatian, segalanya. Ia menepati janji dan visinya sebagai seorang ibu, tetapi juga terlalu memaksakan diri.

Saat Ashilla berusia enam belas tahun, Renata meninggal karena kelelahan akibat jam kerja yang panjang.

Sejak saat itu, Ashilla kembali ke keluarga Clinton… dan di kehidupan sebelumnya, ia mati secara tragis meski sudah patuh pada mereka.

Setelah terlahir kembali, obsesinya hanya satu: membalas dendam pada keluarga Clinton, sekaligus melindungi dirinya sendiri.

Karena itu, ia harus berhati-hati memilih musuh. Beberapa sindiran kecil masih bisa ia abaikan.

Maka ketika Nyonya Hambert mulai menyapa dengan nada menyindir, Ashilla tak menganggapnya terlalu serius.

Namun ia merasa aneh, karena teringat gosip tentang Fania dan Ken di kehidupan sebelumnya.

“Nyonya Clinton, bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?” tanya Liliana–ibu dari Fania tanpa sarkasme.

Sementara itu, Fania menatap Ashilla dengan senyum palsu. Sebagai seorang aktris, ia terbiasa dipuji cantik, tetapi harus diakui, wajah Ashilla memang terlalu sempurna.

Keluarga Hambert berbeda dari tamu lain di pesta itu. Kebanyakan datang hanya untuk mencari kesempatan, tetapi keluarga Hambert sejak awal sudah menunjukkan niat untuk menjalin hubungan pernikahan dengan keluarga Adam.

Baru pindah ke Beijing demi proyek pembangunan, mereka membutuhkan dukungan kuat sebagai fondasi baru. Dari segala sisi, keluarga Adam adalah pilihan terbaik.

Karena itu, mereka sengaja menyebarkan kabar bahwa Fania mengagumi Ken sebelum pesta dimulai, bahkan terus mendekati Kanara sepanjang acara.

Namun ketika Fania melihat Ken terus menatap Ashilla dari lantai dua—bahkan ibunya pun melakukan hal yang sama—alarm bahaya langsung berbunyi.

Mereka harus menyerang lebih dulu.

Laura yang merasakan tekanan itu hanya bisa tersenyum kaku. “Aku memang berniat berbincang dengan Nyonya Adam saat beliau senggang. Tak kusangka kalian lebih dulu menyapa.”

Nyonya Hambert tak lagi berputar-putar. Pandangannya beralih pada Ashilla beberapa kali sebelum berkata,

“Ini pasti anak dari kerabat Nyonya Clinton, ya? Sudah lama aku tak melihatmu membawanya keluar.”

Senyum Laura semakin kaku. Bagi dirinya, Ashilla dan ibunya adalah noda terbesar dalam hidupnya—pengingat bahwa ia pernah menjadi simpanan Miller, sesuatu yang sangat memalukan di kalangan atas.

Meski ia selalu mengatakan bahwa ia baru bersama Miller setelah bercerai, gosip di kalangan keluarga kaya tak pernah benar-benar bisa ditekan.

Selama Ashilla muncul di lingkungan sosial kelas atas Beijing, rumor lama itu akan kembali beredar.

Akhirnya Laura hanya bisa tersenyum tipis. “Anak ini baru dibawa ke sini dua hari lalu. Belum sempat diperkenalkan pada siapa pun.”

Ia lalu menarik tangan Ashilla. “Ashilla, kemarilah. Sapa Nyonya Hambert.”

Menahan rasa jijik, Ashilla membungkuk sopan.

“Halo.”

Nyonya Hambert menatapnya seperti menilai barang dagangan.

“Namamu Ashilla? Kau cantik sekali. Kalau jadi aktris, pasti banyak pria tergila-gila padamu.”

Lalu ia menarik Fania sambil tersenyum. “Anakku ini aktris, tapi sepertinya masih kalah cantik darimu.”

Sudut bibir Ashilla bergerak tipis. Ia tahu pujian itu sama sekali tidak tulus, dan sebagai orang yang tak suka basa-basi, ia memilih diam.

Namun keluarga Hambert belum puas.

Fania, meski tak senang dibandingkan, tetap tersenyum profesional.

“Apakah kau mengenal Tuan Ken sebelumnya? Aku melihat tadi dia terus menatapmu.”

Ashilla tertegun sesaat. Kini ia paham alasan mereka mendekatinya. Melihat kegugupan di mata Fania, justru muncul rasa geli di hatinya.

"Sepertinya Nona Fania cemburu ya?," Ashilla tak tahan untuk menggoda wanita yang pipinya berubah merah padam karna balasan dari Ashilla itu.

'Pasti ia takut jika Ken memilihku, sayangnya.. pria itu memang akan menjadi milikku!'

1
Rossy Annabelle
ooh bahagianha hatiku 🥳melihat penderitaan orang lain/Facepalm/
Rossy Annabelle
next,,klo bs Doble up deh 😁tiap hari /Chuckle/
Rossy Annabelle: oke lah,, ditunggu karya lainnya mungkin.semngt 💪😁
total 2 replies
Rossy Annabelle
ditunggu next-nya😁
Lynn_: Ok kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!