NovelToon NovelToon
Aku Hanya Ibu Susu Dari Anakmu

Aku Hanya Ibu Susu Dari Anakmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Ibu susu / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Maufy Izha

"Aku hamil" Tiara akhirnya mengatakan rahasia yang di tutupinya selama beberapa minggu ini pada atasan sekaligus kekasihnya, Rex Hamilton, setelah kegiatan panas Mereka berdua yang baru selesai beberapa menit lalu.

Rex yang tengah mengenakan kembali pakaian dalamnya, terdiam sejenak.

"Gugurkan" Ucap Pria itu datar, tanpa melirik Tiara sama sekali.

Rex memang seperti itu, sikapnya dingin dan datar pada siapapun, termasuk pada Tiara yang telah menjadi sekretaris sekaligus teman tidurnya selama 3 tahun terakhir.
"Aku ingin melahirkan anak ini"

Rex menatapnya tajam. Pria itu kemudian menghampiri Tiara dengan langkah pelan tapi penuh ancaman.
"Hanya karena Kamu bisa naik ke ranjangku, bukan berarti Kamu bisa menjadi Nyonya Hamilton. Sadarlah dengan posisimu. Kamu hanyalah simpananku"
"Jika Kamu mau mempertahankan janin sialan itu, maka enyahlah dari hidupku. Tentukan pilihanmu"

"Aku akan mempertahankannya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persalinan Tiara

8 bulan kemudian....

"Kata Bu bidan udah bukaan 8 dek, sabar yo... 2 bukaan lagi, Kamu kuat, Kamu pasti bisa..."

Ucap Anita, Anak Budhe Arni yang kini menjadi Kakak bagi Tiara.

Tiara mengangguk di sela-sela rintihannya. Ternyata melahirkan anak rasanya liat biasa...Sakit. Padahal sudah ikut senam ibu hamil juga, tapi setelah kontraksinya menjadi lebih intens, semua teori yang diajarkan oleh guru senam itu langsung buyar, hilang entah kemana.

Tiara sering kelepasan mengejan padahal belum waktunya.

"Duhh... Mbak anitaaa... Huuuuffft" Tiara selalu berseru seperti itu saat gelombang cinta bernama kontraksi itu datang.

"Iya, iya... Mbak disini dek, sabar yaa...."

Anita belum pernah melahirkan, jadi Dia sendiri tidak tahu apa yang harus Dia lakukan selain menggenggam tangan Tiara dengan penuh kasih lalu membisikkan kata-kata motivasi agar Tiara kuat dan sabar menghadapi proses persalinannya.

Ibunya, Bu Arni, sedang pulang ke rumah untuk mengambil pakaian baru serta perlengkapan bayi yang tertinggal karena Mereka bertiga keburu panik saat Tiara bilang perutnya mules.

Detik demi detik yang terasa makin lama

Menit demi menit yang rasanya kian menyiksa,

Akhirnya Bidan Seruni, yang menangani persalinan Tiara datang dan mengatakan bahwa bukaannya sudah lengkap.

"Bu Tiara.... yang rileks ya, nggak apa-apa... Namanya lahiran ya begini, normal, sakit ya wajar, namanya juga ngeluarin bayi kan, tapi nggak perlu takut, ada Saya, ada mbak asisten yah, ada mbak Anita juga yang nemenin yah?"

"Iya Bu bidan" Ucap secepat kilat, walaupun dia masih perawan tingting, tapi Dia sangat penasaran dengan proses persalinan yang katanya menyakitkan itu. Dia takut, tapi juga penasaran.

Sambil melihat Bu bidan dan asistennya menyiapkan segalanya, Anita dengan setia menggenggam tangan Tiara, dan menatap adik sepupunya itu dengan penuh dukungan, berharap Tiara merasa lebih bersemangat dan tidak merasa sendirian.

"Bu bidan, Saya boleh kan mengabadikan momen kelahiran keponakan saya ini?"

"Boleh... nggak masalah, malah kadang saya yang menganjurkan untuk di record buat kenang-kenangan nanti"

"Siapp, makasih Bu bidan"

"Sama-sama... Nah, mbak Tiara, nanti dengerin arahan saya ya, di rilekskan otot-ototnya, pikirannya, semuanya, ya, pokoknya yang dipikirkan, bayinya mau ketemu sama mamanya nih ya, jadi yang berjuang sekarang nggak cuma mba Tiara, tapi si adek bayinya juga nih, lagi menerobos jalan... ya. Semangat... Ayok dimulai aja ya" Ucap Bu bidan pad Tiara kemudian beralih pada asistennya.

Tiara mengangguk paham, kata-kata dari Bu bidan itu cukup mempengaruhi dirinya. Ia merasa menjadi lebih bertenaga.

"Tarik nafas ya mbak Tiara... Kalau saya bilang dorong, berati mbak harus... ngeden yah, yang kuat... Ok? Atur nafasnya.... tarik nafas, buang...."

Tiara mengikuti instruksi bidan itu dengan patuh.

"Dorong.... Ya, baguss, jangan berhenti, dorong terus.... Buang nafas...."

Tiara sedikit tidak fokus setelah beberapa kali mengejan karena rasa sakitnya yang luar biasa, beberapa kali Tiara kelepasan dan berteriak kesakitan, tapi Bu bidan itu sangat sabar, dan tidak marah.

"Sedikit lagi mbak, tarik nafas panjang....buang... tarik nafas, dorongggg jangan putus yaa"

Tiara mengeluarkan seluruh tenaganya yang tersisa untuk mengejan sekali lagi, tanpa terputus.

"Buang nafas nya lagi... sedikit lagi mbak, tarik nafas... Doronggggg!!!

"Aaargghhhhhh.... Reeeeeex!!!!!!"

Oeeekkkk! Oeeekkkk! Oeeekkkk...!

Prangg!!!!!

"Ya Allah, Pak Rex...!!!" Bi Surti, yang merupakan asisten rumah tangga di kediaman Rex terkejut setengah mati melihat majikannya tergeletak bersimbah darah di lantai ruang tamu.

Sepertinya Rex mabuk lagi dan terjatuh setelah menghantam vas bunga diatas meja.

" Bu... Bu Eveline!!! Bapak Buu, Bapak pingsan!!!"

Bi Surti berteriak-teriak seraya memanjat tangga menuju ke lantai 2 tempat kamar majikannya berada.

Eveline yang tengah tertidur karena kelelahan pun terbangun mendengar pintu kamarnya tiba-tiba di gedor-gedor oleh seseorang.

Ceklek!

"Ada apa..." Tanya Eveline dengan mata terkantuk-kantuk.

"Bapak pingsan Bu di bawah, banyak darah Bu!"

"Darah???" Eveline tadinya tidak perduli kalau Rex hanya pingsan. Karena itu bukanlah hal baru semenjak Ia tinggal bersama suaminya itu. Tapi begitu mendengar kata darah, Eveline pun langsung panik.

"Sebenarnya apa sih yang Kamu lakukan Rex"

Eveline keluar dari kamarnya setelah meraih sweater yang tergantung di balik pintu dengan cepat, lalu menuruni tangga.

Matanya langsung terbelalak begitu melihat Rex tergeletak Dangan darah yang sangat banyak di sekelilingnya..

"Rex!!! Ya Ampun! Bi panggil ambulance Bi, sekarang!!!"

Bi Surti pun berlari ke meja telepon rumah, dan memencet nomor ambulance yang tertera diantara nomor-nomor darurat lain yang ditempelkan di sana.

Tak lama kemudian Ambulance pun datang dan Rex langsung di larikan ke rumah sakit.

Setelah menjalani perawatan intensif, Rex mengalami luka sobekan yang cukup dalam di lengannya yang tertancap pecahan kaca dari vas bunga yang cukup tebal.

Viona yang baru saja datang langsung terduduk lesu melihat kondisi putranya.

"Bukannya seharusnya Rex selalu bersama Desmon? Kemana anak itu? Kenapa Rex malah pulang sendirian? Untung Dia nggak tergeletak di jalanan, huhuhu" Ucap Viona di sela-sela Isak tangisnya.

Eveline juga sempat menghubungi Desmon untuk memarahinya, tapi ternyata, Desmon ditugaskan Rex untuk menggantikan Rex rapat keluar kota, jadi Desmon belum kembali dari sana.

"Rex... Rex.... Kamu ini kenapa sih?"

Ucap Viona. Sementara Eveline hanya memutar bola matanya ke atas karena merasa muak.

Tidak mungkin Viona tidak tahu penyebab Rex jadi kacau balau seperti itu. Meskipun akhirnya Eveline berhasil hamil, tetap saja Rex acuh tak acuh padanya. Bahkan tidak pernah memperhatikan kehamilannya sama sekali, seolah-olah anak yang dikandung Eveline bukanlah anak Rex itu dan tidak ada hubungannya dengan Pria itu.

Eveline terlalu lelah untuk memikirkan Rex. Morning sick nya sudah cukup menyiksa, jadi Dia tidak ada tenaga lebih untuk memikirkan Rex yang mabuk-mabukan setiap malam dan pulang ke rumah setiap dini hari.

Yang terpenting sekarang, Eveline tengah mengandung penerus keluarga Hamilton, mau tidak mau, Rex harus menerimanya sebagai Nyonya Hamilton. Eveline yakin, jika anak ini sudah lahir, Rex pasti akan berubah. Hubungan darah sangat kental, tidak mungkin Rex akan mengacuhkan anaknya selamanya bukan?

"Eveline, Kamu pasti lelah, Kamu sedang hamil, sebaiknya Kamu pulang sama Bi Surti, biar Mama yang jagain Rex disini"

Eveline ingin menolak, karena Ia tetap mengkhawatirkan Rex biarpun Ia kesal dan kecewa pada suaminya itu. Tapi, apa yang dikatakan Viona ada benarnya, kandungannya masih muda dan rawan keguguran, jadi Dia harus menjaganya.

"Mama nggak apa-apa sendirian?"

"Mama nggak sendirian kok, Papa lagi on the way kesini"

"Oh gitu... Apa Eveline temenin sampai Papa dateng aja?"

"Nggak usah nggak apa-apa, Dia baru jalan nyampenya mungkin 1 jam an lagi, Kamu pulang duluan aja, istirahat, ini udah jam hampir jam 2 pagi"

Eveline pun mengangguk, setelah berpelukan dengan Ibu mertuanya, Dia pun pergi bersama dengan Bi Surti.

Sepeninggal Eveline, Viona tidak bisa menahan kekecewaannya pada putra semata wayangnya itu.

"Rex, sampai kapan Kamu mau seperti ini??? Ya Tuhan...."

(*Papa disini bukan Ayah kandung Rex ya gaes, itu suami barunya Viona. Karena Papa kandungnya Rex udah meninggoy sejak Rex umur 18 tahun, makanya waktu itu Rex langsung jadi penerus gantiin Papanya. Thanks)

1
Bela Viona
semoga tia tdk marah klo rex ikut campur dlm pembalasan ats kematian zayn
Bela Viona: mau bagaimana pun,tanpa bantuan org yg berkuasa , bakal lama menghancurkan dokter dokter tdk bertanggung jawab.
aduhhhh ga sabar nunggu momen tia ngamuk krn bantuan tirex 🤭🤭🤭
bakal jdi bapak peri gak ya si tirex ?
atau malah jadi titisan dajjal 😒
semoga lu insaf ya rex,
klo gak insaf,gua santet lu dari sini ,biar si jhon mati suri .
total 2 replies
strawberry
saking merindingnya sampai bulu ketek yg merinding🤭🤣...
Maufy Izha: soalnya mau bilang bulu yang lain takutnya ada anak remaja yang baca kan aku yang ibu2 ini jadi khawatir 🤣
total 1 replies
Suhainah Haris
setidaknya dengan melakukan itu,Rex mengurangi sedikit rasa bersalahnya,tapi jangan berharap Tiara akan mudah memaafkan ya Rex
strawberry
karena zayn itu cucumu...
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 💪🏻😍😍
Zainab Ddi
tiara tenang ngak perlu mengotori tanganmu dan mengeluarkan uang , Rex akan turun tangan bagus semoga kena tuh rumah sakit dan dokter lina
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
bagus
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
sip tambah sip kekuatan tunjukin rex, biar orang2 pembunuh anakmu sadar dan tdk semena2
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 🙏🏻💪🏻😘
Zainab Ddi
kalo rex yg menuntut berati sama kuat tu untuk melawan orang2 jahat dr rumah sakit itu
Zainab Ddi
hati siapa yg ngak hancur kalo ditanya masalah anaknyg yg dulu ingin digugurkan
Dew666
🔮🔮💐
Bela Viona
huufffttt ...sukak ati kau lh rex
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 🙏🏻💪🏻😍
Zainab Ddi
emang enak rex cemburu nih ye sama Rizal jàngan2 suka sama tiara
Bela Viona
Author.....
terima kasih ya,udh buat tia tegas dan tdk menye menye. suka dgn karakter tia yg sekarang.
jgn jatuh ke lubang yg sama dan jatuh cnta lgi dgn tirex,manusia kaku,egois,kasar dan mulut tajam dan tdk peka.
lgi an ya,gw heran ama lu rex,kaga ad jiwa kebapakan lu dah,sama jayden aj kaya kaga ad ikatan batin ,minimal dekat dan sayang. darah daging sndri . 😒😒
Maufy Izha: janji yaaak 🤣♥️
total 8 replies
Zainab Ddi
author ditungguin updatenya selalu untuk kelanjutannya 💪🏻😍😍
Zainab Ddi
bagus yiara laean tuh si keluargane yg reseh
zeifana
makin suka q kak
Maufy Izha: maacihhh kakk ♥️♥️♥️
total 1 replies
Suhainah Haris
makin seru,Rex harusnya tau ya,kalau anak Tiara yang meninggal adalah anaknya,dia kan tau saat Tiara pergi dalam keadaan hamil
Maufy Izha: Betulll ♥️♥️♥️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!