NovelToon NovelToon
Misteri Rumah Warisan

Misteri Rumah Warisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Mata Batin
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Vhinaa

"tolong....."

"tolong kami..."

"lepaskan rantai inii..."

"toloongg!!!!"


Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.

Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?

yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6. kamar simbok

Bruaakk

pintu rumah didobrak dengan keras dari luar dan membuat Nadira serta Elsa segera berlari keluar.

sedangkan sosok yang menyerupai simbok tadi sudah hilang entah kemana. menyisakan aroma amis yang menusuk ke indra penciuman merek.

"kalian baik-baik saja?" tanya orang yang mendobrak pintu tadi

"baik mas makasih" ucap Elsa

Nadira sendiri tertegun melihat orang yang menolong mereka, ia mengenali orang itu. anak semata wayang Bu Mutia dan pak Abdul

"dia?". Gumam Nadira

"hai Dira, apa kamu tidak mengenaliku?" tanya orang itu

"aku anak Bu Mutia, pangeran kecilmu" lanjut orang itu

"oh Aksara!!" sorak Nadira yang reflek ingin memeluk pemuda itu

"eiittsss bukan muhrim!!" ucap pemuda yang bernama aksara itu menahan kepala Nadira dengan tangannya karena tinggi Nadira hanya sebatas dadanya saja

"isshhh" sinis Nadira yang sebenarnya juga malu karena barusan hampir memeluk pemuda yang dulu suka menjahilinya

"siapa dia Ra?" tanya Elsa

"temen masa kecil, dia anaknya Bu Mutia yang warung sembako itu" jawab Nadira

"Oohhh ganteng juga ya hihi" bisik Elsa

Nadira hanya menanggapi dengan senyuman. Ia pun agak malu sebenarnya. Ia tak menyangka jika Aksara tumbuh menjadi pria tampan seperti sekarang

"kenapa kamu ada disini?" tanya Nadira menatap aksara

"aku kebetulan lewat karena habis dari mushola, dan mendengar keributan dirumah ini. Kupikir ada maling" ucap Aksara

"Hem makasih ya udah mau bantuin" ucap Nadira tersenyum hingga membuat aksara terdiam sesaat

"bocah ingusan dulu sudah menjadi gadis cantik" batin Aksara

"ehem!" dehem Elsa

Nadira menatap Elsa heran dan mendapati cengiran dari gadis itu

"setan kerempeng tadi sudah pergi, kalian harus hati-hati jika masih mau tinggal disini" ucap Aksara

"yah, kalo bukan disini kami mau tinggal dimana?" tanya Nadira

"bukankah bisa tinggal dirumahku? Dulu jika kalian pulang juga tinggal dirumahku, hingga aku harus mengalah memberikan kamarku untukmu" ucap Aksara menyindir

"heh kamu nggak ikhlas ya! Mau buruk siku?!" ucap Nadira

"heh senjata andalan" sinis Aksara

"ingat Nadira! Kamu yang terpilih dan hati-hatilah dalam bertindak!" ucap Aksara dan segera pergi dari sana

"loh kok dia ngomong gitu Nad? Terpilih apa? Jadi Kadus disini?" tanya Elsa

"isshh Kadus apaan, aku juga nggak ngerti maksud dia apa" Nadira memikirkan perkataan Aksara barusan.

Yang terpilih apa maksudnya? kenapa kata-kata Aksara sama seperti setan kerempeng tadi?

"ayo kita lihat kedalam" ajak Nadira yang membuat Elsa terkejut

"ma-mau apa Nadiraaa kan udah jelas tadi makhluk yang mengerikan" ucap Elsa takut

"dia udah pergi, kita harus cari keberadaan simbok" ucap Nadira

"aduuhh ini simbok kemana sih kok ngilang nggak ngasih tau malah di gantiin sama hantu" ucap Elsa yang memeluk lengan Nadira

Mereka melangkah masuk rumah kembali untuk memastikan keberadaan simbok. Jika simbok pergi maka dia akan pamitan dulu, atau paklek Saruji yang menyampaikan. Tapi kedua orang tua itu tidak terlihat dimana keberadaannya

"mbok...paklek...apa kalian ada didalam?" tanya Nadira agak keras karena mereka berada di depan kamar yang biasa di tempati simbok

"nggak ada mungkin Nad" ucap Elsa yang masih memeluk tangan Nadira

"mbok..." Nadira mencoba membuka pintu kamar untuk melihat lebih jelas dan memastikan apakah simbok ataupun paklek ada di dalam kamar apa tidak

Ceklek krieeett

"duh, kamar simbok kok horor banget ya" Elsa tak Henti-hentinya merasa takut dan merinding

"syuutt ayo kita masuk" dua gadis cantik itu mulai masuk dan melihat kamar itu

Alangkah terkejutnya mereka melihat keadaan kamar dan seseorang yang sangat mereka kenali

"simbooookkkk!!!!"

1
Rahmah Dani
lanjut
Rahmah Dani
Ceritanya bagus
Elvi Lusiana: Wah😄🙏
total 1 replies
Rachel.9
🤍🤍🤍🤍🤍
Elvi Lusiana: Makasih sudah mampir😍
total 1 replies
Elvi Lusiana
maksih kakk author hebat😍
Kang Hajun
Semangat thor
Elvi Lusiana: maksih kakak author hebat🤩
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!