NovelToon NovelToon
Affair With My Bos

Affair With My Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kuswara

Dahlia seorang istri yang sangat dikecewakan suami yang sangat dicintainya. Namun Dahlia tetap memilih untuk bertahan mempertahankan rumah tangganya. Dahlia tidak mau seperti ibu dan kakaknya yang menyandang status janda juga. Dahlia pun lebih memilih melampiaskan kekecewaan dan rasa sakit hatinya dengan menjalin hubungan terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Pak Adnan sakit."

Celetuk Lusi sambil menggeser kursinya ke dekat Dahlia.

"Aku tahu sejak tadi kamu memperhatikan ruangan Pak Adnan. Iya 'kan?."

Dahlia menoleh karena sejak tadi dia memperhatikan ruangan Pak Adnan yang terlihat sepi.

Apa karena kehujanan kemarin?. Tapi kenapa bosnya itu tidak ada mengatakan apa-apa padanya?. Tapi tunggu dulu, kenapa juga Pak Adnan harus bilang padanya?. Siapa dia?.

Sampai siang tidak ada juga kabar dari Pak Adnan, jujur saja dia sangat ingin Pak Adnan mengabarinya.

Ponsel tidak lepas dari tangannya, ada keinginan yang mendorong untuk menelepon Pak Adnan lebih dulu. Tapi Dahlia mengurungkan niatnya dan memasukkan ponselnya ke dalam tas.

Sampai waktu pulang kantor tiba baru Dahlia kembali memegang ponselnya. Ada sejumlah uang yang masuk ke rekeningnya dan dia tahu kalau suaminya mengganti semua uang tabungannya sekaligus uang yang dipakai mamanya untuk arisan.

Pikiran buruk mendatangi Dahlia, uang sebanyak itu pasti ada hubungannya dengan atasannya. Dahlia segera keluar gedung kantor, langkah kakinya membawanya ke rumah Pak Adnan.

Langsung saja Dahlia masuk dan menuju kamar Pak Adnan. Bosnya itu sedang berbaring selimutan di atas tempat tidur.

"Kamu datang juga, Dahlia."

Dahlia tidak mengatakan apa pun. Dia segera mengeluarkan bubur ayam yang tadi dibelinya lalu duduk di tepi ranjang.

"Sekarang Pak Adnan makan!."

Pak Adnan tersenyum tipis.

"Boleh nggak aku makan kamu?."

Lalu kemudian membuka mulutnya lebar-lebar.

Sambil menggeleng Dahlia tersenyum.

Beberapa sendok bubur ayam itu sudah masuk ke dalam perut Pak Adnan dari tangan Dahlia. Perempuan diam itu menyuapi bosnya

"Sekarang Pak Adnan minum obat!."

Obat dan juga air sudah masuk ke dalam perutnya.

"Aku pulang!."

Dahlia langsung pamit dan mengangkat bokongnya dari pinggiran tempat tidur tapi Pak Adnan menahannya dengan memegangi tangan Dahlia.

"Menginaplah lagi di sini!."

"Aku nggak bisa, suamiku ada di rumah."

Lalu Pak Adnan melepaskan tangan Dahlia.

"Cepat sembuh, Pak."

"Aku antar kamu pulang."

"Mana bisa orang sakit mengantar orang sehat?."

"Nggak apa-apa, aku masih sanggup mengendarai mobil."

"Jangan membahayakan siapa pun, Pak, istirahatlah!."

Namun Pak Adnan keras kepala, dia bangkit dan berjalan keluar kamar sambil menarik tangan Dahlia.

Dahlia diam sampai dia duduk di samping kemudi. Mobil pun mulai melaju namun pelan. Tidak ada yang bicara sepanjang perjalanan sampai Dahlia turun di dekat rumahnya.

Pak Adnan segera tancap lagi meninggalkan Dahlia.

Dahlia sudah di kamar dan berganti pakaian, dia duduk santai di sofa. Lalu kemudian suaminya masuk menghampirinya, menyadarkan kepalanya pada bahu Dahlia.

"Ratna sedang ada masalah."

"Masalah apa?."

"Suaminya kena investasi bodong, pakai uang mamanya hampir 100 juta. Mama terus merengek memintaku meminjam uang ke kantor untuk membantu Ricky."

"Untuk apa pinjam? Kamu 'kan bisa memintanya."

"Maksud kamu apa?."

Ryan mengangkat kepalanya lalu menoleh pada Dahlia yang terlihat santai.

"Masa aku minta?. 100 juta bukan uang sedikit."

"Kamu dekat sama bos kantor siapa tahu berbaik hati memberimu uang 100 juta."

"Ngaco kamu."

Lalu Ryan bangkit seakan marah dengan apa yang dikatakan istrinya padahal dia sedang menutupi sesuatu tidak mau jika diketahuan Dahlia.

"Bos memang deket sama semua pegawainya bukan aku aja tapi tetap kita harus profesional."

"Ku kira..."

Mata Dahlia dan Ryan bertemu.

Ryan sangat ingin tahu kelanjutan dari kata-kata Dahlia yang menggantung. Tapi sayangnya Dahlia tidak mengatakan apa pun jutsru Dahlia naik ke atas tempat tidur.

Ketegangan wajah Ryan berubah menjadi sebuah senyum.

"Tamu bulanan kamu udah pergi, ya, sayang?."

"Tinggal sedikit."

Dahlia langsung memejamkan mata, tidak ingin terlibat kontak fisik dengan suaminya untuk sementara ini.

Keesokan paginya.

Orang yang pertama ditemui Dahlia saat tiba di kantor adalah Pak Adnan. Bosnya yang sudah tidak muda tapi tetap masih gagah itu sudah sembuh dan siap beraktivitas di kantor seperti biasanya.

Mereka menaiki lift yang sama dan tujuan Pak Adnan satu lantai di atas ruangannya. Dia belum sarapan dan mumpung bertemu Dahlia jadi sekalian saja.

Ada dua piring di meja makan karena Dahlia juga memintanya. Dengan cepat Dahlia menghabiskan makanannya.

"Tambah lagi, ya?."

"Udah kenyang, Pak."

Lalu tertawa sambil mengelap bibirnya.

"Nanti malam ikut, ya?."

"Ke mana?."

"Villa, pp nggak nginep."

"Mau ngapain ke sana?."

"Ada kerjaan sedikit."

"Kayanya nggak bisa, Pak, aku di jemput suamiku."

Pak Adnan diam lalu menatap intens Dahlia.

"Kecuali suamiku lembur lagi dengan atasannya."

Dahlia tersenyum getir.

"Oke."

Mereka sudah berada di meja kerja masing-masing. Tenggelam dengan kesibukan yang cukup menguras waktu, tenaga dan pikiran mereka. Dahlia sudah menyelesaikan pekerjaannya, sekarang dia bisa memegangi ponselnya.

Panggilan masuk dari suaminya.

"Iya, mas."

"Mas lembur, ya, sayang."

"Oke, mas. Tapi aku juga pulangnya malam deh. Ada temen ngajak jalan."

"Mas cemburu sama teman kamu karena bisa ngajak kamu jalan, kemarin kamu nggak mau jalan sama aku."

"Aku juga sebenarnya cemburu sama pekerjaan, mas, bisa selalu lebih lama waktunya bersamamu."

"Mau bagaimana lagi, sayang, buat masa depan."

"Iya."

Setelah selesai bicara di telepon dengan suaminya, cepat-cepat Dahlia mengirim pesan pada Pak Adnan kalau dia mau kita ke Villa.

Malam bertabur bintang menemani perjalanan Pak Adnan dan Dahlia. Dahlia tidak berhenti ngemil di sepanjang jalan, dia sangat menikmati perjalanannya dan cemilan yang disediakan Pak Adnan.

"Kamu doyan makan juga, ya."

"Iya, aku nggak bisa diemin makanan."

"Terus kenapa aku masih kamu diamkan?."

"Pak Adnan 'kan bukan makanan."

"Padahal kalau makan aku enak loh, Lia."

Dahlia tersenyum lebar,

"Sepet kali, ya?."

Pak Adnan tertawa terbahak-bahak.

"Kamu ngeledek? Mentang-mentang aku nggak muda lagi."

"Nggak, Pak, bukannya begitu."

"Mau kamu buktikan? Sepet apa nggaknya?."

Dahlia menggelengkan kepala berulang kali.

Kali ini mereka tertawa puas dan lepas sampai mereka tiba di Villa. Dahlia menunggu di sebuah kamar yang dipenuhi fasilitas lengkap saat Pak Adnan harus menyelesaikan pekerjaannya.

Dahlia tidak bosan justru merasa senang dengan apa yang ada di hadapannya.

Setelah cukup lama Pak Adnan meninggalkan Dahlia seorang diri kini pria itu datang memasuki kamar.

"Kita pulang, ya?."

Raut wajah Dahlia sedikit berubah sebab dia masih ingin di sini.

"Kita nginep bagaimana?."

Seolah tahu apa yang diinginkan Dahlia.

Dahlia menangguk lirih.

"Kenapa? Suamimu nggak pulang lagi?."

"Iya."

Tidak ada kesedihan pada wajah Dahlia, dia hanya belum bisa menerima ternyata dia juga akan menjadi korban perselingkuhan seperti mama dan kakaknya

"Baiklah lupakan itu! Sekarang kita bakar jagung,

mau?."

"Mau banget, Pak, tadi aku mau minta bawain itu."

Terus Pak Adnan senyum menggoda sambil mencondongkan tubuhnya mendekati Dahlia.

"Jagung yang lain mau coba nggak, Ia?."

Dahlia memicingkan mata, tidak mengerti dengan arah pembicaraan Pak Adnan. Lalu sedetik kemudian dia mengerti saat tatapan matanya tertuju pada sesuatu yang menonjol di balik celana kerja Pak Adnan.

"Besaran mana, Pak?."

1
Yanti Gunawan
gak adil banget buat dahlia😫😭😭
Siti Sarifah
keren
Siti Sarifah
ceritanya selalu bagus, gk pernah gagal untuk membuat pembaca ikut larut dlm emosi dr cerita
Linda Yohana
Bagus novelnya
Yanti Gunawan
mbok yo d banyakin thor thor jangan pelit" up😫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!