Tania Saraswati, berusia 18 tahun dibesarkan di sebuah panti asuhan Kasih Ibu. Tania di tinggalkan ketika masih bayi di depan panti asuhan. Setahun yang lalu Tania lulus sekolah dan ia bertekad untuk mencari pekerjaan di kota dan membantu biaya adik-adik panti. Tapi malang nasib Tania ketika baru beberapa bulan bekerja di kota mendapat musibah. Musibah itu akhirnya dia harus menerima kenyataan dengan usia masih muda harus hamil di luar nikah. Kenyataan pahit yang ia terima diperkosa dan mengandung hasil dari tragedi pemerkosaan tersebut.
Tania tak sengaja bertemu lelaki yang memperkosanya. Akankah Tania meminta pertanggungjawab atas apa yang dilakukan olehnya setelah beberapa tahun Tania menghilang apalagi lelaki tersebut tak mengenal Tania?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Enam
Bella lalu menepuk pipi Tania dengan pelan sambil memanggilnya untuk Tania segera sadar karena Bella tak mungkin meletakkan Tania di dasar kamar mandi dengan badan Tania yang sudah dingin.
“Nia.. sadar Nia .. Nia .. “ panggil Bella dengan khawatir masih dengan memukul pipi Tania
Dengan sabar dan khawatir Bella terus menampar pipi Tania dengan pelan membuat Tania sadar
“shhh.. sakit Tasya “ Ucap Tania mengira Bella itu Tasya sedangkan Bella mendengar itu hanya mendengus kesal walau hatinya lega melihat Tania sadar
“Ini gue Bella .. bukan Tasya .. Bisa bangun ? “ Ucap Bella dan Tania kaget mendengar suara Bella dan memandang Bella dengan sendu
“Maaf .. “ Ucap Tania
“Jangan minta maaf melulu lu... “gerutu Bella
“Bisa bangun gak?” Tanya Bella
Tania hanya memandang Bella dan mengangguk kepala
“Pusing?” Tanya Bella
“Sedikit.. “ Jawab Tania
Bella membantu Tania berdiri dan meminta Tania membuka bajunya,
“Lu buka bajunya gue keluar ambil baju ganti “ ucap Bella lalu melepaskan tangannya ketika Tania bersandar di dinding tembok
Bella lalu mengambil handuk dan memberikan pada Tania
“Gue keluar ambil baju dulu “ Ucap Bella
Tania mengambil handuk dan belum membuka baju hanya memandang Bella yang beranjak pergi keluar. Bella keluar lalu Tania membuka baju basahnya dan melilitkann handuknya pada badan menutupi dada sampai di paha. Bella yang tak peduli dan dengan tergesa – gesa mengambil baju dan celana serta dalaman Tania tanpa memikir kebesaran, pendek atau apa yang penting Tania cepat memakai bajunya agar tidak kedinginan. Setelah mendapatkan apa yang di cari oleh Bella, Bella kembali ke kamar mandi yang masih ada Tania di dalam kamar mandi. Ketika Bella sampai di depan pintu kamar mandi ingin mengetuk pintu kamar mandi tapi tak jadi karena mendengar pintu kamar mandi di buka dan Tania yang melihat Bella di depan pintu dengan memegang pakaiannya langsung tersentuh hatinya
“Nich lu pakai .. gue keluar sebentar dan jangan kemana – mana dan melakukan hal bodoh kayak tadi ..” Ucap Bella tegas dan memberikan baju Tania
“Satu lagi habis ganti langsung istirahat tunggu gue balik .. gue pergi sebentar saja “ Ucap Bella lagi
Tania mengambil bajunya dari tangan Bella
“Awas gue balik lu kayak tadi gue gantung lu sekalian aja” ancam Bella
Tania yang mendengar sahabatnya dengan kecerewatannya dan khawatir padanya hingga Tania tersenyum
“Taniaaa Saraswati. . Gue serius “ Kesal Bella yang melihat Tania hanya tersenyum padanya membuat Bella Kesal,
Tania yang mendengar Bella memanggil lengkap namanya membuat Tania langsung tertawa
“Tau ah.. gue cabut” Ucap Bella bertambah kesal melihat Tania yang tertawa
Bella langsung pergi dengan perasaan kesal pada Tania tanpa mempedulikan celananya yang sedikit basah untunglah baju tidak basah dan Tania yang melihat Bella pergi hanya menggeleng kepalanya.
“Makasih Bell .. Lu selalu ada buat gue.. Tapi maaf gue gak bisa berkata jujur apa yang terjadi sama gue “ Gumam Tania yang tak bisa di dengar oleh Bella karena Bella sudah pergi.
Tania lalu memakai bajunya yang di berikan oleh Bella, setelah selesai ia kembali menjemur handuknya dan mencuci pakaian basahnya walau Tania masih pusing tapi ia harus melakukannya.
Tania kembali membuka baju dan celana yang baru di cuci di jemuran yang ada di dapur lalu Tania beranjak ke tempat tidur dan memandang mangkok yang berisikan bubur ayam punya dia dan Bella yang tak di makan. Tania memandang bubur ayam mendengar mobil dan berhenti di depan kamar kosnya. Tak lama pintu kamarnya terbuka dan Tania melihat Bella dengan membawa tentengan di tangan kirinya dan tangan kanan Bella memegang handpone membuat Tania memandang heran
“Ini gue beli makanan buat lu ...” Ucap Bella
“Lu beli makanan lagi .. kalau tau lu pergi beli makanan gue udah melarang.. “Ucap Tania yang tak melanjutkan karena di potong oleh Bella
Bella tau apa yang mau diucapkan oleh Tania dengan memandang mata Tania yang memandang mangkok bubur ayam
“Bubur aja lu gak makan .. lagian bubur udah dingin “ ucap Bella
“Maaf tadi pagi dan juga udah merepotkan lu “ ucap Tania
“Apanya yang merepotkan .. gak usah jelasin sama gue .. jelasin sama Tasya saja nich..” Ucap Bella memberikan handponya pada Tania membuat Tania kaget
“Handpone lu dari pagi gak aktif makanya Tasya nelpon gue.. nich ngomong sama Tasya dulu gue ambil piring “ Ucap Bella
Tania hanya memandang Bella dan mengangguk kepalanya. Tania pun sadar kalau handponenya dari tadi tidak dia pegang bahkan untuk mengeceknya pun tidak lalu Tania nerima panggilan Tasya
“Assalamualaikum.. Sayang ”
“Waailakumsalam kak ” Jawab Tasya
“Kak Kenapa gak nelpon aku dari semalam? Aku telpon kakak gak aktif makanya aku telpon Kak Bella nanya kakak? Kakak baik – baik saja kan? Jangan membuat aku khawatir di sini kak” Ucap Tasya rentetan dengan kekhawatirannya
Tania yang mendengar pertanyaan dengan kekhawatiran Tasya langsung menutup mulutnya menahan tangis karena kejadian semalam dia lupa mengabarkan pada Tasya yang menanti telponnya membuat Tasya khawatir.
“ Kak Nia..” Panggil Tasya yang tak mendengar suara Tania
“Ya .. “ jawab Tania dengan suara seraknya menahan Tangis
“Kakak kenapa? Kakak Nangis ? Jawab kak .. Kaka ada apa?” ucap Tasya khawatir
Tania yang mendengar Tasya khawatir akhirnya Tania menangis membuat Tasya yang mendengar semakin khawatir pada Tania. Untunglah dia di dalam kamar tidur sendiri karena permintaannya pada Ibu Retno ketika Tania pergi ke kota tak ada yang menggantikan dan ketika dia mengikuti Tania terserah pada ibu Retno untuk ada yang menempatinya. Sedangkan Bella yang mengambil piring di dapur ketika kembali mengikuti Tania menjadi diam di tempat. Bella melihat dari kejauhan Tania dan Tasya berbicara agar dia tau apa yang terjadi pada Tania. Bella tak mau menceritakan pada Tasya apa yang terjadi ketika ia datang. Bella yang tak tega melihat Tania menangis seperti itu langsung menghampirinya dan memeluk Tania membuat Tania memandang Bella, Bella lalu memeluk Tania
“Menangislah jika membuat lu merasa lega di dada.. tapi ingat ada gue dan Tasya yang slalu di samping lu” ucap Bella dan Tania memeluk Bella tanpa melepaskan handponenya di telinganya untuk mendengarkan Tasya di sana
Setelah menunggu Bella yang sudah tak mendengar Tania menangis lagi lalu melepaskan pelukan dan memandang Tania. Tania lalu melodspeaker panggilan Tasya
“Nia.. Jangan merasa sendiri “ ucap Bella
“Kak.. kak Nia kenapa ? Apa yang terjadi ?” Tanya Tasya dari tadi diam dan sedih mendengar Tania menangis
“Kakak gak apa – apa sayang... “ Ucap Tania
“Gak apa – apa gimana .. Gue tau lu menyembunyikan sesuatu dari kita” Ucap Bella
Tania hanya memandang Bella dan ingin rasanya dia katakan tapi dia gak berani karena baginya kejadian itu nantinya membuat Bella malu dan tak ingin berteman dengannya.
“Gue gak apa – apa .. Gue mengingat kedua orang tua gue yang membuang gue ke panti asuhan itu aja” Ucap Tania
Bella hanya mengangguk kepala pasrah dan tak mau memaksakan kehendak Tania yang mau cerita apa yang terjadi padanya. Tasya yang mendengar itu hanya diam.
“Udah sekarang lu makan .. “ ucap Bella
“Lu lagi juga makan .. Lu beli dua kan ?” Tanya Tania dan Bella hanya mengangguk kepala
“Kak Nia makan dulu ... aku juga mau bantu ibu untuk lihat ade – ade .. “ ucap Tasya
“Sayang gak katakan pada ibu Retno kan ?” Tanya Tania
“Gak kak.. “ jawab Tasya
Tasya sebelum menutup telpon mengucapkan terima kasih pada Bella dan mengucapkan salam. Setelah Tasya menutup telpon Tania dan Bella lalu makan.