NovelToon NovelToon
Luka Sang Pengganti

Luka Sang Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Pengganti / Dosen
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Zahra mencintai Akhsan, kakak kandungnya yang juga menjadi dosen di kampusnya. Menyadari perasaan tak wajar adiknya, Akhsan membangun benteng tinggi dan memilih untuk meminang Gea guna memutus harapan Zahra.
Namun, tragedi berdarah terjadi tepat malam hari saat mereka akan menikah. Kecelakaan hebat merenggut nyawa Gea dan mengungkap fakta mengejutkan—Akhsan ternyata bukan anak kandung Papa Hermawan. Demi menjaga nama baik keluarga dari undangan yang telah tersebar, Papa Hermawan mengambil keputusan ekstrem: Zahra harus menggantikan posisi Gea di pelaminan.
Pernikahan yang dahulu menjadi dambaannya kini berubah menjadi mimpi buruk bagi Zahra. Akhsan yang hancur karena kehilangan Gea berubah menjadi sosok yang dingin dan kejam. Ia menuduh Zahra sebagai dalang di balik kecelakaan maut tersebut, menjebak Zahra dalam pernikahan tanpa cinta yang penuh dengan kebencian dan air mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Sinar matahari pagi menembus celah gorden apartemen mewah itu, namun tidak mampu mengusir kegelapan yang menyelimuti pikiran Akhsan.

Ia terbangun dengan rintihan kecil, memegangi kepalanya yang terasa berdenyut hebat.

Di samping tempat tidurnya, botol-botol alkohol yang sudah kosong berserakan—satu-satunya pelarian yang ia temukan semalam untuk meredam suara rekaman Zahra yang terus terngiang di telinganya.

Dengan langkah gontai, ia berjalan menuju kamar mandi.

Ia menyalakan shower dengan suhu paling dingin, membiarkan air mengguyur tubuhnya yang letih. Namun, air dingin itu tidak mampu memadamkan api yang berkobar di dalam dirinya.

Setiap tetesan air yang jatuh di kulitnya justru membangkitkan ingatan tentang kejadian di hotel kemarin.

Bayangan Aruna yang melepas jubah mandi sutranya, kulit bahunya yang licin karena susu, dan tatapan matanya yang tajam di balik topeng renda itu terus berputar seperti kaset rusak.

"Aku yakin kalau kamu adalah reinkarnasi dari Zahra," bisik Akhsan dengan suara parau, napasnya memburu di bawah guyuran shower.

Pikirannya mulai mengabur antara kenyataan dan fantasi.

Ia membayangkan Aruna kini berada di depannya, duduk anggun di dalam bathtub penuh susu, menatapnya dengan penuh gairah sekaligus kebencian.

Obsesi itu mencekik logikanya. Rasa bersalah yang mendalam pada istrinya yang telah tiada kini bermutasi menjadi hasrat seksual yang menyimpang kepada Aruna.

Di bawah kucuran air yang deras, Akhsan kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Bayangan kemolekan Aruna dan kemiripannya dengan Zahra membuatnya terhanyut dalam fantasi liar hingga ia melakukan ejakulasi di dalam guyuran shower.

Ia bersandar pada dinding marmer yang dingin, napasnya tersengal-sengal, merasa hancur sekaligus terobsesi di saat yang bersamaan.

Ia tidak tahu bahwa di saat ia sedang memuja bayangan Aruna, wanita itu sedang bersiap untuk memberikan kejutan yang lebih menyakitkan baginya hari ini.

Sementara itu di dalam Presidential Suite yang masih menyimpan sisa kehangatan fajar, Christian mengecup kening Aruna dengan lembut.

Ia baru saja menyelesaikan momen intim dengan istrinya, sebuah cara untuk menegaskan kepemilikan sebelum Aruna kembali masuk ke dalam perannya sebagai penghancur Akhsan.

"Aku ke kamarku dulu. Bajingan itu sedang dalam perjalanan ke sini," bisik Christian sambil merapikan pakaiannya.

Aruna hanya menganggukkan kepalanya dengan lemah, memberikan senyum tipis yang penuh rahasia.

Ia kembali menarik selimut sutranya, menutupi tubuhnya yang letih namun jiwanya tetap waspada.

Ia membiarkan aroma parfum Christian tetap tertinggal di bantalnya, sebuah pengingat akan cinta yang nyata di tengah sandiwara yang ia mainkan.

Hanya berselang beberapa menit setelah Christian menghilang di balik pintu penghubung, sebuah mobil mewah berhenti dengan decitan halus di depan lobi hotel.

Akhsan turun dengan langkah terburu-buru. Wajahnya tampak lebih segar setelah ritual paginya, namun matanya memancarkan obsesi yang semakin gila.

Akhsan naik menuju lantai atas dan sampai di depan kamar Aruna.

Ia tertegun melihat pintu kamar yang sedikit terbuka, sebuah undangan bisu yang tak mungkin ia tolak.

Dengan jantung berdebar kencang, ia mendorong pintu itu.

"Ceklek..."

Suasana kamar itu temaram dan sangat sunyi. Aruna tampak berbaring di atas ranjang besar, perlahan membuka matanya saat merasakan kehadiran seseorang.

Ia tidak terkejut. Sebaliknya, ia menyambut kedatangan pria itu dengan gerakan yang sangat anggun.

Aruna bangkit dari posisi berbaringnya, membiarkan selimutnya sedikit merosot, lalu ia mendekati Akhsan.

Dengan gerakan yang sangat berani, Aruna menyandarkan kepalanya di bahu Akhsan, menghirup aroma tubuh pria itu yang baru saja mandi.

"Selamat pagi, Tuan Akhsan..." sapa Aruna dengan suara serak khas orang baru bangun tidur yang sangat menggoda.

Ia memejamkan mata sejenak, seolah menikmati kedekatan mereka, lalu membisikkan sesuatu yang membuat darah Akhsan berdesir hebat.

"Harum sekali kamu pagi ini," ucap Aruna pelan, tangannya mulai meraba lengan jas Akhsan dengan gerakan yang penuh maksud.

Akhsan membeku. Ia merasakan napas hangat Aruna di lehernya, sebuah sensasi yang selama ini hanya ada dalam mimpinya tentang Zahra.

Ia tidak tahu bahwa setiap pujian dan sentuhan Aruna adalah racun yang sengaja diteteskan untuk membuatnya benar-benar bertekuk lutut dan kehilangan akal sehatnya.

Di bawah cahaya lampu kamar yang temaram, Akhsan seolah kehilangan seluruh daya nalarnya. Untuk pertama kalinya, ia melihat wajah Aruna sepenuhnya tanpa terhalang topeng renda hitam.

Kecantikan itu begitu nyata, begitu membius, dan begitu mirip dengan Zahra hingga Akhsan merasa sedang berada di dalam sebuah mimpi yang teramat indah.

"Tuan Akhsan, tepati janjimu. Gendong aku ke kamar mandi," bisik Aruna dengan tatapan mata yang sayu namun penuh jebakan.

Tanpa berkata-kata, Akhsan mengangkat tubuh Aruna ke dalam pelukannya.

Ia merasakan kehangatan kulit Aruna yang begitu kontras dengan hatinya yang dingin.

Di dalam kamar mandi, uap panas dari air susu yang sudah disiapkan kembali memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang intim sekaligus menyesakkan.

Saat ia menurunkan Aruna di tepi bathtub, Akhsan menatapnya dengan pandangan lapar.

"Boleh aku ikut masuk?" tanya Akhsan dengan suara yang serak, nyaris memohon.

Aruna tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya memberikan anggukan kecil dan sebuah senyuman tipis yang sangat misterius.

Bagi Akhsan, itu adalah lampu hijau. Dengan tergesa-gesa, ia melepaskan jas, kemeja, dan seluruh pakaiannya hingga tak bersisa, lalu ikut melangkah masuk ke dalam rendaman air susu yang hangat itu bersama Aruna.

Di dalam bak mandi yang luas itu, Akhsan meraih tangan Aruna.

Ia menatap wajah wanita itu dengan intensitas yang mengerikan.

"Aruna, ceraikan Christian. Menikahlah denganku," ucap Akhsan tiba-tiba, sebuah pernyataan yang telah lama membusuk di kepalanya.

"Aku punya segalanya. Aku akan memberikan seluruh harta Hermawan Group padamu. Aku janji akan membahagiakan kamu, lebih dari yang bisa diberikan pria itu."

Aruna terdiam, membiarkan jemari Akhsan mengusap pipinya.

Ia menatap pria di depannya, pria yang dulu pernah membuangnya ke gudang tua dan membiarkannya terbakar.

Pria yang sekarang justru bersujud di bawah kakinya dan memohon cinta.

"Kamu berjanji akan membahagiakan aku, Akhsan?" tanya Aruna dengan nada datar, namun matanya berkilat dingin.

"Seperti kamu membahagiakan Zahra dulu?"

Akhsan tersentak mendengar nama itu, namun hasratnya yang sudah memuncak membuatnya mengabaikan rasa takutnya.

"Aku akan menebus semuanya padamu, Aruna. Kamu adalah kesempatanku yang kedua."

Aruna tersenyum, namun senyum itu tidak mencapai matanya.

Di balik dinding kamar mandi, ia tahu Christian sedang memegang perekam suara dan kamera tersembunyi, mengabadikan setiap kata dan perbuatan Akhsan sebagai bukti perselingkuhan dan pengkhianatan yang akan menghancurkan nama baik Akhsan selamanya di pengadilan nanti.

"Kita lihat saja, Tuan Akhsan. Seberapa besar pengorbanan yang bisa kau lakukan untukku," bisik Aruna sambil mendekatkan wajahnya, membuat Akhsan semakin tenggelam dalam neraka yang ia anggap sebagai surga.

1
Fatma
jangan bilang nanti aruna malah balikan sama akhsan, suaminya gmn?
Masha 235
lha terus christian kepiye aruna ...mau diapain ..
my name is pho: sabar kak 🤭
total 1 replies
Piyah
,masa begitu, arunany
Dwi Winarni Wina
balas dendam siap dimulai tunggu kehancuranmu akhsan...
Dwi Winarni Wina
siulet bulu sisil kayak cacing kepanasan🤣🤭
Dwi Winarni Wina
Akhsan merindukan zahra pret tega sekali menyiksa zahra, siap2 aruna cristian akan balas dendam🤣
Dwi Winarni Wina
Zahra akan ganti identitas dengan barunya, siap2 balas dendam...
Dwi Winarni Wina
Zahra adiknya cristian akan membalas dendam sm keluarga hermawan dan akhsan akan melakukan operasi plastik
Dwi Winarni Wina
Zahra balas dendam telah orang2 yg menyakitinya...
Dwi Winarni Wina
bagus cristian selamatkan zahra dari para iblis itu...
Dwi Winarni Wina
zahra bertahan balas org2 telah menyakitimu, jadi zara yg kuat tanggung jangan jadi zahra yg lemah yg mudah ditindas....
Dwi Winarni Wina
Zahra pergi yg jauh akhsan dan orgtua sendiri aja gak peduli sm kamu, ngapain juga bertahan yg ada dapat siksaan aja
Dwi Winarni Wina
cristian bawa zahra pergi jauh daripada disakiti sm akhsan terus...
Dwi Winarni Wina
muncul ulet bulu kegatelan ini🤣🤭
Dwi Winarni Wina
akhsan gak punya hati apa, menyiksa zahra...
Dwi Winarni Wina
sebaiknya pergi yg jauh aja zahra, daripada diperlakukan kayak tahanan...
Dwi Winarni Wina
kejam sekali akhsan sm zahra, zahra istri kamu perlakukan dengan baik..zahra juga tidak bersalah bukan penyebab kematian gea...
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
klo akhsan disusui mama'y zahra itu sma aja akhsan & zahra saudara sepersusuan & itu hukum'y haram jika mereka brdua menikah
my name is pho: Zahra bukan anak dari mama Hermawan
total 1 replies
Dwi Winarni Wina
Lagian bukan zahra juga penyebab kematian gea kali, seharusnya sadar akhsan menyalahkan zahra teru...
Dwi Winarni Wina
akhsan kejam bingit menuduh zahra penyebab kematian gea, kecelakaan yg menimpa gea karena takdir...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!