NovelToon NovelToon
Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur silawati

"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34 bertemu teman kampus

"heii..! Amelia kan?   Anak akuntansi?"seru sekarang pemuda tampan rupawan rambut sedikit gondrong dan berjambang. Kulit eksotik hidung mancung dan memiliki mata uang. Tubuh atletis menambah rupawan pria tersebut..

"Kak Ghazali kan? "Pria yang dipanggil Ghazali itu mengangguk. Lalu mengulurkan tangan pada Amelia.

" Yess betul sekali.! Kamu kerja di kantor Reza entertainment? "Amelia menyambut uluran tangan Ghazali.

"Iya ka..! Aku bekerja sebagai sekretaris Pak Reza. Kakak pemain film?" Tanya Amelia penasaran. Semua makhluk Tuhan yang berjenis kelamin wanita kenal dengan Ghazali lelaki player yang banyak digandrungi wanita-wanita cantik.

Lia sebenarnya sedikit kaget, kok bisa Ghazali mengenalinya. Di kampus Lia tidak tidak terkenal menurutnya. Karena ia tidak banyak teman.

"Aku bukan pemain film tapi salah satu crew  di film ini.." obrolan keduanya berlanjut, Lia yang memang humble cepat akrab dan menyesuaikan diri dengan lawan bicaranya.

"Aku minta nomor handphonemu dong? Kita kan satu team sama-sama bekerja di bawah naungan PT Reza entertainment."Lia tidak keberatan memberikan nomornya kepada teman kampusnya itu.

Reza mulai jealous melihat Amelia yang sangat akrab dengan Ghazali.

"Lia sudah kenal dengan Ghazali? Cocok juga mereka berdua. Serasi gitu cantik dan tampan." Ledek Yudi.

"Terus menurut lu gua nggak cocok dengan Amelia gitu? Karena gua ke bapak-bapakan?" Yudi tertawa kakak melihat sepupuja jealous.

"Cocok - cocok saja menurut gue.. jangan terlalu santai Amelia itu seperti berlian yang ditimbun pasir. Jika pasir itu diterpa angin berlian itu akan bersinar dan sinarnya akan menyilaukan siapapun yang memandang. Mengerti kan maksud gue. Seorang Ghazali yang cuek is the best terhadap perempuan, bisa mengenali Amelia. Itu artinya Amelia memang menyangkut di hati dan pikiran Ghazali."Ghazali salah satu kolega Reza. Papanya Ghazali memiliki saham 20% di Reza entertainment..

"Kak Ghazali Saya permisi ya..! Saya mau mengurus keperluan Pak Reza, saya diajak ke Sumatera karena urusan pekerjaan. Next kita ngobrol kembali."ucap Amelia dengan suara lembut dan halus.

"Oke Amelia senang bisa mengenalmu. Tolong disimpan nomorku."jawab Ghazali.

"Hemmmm..! "Reza menghampiri Ghazali dan Amelia. Lia buru-buru pergi bukan takut dengan Reza tapi karena kerjaanmu nantinya.

"Lu kenal dengan sekretaris gue?"tanya Reza pada Ghazali.

"Teman kampus gue Bang..! Tapi Lia kuliah malam. Kalau cewek cantik gue pasti kenal bang." Jawab Ghazali blak-blakan.

"Lu tahu dia itu seorang janda..! Dia baru dicerai suaminya."  Reza sengaja membuka status Lia. Supaya Ghazali tidak memiliki harapan lebih dari sekedar berteman.

"Auuahh.. janda? Tidak masalah dengan statusnya janda, gue berteman tidak pilih-pilih status. Yang terpenting dia bukan istri orang."jawab Ghazali santai.

Reza sangat gusar mendengar jawaban lelaki gondrong itu.

Firasat Reza sudah tidak enak seorang Ghazali yang sangat cuek terhadap perempuan tiba-tiba care dengan seorang perempuan berarti perempuan itu sangat menarik bagi seorang Ghazali.

Acara syuting berjalan dengan lancar Reza sebagai sutradara Sibuk mengatur jalannya syuting.

Semua crew sangat kompak bekerja.

"Gue penasaran Siapa penulis skenario ini. Sumpah ini skenario yang sangat menarik yang pernah gue baca. Gue yakin sekali film ini akan menembus pasaran."ucap Ghazali sambil menyulut rokoknya.

Reza semakin tidak nyaman mendengar  Ghazali mengagumi karya Amelia lestari.

"Gue sih dengar orang dekat Pak Reza yang menulis skenario film ini. Coba lu tanya Pak Reza jikal lu penasaran." Jawab Arif salah satu crew film...

Saat bereak  Reza menghampiri Amelia yang sibuk menginput data-data perfilman.

Ia menyerahkan sebotol air minum untuk Amelia.

"Kamu sepertinya akrab sekali dengan Ghazali? Jangan terlalu dekat, pacarnya banyak. Jangan sampai kamu dilabrak oleh pacarnya karena dekat dengan Ghazali."ucap Reza.

Yudi dan Jihan menahan tawa melihat Reza yang sedang berusaha untuk menghalangi Ghazali dan Amelia  Supaya tidak terlalu dekat.

"Gue tidak setuju dengan caranya Reza. Menjelekan Ghazali. Terkesan cemen dan kampungan banget. Ia tidak perlu menjelekan Ghazali di depan Amelia. Hanya untuk menarik perhatian  Lia.. gue juga mendengar Reza memberitahu Ghazali jika Amelia janda. Lucu kan sepupumu itu? Nggak seru orangnya. Biarkan saja semuanya mengalir sesuai dengan takdirnya. Salah sendiri ia terlalu santai untuk memperjuangkan Amelia.."Yudi sepakat dengan pemikiran Jihan.

Reza tak ubah seperti seorang pengecut yang melakukan hal licik untuk mengalahkan lawan.

"Tanpa Bapak beritahu saya sudah tahu siapa kak Ghazali.ia banyak yang mengaguminya dan sangat terkenal di kampus. Tidak mungkin ceweknya ngelabrak aku, hanya karena kami ngobrol. Kalau sampai itu terjadi berarti pacarnya kak Ghazali kampungan..! "Amelia tahu Reza berusaha untuk menjelekan Ghazali di depannya. Supaya Amelia ilfil dengan Ghazali.

"Sudah ya pak..! Bapak tidak perlu memberitahu kelemahan seseorang kepada saya. Bapak seperti emak-emak yang hobi menggosip Jika seperti itu." Sekak Lia.

Kewibawaan Reza di mata Amelia turun beberapa persen saat ia mengatakan kelemahan laki-laki lain di depannya.

Satu minggu sudah Amelia berada di Sumatera.. syuting masih berlanjut karena naskah yang ia tulis masih berlanjut kurang lebih satu minggu lagi. para artis itu syuting dan memerankan peran mereka masing-masing..

Skenario yang lihat tulis tidak hanya syuting di Sumatera. Tapi ada syuting di ibukota setelah ini.

Ia pun sangat yakin sekali, jika karyanya bisa menembus jutaan penonton.

"Haii.! Cewek cantik tidak boleh melamun, nanti kesambet setan tampan.." ledek Ghazali yang tiba-tiba sudah duduk di samping  Lia. Lia yang sedang memperhatikan jalannya shooting sangat terkesima dengan akting yang diperankan oleh peran utama laki-laki.

" Ehh.. Kaka! Aku sedang tidak melamun, sedang mengagumi para artis syuting. Akting mereka benar-benar memukau." Ucap Amelia. Ghazali membuka minuman kaleng orange jus lalu ia berikan pada Amelia.

Lia sempat terkesima dengan perhatian kecil dari Ghazali. Membuatnya nervous, tapi hanya sesaat dia bisa menguasai emosinya.

"Terima kasih kak sudah repot-repot memberiku minum."ucap Lia sungkan.

"Aku malah terkagum-kagum dengan penulis naskahnya. Luar biasa imajinasi penulis naskah ini, penasaran aku. Apa kamu mengenalnya? Secara kamu sekretaris Reza otomatis semua yang berurusan dengan Reza kamu mengetahuinya."  Ghazali ingin mengenal penulis naskah yang menuliskan cerita yang sangat menarik dan banyak pesan moral yang bisa diambil dari skenario itu..

"Sangat kenal.! Sepertinya Kakak penulis, tidak ingin terkenal oleh siapapun.ia tidak butuh ketenaran yang ia butuhkan uang.. setahu aku seperti itu kak. Lebih baik Kakak tanyakan dengan Pak Reza." Ghazali manggut-manggut ia sangat paham dan sangat menghargai privasi seseorang.

"Sangat jarang orang seperti penulis naskah itu. Penulis besar rata-rata memang tidak ingin dikenal masyarakat banyak. Mereka tidak butuh itu, yang mereka butuhkan kepuasan hati saat karya mereka banyak yang menyukai..

Lia membenarkan apa yang dikatakan oleh Ghazali.ia tidak butuh orang mengenalnya. yang Lia butuhkan adalah uang.

Keasyikan Lia dan Ghazali ngobrol terhenti mereka dikagetkan dengan kedatangan artis peran pembantu..

Yang tiba-tiba menyala di tengah-tengah Ghazali dan Amelia duduk.

Keduanya duduk di bangku panjang tengah-tengah mereka memang kosong ada jarak diantara keduanya.

"Permisi.!  Sayang aku jenuh deh lama sekali syutingnya."  Perempuan cantik yang bernama Laura itu duduknya membelakangi Amelia. Dengan tidak tahu malu artis itu memeluk Ghazali dengan masalah.

"Laura turun dari pangkuanku! Jaga sikap malu dilihat orang." Ghazali menggeser tubuh Laura yang tiba-tiba sudah ada di pangkuannya.

Amelia Tidak enak hati melihat pemandangan di depan matanya yang membuatnya Mati gaya..

Reza tersenyum dalam hati melihat pemandangan itu. Setidaknya apa yang ia ucapkan pada Lia tidak bohong tentang Ghazali.

" Kak saya permisi." Cicit Amelia.

Tanpa menunggu jawaban dari Ghazali dia pergi meninggalkan dua sejoli yang sedang memadu kasih itu .

"Kenapa lu Lia ? Wajah lu merah seperti menahan malu."tanya Jihan. Lia mengarahkan dagunya ke Ghazali dan Laura.

"Itu mah sudah biasa..! Namanya artis cadangan emang modalnya tempel sama tempel sini. Secara Ghazali memiliki peran penting di perusahaan ini. Walaupun ia tidak pernah kantor dan berada di balik layar, tapi keputusannya selalu dipertimbangkan oleh Reza."Lia menjawab dengan Anggukan. Ini pertama kalinya ia ikut ke lokasi syuting..

"Sudah biasa ya seperti itu? Kalau aku luar biasa melihatnya Mbak Jihan. Maklumlah Aku orang kampung matanya belum terbiasa melihat hal yang aneh." Jihan tertawa renyah. Ia sangat suka dengan kepribadian Lia yang jujur apa adanya..

"Bukan hanya orang kampung saja yang tidak biasa melihat hal seperti itu. Aku pun orang kota tidak nyaman melihat pemandangan yang merusak mata. Kalau mau bermesraan tidak harus dipamerkan di depan masyarakat umum." Jawab Jihan.

Tiba-tiba Reza datang dengan dengan senyum manisnya.

"Lia..! Sebaiknya kamu dan kasih beserta  Jihan besok kembali ke ibukota. Syuting masih tinggal beberapa hari lagi, berkemungkinan akan nambah hari.kantor jangan sampai terlalu lama kosong dan kuliahmu jangan kelamaan izinnya." Lia tersenyum  sumeringah mendengar berita yang disampaikan Reza..

"Besok kami bisa balik ke ibukota Pak? Dengan senang hati. Tapi aku izin malam ini cari oleh-oleh untuk adik-adik saya dan para tetangga. Mereka tahu aku dan kasih pergi ke Sumatera untuk syuting." Jawab Amelia dengan sangat jujur.

Reza menggangguk ia tidak ada alasan untuk melarang pegawainya belanja oleh-oleh untuk keluarga.

"Nanti malam kita cari sama-sama, bersama Yudi sekalian kita kuliner."jawab Reza.

1
Sella Rahmantoni
selamat membaca buku baruku teman-teman semoga suka🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!