Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.
*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"
*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"
*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"
*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"
*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?
*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?
*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 06: Latihan Neraka 10 Hari!
***
Setelah mendapatkan sekitar dua puluh lima orang pengikut, Anlian dan Yaoyao pamit untuk kembali ke gubuk mereka.
Anlian berencana untuk membuat serum penguat tubuh tanpa Kultivasi dan energi spiritual seperti yang telah dia konsumsi sebelumnya.
Sesampainya di dalam gubuk miliknya, Anlian langsung masuk ke dalam ruang ajaib, dan dia langsung terkejut ...
Ruang Ajaibnya bertambah sebuah lahan luas yang penuh dengan tanaman herbal langka, dan sebuah danau yang penuh dengan air berwarna putih tulang.
Ada tulisan besar di pinggir danau tersebut:
'DANAU SUSU AJAIB'
"Hey, T2! Ada apa dengan ruang ajaib ini? Dan apa fungsi dari air danau itu?" tanya Anlian kepada sistem asistennya.
[Ruang ini bertambah luas dan isinya, karena Tuan sudah berbuat sedikit kebaikan terhadap manusia.]
[Danau itu berisi air susu yang berguna untuk memperbaiki organ dalam manusia yang rusak, menghilangkan semua racun langka dalam tiga kali minum, dan dapat meningkatkan kultivasi seseorang yang memang mempunyai akar roh di dunia ini.]
[Air susu tersebut juga dapat menyembuhkan segala macam penyakit dalam sekali minum, tentunya akan sangat berguna untuk membantu Tuan dalam memberikan kebaikan di dunia kuno ini.]
"Oh, baiklah! Terima kasih terhadap Sang Pencipta Alam, karena sudah meringankan bebanku di kehidupan kedua ini ..." ujar Anlian, setelah mendengar penjelasan sistemnya.
"Untuk sekarang, T2 ... bantu aku membuat serum penguat tubuh dan penghilang nurani, agar orang-orang disekitarnya tidak ada yang berpikir untuk mengkhianatiku!" perintah Anlian.
[T2 menerima perintah!]
Setelah sibuk semalaman, Anlian akhirnya berhasil membuat sebanyak 100 tabung ramuan penghilang nurani untuk persiapan.
Dia juga mempersiapkan 100 guci kecil air susu ajaib, untuk membersihkan tubuh orang-orang itu secara maksimal.
Anlian tersenyum puas, setelah malam ini ... sebuah pasukan terkuat akan terbentuk dibawah bimbingannya.
"Baiklah, semua sudah siap! Besok aku akan mulai melatih mereka di Lembah Bangkai ..."
♨
Keesokan harinya, hari pertama di Lembah Bangkai dimulai tanpa matahari.
Kabut tetap menggantung tebal di udara, seolah-olah langit menolak mengakui tempat itu sebagai bagian dunia.
Dua puluh lima orang berdiri berderet, namun tidak rapi di depan Anlian.
Wajah mereka penuh luka, tatapan mata mereka kosong, dan tubuh mereka bau da-rah serta kematian.
Yaoyao berdiri di sisi Anlian dengan tangan gemetar.
"N—Nona ... semuanya sudah berkumpul ..." ujar Yaoyao dengan suara bergetar.
Anlian menyapu pandangan ke arah mereka dengan wajah datar dan tatapan mata yang dingin.
"Kerja bagus, Yaoyao ..." sahut Anlian, singkat.
Salah satu pria dibarisan itu yang berambut gimbal, meludah ke atas tanah.
"Puih! Jadi, bagaimana selanjutnya, Bos?" tanya pria itu dengan wajah meremehkan.
"Bos?! ... Siapa yang menyuruh kamu memanggil aku dengan sebutan 'Bos'?" tanya Anlian dengan wajah datar.
Pria itu tertawa sinis dengan wajah sinis.
"Lalu, kami harus memanggil kamu siapa?! Sok sekali gadis kecil ini ..." ujar pria itu dengan nada mencemo'oh.
"Panggil aku 'Ketua Duxin," jawab Anlian datar.
"Mulai hari ini, aku akan menjadi pelatih kalian, dan membuat hidup kalian menjadi ... tidak biasa!" lanjut Anlian dengan nada tegas.
Suara bisik-bisik langsung pecah, saat mendengar perkataan Anlian.
"Haiss! Apa maksud gadis itu sih?"
"Dia itu mau mengubah kita jadi apa? Jadi monster?"
Yaoyao menelan salivanya, saat mendengar suara-suara itu.
"Nona ... apakah mereka akan—"
"Diam!" bentak Anlian.
"Lihat dan pelajari! Jangan banyak bicara!" lanjut Anlian dengan nada tegas.
Anlian melangkah satu langkah ke depan, membuat barisan orang-orang itu berhenti bergumam.
"Hari ini adalah hari pertama dari sistim 'Pelatihan Neraka Sepuluh Hari'. Ini adalah metode pelatihan yang aku kembangkan sendiri," ujar Anlian dengan suara lantang.
"Siapapun yang gagal, maka dia akan ... mati!" lanjut Anlian sambil menyeringai kejam.
Suasana mendadak sunyi ...
Lalu terdengar tawa gugup dari beberapa orang disana.
"Hey, gadis kecil! Kamu sedang bercanda, kan?" tanya salah satu dari mereka.
"Siapa yang bercanda?! Apakah wajah aku terlihat sedang bercanda dengan kalian?!" sahut Anlian dengan wajah datar.
Anlian menunjuk ke arah seorang pria bertubuh besar disana.
"Kamu ... Maju!" perintah Anlian.
Pria itu mengernyitkan matanya, tanda tidak suka.
"Apa—"
"Jangan banyak bicara! Kalau disuruh maju, ya MAJU!!" bentak Anlian kepada pria tersebut.
Pria itu melangkah maju, dan berdiri tegak di depan Anlian.
Anlian mengeluarkan sebuah tabung kecil berisi cairan berwarna merah kehitaman, lalu dia memberikan tabung itu kepada pria tersebut.
"Minum!" perintah Anlian.
"Cairan apa lagi ini?" tanya pria itu dengan nada curiga.
"Itu adalah serum penguat tubuh tahap satu," jawab Anlian.
"Bisa membuat tubuh kuat tanpa harus melakukan kultivasi,"
"Namun, jika tubuhmu tidak kuat ... maka tubuhmu akan meledak ..." ujar Anlian dengan wajah datar.
"Bagaimana jika tubuhku kuat menahannya?" tanya pria itu.
"Jika kamu kuat, maka kekuatan tubuhmu akan melonjak naik, tanpa harus susah-susah melakukan kultivasi ..." jawab Anlian.
Pria berambut gimbal itu menatap tabung ditangannya dengan tatapan yang berbeda.
Tidak lama kemudian, meneguknya dalam sekali gerakan.
Gluk!
Beberapa detik kemudian ...
"URRRGGHH!!!"
Urat dan ototnya menggembung secara tidak wajar.
Tulangnya berbunyi ...
"Krek ... Krek ... Krek ..."
Dan ....
"ARRRGH!"
Seiring teriakannya, dia pun jatuh berlutut di depan Anlian.
Brugh!
Anlian hanya menatap pria itu dengan tatapan sedingin kutub utara, tanpa bergerak sedikitpun.
"Arrgh! Sakiiit! Sakiiit sekali!!" teriak histeris pria itu sambil mencengkeram rambut gimbalnya kuat-kuat.
"Bertahan sebentar lagi," kata Anlian dingin.
"Jika perlu, gigit saja lidahmu itu! Laki-laki kok lemah, malu dong sama wajah sangarmu itu!" lanjut Anlian dengan sindiran beracunnya.
Beberapa orang yang ada di sana mundur ketakutan.
Yaoyao menutup mulutnya dengan kedua tangan, wajahnya terlihat sangat pucat.
"N–Nona ... Apakah dia—"
"Dia akan bertahan ..." jawab Anlian.
Beberapa saat kemudian ...
"Hah ... hah ..."
Pria itu menghentikan teriakannya dengan napas terengah-engah.
Tubuhnya kini terlihat lebih padat, dengan semua urat yang menonjol keluar.
Otot-ototnya terasa sangat kuat, sampai dia merasa bisa menghancurkan gunung, hanya dengan kedua tangannya.
Pria itu menatap tangannya sendiri.
"Apa yang terjadi?" tanya pria itu dengan wajah linglung.
"Selamat, kamu berhasil melewatinya! Kekuatan fisikmu sekarang, tiga kali kekuatan fisik manusia biasa," ujar Anlian dengan wajah puas.
"Dan kamu meraihnya tanpa ... Kultivasi ..." lanjut Anlian.
Bagaimana Anlian tidak merasa senang?
Modifikasi ramuan yang dia pelajari di dunia modern untuk membuat pasukan tanpa rasa sakit, akhirnya bisa dia wujudkan di dunia ini, berkat bantuan Sistem Universal rancangannya.
Mata semua orang berbinar, saat melihat perubahan orang itu, hanya dalam beberapa jam saja.
"Ini benar-benar diluar nalar!"
"Berikan kepadaku! Aku juga mau!"
"Aku juga mau!"
Suara ribut itu memecah kegembiraan Anlian, sehingga Anlian langsung mengangkat tangan untuk menghentikannya.
"Tenang, tenang! Kalian semua akan mendapatkannya!" seru Anlian, layaknya seorang 'Bos' besar.
Kerumunan itu berhenti, mereka menatap Anlian dengan tatapan seperti memuja seorang 'Alkemis Dewa'.
"Kalian semua akan mendapatkannya, hanya jika kalian ... Patuh!"
"Kami akan patuh kepada Nona Duxin!" teriak mereka serempak.
♨
Hari kedua pelatihan di Lembah Bangkai, terdengar suara teriakan Anlian yang menggema di seluruh lembah tersebut.
"TERUS LARI! JANGAN BERHENTI!"
Anlian berdiri di atas batu, layaknya seorang instruktur dari lembah neraka.
Tanpa hati, dan ... sadis!
"Larilah sampai kaki kalian terasa mau patah, dan jantung kalian ingin meledak! Jangan sampai berhenti, sebelum aku bilang berhenti!" teriak Anlian dengan nada tegas.
"Jika kalian berani berhenti, maka aku akan mematahkan semua tulang-tulang kalian itu!" lanjut Anlian dengan nada dingin.
“Kalian lari sampai kaki kalian patah!”
Yaoyao dan Shen Luo pun terlihat berlari di antara mereka.
"N—Nona ... hamba ... hamba tidak kuat lagi ..." ujar Yaoyao dengan napas tersengal.
"Jangan menyerah! Jika kamu menyerah, maka aku sendiri yang akan menyeretmu!" sahut Anlian tanpa sedikitpun rasa simpati.
"T—tapi ... Nona ..."
"Hentikan, Yaoyao!" bentak Anlian.
"Apakah kamu ingin selamanya menjadi seorang wanita yang lemah?! Diinjak dan ditindas seenaknya oleh mereka yang kuat?!" tanya Anlian dengan nada tidak sabar.
Yaoyao menggigit bibirnya dengan gugup, saat mendengar pertanyaan Anlian.
"Aku tidak mau!" jawab Yaoyao.
"Jika tidak mau, maka ... LARI!!"
♨
Di hari ketiga,
Empat orang tewas dengan sangat mengenaskan.
Dua karena jantung mereka meledak.
Dan dua lagi karena tubuh mereka menolak serum level satu yang Anlian bagikan.
Tidak ada pemakaman untuk jasad mereka, Anlian hanya berkata dengan nada dingin:
"Buang!"
♨
Hari keempat latihan neraka, serum level dua pun dibagikan.
"Ini adalah serum level 2, yang aman akan menghancurkan otot-otot kalian dari dalam, dan me-regenerasinya kembali agar lebih kuat," ujar Anlian dengan wajah datar.
"Bagaimana rasanya, Nona Duxin?" tanya salah satu dari mereka.
Anlian menyeringai, saat mendengar pertanyaan itu.
"Rasanya ... seperti kalian dikuliti hidup-hidup ..." jawab Anlian.
Mendengar jawaban ketua mereka, beberapa dari mereka langsung tertawa layaknya orang gila.
"Whuahahahaha! Bagus! Pasti rasanya seperti diinjak oleh ribuan Iblis Neraka ... Hahahaha!"
Yaoyao berdiri sambil memegang tabung serumnya sendiri, wajahnya menunjukkan sebuah ekspresi yang sangat rumit.
"Nona ..." panggil Yaoyao dengan nada ragu.
"Minum!" ujar Anlian.
"T—tapi, hamba merasa tidak pantas menerimanya. Hamba hanyalah seorang budak rendahan, tidak perlu menjadi terlalu kuat ..." ujar Yaoyao.
"Apakah kamu berniat untuk terus bersamaku, atau ingin lepas dariku?" tanya Anlian dengan nada datar.
"Selalu bersama Nona ..." jawab Yaoyao lugas.
"Jika begitu, minum! Tidak ada status 'Budak' diantara kita sekarang! Kamu adalah teman seperjuanganku, dan hentikan menggunakan kata 'Hamba' mulai dari sekarang!" ujar Anlian dengan nada tegas.
"Orang-orang disekitarku harus kuat, tidak boleh lemah sedikitpun!" lanjut Anlian.
Yaoyao menatap tabung ditangannya dengan gundah, lalu dia menguatkan hatinya, dan langsung meneguk ramuan itu sampai habis.
Gluk ... Gluk ... Gluk!
Tidak berapa lama kemudian ...
"Arrrggghhh!!!"
Tubuh Yaoyao terjatuh ke atas tanah, menggeliat, menangis, dan berteriak histeris.
"Nona!!!! Sakit sekali!!! Aku akan mati!!" teriak Yaoyao, histeris.
"Kamu tidak akan mati, Yaoyao! Kamu kuat! Bertahanlah, kamu akan hidup!" ujar Anlian menguatkan Yaoyao.
"Aku tidak akan membiarkan kamu mati, Yaoyao!"
♨
Selama sehari semalam, Yaoyao merasakan penderitaan yang amat sangat, namun dia bertahan.
Keesokan harinya, saat Yaoyao selesai melewati malam nahas, mereka mulai dengan latihan bertarung di lembah bangkai.
Mereka bertarung dengan kekuatan anggota tubuhnya, dan tanpa menggunakan senjata apapun.
"Pukul dia! Kerahkan semua tenagamu!" perintah Anlian pada Yaoyao.
"T—tapi, Nona ..."
"PUKUL!" bentak Anlian.
Yaoyao pun memukul lawannya dengan sekuat tenaga.
Krek!
"Arrrghh!"
Tangan Yaoyao patah seketika, ketika dia memukul orang itu.
Anlian memberikan serum regenerasi cepat kepada Yaoyao, lalu dia berkata dengan nada dingin.
"Bangun! Pukul lagi!" perintah Anlian.
Dengan tangan gemetar karena baru saja pulih, Yaoyao memukul lagi orang itu dengan sekuat tenaga.
Bugh!
Shen Luo tertawa saat melihat adegan sadis didepannya.
"Hahahahaha! Gadis kecil ini ... sangat menarik!"
♨
Pada hari kedelapan latihan mereka, Anlian memberikan serum level tiga, dimana itu adalah sebuah serum penguat tubuh lanjutan, sekaligus menghilangkan emosi pemakainya.
Tiba-tiba terdengar seruan penolakan dari dalam barisan itu.
"Aku menolak! Aku tidak mau jadi sosok manusia tanpa hati, itu sama saja dengan monster!" seru pria itu dengan suara lantang.
Anlian menatap pria itu dengan wajah datar, tatapan dinginnya terasa merasuk ke dalam jiwa semua orang disana.
"Jika tidak mau, maka ... Mati!"
Anlian dengan cepat melempar sebuah pil racun ke dalam mulutnya, tanpa menunggu lama, pria itu langsung kejang-kejang dan tewas dengan seketika.
Yaoyao menatap kejadian itu tanpa berkedip sedikitpun sekarang.
Mentalnya sudah ditempa sedemikian rupa oleh Anlian, agar menjadi seorang wanita dingin dan haus akan da-rah.
Anlian menatap puas gadis itu.
"Bagus! Pertahankan!"
♨
Pada hari terakhir latihan mereka, Yaoyao sudah berani menghajar lawan dan mematahkan anggota tubuh mereka tanpa ekspresi.
"Aku bisa melakukannya, Nona!"
"Bagus, Yaoyao! Aku bangga padamu!"
Anlian menyapu pandangannya ke arah dua puluh pria tangguh Lembah Bangkai, yang berhasil dia bentuk dengan latihan yang sangat ekstrim.
Kedua puluh pria itu berdiri dengan tegak tanpa ekspresi, dan tatapan mata yang sangat tajam.
Dimata dan hati mereka, hanya ada satu pemimpin, yaitu 'Nona Duxin'.
Anlian menunjuk Shen Luo sebagai tangan kirinya, dan Yaoyao sebagai tangan kanannya.
"Kalian semua adalah pasukan tangguh yang aku punya! Shen Luo adalah ketua kalian, dan nama pasukan ini sekarang adalah 'Pasukan Psikopat'!"
"Semakin banyak da-rah yang tertumpah, maka akan semakin membuat kalian menjadi sangat brutal!"
"Apakah kalian siap berjuang bersamaku?!"
"Kami siap, Nona Duxin!"
"Apakah kalian takut dengan tentara Kekaisaran?!"
"Tidak!"
"Bagus!"
"Kita akan berangkat ke Ibukota Kekaisaran dalam satu minggu kedepan! Kita akan balas dendam ini kepada orang-orang yang pantas menerimanya!"
♨
Dari kejauhan, pria tampan itu menutup kipasnya sambil tersenyum.
"Hanya dalam 10 hari, gadis itu sudah berhasil menciptakan Iblis ..."
Dunia tidak menyadarinya, jika di dalam Lembah wilayah Terkutuk itu ... ada sebuah pasukan kecil yang kejam dan tidak manusiawi ... baru saja terbentuk.
Musuh-musuh mereka tidak ada yang waspada ...
Dan dalam beberapa bulan kedepan, akan banyak kejadian berda-rah di dalam Ibukota Kekaisaran.
Dan penyebabnya adalah ...
Nona Duxin dari Lembah Bangkai.
♨♨♨
Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻
Terima kasih ...💖💖💖