NovelToon NovelToon
Fall In Love With You, Mr Tomi.

Fall In Love With You, Mr Tomi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

"Saya mohon menikah lah dengan putri saya! Putri saya sangat mencintai nak Tomi. Waktu saya tidak lama lagi, dan saya akan pergi dengan tenang jika sonia telah menikah." Tangis Sonia semakin pecah mendengar permintaan Daddy-nya sedang kritis di rumah sakit, kepada pria yang sudah setahun terakhir dicintainya secara diam-diam. Ya, diam-diam, sebab Sonia tidak pernah mengutarakan perasaannya terhadap pria itu kepada siapapun, termasuk pada Daddy-nya.

Sonia memang sangat mencintai pria yang merupakan bosnya tersebut, akan tetapi Sonia juga tidak ingin menikah dengan cara seperti itu. Ia ingin berusaha menaklukkan hati Pria bernama Tomi tersebut tanpa permintaan atau paksaan dari pihak manapun. Namun kondisi Daddy-nya yang sedang sekarat membuat Sonia tak tega untuk banyak berkata-kata, apalagi untuk menolak.

Akankah pernikahan Sonia berjalan layaknya pernikahan bahagia pada umumnya, atau justru kandas ditengah jalan, mengingat Tomi tidak memiliki perasaan apapun terhadap Sonia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6.

"Tumben sekretaris anda tidak ikut bersama, tuan Tomi Andrean?." Sejak mengenal Tomi selama hampir setahun terakhir, Rian sudah terbiasa dengan kehadiran gadis cantik yang biasanya mendampingi Tomi, maka tak heran jika Rian bertanya saat melihat Tomi datang tanpa Sonia.

"Nona Sonia sedang menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh tuan Tomi, itu sebabnya beliau tidak bisa ikut dalam meeting kali ini." Dengan sigap asisten Azam menjawab pertanyaan yang enggan dijawab oleh bosnya itu.

"Begitu rupanya." Rian mengangguk paham. Pria itu lantas kembali fokus pada topik pembahasan meeting mereka siang ini, mengabaikan pertanyaannya tentang sosok sekretaris Tomi. Karena sesungguhnya pertanyaan Rian tersebut tidak memiliki maksud apapun, hanya sekedarnya saja.

"Sebenarnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada anda, tuan Tomi Andrean. Sungguh, ini diluar prediksi saya. Rupanya saat ini adik saya tengah teringat kontrak bersama perusahaan Mahardika Group, sehingga dia tidak dapat menerima pengajuan kerja sama dari anda." Rian memiliki seorang adik perempuan yang berprofesi sebagai seorang model, dan dalam peluncuran produk terbarunya, Tomi membutuhkan jasa seorang model profesional. Dan Tomi meminta bantuan Rian untuk membicarakan hal ini pada adiknya, tapi sayangnya jawaban yang baru saja diberikan oleh Rian tidak sesuai dengan harapan Tomi.

Melihat perubahan pada mimik wajah Tomi, Rian pun segera melanjutkan perkataannya.

"Tetapi anda tidak perlu khawatir, tuan Tomi, karena adik saya sudah menghubungi salah seorang temannya yang juga berprofesi sebagai model. Kalau anda tidak keberatan, saya akan mempertemukan anda dengan teman adik saya itu, tuan Tomi Andrean." Tentu saja Rian akan berusaha mencari pengganti agar tidak sampai menyinggung Tomi.

"Baiklah. Anda atur saja bagaimana baiknya! Silahkan hubungi Azam jika anda sudah bertemu dengan model itu!." Tidak ingin kembali membuang-buang waktu, Tomi lantas mempercayakan semuanya pada asisten pribadinya. Sehingga Ia hanya perlu menandatangani kontrak kerja sama yang telah dibuat, selebihnya akan di urus oleh asisten Azam, termasuk untuk meeting bersama model pengganti yang dimaksud oleh Rian.

Sebagai ungkapan rasa bersalahnya pada Tomi, Rian meminta pada manager restoran miliknya tersebut untuk menghidangkan beberapa menu spesial. Sedangkan Tomi, pria itu pada akhirnya memakluminya, lagi pula kejadian diluar prediksi seperti ini tidak jarang terjadi, terutama di kalangan pengusaha seperti mereka.

Setelah selesai makan siang bersama, Tomi beserta asisten pribadinya lantas pamit undur diri. Tak lupa Tomi menyampaikan terima kasihnya untuk hidangan makan siang yang disajikan secara gratis oleh Rian tersebut.

*

Pukul lima sore, Sonia terlihat bersiap meninggalkan perusahaan. Sekilas ia melirik ke arah pintu ruangan Tomi. Belum ada tanda-tanda pemilik ruangan akan keluar dari dalam sana. Apa Tomi berencana lembur malam ini? Sonia jadi bertanya-tanya. Kalau benar Tomi berencana lembur malam ini, lalu bagaimana dengan dirinya, sementara pagi tadi mereka berangkat bersama? Jika ia pulang dengan menumpangi taksi online sekalipun, pasti akan ada banyak pertanyaan dari ibu mertua, mengapa mereka tidak pulang bersama? Mengapa Tomi membiarkan nya pulang naik taksi? Dan mungkin masih akan ada pertanyaan lainnya.

Pada akhirnya, Sonia memutuskan menunggu Tomi untuk pulang bersama. Satu jam, dua jam, hingga tiga jam berlalu, namun Tomi tak kunjung keluar dari ruangannya. Sonia yang mulai lelah menunggu, lantas menyandarkan kepalanya pada meja kerjanya dengan kedua tangannya sebagai tumpuan.

Di dalam ruangannya, Tomi sedang sibuk memeriksa beberapa dokumen sebelum membubuhi tanda tangannya pada bagian yang memerlukan.

Dret....dret....dret....

Suara getaran ponselnya berhasil mengalihkan perhatian Tomi dari berkas dihadapannya. Ia lantas mengambil ponselnya. "Abil." Gumam Tomi saat membaca kontak pemanggil di layar ponselnya. Tomi segera menggeser ke atas icon hijau pada ponselnya guna menerima panggilan dari sahabat baiknya itu.

"Halo..."

"Maaf mengganggu waktu istirahatmu! Boleh aku berbicara sebentar dengan Sonia? Soalnya sejak tadi aku hubungi, tapi ponselnya berada diluar service area."

Deg.

Tomi baru tersadar akan keberadaan Sonia.

"Eng.....Sonia lagi di kamar mandi, ponselnya juga lagi di charger, lowbet soalnya." Tomi terpaksa berdusta pada Abil.

"Begitu rupanya. Kalau begitu katakan padanya untuk menghubungiku kembali nanti!." Pesan Abil.

"Okey." Setelah panggilan terputus, Tomi gegas beranjak dari ruangannya. Pemandangan pertama yang menyambut Tomi adalah keberadaan Sonia yang sudah tertidur dengan posisi merebahkan kepalanya pada meja kerjanya dengan kedua tangan mungilnya sebagai tumpuan.

"Astaga.... Bagaimana aku bisa melupakan keberadaannya....?." Dalam hati Tomi. Ada sedikit rasa bersalah dihati Tomi ketika melihat Sonia dalam kondisi tertidur seperti ini. Tomi perlahan mengayunkan langkah mendekati meja kerja Sonia.

"Sonia.....Sonia....Bangun Sonia....!." Karena Sonia sama sekali tidak menunjukkan gelagat akan bangun dari tidurnya, Tomi pun mengguncang pelan bahu gadis itu hingga akhirnya Sonia terbangun.

"Maaf.... saya ketiduran, tuan." Sonia langsung menegakkan posisi duduknya, dan merapikan rambutnya. Untungnya Sonia bukan tipikal gadis yang suka ileran sehingga ia tak sampai memperlakukan diri sendiri dihadapan bos sekaligus suaminya tersebut.

"Bersiaplah! Saya ambil kunci mobil dulu, setelah itu kita pulang!."

Sonia mengangguk.

Tak Lama berselang, Tomi kembali dengan membawa kunci mobil serta ponsel pada genggamannya. Sebelum benar-benar berlalu, Tomi menceritakan pada Sonia perihal Abil yang tadi menghubungi dirinya, dan juga meminta gadis itu untuk balik menghubungi Abil. Tomi sengaja mengambil jarak saat panggilan Sonia diangkat oleh Abil.

Cukup lama Sonia berbincang dengan Abil, hingga kurang lebih sepuluh menit kemudian Sonia mengembalikan ponsel milik Tomi. Ponsel Sonia kehabisan daya dan pagi tadi ia lupa membawa charger.

"Terima kasih, tuan." Ucap Sonia saat mengembalikan ponsel Tomi. Ya, mengingat saat ini mereka masih berada dilingkungan kerja, maka Sonia tetap menggunakan panggilan formal pada Tomi.

"Hm." Tomi menerima ponselnya dari tangan Sonia dan memasukkannya ke dalam saku jasnya. "Ayo pulang!."

"Baiklah."

Di tengah perjalanan pulang, Sonia tiba-tiba mengutarakan permintaan pada Tomi.

"Apa aku boleh meminta sesuatu sama mas?."

Tomi tak langsung menjawab, ia hanya menoleh sejenak Sonia.

"Sudah kuduga, kau tidak sepolos itu, Sonia." Batin Tomi. Pria itu mulai menyiapkan diri untuk permintaan Sonia.

"Katakan, apa yang kau inginkan dariku?." Tomi berusaha tetap tenang, meskipun ia mulai geram pada Sonia.

"Apa aku boleh mampir sebentar ke minimarket buat beli ice cream?." Telanjur basah mandi sekalian, ketimbang ngomong setengah-setengah mendingan langsung saja, begitu pikir Sonia. Daripada terus menahan keinginannya sejak sore tadi tersebut, mendingan diungkapkan saja sekalian. Kalau memang Tomi keberatan untuk mampir, setidaknya ia sudah menyuarakan keinginan hatinya.

"APA??? Ice cream." Saking kagetnya dengan permintaan Sonia, Tomi tanpa sadar menginjak pedal rem secara mendadak. Untungnya dengan sigap tangan kiri Tomi menahan dahi Sonia, kalau tidak, bisa dipastikan dahi Sonia pasti sudah kepentok kaca mobil.

"Jadi, keinginan yang dia maksud hanya ice cream?." batin Tomi. Sungguh, ia tidak menyangka permintaan Sonia se receh itu, hanya ingin mampir beli Ice cream. Tadinya Tomi sempat berpikir Sonia akan meminta hal yang bukan-bukan.

"Tidak perlu mampir, mas!. Lagian aku sudah tidak kepengen lagi kok." Tutur Sonia saat menyaksikan reaksi Tomi. Ia pikir Tomi marah padanya.

*

Di area parkiran minimarket, berdiri bersandar pada bagian depan mobil, di sinilah sekarang Tomi berada, menyaksikan Sonia menikmati satu cup ice cream vanilla yang sejak sore tadi diidamkan oleh gadis itu.

"Terima kasih untuk ice cream nya, mas." Dengan senyum secerah mentari pagi Sonia mengutarakan rasa terima kasihnya pada Tomi.

"Hm."

"Dulu, saat masih kecil,. Daddy dan mommy selalu menghadiahkan aku ice cream jika berhasil mendapatkan nilai yang bagus di sekolah." Tutur Sonia ketika teringat akan kebersamaannya dengan kedua orang tuanya. Ya, Sonia tidak diperbolehkan keseringan mengkonsumsi makanan dingin oleh kedua orang tuanya dengan alasan kesehatan, maka dari itu jika Sonia mendapat nilai bagus di sekolah gadis itu meminta dihadiahkan ice cream oleh kedua orang tuanya.

"Sekarang saat-saat itu pasti tidak akan terulang lagi." Sambung Sonia. Gadis itu memang tersenyum kala berujar, namun sorot mata tak dapat berdusta. Kesedihan terlihat jelas dari sorot mata Sonia.

"Jangan bersedih! Kalau kau bisa menjadi teman yang baik, saya yang akan membelikan ice cream untukmu. Jangankan satu cup, satu pabrik pun tidak jadi masalah." Balas Tomi yang kini nampak melipat kedua tangannya ke depan da_da.

Sonia tersenyum mendengar pernyataan Tomi.

1
Uba Muhammad Al-varo
Tanggerang hadir kakak Author 🙏🙏💪💪💪💪💪
Uba Muhammad Al-varo
cilli....... bukan nya sadar malah tambah gila karena obsesi dan keegoisanmu dan karena perbuatan ini juga kamu akan berakhir menderita dan menyesal, nggak mau menurut sih apa yang dikatakan oleh Linda 👿👿
sutiasih kasih
cili cari hidup susah...
Ami LeoGirl
Lajutkn up semangt
Lentera Aksara
kota udang hadir Thor 😁
Nurminah
jangan sampe kejebak ama obat perangsang ya Thor jujur muak liatnya
secret
akhirnya perjuanganmu membuahkan hasil tom, hrs hati2 karena si cabe blom kapok
secret
Palembang thorr, salam kenal dari wong kito galo😁
Lusi Hariyani
hati2 tomi jaga sonia bahaya mengancam
Syifa
kaka yg banyak donk aplopnya
Ayila Ella
waduh gawat si ular mau bikin olah
Syarifah
Penajam Paser Utara Kaltim Thor 🙏
Lia siti marlia
iya tom kamu harus hati hati sama c cili jaga sonia dengan baik kalau sampai terjadi lagi bisa bisa kamu gak ketemu sama sonia untuk waktu yang tidak bisa di tentukan ....halo kak aku dari garut jabar 🥰
Dwi ratna
Cilapop kak alias Cilacap, tau gk daerah itu? hehehe 🫣🫣🫣
Delvyana Mirza
Iya Tom,si ulat bulu,da punya rencana yang menjijikkan,yang membuat kesal,
Uba Muhammad Al-varo
begitu cintanya Tomi ke Sonia, membuat dia melakukan segala supaya Abil mau beri ijin Tomi membawa Sonia pulang ke rumahnya 💪💪💪
Lentera Aksara
lucu ih Tomi demi istri apapun dilakukan🤣🤣🤣
Lia siti marlia
hahaha semangat terus tom demi luluhin hati abil dan merjuangin istri dan calon anak mu
Lusi Hariyani
wuih g main2 efort y tomi buat jemput sonia...ksh pelajaran dl si tomi abil biar g ulangi lg
secret
lihatlah abil perjuangan kawanmu itu, jgn smpe dia stress beneran karena terus dihalangi ketemu istrinyaaa🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!