NovelToon NovelToon
Wasiat Dari Mama

Wasiat Dari Mama

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Defani Zulfa

Mungkin bagi sebagian orang hal ini aneh, namun bagiku ini memang nyata. Aku anak ketiga dari empat bersaudara. Entah itu keberuntungan atau kesialan. Sejak dari kecil mama selalu melarang dan menyuruh aku ini itu. Ketika aku memprotes perintah mama, ia selalu bilang "Lakukan saja perintah mama kalau kamu tidak mau terkena musibah,".

Awalnya aku tak percaya dengan kata mama, namun semakin aku beranjak dewasa aku mulai paham dengan kata-kata mama. Aku menyesal, kenapa aku baru sadar akan kata-kata mama disaat musibah itu datang. Ya aku tidak melakukan perintah mama ketika aku telah menyelesaikan studi ku. Seharusnya aku ikut mama dan papa pulang, namun aku membantah perintah itu.

Hingga suatu hari, keputusan ku itu menyebabkan mama jatuh sakit. Sebelum mama pergi untuk selama-lamanya, ia berwasiat kepada ku untuk menikahi perempuan pilihannya sesegera mungkin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defani Zulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

C-5

Waktu terus berlalu baik Nabila maupun Gilang terus belajar untuk mempersiapkan diri karena ujian akhir sekolah sebentar lagi. Mereka tak terpengaruh dengan orang-orang atau teman-teman yang membujuk mereka untuk melanjutkan studi bersama.

Bagi Nabila, ia sudah punya prinsip yang tidak akan dia langgar. Sedangkan Gilang, dia tidak mau bikin Mama tercintanya sedih, selain itu dia juga tak mau kena sial gara-gara tidak menuruti perintah mamanya.

.................................

Surabaya

Hari ini adalah hari yang menentukan Gilang bakal tinggal di Indonesia atau pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi nya. Setelah semua pekerjaan rumah nya selesai. Gilang langsung ambil laptopnya. Dia mencari informasi tentang diterima atau tidak nya dia di kampus impiannya itu. Tangan nya sibuk mengotak ngatik kaybord dan matanya menatap layar. Tak lama kemudian, ia menemukan apa yang ia cari dari tadi.

"Alhamdulillah..... ma pa aku lulus," teriak Gilang dari kamar. Dia langsung keluar kamar dan mencari ke dua orang tuanya.

"Apa sih kak, kok teriak-teriak. Bukan cuma kamu aja yang punya mulut," protes bunga.

Maklum bunga ikut protes pasalnya dia sedang bersama kedua orang tuanya yang sedang menonton TV di ruang keluarga. Dan teriakan Gilang yang keras banget bikin telinga budek kalo dekat dia pas teriak.

"Tahu tidak dek, aku tu lagi seneng banget. Karena..... aku lulus. Dan tau tidak artinya jika aku lulus?" ucap Gilang saat sudah duduk di dekat adiknya.

"Tidak," jawab Bunga.

"Itu artinya kakak di terima di kampus pilihan kakak," jelas Gilang dengan wajah bahagia.

"Benarkah" tanya papa.

"Benarlah, apa yang mama bilang ke Gilang tuh pasti bener tidak bakal nyesel kalau dengerin mama" sahut mama yang merasa bangga karena memang benar sejak Gilang dalam kandungan mamanya, mamanya sudah tahu semuanya tentang Gilang.

Entah dari mana, tapi apapun tentang Gilang dialah yang mengaturnya. Dan sekali Gilang tak menuruti mamanya dia bakal kena sial.

"Bener kok pah, tadi aku habis lihat informasi nya," jawab Gilang mantab.

"Terus kapan kamu berangkat nya kak?" tanya Bunga.

"Bulan depan." sahut mama.

"Iya, aku berangkat bulan depan. karena masih banyak yang harus diurus," jawab Gilang.

"Kamu nanti tinggal dimana?" tanya papa

"Belum tahu pa, nih juga lagi cari apartemen."

"Tinggal di pondok, jangan di apartemen. Karena mama tidak mau kamu tinggal sendirian di negara orang,"

"Iya deh ma, nanti aku coba cari pondok yang cocok buat aku,"

........

Setelah pengumuman kelulusan ku itu. Setiap hari, Gilang mencari informasi tentang pondok yang berada di sekitaran kampus. Empat hari setelah mencari, Gilang baru menemukan salah satu pondok yang sesuai dengan keinginannya, Pondok Pesantren Miftahul Huda.

Satu bulan sudah berlalu. Besok adalah saatnya Gilang berangkat untuk melanjutkan studinya. Untuk itu, semua kakak-kakak Gilang beserta keluarga kecilnya masing-masing datang ke rumah. Mereka menghabiskan waktu bersama, sebelum ke berangkatan Gilang besok paginya.

Pagi ini, mereka semua mengantarkan Gilang ke bandara. Dengan mengendarai 3 mobil mereka pergi ke bandara.

Setelah beberapa menit dalam perjalanan akhirnya mereka sampai di bandara.

"Hati-hati kak, cepat pulang kalo udah selesai," pesan adikku.

"Iya,,,, kamu jagain mama sama papa. Jangan main terus dan turuti perintah mereka," pesan Gilang pada sang adik.

"Siap....." jawab Bunga.

"Pa, ma aku berangkat ya," ucap Gilang pada ke dua orang tuanya.

"Hati-hati ya. Jangan cari istri di sana, awas kalau kamu pulang bawa istri" pesan mama.

"Ya enggak lah ma, Gilang kan mondok dan kuliah mana sempet cari istri di sana," sanggah Gilang.

"Siapa tau. Dengerin mama, calon istri mu itu juga mau mondok, jadi kamu juga harus mondok. Masak iya lebih tau agama istri kamu dari pada kamu,"

"Emang mama tau dari mana?"

"Sebelum kamu terima kabar bahwa kamu di terima. Mama dapat firasat, kalau Kakaknya beserta orang tuanya ingin dia mondok, dan anak itu menyetujui nya. Karena mama juga mimpi, dalam mimpi itu kakek kamu menyampaikan demikian,"

"Demikian?" ucap Gilang yang masih belum paham dengan pembicaraan sang mama.

"Kakek bilang bahwa dia calon istri kamu. Dan kamu gak boleh kalah dari dia soal agama, karena kamu yang akan memimpin keluarga"

"Masak iya sih ma, dan mama percaya sama kakek"

"Iya karena beberapa hari setelah itu. Dalam mimpi kakek mengajak mama, mama gak tau mau di ajak kemana......." mama berhenti dan melihat anaknya, dia memastikan kalau Gilang memperhatikan nya.

"Cuma sampai situ doang dan mama percaya begitu aja dengan mimpi itu," ucap Gilang yang tidak mendapat penjelasan lagi.

"Tidak, kakek mengajak mama ke sebuah pernikahan. Dan itu merupakan petsa pernikahan kami dengan perempuan. Bukan sekali dua kali mama mimpi tentang kalian berdua. Hampir setiap hari mama mimpi tentang kalian,"

"Semoga mimpi mama benar. Kalau gitu aku harus pergi sekarang,"

"Iya" Jawab mama

Gilang pun berpamitan dengan yang lain. Setelah itu, dengan langkah pasti ia melangkah kaki menjauh dari keluarganya.

***************************

Madiun

Nabila

Hari ini adalah hari dimana aku harus meninggalkan rumah dan semuanya yang selama ini bersamaku. Aku tak tahu bagaimana aku akan beradaptasi disana. Apa aku akan dapat teman seperti teman-temanku di rumah. Banyak pertanyaan yang mendatangiku tapi satu pun tak bisa aku jawab.

Bapak, ibu dan keluarga Budi mengantarkan ku. Aku tak siap harus berpisah dengan mereka, terutama dengan Budi. Dimana dialah yang selalu bikin aku seneng dan dia yang selalu ada buat aku. Selama di perjalanan mereka banyak berpesan. Aku harus gini gak boleh gini. Sedangkan aku tak mendengarkan mereka , aku terlalu sibuk dengan pikiran ku sendiri.

Saat tiba di pondok

"Assalamualaikum...." sapa mbak ku yang menyambut kami, karena dia sudah berangkat duluan.

"Wa'alaikumsalam...." jawab kami

"Akhirnya adek gue nyusul juga" ucap mbak sambil memeluk ku.

"He..... adek kan selalu tepatin janji," jawab ku.

"Harus itu....."

"Ya udah, mbak tau gak kamar adek dimana?" tanya ibu.

"Tau....., ayo kita ke sana," jawab mbak.

Kami semua mengikuti mbak. Dan mereka membantu ku membawa barang-barang yang aku butuhkan disini nanti. Ibu, mbak dan mamanya Budi memasukkan barang-barang ku ke lemari ku. Sedangkan aku bersama budi dan adik-adiknya, mereka menyemangati ku dan menghiburku. Dan bapak dan papanya Budi keliling pondok. karena ini pertama kalinya papanya Budi ke pondok, dia ingin melihat bagaimana kehidupan di pondok itu.

Hari sudah sore, dan mereka semua yang mengantarku pamit untuk pulang. Sedangkan mbakku setelah kepulangan mereka, dia pamit untuk kembali ke kamar nya. Dan nanti malam akan menemui ku lagi.

######

Jangan lupa berikan like, vote, dan tinggalkan komentar kalian.

1
Dahlia Anwar
bukan gitu Thor nulis nya tolong di revisi
Wiji Bajay
mampir 😘
Micke Rouli Tua Sitompul
perempuan gila
Priskha
lama2 jd bosan bacanya
Anwar Sinurat
wahhh tikohnya buanyak jg iya thor
Desi Susanti
pakai gue aja thor.kalau sama teman.kecuali sm org tua apa yg d tuakan.
Desi Susanti
kayaknya bgs ni novel.semoga y thor.
Umi Machmudah
ceritanya sangat bagus
Nina Puji Handayani
kayaknya menarik, apalagi berhubungan sama pondok,aq suka
silvia🙋‍♀️
lanjut thor...kyknya seru nich
♡👿 [V]aM|P!R} 👿♡
lebih suka pengenalan visual nya dr pada ciri2 nx 😁
IntanhayadiPutri
Hy, aku udah mampir lagi tambah like dan jangan lupa mampir pake novel baruku 🙏

RAEL BELLA

Termiakasih🙏
IntanhayadiPutri
Hy, aku udah mampir lagi nambah like dan jangan lupa mampir pake novel baruku 🙏

RAEL BELLA

Termiakasih🙏
IntanhayadiPutri
Aku mampir nih kak, udah 5 like dan 5 rate juga.. jangan lupa mampir ya ke ceritaku

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

makasih 🙏🙏
sri mamaBima
awal cerita nikmati dulu bacax
Key
Bukan amin tp Aamiin..Krna slh huruf dh beda lg artinya
Wahda Mursalina
suka...
Andriyah Nurhidayati
iya ki meski masih muda dan baru lulus SMA paling gak tahu kewajiban istri thdp suami sebagai muslim, lha ini si Nabila kaya jebolan sekolah biasa aja nggak ada adabnya sama suami, yang realistis thor meski cuma di dunia novel, bsok lagi klo buat cerita jgn kayak gini
Wahda Mursalina
tegang
Andriyah Nurhidayati
Kok bosen ya bacanya ra ndang ketemu agak gak masuk akal cari jodoh berdasarkan mimpi dan feeling, walau cma crita novel logika dan realistis, ini th berapa thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!