NovelToon NovelToon
Villainess Want To Survive

Villainess Want To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Slice of Life / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:822
Nilai: 5
Nama Author: DancingCorn

Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.

Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.

[Freedom The Continent]

[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.

Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.

Tapi cukup, abaikan tentang mereka.

Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!

Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!

Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.

Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.

Dan aku, adalah penjahat itu.

"... sial, ini mengerikan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9 - Petunjuk (4)

Sementara itu, waktu terus berjalan. Clae bisa merasakan wajahnya memerah seolah demam dan kepalanya berasap.

Dia berhasil menyelesaikan bacaan semua buku ini.

"Ini.... Bukan dunia Novel sepenuhnya."

Saat ini Clae benar-benar sadar bahwa dia bukan hanya masuk ke dalam Novel. Dunia ini adalah dunia yang nyata. Manusia-manusia yang ada di sini merupakan makhluk hidup. Mereka hidup dan bernafas.

"Semua yang terjadi dalam novel, kenyataan itu akan kembali terjadi."

Tempat misterius yang hancur. Blessing. Divine Shard (Pecahan Ilahi). Dungeon Monster yang tiba-tiba muncul. Perang. Bencana alam yang datang tanpa tanda-tanda.

Clae saat itu berdiri. Dia tidak bisa hanya diam saja. Dia harus mendapatkan kekuatan atau tempat untuk bersembunyi sehingga dia bisa hidup damai.

Tapi saat ini, dia memiliki perasaan yang sangat rumit.

"Nona, kenapa anda kembali sangat larut?"

Clae memiliki wajah pucat dan lelah. Dia berjalan lebih pelan berbeda dari biasanya. Dia tidak menanggapi Irene dan bergerak lurus ke kamarnya.

Clae hanya memiliki satu pikiran.

'Jika aku tidak segera sampai di kamar, aku takut aku akan jatuh di lorong. Itu menyakitkan'

Dia perlu istirahat untuk memenangkan dirinya sehingga bisa kembali normal. Meskipun dia merasa kepalanya mendidih, memejamkan mata sejenak mungkin membantunya menjadi lebih baik.

Di tangan Clae terdapat gulungan kertas panjang yang dia tulis tepat setelah keluar dari perpustakaan.

Irene mengikuti dibelakang Clae layaknya pelayan terlatih. Karena ada dibelakang Clae, dia tidak bisa melihat wajah Clae dengan jelas ditambah Clae sedang menunduk dan lampu di langit-langit belum dinyalakan. Hanya cahaya senja yang sesekali masuk melalui kaca membantu penerangan jalan mereka.

"Nona Clae?"

Irene bertanya saat Clae menghentikan langkahnya.

Di samping Clae adalah sebuah jendela besar dengan tirai terbuka. Clae bisa melihat malam segera dimulai. Ada semburat jingga dan merah muda yang mempercantik senja itu.

Ketika Clae berhenti untuk melihat bagian luar, dia tidak menyadari Irene mengeluarkan keringat dingin di punggungnya. Irene kesulitan untuk kembali bertanya dan memperlakukan Clae dengan main-main

‘Dua hari. Besok, jika aku tidak bisa menemukan cara menyelamatkan diriku sendiri...'

Clae menghembuskan nafas pelan.

"Irene, tolong siapkan semua yang di daftar ini."

Clae memberikan gulungan kertas ditangannya. Dia juga memberikan dua cek bernilai 2 juta koin emas kepada Irene. Ketika Irene dengan bingung melihat gulungan di tangannya, dia memandang Clae untuk bertanya.

Tapi Irene terdiam dan mundur beberapa selangkah.

'Ada apa dengan gadis ini?'

Clae, dengan rambut biru tergerai. Melihat Irene dengan mata ungu yang cantik. Mata itu memiliki garis sayap berwarna putih di pupilnya.

Clae terlihat lebih mempesona dari biasanya.

Bukan berarti Clae tidak cantik, Irene tau bahwa Clae merupakan wanita paling cantik yang pernah dia tau. Namun saat ini, Irene merasa Clae bahwa pesona yang keluar darinya lebih dari biasanya.

Irene menahan nafas memandang keindahan didepannya. Dia merasa malaikat telah turun ke bumi.

Tapi lebih dari itu, hatinya bergetar karena sesuatu yang tidak dia ketahui. Perasaan ini mirip saat dia pertama kali melakukan latih tanding dengan ayahnya.

Ketakutan.

"Nona, Nona? Apakah anda merasa ada tidak nyaman? Apakah anda baik-baik saja?"

'Apa yang terjadi dengan psikopat ini.'

"Tentu saja aku baik.."

Meminjam cahaya dari luar. Clae melihat pantulan wajahnya di mata Irene. Tidak ada yang berbeda, wajahnya masih mengagumkan seperti biasanya.

Tapi matanya berubah warna menjadi violet, ada simbol dua sayap putih dekat pupilnya. Clae secara tidak sadar mengangkat tangan ke matanya.

Entah mengapa dia merasa harus menutupinya. Ketika Clae sadar, Clae tidak bisa menahan cemberut pada tindakan refleknya. Dia menunduk dan mendesah dalam hati.

'Sial!'

Haaa

Clae menghela nafas perlahan.

"Maaf. Aku baik-baik saja. Siapkan semua itu malam ini, aku akan menunggunya di kamar."

Clae menurunkan tangannya. Dia melirik wajah Irene yang berubah dingin mencekam. Hatinya bergetar dengan rasa takut. Dia merasa tidak akan bisa menggerakkan kakinya. Tapi wajah Clae semakin teduh.

Dia menurunkan matanya sedikit. Mencoba sebaik mungkin mengabaikannya.

'Gadis menakutkan ini benar-benar tidak bisa membuatnya berhenti merasa ngeri!'

Lupakan saja. Dia harus beristirahat. Dia tidak bisa memaksakan tubuhnya lebih jauh. Itulah yang terpenting.

Clae yang merasa tidak mampu menghadapi Irene lagi akhirnya melangkah pergi. Dia akan menunggu di kamarnya untuk pesanan tadi.

"Sesuai keinginan anda, Nona Clae."

Bersama bisikan itu, Clae bisa merasakan tatapan dingin menusuk punggungnya. Itu tidak menghilang sampai dia berada di kamar.

Dia benar-benar tidak mengerti bagaimana orang kejam itu begitu tahan menjadi pelayan seorang penjahat selama bertahun-tahun.

...****************...

"Apa yang terjadi?"

Irene berdiri disana dengan mata lurus menatap pada punggung Clae sampai menghilang kedalam gelap.

Hatinya penuh amarah namun dia menahan semua itu. Dia merasa akan membunuh siapapun yang muncul sekarang.

Saat Irene hampir tenang, angin berhembus membawa kata-kata jawaban Irene.

"...Kami tidak mengerti~"

"HAH!! OMONG KOSONG! APANYA YANG PENJAGA KEGELAPAN. Kalian memiliki lebih dari 20 orang, namun kalian tidak bisa menjaga seorang gadis?! Jika kalian tidak bisa bekerja, KEMBALILAH KE TUAN KALIAN."

Suaranya terdengar tenang setelah kemarahan singkat. Ada senyum haus darah di wajah Irene. Dia mengucapkan kalimat terakhir dengan penuh penekanan.

"......"

"Keluarlah, hanya beberapa dari kalian. aku akan mengajak kalian bermain sebentar."

Irene membuat ajakan sambil melihat jendela besar di sebelahnya.

"....."

"Jangan salahkan mereka."

Irene melihat sumber suara dengan ragu.

"Kak Min?"

Benjamin keluar dari jalan bayang-bayang. Irene bingung sejenak karena dia tidak bisa merasakan keberadaan Benjamin. Dia merasa kepalanya bekerja sedikit lambat dari biasanya.

"Hmm."

Benjamin bergumam sebagai balasan. Dia menyipitkan matanya dan melihat arah kepergian Clae.

Setelah Benjamin kembali dari penjara. Benjamin tiba-tiba kehilangan hawa keberadaan Clae disekitar Villa.

Dia tidak bisa menemukan Clae dimanapun.

Hampir masuk tengah hari sejak Clae pergi, Benjamin terus berusaha menemukan keberadaannya. Tapi hasilnya nihil.

Untung saja dia melihat Clae kembali saat senja dalam keadaan baik-baik saja.

Namun, Benjamin masih tidak bisa merasakan nafas Clae. Itu seperti, ada sesuatu yang menyembunyikan Clae untuk dideteksi.

Dengan rasa penasaran dan khawatir Benjamin mengikuti Clae sampai dia bertemu Irene. Dia memiliki perasaan takut saat mendekati mereka dalam bayang-bayang.

Bagaimana bisa tekanan yang begitu mengerikan keluar dari tubuh lemah nona muda mereka.

Benjamin bisa merasakan tekanan mengerikan Clae hanya dari melihatnya. Tidak seperti Irene yang berhadapan langsung dengan Clae, namun dia masih bisa merasakannya.

Tekanan itu seperti sebuah kharisma, namun itu berbeda dari saat dia menghadapi ayahnya atau Duke. Dia hanya merasakannya dari Grand Duke, kakek Clae. Sebuah kata melintas dipikiran Benjamin.

Dominasi

Benar, perasaan ini sama. Benjamin merasa keberadaan Clae mendominasi dirinya.

Benjamin yakin Irene juga merasakannya. Tapi, dia tidak mengerti mengapa adiknya masih bisa begitu santai bicara dengan Clae.

Mengingat Irene cukup ceroboh dan tidak perhatian. Mungkin hanya alam bawah sadar Irene yang mengetahuinya.

Setelah Clae pergi, Benjamin cukup puas melihat sikap Irene. Bukan karena dia memarahi orang-orang itu, tapi fakta bahwa tangan Irene bergetar dan pupil mata yang tidak fokus.

Irene ketakutan. Dia bisa merasakan bahwa Clae berbahaya, sama seperti dirinya. Semua amarahnya tadi hanya bentuk ketidakberdayaan. Sama seperti kucing kecil.

"Kak Min, taukah kamu apa yang terjadi pada Nona?"

Benjamin menggelengkan kepala.

"Tidak tahu. Dia menghilang saat tengah hari."

Artinya, Clae menghilang dan tidak bisa ditemukan saat siang sampai petang ini.

Benjamin tidak tau apa yang terjadi pada Clae saat menghilang. Dan karena bahkan dia tidak tau, semua orang yang ada di dalam kediaman ini juga sama.

"... Lalu, bagaimana dia bisa terlihat seperti itu. Matanya...."

Benjamin menggelengkan kepala.

Irene menunduk dengan kesal. Dia tidak mengerti kenapa. Dia merasa, nona mudanya kembali menjadi sosok yang tidak terjangkau lagi.

Bukan seperti dia pergi atau mendapat kasta yang lebih tinggi. Ini seperti dia, Clae, kembali melakukan hal-hal yang tidak beruntung.

Dia akan masuk ke bahaya lagi.

Nonanya. Irene lebih suka nona mudanya menjadi penjahat bodoh yang merusak dimana-mana, daripada menjadi pusat segala peristiwa tidak menyenangkan seperti dalam masa kecilnya dulu.

"Aku, aku akan, tidak. Aku harus melindunginya."

Benjamin melirik adiknya sebelum meninggalkan tempat tersebut. Dia dan adiknya sangat paham. Jika mereka tidak mengawasi Nonanya saat ini. Nonanya mungkin akan terluka lebih parah daripada saat itu.

1
ellyna munfasya
UPP lagi thorr😤
Panda
titip jejak kak nanti dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!