NovelToon NovelToon
Tawanan Pria Gila

Tawanan Pria Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Konflik etika / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:71.7k
Nilai: 5
Nama Author: AngelKiss

Syakira Aurelia Devi seorang wanita yang berhubungan dengan pria beristri, tak tahu jika kekasihnya memiliki seorang istri. Membuatnya harus berurusan dengan seorang pria kejam dan dingin yang sangat menyayangi adik perempuannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TPG : Bab 6

Syakira terbangun saat sesuatu menggoyang-goyangkan kepalanya, ia perlahan membuka matanya dan melihat sebuah kaki seorang wanita menyentuh wajahnya.

"Bangun dasar pemalas!" Omel seorang pelayan dengan senyuman mengejek.

Syakira langsung bangkit dan menatap tajam ke arah pelayan yang membangunkan dirinya dengan kaki, "Kenapa enggak suka? Cepat ganti baju mu, dan kerjakan semua pekerjaan rumah. Ini perintah Tuan Adrian." Jelas seorang pelayan yang langsung melemparkan sebuah pakaian kusut dengan bau menyengat.

Syakira yakin jika pakaian yang di berikan oleh pelayan itu adalah baju bekas yang belum di cuci sama sekali.

Syakira mengerjakan pekerjaan rumah dengan teliti, namun tubuhnya terasa lemas dan pusing. Dari pagi ia sama sekali belum makan, bahkan hanya minum dua gelas air. Namun para pelayan terus memintanya untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah sementara mereka hanya berleha-leha.

Syakira berjalan ke arah kebun belakang yang di suruh oleh seorang pelayan untuk menyiram bunga-bunga, tapi matanya tertuju pada sebuah pintu gerbang yang terbuka. Namun saat Syakira mendekati pintu gerbang belakang, ia melihat hutan lebat yang nampak sangat menakutkan.

"Aku tidak ingin terus terkurung di sini." Gumam Syakira, ia melemparkan alat penyiram tanaman dan segera berlari masuk ke dalam hutan.

Syakira berlari cukup cepat hingga perlahan mulai menjauh dari rumah besar yang seperti neraka baginya, perlahan ia mulai berjalan dan beristirahat sejenak. Nafasnya terengah-engah, ia merasakan pusing dan sesak di dadanya. Syakira menyandarkan punggungnya di sebuah pohon besar dan beristirahat, perutnya terus berbunyi namun ia hanya bisa memejamkan mata dan menahan rasa lapar yang luar biasa.

Syakira bisa melihat cahaya matahari dari sela-sela dedaunan yang rindang, ia sama sekali tidak tahu dimana tempat ini. Ia baru tahu jika ada sebuah tempat di Jakarta yang memiliki hutan seluas ini.

"Atau mungkin ini bukan di jakarta?" Gumam Syakira yang terus menebak-nebak dimana ia sekarang.

Tapi ini bukan saatnya untuk memikat dimana dirinya kini berada, Syakira mulai berdiri saat tubuhnya terasa mulai kuat lagi. Ia kembali berjalan menyusuri hutan, meski dirinya sendiri tidak tahu arah mana yang harus ia lalui. Tapi yang pasti, ia terus berjalan untuk menjauh dari rumah yang membuatnya seperti tinggal di penjara.

.

.

.

Adrian menatap layar monitor miliknya, sebuah kacamata bertengger di hidung mancung pria itu. Ia melirik beberapa dokumen yang Hizam kirimkan pagi tadi untuk di periksa, meski sebenarnya ia bisa meminta Hizam untuk melakukan semua ini. Tapi Adrian adalah orang yang suka melakukan pekerjaannya sendiri, tanpa bantuan orang lain.

Pintu ruangan Adrian di ketuk beberapa kali, pria itu lalu meminta orang yang mengetuk pintu untuk langsung masuk.

"Tuan memanggil saya?" Seorang pelayan wanita yang cantik langsung masuk dengan senyuman di wajahnya.

"Apa kau sudah memberi makan wanita yang ada di gudang?" Tanya Adrian dengan tatapan mata yang cukup tajam.

Wanita itu sedikit terkejut saat mendengar hal itu, ia lalu menganggukkan kepalanya dengan pelan. Lalu Adrian meminta pelayan itu untuk memanggilkan Syakira. Pelayan itu lalu segera pergi untuk segera memanggil Syakira.

Sesampainya di gudang, ia tidak melihat wanita itu. Ia meminta pelayan lain untuk segera mencari keberadaan Syakira, namun semua orang tidak menemukan wanita itu.

"Bagaimana ini, jika tuan Adrian tahu wanita itu hilang. Dia pasti akan marah besar." Ucap seorang pelayan dengan nada panik.

"Sebaiknya kita cari terus, dia pasti tidak akan pergi jauh dari rumah ini." Jelas Nara yang merupakan kepala pelayan di rumah ini, semua pelayan wanita langsung mencari keberadaan Syakira.

Salah seorang pelayan langsung menghampiri Nara, ia mengatakan jika pintu belakang menuju hutan terbuka. Nara menghela nafas bingung, ia bingung harus menjelaskan apa kepada Adrian.

Hizam yang melihat para pelayan tengah sibuk dan bingung langsung menghampiri Nara, ia menanyakan apa yang sedang mereka cari. Nara langsung menjelaskan jika wanita yang berada di gudang telah hilang entah kemana, mendengar hal itu Hizam hanya bisa menahan kekesalannya karena ia tahu jika Adrian pasti akan marah.

"Ini semua kelalaian kalian, jadi kalian yang harus bertanggung jawab." Jelas Hizam, ia tidak ingin ikut di amuk oleh Adrian. Nara meminta Hizam untuk membantu, tapi pria itu dengan tegas menolak.

Nara hanya bisa menelan ludah, ia kembali ke ruangan Adrian dengan tangan yang gemetar. Hizam yang berjalan bersama Nara langsung membuka pintu ruangan pria itu.

Adrian yang duduk melihat ke arah Nara yang menundukkan kepalanya, pria itu menatap tajam pelayan di depannya. "Wanita itu hilang." Jelas Hizam.

Mendengar hal itu Adrian langsung melepaskan kacamatanya, ia melirik tajam ke arah Nara. "Apa yang kalian lakukan seharian sampai wanita itu bisa kabur dari gudang?" Tanya Adrian.

"Kami bekerja seperti biasa Tuan." Jelas Nara.

Adrian langsung meminta Hizam untuk mengecek cctv yang terpasang di setiap penjuru rumah, mata Adrian langsung menatap tajam saat melihat dari rekaman cctv para pelayan berleha-leha sementara semua pekerjaan di serahkan pada Syakira.

"Ini yang kau sebut bekerja?" tanya Adrian dengan mata yang menatap ke arah Nara, Nara melihat rekaman cctv dirinya dan pelayan yang lain malah bersantai di ruangan istirahat.

"Aku memperkejakan kalian untuk bekerja! Bukan untuk bersantai, apalagi memberikan pekerjaan kalian kepada orang lain." Jelas Adrian dengan nada rendah, namun mampu membuatnya Nara bergetar ketakutan.

Wanita itu langsung meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan, namun Adrian hanya diam dan tidak menggubris. Pria itu fokus pada rekaman saat Syakira melarikan diri ke dalam hutan.

1
As Lamiah
mungkin Adrian mulai sadar dia salah dan akan berusaha lebih bersikap baik dan merebut hati Syakira dan aleric
vj'z tri
orang ganteng mah bebas 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 memang kenyataan bukan bos travel 🤣🤣🤣🤣
Desmeri epy Epy
lanjut thor
yuning
Adrian mulai melunak
Manix Dewi
sangat menarik ceritanya
nyaks 💜
👍
nyaks 💜
mampir
guest1053527528
maaf lahir dan bathin thor
yuning
sad
vj'z tri
maaf lahir batin ya Thor 🥳🥳
angel
bener" Gilak ortunya si Adrian ini😤😤, lanjut lagi donk thor🌹
Jepiani
lnjut thor
As Lamiah
minal aidzin walfaizin mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🙏 semoga outour sehat selalu 💪💪💪 semangat tour
As Lamiah
hadeh pantesan Bae Adrian dan jeslyin kayagitu watak dan tabiatnya wong simbok e gitujuga selalu memandang rendah orang
semoga Syakira bisa pergi jauh bersama aleric dan ada yg membatu kehidupan Syakira apalagi itu dari rival bisnis Adrian tak apalah demi memberi pelajaran pada keluarga Adrian
As Lamiah
semoga setelah ini Syakira bisa merengkuh kebahagiaan bersama aleric dan menyadarkan keluarga Bu citra bahwasanya cinta sejati yg tulus tidak terukur dari harta dan derajat kasta yg sama bisa iklhas menerima keadaan
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Adinda
coba kamu jadi korban pemerkosaan Dan hidup menderita jadi kamu akan tahu seperti apa rasanya jangan suka merendahkan atau mengambil anak yang susah payah dilahirkan Dan dibesarkan
Queens Sha_15
iya thor.... habis lebaran up y banyak yaaa, kann dahh dpt thr....
guest1053527528
begitu Doong Adrian ikut kemana pun Syakira pergi dan biarkan jessly bahagia bersama hizam lengkap sdh...lanjut thor
As Lamiah
jangan menilai orang buruk Adrian perbaiki sikap dan tabiatmu biyar g kehilangan keluarga mu dan kehilangan Syakira dan aleric
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!