NovelToon NovelToon
Di Dua Hati

Di Dua Hati

Status: tamat
Genre:Lari dari Pernikahan / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Romantis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:397.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rani

Tiga tahun menikah, Zalea belum kunjung memiliki keturunan. Sang mertua yang kurang bersahabat dengannya semakin memperlihatkan wajah ketidaksukaan terhadap Lea.

"Nikahi saja Karmila, Zain. Kamu punya alasan kuat untuk menikah lagi. Karena istrimu itu tidak bisa memberikan keturunan buat keluarga kita."

Dunia Lea seketika hancur saat mendengar ungkapan sang mertua. Namun, seberkas cahaya langsung muncul. Tapi sayang, takdir seolah sedang mempermainkannya. Saat dia mendapatkan kabar bahagia, kabar buruk malah menyusul dibelakangnya. Kabar buruk datang sebelum ia bisa membagikan kabar bahagia yang dia punya dengan siapapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Episode 6

Air mata terus jatuh saat Leah menaiki taksi online yang tadi dia suruh menunggunya di depan hotel. Luar biasa rasa sakit yang Leah rasakan. Seakan dia tidak lagi bisa menggambarkan rasa sakit itu dengan kata-kata.

"Neng."

"Jalan, pak!"

"Ke-- "

"Kembali ke rumah saya. Jalan Nangka."

"Oh, baiklah."

Baru juga si sopir ingin menjalankan mobil, Zain sudah pun tiba ke samping mobil.

"Leah!"

"Jalan, pak! Cepat!"

"Turun, Leah! Aku ingin bicara."

"Jalan, pak!"

Kali ini, Leah berucap dengan nada sangat tinggi. Yang membuat si sopir hampir saja jantungan mendengarnya. Namun begitu, ucapan itu cukup manjur. Terbukti dengan si sopir yang langsung tancap gas setelah mengucapkan kata baik Neng.

Mobil itu pergi. Zain tidak menyerah untuk mengejar sang istri. Meski sejak tadi ia dijadikan tontonan dengan berlari tanpa mengenakan pakaian, hanya berbalutkan selimut hotel saja, Zain tidak perduli. Baginya sekarang adalah, Leah. Hanya Leah.

Gagal membuat istrinya berhenti, Zain langsung mengejarnya lagi dengan menggunakan mobil. Terhalang kemacetan lampu merah, Zain terpaksa menunda pengejaran untuk sesaat.

"Kenapa lama sekali lampu merahnya ini?"

"Sabar, Den Zain. Sebentar lagi juga akan berubah."

Benar saja apa yang pak sopirnya katakan, lampu merah langsung berubah. Zain yang kini menduduki kursi pengemudi tanpa pikir panjang langsung melajukan mobilnya kembali. Sungguh, pikirannya sangat kacau sekarang. Wajah Leah yang terlihat sangat kecewa dan terlalu sedih terus saja terbayang di pikiran Zain.

"Leah-Leah. Ya Allah. Aku mohon jangan marah padaku, Leah."

Mobil terus melaju dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya, mobil itu tiba ke rumah. Saat Zain tiba, Leah sudah tiba selama beberapa saat. Bahkan sekarang, dia sedang sibuk mengemasi barang-barangnya di kamar untuk ia bawa pergi.

Ya, Leah memilih untuk pergi. Seperti yang telah ia katakan sebelumnya, lebih baik berpisah dari pada dimadu. Bagaimanapun, berpisah adalah pilihan yang paling baik menurut Leah. Dia tipe perempuan yang tidak akan pernah menerima jika ia dipoligami. Apapun alasannya.

"Leah!"

Zain tiba ke depan pintu kamar. Sayangnya, Leah sudah mengunci pintu tersebut setelah ia masuk sebelumnya. Alhasil, langkah Zain kembali tertahan saat ia ingin berhadapan dengan Leah. Tapi Zain tidak akan menyerah. Dia gedor pintu itu berulang kali.

"Leah! Aku tahu kamu ada di dalam. Buka pintunya, Sayang. Mas ingin bicara."

Sayang. Kata itu langsung membuat Leah merasa mual. Sungguh, dia sudah sangat benci pada Zain sekarang. Bukan lagi kesal, atau marah. Melainkan, ke titik yang lebih parah. Yaitu, titik benci yang tidak akan pernah bisa ia maafkan apalagi untuk memberikan kesempatan bertatap muka.

"Leah! Buka pintunya!"

"Leah!"

"Zaleah Asyanti. Buka!"

Keributan itu tentu saja langsung membuat bi Inah keluar dari kamarnya. Dengan wajah penuh tanda tanya, si bibi langsung menghampiri Zain yang terus berusaha mengedor pintu kamar mereka.

"Den Zain. Ada apa?"

"Bi Inah. Carikan aku kunci cadangan dari pintu kamar ini sekarang! Aku butuh kuncinya sekarang juga."

"Cepat, Bi!"

"Ba-- baik, Den."

Si bibi dengan tergesa-gesa langsung menuju laci meja kecil yang ada di lantai dasar. Di sanalah kunci cadangan semua pintu kamar dia simpan.

"In-- ini, Den."

Zain langsung meraihnya tanpa berucap. Suasana rasa panik telah membuat ia lupa akan segalanya. Dia yang biasanya lembut, penuh hormat kini melupakan karakter baik yang dia miliki selama ini.

Gegas pintu kamar ia buka. Dan, brak! Mata Zain langsung tertuju ke arah koper yang kini sudah selesai dipacking oleh si pemikiknya. Sementara itu, Leah yang ada di dalam tentu saja juga merasa kaget dengan kemunculan Zain di depan matanya.

"Leah."

Lembut Zain memanggil nama sang istri sekarang. Matanya yang teduh kini terlihat sangat sayu. Sayangnya, Leah tidak merasakan hal itu. Suara lembut Zain malahan terasa seperti belati berkarat yang menusuk hatinya dengan sadis. Membunuh dirinya secara perlahan.

"Jangan mendekat!"

Suara Leah mengelengar ketika Zain baru mengangkat kaki untuk melangkah. Perempuan yang biasanya selalu lembut, kini berubah sangat keras dan kasar.

Zain saja hampir tak percaya dengan apa yang baru saja kupingnya dengar. Bahkan, suara itu sedikit membuatnya terkejut barusan. Namun, dia sadar, hati Leah yang tidak baik-baik saja adalah penyebab dari semua perubahan yang saat ini Leah tunjukkan.

"Leah. Tolong dengarkan aku. Aku-- "

"Aku bilang jangan mendekat, Mas. Aku sangat tidak ingin melihat kamu sekarang. Apalagi untuk berdekatan denganmu. Tolong, menjauhlah."

"Leah."

Tes, buliran bening jatuh dari pelupuk mata Zain. Untuk yang pertama kalinya, dia merasakan rasa putus asa karena ucapan Leah. Hatinya hancur karena Leah tidak ingin melihat dirinya. Pernikahan bahagia, sudah hancur sekarang.

"Leah dengar. Semua hanya-- "

"Cukup, Mas Zain. Aku sudah melihat semuanya. Dan aku sudah tahu sejak lama. Kalian sudah dijodohkan oleh mama. Aku, aku hiks."

Ucapan Leah terhenti sekarang. Tangisan tidak bisa ia tahan. Karenanya, dia tidak lagi bisa melanjutkan apa yang ingin bibirnya katakan. Sebaliknya, Zain terlihat sangat terkejut. Bagaimana tidak? Selama ini dia pikir Leah tidak tahu sedikitpun prihal permintaan sang mama yang ingin meminta dia menikah lagi. Karena selama ini, Leah tidak pernah membahas soal itu.

"Leah. Kamu .... "

"Aku tahu, Mas. Aku tahu semuanya."

"Aku tidak bisa hamil dan mamamu meminta kamu menikah lagi."

"Sekarang, silahkan menikah dengan wanita pilihan mamamu, Mas. Dan, ceraikan aku."

"Leah!"

Menggelegar suara Zain memenuhi kamar tersebut. Tentu saja dia tidak akan pernah menyetujui permintaan Leah untuk menceraikan dirinya. Sementara itu, Leah cukup terkejut dengan suara tinggi yang Zain keluarkan barusan. Namun, itu hanya sesaat saja. Karena detik berikutnya, Leah malah tertawa sambil menjatuhkan air mata yang terlihat tidak putus-putus sejak tadi.

"Kenapa, Mas? Tidak bersedia menceraikan aku? Tapi sayangnya, aku tetap ingin bercerai. Lebih baik aku berpisah dari kamu dari pada aku dipoligami, mas Zain."

Zain langsung ingin menyentuh Leah. Tapi sigap Leah menghindar dari sentuhan tersebut. Yang pada akhirnya membuat tangan Zain langsung mengambang tanpa tujuan.

"Aku tidak akan menceraikan kamu apapun alasannya, Leah. Untuk menikah lagi, kamu tenang saja. Aku tidak akan melakukan hal itu."

Leah langsung memberikan Zain tatapan tajam. "Ucapan apa itu, Mas? Malam ini, kamu baru saja usai melecehkan seorang perempuan yang bukan istri kamu. Lalu, kamu tidak akan menikahinya setelah perbuatanmu itu ketahuan. Sungguh, tidak punya pikiran."

"Biarkan saja, Leah! Biarkan saja aku tidak punya pikiran. Biarkan saja semua orang mau beranggapan apa tentang aku. Yang pasti, aku tidak akan menikah lagi dan kamu tidak akan aku ceraikan."

"Tapi aku tetap ingin bercerai darimu, mas. Meski kamu tidak akan menikah lagi. Karena dirimu yang sudah menyentuh wanita lain itu tidak akan pernah bisa aku biarkan menyentuh diriku."

1
Nur Haswina
mama Zain aslinya memang tdk suka sama Azalea, buktinya saat dia tau Azalea hamil bukannya menyadari kesalahannya malah makin jadi ingin menikahkan Zain sama Mila, semoga saja kalau Zain jdi menikah dengan Mila tidak dikaruniai anak
pipi gemoy
🌹
pipi gemoy
✌🏼
pipi gemoy
👍🏼👏🏼☕🙏🏼
pipi gemoy
Rafa n Dita
reuni jebolan panti😂👻
pipi gemoy
mantap hukuman buat Ratna karena Zain sampe tak bisa mengingat dirinya 🌹
pipi gemoy
bagus lah mama Zain SDH insyaf
Tuhan menegur Zain karena kecintaannya terhadap makhluk 👻🌹
pipi gemoy
bi Inah penyelamat Zain 👏🏼👍🏼🌹
pipi gemoy
betul Zain mati saja, biar nga byk bacot mm mu👍🏼👏🏼👻🌹
pipi gemoy
semoga Zain Istiqomah konsisten menolak Mila n wanita 2 lainnya juga👻
pipi gemoy
mampir Thor
ayu cantik
g bosen baca kisah ini
Surati
bagus ceritanya
Rani: makasih bunayak
total 1 replies
Sulati Cus
sesuai
Sulastri Oke86
Luar biasa
Isabela Devi
astaga Mila itu masih mau kejar Zain lagi
Isabela Devi
wah yoga cemburu, sadar yoga kamu Uda ada istri dan itu adiknya Leah
Isabela Devi
anak anak ya datang langsung ingatan Zain puli kembali
Isabela Devi
kasian bertemu dgn ayahnya saat lagi sakit
Isabela Devi
kasian itu Krn keegoisan mamanya itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!