NovelToon NovelToon
Pelacur Pribadi Suamiku

Pelacur Pribadi Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Cinta setelah menikah / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yuliana Rahmawati

Wanita lugu yang mengharap cinta suci dalam ikatan pernikahan, namun malah menjadi awal petaka di hidupnya. Memiliki suami patriaki dan kasar. Mampukah mira keluar dari jeratan api itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliana Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hujan

Seperti biasa rutinitas pagi sebelum berangkat kerja, Mira selalu membantu ibu nya untuk membersihkan rumah. Mira adalah anak yang rajin dan berbakti, Mira dikenal sebagai anak yang ramah oleh tetangga sekitar nya.

Ayah Mira, pak Surya sedang menjemur burung nya di halaman. Terlihat begitu banyak jenis burung milik pak surya. Pas Surya terlihat begitu telaten memandikan dan memberi makan hewan peliharaan nya itu.

Saat Mira sedang menyapu halaman, ia melihat Dodi sedang berjalan kearah ayah nya menjemur burung. Namun kali ini Dodi membawa sangkar burung besar dan ada burung jenis Gelatik jawa di dalamnya.

"wah burung nya bagus-bagus banget ya pak, banyak lagi jenisnya" Sapa Dodi kepada ayah Mira.

pak Surya tidak asing lagi dengan si Dodi ini, karna ia sudah berkali-kali berpapasan dengan Dodi saat di rumah paman Sam. Pak Surya sudah tau kalau Sam adalah keponakan bu tina.

"iyaa nih, yang kamu bawa itu juga bagus lo. Burung Gelatik jawa. Bapak sebenernya juga pengen pelihara itu. Tapi mahal, sayang uangnya" ucap pak Surya sambil memperhatikan burung yang di bawa Dodi

"oh kebetulan pak, ini burung nya buat bapak saja. Saya sudah tidak telaten merawatnya"

"wah, yang bener nak. Terimakasih sekali, akhirnya aku punya burung ini." pak Surya nampak sangat kegirangan.

Mira dari tadi memperhatikan percakapan mereka berdua, ia bertanya dalam hati 'dari mana dodi mendapatkan burung itu, masa iya dia bawa jauh-jauh dari Sumatera?'

Kemudian Dodi datang menghampiri Mira. Sontak Mira pun bertanya tentang apa yang ada di isi hati nya

"kamu dapat dari mana burung itu? Dan kenapa di kasih ke ayah?" tanya Mira.

"kamu ga perlu tau, ini bagian kecil dari kejutan yang aku maksud"

Bukannya mendapatkan jawaban yang diinginkan, Mira malah semakin bingung.

Ternyata tadi malam setelah mengobrol dengan paman Sam, Dodi bergegas mencari kios burung yang masih buka. Ia mencari sampai ke kota. Dan akhirnya menemukan burung Gelatik jawa untuk di berikan kepada pak Surya.

Dodi memang pintar dalam urusan mengambil hati seseorang.

"kenapa berdiri saja, ayo masuk kedalam. Kita ngobrol di dalam sambil ngopi. Mira tolong buat kan kopi buat ayah sama nak Dodi ya" ucap pak Surya sambil menyuruh Dodi masuk.

Kemudian Mira ke dapur untuk membuat kan kopi dan pisang goreng hangat untuk mereka berdua. Dari dalam Mira mendengar Dodi dan ayahnya mengobrol dengan sangat asik, tidak ada canggung di antara mereka. Mira mengakui bahwa Dodi memang gentle man.

Mira menyuguhkan kopi dan pisang goreng buatannya tadi. Kemudian ia berbalik untuk segera bersiap bekerja.

"Hari ini Mira biar saya yang antar berkerja ya pak, nanti pulang nya saja juga yang jemput" Dodi meminta izin kepada pak surya.

"eh gak usah, aku bawa motor sendiri aja" Mira berusaha menolak tawaran Dodi.

"udah biar nak Dodi antar gak papa sesekali"

Jawab pak Surya

Sepertinya kali ini Dodi sudah mendapat lampu hijau dari orang tua Mira.

Mira pun akhirnya mengangguk setuju untuk diantar Dodi. Di sepanjang perjalanan Mira hanya diam dan duduk agak berjarak dengan Dodi. Mira memang belum terlalu yakin dengan Dodi, ia memberi sedikit ruang agar tidak terlalu kecewa nantinya.

Dodi kemudian menarik tangan Mira dan mengarahkannya masuk kedalam kantong jaket yang di pakainya. Dengan posisi seperti itu tidak mungkin kalau Mira duduk berjarak. Mau tidak mau harus mepet.

Dodi memutar spion di arahkan ke wajah Mira, sambil tersenyum Dodi berkata kepada Mira

"calon istri ku ini cantik banget si"

Lagi lagi Dodi menggoda Mira. Mira yang salah tingkah itu pun langsung mencubit perut Dodi.

Sepanjang perjalanan menjadi sangat asik, Mira menikmati kedekatannya dengan sosok yang baru saja di kenalnya itu.

Tak terasa mereka sudah sampai di tempat Mira bekerja.

Mira turun dari motor dan berpamitan dengan Dodi. Tiba-tiba Dodi membelai halus rambut Mira dan berkata "semangat kerja ya"

Mata besar Mira langsung berbinar, bibir nya tersenyum. Mira begitu merasa nyaman dengan perlakuan Dodi.

Hari itu Mira menjadi sangat ceria, teman kerja nya pun sampai heran. Tidak biasa biasanya Mira seperti ini.

Mira merasa jam kerjanya itu lambat sekali, Mira tidak sabar ingin segera pulang dan bertemu Dodi.

Waktu menunjukkan pukul 16.00 saatnya Mira pulang, ia terlihat sangat buru-buru keluar dari toko. Senyumnya kembali merekah kala melihat Dodi yang sudah berada di depan toko tempat Mira berkerja. Tak butuh waktu lama, Dodi segera memakaikan helm ke kepala Mira.

Ternyata teman kerja Mira sedari tadi mengintip Mira dari celah jendela.

"oh ternyata Mira sudah punya pacar, pantas saja ia terlihat senang sekali hari ini" ucap seorang teman kerja Mira

"iyaa nih, mana ganteng banget tu cowok"

Teman-teman Mira mulai menggosip.

Kali ini tanpa di minta Dodi, tangan Mira sudah terlebih dahulu memeluk Dodi dari belakang. Bunga bunga cinta bermekaran diantara mereka.

Sesampainya di rumah Mira, terlihat tidak ada orang sama sekali. Ternyata kakak dan orang tua Mira sedang melayat ke rumah saudara nya yang meninggal.

Saat sudah masuk rumah tiba-tiba suara petir menyambar. Langit gelap dan hujan turun dengan derasnya. Hujan deras itu membuat aliran listrik di desa Mira terputus. Akibatnya listrik menjadi padam.

Mira yang ketakutan itu pun meminta Dodi untuk menemaninya di rumah sampai orang tua nya datang. Dodi mengabulkan permintaan Mira.

Dodi dan Mira duduk di teras depan rumah, karna cuaca hujan dan angin bertiup sangat kencang, mereka pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah saja.

Mira menyalakan lilin di meja ruang tamu.

Suasana menjadi hening, tidak ada sinyal dan tidak ada lampu menambah hawa dingin di ruang itu.

Tiba-tiba suara petir menyambar, Mira yang kaget spontan memeluk Dodi yang tepat berada di samping nya. Adegan saling menatap pun terjadi diantara mereka berdua.

Suasana dingin dan gelap seperti memberi dukungan untuk mereka saling mendekap.

Mira langsung mendorong Dodi, menjauhkan dirinya dan duduk agak berjarak. Kemudian Dodi memegang erat tangan Mira, merangkul bahu Mira perlahan. Mira yang awalnya ragu akhirnya menyenderkan kepalanya di bahu Dodi.

"tidak usah takut, ada aku disini" Dodi yang berusaha menenangkan Mira.

Hawa dingin seketika berubah menjadi sangat hangat. Mira menenggelamkan wajahnya ke dada Dodi. Kemudian dodi mengangkat dagu Mira. Entah apa yang ada di pikiran Dodi, dia langsung mencium bibir Mira.

Mira terkejut, badannya seperti membeku. Ia tidak bisa berkata apa-apa, tidak bisa menolak juga. Semua mengalir begitu saja.

1
Hanisah Nisa
lanjut
Ayano Kouji
Cerita ini sangat inspiratif, terima kasih author!
Rafkalia28
Sumpah, endingnya bikin hati berbungaa, moga-moga ada lanjutannya🤗
Alhida
Aku tidak bisa tidur sebelum membaca kelanjutannya, jadi cepat update ya thor! 😴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!