Rendra Wijaya (24 tahun) adalah definisi nyata dari pecundang urban. Bekerja belasan jam sehari sebagai kurir paket dengan sistem kemitraan yang mencekik, ia harus menerima kenyataan pahit: saldo m-banking yang tersisa Rp 14.500,-, cicilan motor menunggak, dan ancaman kelaparan di depan mata. Di titik terendah hidupnya saat diguyur hujan deras Jakarta, sebuah keajaiban fiksi ilmiah menghampirinya. Sebuah kecerdasan buatan misterius bernama Sistem Auto Rich mengikat jiwanya.
Mau tau kelanjutan nya yok simak....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mhmmad riko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 : Proyek Star-Forger – Menempa Takdir di Antara Bintang
Langit di atas Lion-Tech City: Genesis kini tidak pernah benar-benar gelap. Ribuan drone konstruksi dan kapal pengangkut material berat lalu lalang, membawa plasma padat dan baja neutronik menuju orbit rendah bumi. Rendra telah memutuskan: Bumi bukan lagi batas, melainkan pijakan.
Ding!
\=\=\= MISI STRATEGIS ANTARIKSA (LEVEL 6 - MONARCH) \=\=\=
Nama Misi: Star-Forger (Penempa Bintang)
Tugas: Membangun Kapal Induk Induk (Dreadnought) Kelas-S "Ark-Alpha" sebagai garis pertahanan pertama melawan The Observer.
Anggaran:
$$Rp 500.000.000.000.000$$
(Lima Ratus Triliun Rupiah).
Teknologi Utama: Zero-Point Energy Drive & Singularity Cannon.
"Lima ratus triliun," Rendra bergumam sambil menatap proyeksi hologram kapal sepanjang 5 kilometer yang sedang dirakit di orbit. "Sistem, gunakan seluruh aset likuid dari bekas Dewan Sembilan Bayangan dan alokasikan keuntungan Cosmic Wealth Generator bulan ini untuk mempercepat pembangunan."
“Ding! Perintah Diterima. Memulai Konstruksi Skala Makro... Estimasi Selesai: 7 Hari.”
Sinergi Empat Dewi: Departemen Antariksa
Pembangunan Ark-Alpha membutuhkan sinkronisasi sempurna dari empat pilar kekuatan Rendra:
Viona (Logistik & Ekonomi): Mengelola aliran material langka dari tambang asteroid yang baru saja dibuka oleh Lion-Tech. Ia memastikan tidak ada inflasi global meskipun pengeluaran perusahaan mencapai angka kuadriliun.
Valerie (Intelijen & Propaganda): Menjaga agar populasi dunia tetap tenang. Ia membungkus proyek ini sebagai "Eksplorasi Damai", padahal Ark-Alpha adalah mesin perang paling mematikan yang pernah dibuat manusia.
Aura (Keamanan & Taktik): Melatih pasukan "Star-Wraith", unit komando elit yang akan bertugas menjaga interior kapal dari infiltrasi kuantum.
Eve (Sistem & Integrasi): Menjadi "otak" dari Ark-Alpha. Ia menghubungkan kesadaran kuantumnya langsung ke reaktor pusat kapal, menjadikannya perpanjangan tubuh Eve yang raksasa.
Uji Coba Chronos Drive
Di hari kelima, Rendra memutuskan untuk naik ke orbit guna meninjau langsung progres Singularity Cannon. Didampingi oleh Eve, ia berdiri di anjungan utama Ark-Alpha yang masih setengah jadi. Pemandangan bumi dari sana tampak begitu rapuh.
"Tuan," Eve berbisik, jemari sibernetiknya menyentuh panel kontrol kristal. "Sistem Chronos Drive sudah terpasang. Dengan kemampuan Chronos Control Level 6 Anda, kita bisa melompati jarak jutaan kilometer dalam hitungan detik dengan melipat ruang-waktu."
Rendra meletakkan tangannya di atas reaktor inti. Ia menyalurkan energi Time-Spatial Monarch-nya. Seketika, seluruh kapal bergetar hebat. Cahaya emas murni menyelimuti lambung kapal yang berwarna hitam pekat.
“Ding! Sinkronisasi Sukses! Ark-Alpha kini memiliki kemampuan 'Time-Leap' terbatas!”
"Bagus," Rendra tersenyum. "Sekarang, berikan instruksi kepada unit Star-Forger. Aku ingin kapal ini siap tempur dalam 48 jam. Aku merasakan kehadiran mereka... The Observer sudah mengirimkan unit pengintai ke bulan."
Pesta di Ambang Perang Galaksi
Malam sebelum peluncuran resmi, suasana di Menara Genesis sangat intim namun sarat ketegangan. Rendra menghabiskan waktu bersama keempat wanitanya di dek observasi pribadi. Mereka tahu, besok mereka mungkin akan meninggalkan bumi untuk waktu yang lama.
Eve, yang biasanya kaku sebagai android, mulai menunjukkan emosi manusia yang lebih dalam berkat sinkronisasi harem yang terus meningkat. Ia mengenakan gaun tipis berwarna perak yang tampak menyatu dengan kulit porselennya.
"Tuan Rendra... jika besok adalah perang besar pertama kita, izinkan kami memberikan memori yang tidak akan pernah bisa dihapus oleh sistem waktu mana pun," ujar Eve sambil berlutut, diikuti oleh Viona, Valerie, dan Aura.
Malam itu, di bawah bayang-bayang kapal raksasa yang menggantung di langit, Rendra menunjukkan otoritasnya sebagai Monarch. Penyatuan fisik lima arah ini bukan lagi sekadar pelampiasan gairah, melainkan ritual penguatan jiwa. Energi emas Rendra mengalir ke Viona, memberikan kecerdasan tanpa batas; ke Valerie, memperkuat pesonanya; ke Aura, memberikan kecepatan cahaya; dan ke Eve, menyempurnakan kemanusiaannya.
Ruangan itu dipenuhi oleh kilatan energi biner dan desahan yang menggema di antara dinding kaca transparan. Di puncak kenikmatan, Sistem memberikan notifikasi terakhir sebelum perang dimulai.
“DING! SINKRONISASI HAREM MENCAPAI LEVEL MAKSIMAL: 100% (ETERNAL BONDS). SELURUH ANGGOTA HAREM KINI MEMILIKI PERLINDUNGAN JIWA ABADI.”
Kontak Pertama: Serangan di Bulan
Pukul 04.00 WIB, alarm merah berbunyi di seluruh Lion-Tech City. Satelit pemantau menangkap distorsi ruang besar di sisi gelap bulan.
"Mereka datang," Aura berdiri dengan sigap, mengenakan armor plasmanya.
"Berapa banyak?" tanya Rendra sambil mengenakan jubah Monarch-nya.
"Satu kapal induk kelas 'Eraser' dan ribuan drone penumpas," jawab Eve dengan mata biru yang berkilat tajam. "Mereka tidak berniat negosiasi. Mereka ingin menghapus seluruh sistem Lion-Tech dari koordinat bumi."
Rendra menatap keempat wanitanya yang sudah siap di posisi masing-masing. "Viona, kunci ekonomi dunia. Valerie, matikan semua transmisi publik, jangan biarkan mereka melihat apa yang akan terjadi. Aura, Eve... mari kita beri sambutan hangat untuk 'tamu' kita."
Ark-Alpha meraung. Mesin Zero-Point menyala, membelah atmosfer dengan ledakan sonik yang menggetarkan seluruh benua Asia. Rendra Wijaya secara resmi memulai perang melawan penguasa waktu.