NovelToon NovelToon
Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cthulhu / Dunia Lain / Action / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:165
Nilai: 5
Nama Author: DaoisttjmlCe

Q adalah makhluk hidup. Q adalah esensi alam semesta.

Dengan semakin berkembangnya tenaga uap dan mesin, siapa yang bisa mendekati sosok Master Q? Terselubung dalam kabut dan kegelapan, siapa atau apa kejahatan yang mengintai dan berbisik di telinga kita?

Terbangun dengan serangkaian kebingungan dan misteri, Bagas Pratama mendapati dirinya bereinkarnasi ke tubuh seorang remaja bernama Rostav Zertu di dunia yang dipenuhi oleh lautan dan dikuasai oleh mesin uap, bajak laut, meriam, serta Ramuan, Q, dan Anomali.

Ikuti kisah Rostav Zertu dalam menghadapi bahaya dan misteri yang mengincarnya, saat terlibat dengan organisasi-organisasi rahasia yang ada di dunia.

Ini adalah kisah dari "Kapten Mawar Hitam".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DaoisttjmlCe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Cantik Bak Bulan yang Menyinari Malam

Rostav tak dapat menahan diri untuk tidak bertanya? Dia membulatkan matanya, seolah-olah tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia menggelengkan kepalanya dan mengucek matanya, dilanjutkan dengan menyipitkan matanya. Dia melakukan hal tersebut untuk memastikan apakah yang dia lihat benar-benar tubuh manusia atau tidak.

Setelah memastikannya berkali-kali, dia akhirnya sadar sepenuhnya bahwa itu adalah tubuh manusia yang mengapung di atas sebuah barel.

"Ya Tuhan, itu benar-benar tubuh manusia!" Rostav membuka mulutnya lebar-lebar, seolah-olah membiarkan serangga apa pun memasuki mulutnya. Dia menutup mulutnya dan tampak sedikit panik, dia menoleh ke arah kanan dan kiri, mencoba mencari sesuatu yang berguna untuk menyelamatkan manusia itu. "Aku tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak, tapi kemanusiaanku tidak bisa membiarkan tubuh manusia mengapung di atas lautan tanpa memberikan bantuan."

Dia mengangkat kakinya ke atas pagar, hendak melompat untuk menyelamatkannya, tapi segera dia membuang ide itu. "Apa yang kulakukan? Apa aku mau mati? Siapa yang tahu apa yang ada di dalam lautan ini? Juga, jarakku dengannya bisa dibilang cukup jauh," dia menurunkan kakinya dan mondar-mandir di dek sambil mengelus dagunya, mencoba memikirkan cara untuk menyelamatkan manusia itu.

"Alat apa yang bisa kugunakan?" awalnya dia merasa bingung, dia masih mondar-mandir di dek kapal, sebelum akhirnya beberapa detik kemudian dia mendapatkan sebuah ide. "Ya, kenapa aku tidak kepikiran sebelumnya. Alat pancing!"

Dia segera berlari menuju ruang penyimpanan dan mengambil alat pancing, tanpa memperdulikan apa pun lagi, dia kembali berlari ke arah dek dan berdiri di belakang pagar. Dia menatap fokus ke arah barel yang membawa tubuh manusia di atasnya.

"Semoga tidak mengenai tubuhnya! Semoga tidak mengenai tubuhnya!" sambil berdoa, Rostav mengayunkan alat pancingnya dan mendorongnya sekuat tenaga ke arah barel tersebut. Benang berwarna perak itu meluncur dengan kecepatan tinggi, dan entah karena keterampilan atau keberuntungan, kail pancing itu melilit barel, tidak mengenai tubuh manusia itu.

'Ya, itu dia!' Rostav bersorak dalam hati lalu menarik benangnya dengan hati-hati. Dia tidak menggunakan mekanisme mesin uap untuk menarik benangnya, takut kalau itu akan terlalu kencang dan manusia itu malah bisa saja terjatuh. Rostav tidak mau semua usahanya terasa sia-sia.

Dengan kehati-hatian yang luar biasa, Rostav menarik barel beserta tubuh manusia itu perlahan mendekati kapal. Dan ketika jaraknya hanya tersisa sepuluh meter, Rostav kemudian menyadari bahwa itu adalah seorang perempuan. Dan anehnya, punggung perempuan itu terekspos sepenuhnya, seolah-olah tidak mengenakan pakaian. Ditambah telinga perempuan itu aneh, mirip seperti sirip ikan atau kaki katak.

"Apa yang sebenarnya terjadi dengannya?" Rostav yang merasa penasaran bertanya pada dirinya sendiri sambil tetap menarik benangnya. Dan ketika barel itu menyentuh badan kapal, Rostav tidak mengangkatnya dengan paksa. Jika dia melakukannya, maka yang terangkat ke kapal hanya barel, targetnya adalah manusia itu.

Dia menyelipkan alat pancingnya di bawah meriam, mengangkat kakinya ke atas pagar, dan dengan hati-hati turun ke bawah. Untung saja di beberapa titik terdapat sebuah pipa-pipa kuningan yang menjorok keluar, memungkinkn Rostav untuk turun ke bawah dengan aman.

Ketika dia tiba di pipa paling bawah, dia mengulurkan tangan kanannya ke bawah, berusaha memegang tangan perempuan itu. Tapi hal itu tidak semudah yang dibayangkan. Jarak antara Rostav dan perempuan itu masih cukup jauh, jadi mau tidak mau Rostav mencondongkan sedikit tubuhnya ke bawah agar jangkauan tangannya bertambah. Dan setelah dia menggenggam tangan perempuan itu, dia merasa terkejut.

"Hangat. Tangannya hangat!" Rostav menaikkan sebelah alisnya, karena yang dia tahu seharusnya jika seseorang terombang-ambing di tengah-tengah lautan dalam waktu yang cukup lama maka tubuhnya akan mendingin dengan cepat. Tapi tangan perempuan ini... rasanya hangat. Tapi di sisi lain hal itu juga menunjukkan bahwa perempuan itu kemungkinan besar masih hidup.

Rostav menarik tangan perempuan itu, dan berkat dia meminum Ramuan, kekuatan fisiknya telah meningkat berkali lipat, memungkinkannya untuk mengangkat wanita itu dengan satu tangan. Tapi ketika dia mengangkatnya, sekali lagi dia membelalakkan mata ketika melihat bagian bawah tubuh perempuan itu.

"Bagian bawahnya adalah sebuah sirip..." Rostav memandangi perempuan itu sebelum akhirnya mengangkatnya ke dek. Dia membawanya masuk ke aula makan dan meletakkannya bersandar di dinding, meluruskan bagian bawah tubuhnya yang berbentuk sirip ikan.

Pada momen itu, Rostav memandangi bagian bawah tubuh perempuan itu, dia merasa seperti pernah melihatnya di film. Sebelum akhirnya dia menyadari sesuatu.

"Apa dia putri duyung?" dia memiringkan kepalanya, merasa penasaran. Tapi segera perhatiannya segera teralihkan oleh bagian atas tubuhnya yang... bisa dibilang setengah telanjang, dengan kulit putih bersih dan halus seperti sutra. Satu-satunya bagian yang tertutupi adalah bagian dadanya yang menonjol, itu ditutupi oleh sebuah cangkang kerang raksasa yang dihiasi oleh berbagai hiasan rumit.

"Oh, gawat, aku tidak bisa melihatnya!" Rostav memalingkan wajahnya ke arah lain, tapi beberapa detik kemudian dia melirik ke arah dada wanita itu dan berkata, "aku ingin lihat! Cukup, aku tidak ingin lihat, laki-laki macam apa aku ini?" dia sekali lagi memalingkan wajahnya, dan kali ini bahkan berbalik.

Setelah memenangkan dirinya sendiri dengan cara mengambil napas dalam-dalam beberapa kali, dia akhirnya kembali berbalik dan menatap perempuan itu, kali ini dirinya serius! Sungguh, siapa laki-laki yang dapat menahan nafsunya saat melihat tubuh wanita terbuka seperti ini, Rostav adalah seorang laki-laki, wajar saja jika dia tertarik dengan perempuan.

Lupakan!

Dia menatap wanita itu, yang sepertinya masih pingsan, dia memeriksa denyut nadi di tangannya, dan masih merasakannya. "Dia masih hidup! Syukurlah!" dia meletakkan tangan wanita itu dengan hati-hati dan menatap wajah wanita itu yang tertutupi oleh rambut berwarna hitam gelap.

"Aku tahu ini tidak sopan tapi... maafkan aku, aku penasaran," Rostav tahu betul bahwa apa yang akan dia lakukan mungkin bagi perempuan tidak sopan. Tapi dia penasaran, jadi dia menyingkap rambut yang menutupi wajahnya dan, seketika itu juga, matanya membelalak terkejut dengan kecantikan perempuan di hadapannya ini.

Perempuan itu memang terbaring tak sadarkan diri, tubuhnya diam tanpa reaksi. Meski berada dalam keadaan pingsan, kecantikannya tetap begitu mencolok dan sulit untuk diabaikan. Wajahnya begitu menawan, bagaikan bulan purnama yang bersinar lembut di tengah pekatnya malam, memancarkan keindahan yang tenang dan menyejukkan. Garis-garis wajahnya tampak serasi dan anggun, seolah dipahat dengan ketelitian yang luar biasa.

Kulitnya berwarna putih bersih dengan tekstur yang tampak halus dan lembut. Setiap bagian wajahnya terlihat terawat dengan baik. Dalam diamnya, dia menyerupai mutiara langka yang tersembunyi di dasar lautan, sesuatu yang begitu berharga dan jarang ditemukan. Kecantikannya tidak hanya memikat karena penampilan fisiknya, tetapi juga karena kesan anggun yang terpancar secara alami darinya.

Rambutnya terurai rapi mengelilingi wajahnya. Bulu matanya yang lentik terpejam tenang, sementara bibirnya yang berwarna kemerahan tampak membentuk garis yang indah. Bahkan dalam kondisi tidak sadar, pesonanya tetap memancarkan daya tarik yang membuat siapa pun yang melihatnya sejenak terdiam. Anting-anting permata biru safir yang indah di telinga dan kalung yang leher, yang dikelilingi oleh detail perunggu kuno seolah-olah memancarkan cahaya kebiruan, membuat penampilannya menjadi sempurna.

Dia tampak seperti sosok yang keluar dari sebuah lukisan, begitu sempurna hingga sulit dipercaya bahwa kecantikan seperti itu ada di dunia ini.

"Ya Tuhan, selama dua puluh lima tahun aku hidup di Bumi, tak pernah sekalipun aku melihat perempuan secantik dia. Apakah putri duyung memang secantik ini? Ya, ini dunia lain, aku tidak akan kaget lagi jika bertemu dengan ras lain," Rostav tanpa sadar telah memandangi wajah wanita itu selama sepuluh detik, sebelum akhirnya dia menggelengkan kepalanya dan berdiri.

Dia mondar-mandir di aula makan sambil berpikir. 'Apa yang harus kulakukan dengan putri duyung ini? Walaupun wajahnya terlihat polos, saat dia terbangun, bisa saja dia berubah menjadi orang yang licik. Tidak mustahil dia adalah seorang bandit. Ingatlah kata pepatah, "Jangan menilai buku dari sampulnya". Maka aku pun akan melakukan hal yang sama. Walaupun di awal aku sempat terpesona dengan kecantikannya, tapi siapa yang tahu dia adalah orang jahat? Lebih baik aku mengurungnya di salah satu kamar, dan saat dia terbangun aku akan mengumpulkan informasi darinya.'

Dia pun berjongkok di depan perempuan itu dan mengangkatnya seperti seorang putri. Di salah satu kamar, dia memutar kunci kuningan yang masih tertancap di lubang kunci dan membukanya. Dia melangkah masuk dan membaringkan perempuan itu di atas kasur. Kamar itu terlihat bersih, karena sebelumnya saat tengah menunggu pengasapan daging ikan dia merasa bosan, akhirnya memilih untuk membersihkan kamar-kamar yang berantakan.

Saat dia hendak pergi, dia tiba-tiba teringat sesuatu. "Tunggu, apakah putri duyung di dunia ini dapat berubah menjadi manusia? Anggap saja itu benar maka, kalau dia berubah menjadi manusia... dia..."

1
anggita
klo bisa novelnya dipromosikan Thor, biar dikenal pembaca NT.
anggita: ga pa" ijin promo aja. ditempat kami bebas. banyak kok teman" author yg promo dsini.
total 2 replies
anggita
ikut dukung like👍 iklan☝aja, moga novelnya lancar👌.
Blueria: semangat gann🔥
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!