NovelToon NovelToon
Di Buang Karena Jelek Datang Kembali Untuk Membalas

Di Buang Karena Jelek Datang Kembali Untuk Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Memiliki tubuh obesitas ternyata membuat Amanda dibenci orang-orang di sekeliling, keluarga yang selama ini dia percaya. Di saat usianya berusia 10 tahun ibunya pergi meninggalkannya membuatnya hidup bersama sang ayah.
Hidupnya sejak kecil begitu sempurna nyaris tidak pernah merasakan kesulitan, ketika sang ayah menikah dengan teman masa SMA- ya yang sudah memiliki dua Putri. Amanda justru mendapatkan kasih sayang dari ibu tirinya.

Tetapi siapa sangka Amanda menyadari semua itu hanyalah sandiwara ketika dia sudah dewasa. Tubuhnya yang gendut dengan wajah yang jelek, cupu membuat keluarganya jijik kepadanya, kematian ayahnya membuat penderitaan hidupnya semakin bertambah.
Pria yang dia nikahi baru 1 bulan ternyata memiliki hubungan dengan saudara tirinya, dikhianati oleh keluarganya sendiri membuat Amanda nyaris ingin mengakhiri hidup.

Tetapi semangatnya kembali dalam bentuk pembalasan ketika semua berlalu dia datang dengan penampilan yang sempurna bahkan nyaris Tidak dikenali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9 Di Mana Letak Keadilan Itu.

Pria yang sejak awal membuat suasana penerbangan terasa seperti duduk di sebelah patung mahal tanpa emosi.

Ia berdiri tegak di hadapannya, satu tangan masih memegang koper kabin, wajahnya tetap tenang, terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja bertabrakan.

Tidak ada ekspresi kaget.

Tidak ada rasa bersalah.

Tatapannya bahkan datar, seolah tabrakan itu hanya gangguan kecil.

Amanda langsung mengerutkan dahi.

"Serius?" gumamnya kesal. "Anda nggak lihat orang jalan?"

Pria itu melirik sekilas ke arah sekitar, lalu kembali menatap Amanda

"Bandaranya ramai."

Nada suaranya tenang. Pendek dan menyebalkan.

Amanda mengembuskan napas panjang sambil memijat bahunya pelan.

"Minimal bilang maaf, bisa, kan?"

Pria itu diam sepersekian detik.

Lalu menjawab tanpa perubahan ekspresi sedikit pun.

"Bukannya kita sama-sama jalan?"

Amanda mematung

Kesal? Sangat.

"Ya Tuhan,"gumamnya lirih sambil menggeleng. "Kenapa ekspresi Anda sedingin itu, sih? Orang nabrak aja kayak nggak terjadi apa-apa."

Pria itu hanya menatapnya sebentar. Tatapan tajam tapi sulit ditebak.

Kemudian, tanpa banyak kata, ia menggeser koper di sampingnya dan melangkah pergi begitu saja ke arah pintu keluar bandara.

Begitu saja.

Tanpa maaf.

Tanpa basa-basi.

Tanpa menoleh.

Amanda berdiri terpaku beberapa detik sebelum mendengus pelan.

"Nyebelin," gerutunya sambil kembali menarik koper.

"Ada ya orang seperti itu yang tidak punya rasa bersalah sama sekali, setiap kata yang keluar dari mulutnya begitu enteng. Huhhhh, Semoga aku tidak akan bertemu lagi dengan pria seperti itu," umpat Amanda terus merocos.

Padahal, Jakarta sering kali punya cara unik mempertemukan orang yang paling tidak ingin saling bertemu.

*****

Restoran Family

Restoran mewah yang sangat dikenal di ibukota, Restoran sudah berdiri puluhan tahun dan selalu mengikuti zaman dan trend makanan yang membuat Restoran tersebut tidak pernah kalah saing dengan Restoran baru di pusat kota.

Suasana di Restaurant itu selalu ramai pengunjung baik pasangan keluarga, dan lainnya dengan pelayanan yang sangat ramah dan cepat yang membuat nama Restoran tersebut terus bertahan dan menjadi Restoran favorit banyak orang.

Tidak pernah sepi dan selalu ramai pengunjung dengan pelayan yang mondar-mandir memberi pelayanan terbaik mereka dengan senyum khas mereka, kerapian dan juga kecepatan yang dilakukan orang-orang yang bekerja di Restoran tersebut membuat orang-orang nyaman untuk makan di sana.

Suasana di dalam Restoran itu dilihat Amanda yang berdiri di depan restoran tersebut, dinding restoran yang dilapisi oleh kaca membuat orang yang berada di luar dapat melihat ke dalam dan begitu juga dengan orang yang berada di dalam.

"Mama....." suara anak kecil yang nyaring itu terdengar membuat Amanda salah fokus dengan anak kecil memakai tas ranselnya sekitar berusia 6 tahun berlari menghampiri seorang wanita yang baru saja berada di salah satu meja tamu.

Amanda mengerutkan dahi ketika wanita tersebut berlutut dengan melebarkan kedua tangannya memeluk anak kecil tersebut. Wanita itu tak lain adalah Sisil yang memakai dress pink.

Amanda melihat bagaimana Sisil yang sudah pasti dia ingat saudara tirinya yang 2 tahun lebih tua di atasnya yang dulu sangat membencinya dan terus saja mencaci makinya.

Mungkinkah anak kecil yang memanggilnya Mama itu adalah putrinya, terlihat dari kejauhan ekspresi Sisil memang tampak memiliki aura seorang ibu.

"Kamu sudah pulang sekolah Zena!" arah mata Amanda tertuju pada seorang pria yang memakai kemeja putih dipadukan dengan celana hitam yang dimasukkan ke dalam celananya.

"Papa!" gadis kecil yang lucu itu melepas pelukannya dari Sisil dan mengalihkan pelukan tersebut kepada pria yang tak lain adalah Reno.

"Anak Papa ternyata sudah pulang sekolah, bagaimana pelajarannya hari ini?" tanyanya ketika melonggarkan pelukan itu dengan mengusap-usap pucuk kepala Zena.

"Zena menggambar, lihatlah..." Zena sangat excited membuka tas ranselnya dan memperlihatkan kepada Reno hasil karyanya di sekolah.

"Bagus sekali, kamu benar-benar pintar," ucap Reno sangat bangga kepada putrinya.

Sisil tersenyum dan ikut merangkul Zena, pemandangan keluarga Cemara itu harus disaksikan oleh Amanda yang sejak tadi tidak lepas matanya menatap bagaimana keluarga itu benar-benar bahagia.

Amanda tiba-tiba saja tersenyum mendengus dengan geleng-geleng kepala.

"Jadi kalian sudah menikah? memiliki anak dan hidup bahagia, apa kalian pernah berpikir sebelum adanya keluarga yang kalian ciptakan, ada wanita yang kalian hancurkan hidupnya, kalian sakiti tanpa ampunan," batin Amanda dengan mata berkaca-kaca, merasa sangat mual atas apa yang terjadi di depan matanya.

Amanda menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan, kemudian berbalik badan dan saat ingin melangkahkan kakinya tiba-tiba saja tidak jadi ketika sebuah mobil berhenti di parkiran yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Seorang wanita cantik keluar dari mobil tersebut menggunakan dress berwarna merah, tampak modus dan elegan, siapa lagi jika bukan Maudy wanita yang sangat dia kenal tak lain adalah kakak dirimu yang juga dia ketahui saat ini menjalani karirnya sebagai model profesional.

Maudy menghela nafas, menyadari ada sepasang mata yang menatapnya membuat Maudy melihat ke arah Amanda, Maudy mengerutkan dahi melihat penampilan Amanda yang sudah pasti dia tidak kenali. Tetapi Amanda bukannya menghindari pandangannya dan justru terus melihat Maudy.

"Siapa dia? Apa dia fans yang mengikutiku sampai sini," batin Maudy menganggap Amanda tak lain adalah hanya fans yang biasa selalu banyak diam-diam mengikutinya.

Maudy mengabaikan dan memasuki Restoran tersebut tanpa mempedulikan Amanda yang memang tidak dia kenali. Amanda ternyata terus memperhatikannya, matanya tertuju ke dalam Restoran itu dan melihat bagaimana Maudy juga langsung dikejar oleh anak kecil tersebut.

"Ya, hidup mereka sudah pasti baik-baik saja tanpa ada masalah, tetapi hidup mereka akan dipenuhi dengan masalah setelah aku kembali. Tidak mungkin kalian baik-baik saja menikmati semua hasil yang kalian ambil secara paksa dariku dengan semua perbuatan jahat kalian," batin Amanda ada rasa marah dengan apa yang telah dia lihat.

Amanda merasa dunia ini tidak adil untuknya, setelah dia mendapatkan perlakuan yang tidak baik, dihina, dicaci maki dan dibuang, lalu setelah bertahun-tahun kehidupan keluarga itu tampak baik-baik saja. Jika dunia tidak memberi keadilan kepadanya maka dia sendiri akan mencari keadilan itu.

****

Kembali ke Indonesia dan bahkan sudah sempat berpapasan mata dengan Maudy ternyata tidak ada yang mengenali Amanda yang sudah berpenampilan berbeda dengan kecantikannya yang sempurna. Amanda membutuhkan waktu untuk istirahat. Amanda menyewa salah satu apartemen mewah.

Wajahnya tampak lelah dengan aktivitas satu harian dalam perjalanan pesawat dan belum lagi dengan apa yang telah dia lihat membuat hatinya sedikit tidak nyaman.

"Huhhhhh, semuanya baik-baik saja untuk mereka, ya, seperti inilah kehidupan dan tidak tahu di mana letak keadilan dalam hidup ini," ucapnya dengan menghela nafas.

"Astaga, aku mengabari Dokter Devano, dia bisa marah kepadaku jika aku tidak mengabari bahwa aku sudah sampai," Amanda tiba-tiba saja menjadi panik dengan mengambil tasnya dan merogoh tas tersebut untuk menemukan ponselnya.

Ketika ponsel itu ditemukan Amanda tidak membuang waktu yang langsung meng Devano, tetapi ternyata tidak ada respon dan bahkan ponselnya tidak diangkat.

"Apa dia sangat sibuk?" batin Amanda terlihat cemberut karena panggilan teleponnya tidak diangkat.

Bersambung.....

1
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉
Ma Em
Semangat Amanda kamu pasti bisa mengambil hak kamu perusahaan yg sdh dikuasai pelakor dan anak2 nya , semoga dimudahkan dan dilancarkan usaha Amanda untuk mengambil kembali perusahaan nya dan bisa menyingkirkan mereka semua .
Ma Em
Amanda mungkin lelaki yg sering kamu temui itu adalah lelaki yg akan menjadi pasangan hdp mu Amanda , ternyata rumah tangga Reno dgn Sisil sepertinya tdk bahagia bahkan sering bertengkar , ternyata Reno menikah dgn Sisil sering bertengkar dikira setelah melepaskan Amanda Reno akan bahagia dgn Sisil wanita pilihan Reno , mungkin itu balasan Sisil karena sdh menyakiti Amanda sehingga rumah tangganya juga tdk bahagia .
Ma Em
Semoga Amanda segera mengetahui perselingkuhan Reno dgn Sisil .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!