Rian seorang pemuda yang bertahan hidup di kiamat zombie di khianati oleh temannya yang selalu dia percayai , ketika tiba-tiba dia kembali ke masalalu.
dengan kekuatan dan pengetahuan dari masa depan ,aku ,akan membalas perlakuan semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alu feed, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERMULAAN.
Sinar matahari menembus awan dan menyinari dunia. Musim semi telah tiba, tetapi hujan masih terus mengguyur tanpa henti.
Suara kipas angin berdengung pelan di dalam kelas, sementara seorang guru terus menjelaskan materi pelajaran.
Cahaya matahari yang hangat menembus kaca jendela dan menyoroti seorang pemuda yang tertidur di tengah pelajaran.
Pemuda itu mengenakan sweater merah-biru dan sepatu sneaker merah. Perlahan, matanya terbuka.
"Aku di mana... ini seperti sekolah lamaku."
Ia terkejut dan langsung berdiri, lalu melirik ke kiri dan kanan.
"Bukankah aku dikhianati oleh temanku yang ternyata mata-mata Kaisar Nirwana? Aku seharusnya sudah mati... jadi kenapa aku berada di sekolah?"
Pemuda itu bergumam pelan.
"Bagus! Kemarin bolos sekolah, sekarang malah tidur di kelas pelajaranku. Rasakan ini!"
Sang guru melempar kapur ke arah pemuda itu.
"Seorang infected varian baru mencoba mengacaukan pikiranku? Jangan harap!"
Dengan wajah kesal, pemuda itu menangkap kapur yang melayang ke arahnya hanya dengan dua jari.
Guru itu terkejut.
"Beraninya kamu, Rian! Menangkap kapurku dan bicara ngawur seperti itu. Keluar sekarang!"
"Ugh... baik, Pak."
Rian berjalan keluar kelas sambil menunduk, diiringi tawa murid-murid lain.
"Lihat siapa yang akhirnya keluar kelas juga."
Rian menoleh ke kanan dan langsung membelalakkan mata.
"Budi...? Ternyata kamu masih hidup!"
Rian memegang kedua pundak Budi, memastikan temannya itu benar-benar nyata.
"Bocah ini baru bangun tidur, tapi masih saja ngelantur."
Budi dan murid lainnya tertawa bersamaan.
Namun Rian masih kebingungan. Semua yang terjadi terasa terlalu nyata untuk disebut ilusi. Tangannya mengepal erat, pikirannya kacau.
"Hei, ada apa denganmu? Apa kamu masih kesal karena dimarahi kakakmu setelah kita bolos kemarin?"
Rian terdiam.
Kejadian itu... terjadi tiga puluh tahun yang lalu.
Mustahil seekor zombie mutasi bisa membaca ingatan seorang evolver sedetail itu.
Rian menarik napas dalam-dalam.
"Coba tampar mukaku sekarang."
Plak!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajahnya.
Rian mengusap pipinya yang terasa panas. Rasa sakit itu nyata.
Saat itulah ia sadar.
Ini bukan ilusi.
Dia telah terlahir kembali.
"Hebat sekali. Tidur di pelajaran Pak Kim Rui, habis bolos sekolah, sekarang malah minta ditampar."
Budi menyeringai kecil sambil mengejeknya.
Rian tercengang dan perlahan menoleh ke arah guru.
"Pak Kim Rui... pelajarannya selalu hari Senin. Berarti sekarang benar-benar hari Senin."
Rian mendongak ke arah jam dinding.
12:59.
Napasnya mulai tidak teratur.
Dengan langkah cepat, ia berjalan menuju jendela yang menghadap langsung ke lapangan sekolah.
"Sial... semuanya akan dimulai sekarang."
Tatapan Rian tertuju pada seorang guru biologi yang sedang berbicara dengan pria aneh di luar pagar sekolah.
"Pak, bisakah Anda pergi sekarang? Anda berdiri di sana sejak tadi dan membuat suasana jadi tidak nyaman."
Guru biologi itu mencoba berbicara ramah demi menjaga citra sekolah.
Namun tiba-tiba—
Benturan!
Pria itu membanting kepalanya sendiri ke pagar besi hingga darah mengucur deras.
"Hei, suara apa itu?!"
Budi dan murid lainnya langsung melihat ke luar melalui jendela.
"Orang gila... dia membenturkan kepalanya sendiri!"
Namun sedetik kemudian, wajah mereka berubah pucat.
Pria itu menerkam guru biologi dan menggigit lehernya dengan brutal. Darah menyembur ke mana-mana.
Tetapi wajah Rian jauh lebih pucat dibanding yang lain. Keringat dingin mengalir di dahinya.
"Itu... hari ini benar-benar terjadi lagi."
Brak!
Rian membuka pintu kelas dengan keras.
"Cepat! Turunkan tirai dan kunci semua jendela kalau kalian ingin hidup lebih lama!"