NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:126k
Nilai: 4.5
Nama Author: Melisa Lim

Rendi yang merupakan putra sulung keluarga atmadinata yang tak asing lagi nama nya dikalangan pebisnis tanah air memiliki wajah yang tampan nan rupawan.

Tak heran banyak mahasiswa indonesia yang menyelesaikan studi nya di universitas oxford dilondon dimana tempat rendi tumbuh besar dikota terbesar di eropa itu tergila-gila dengan ketampanan dan kepintaran nya.

Meski memiliki wajah yang berbeda dengan ayah nya akan tetapi kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa ketampanan nya adalah warisan dari ayah nya.

Rendi yang sudah lama mengubur kisah pilu dimasa kecil nya, kini harus kembali ketanah air untuk memimpin perusahaan CEG yang telah bersinar kembali nama nya.

Meski berulang kali berusaha menolak tapi kali ini rendi mengabulkan permohonan ayah nya. sebab, sebagai putra semata wayang keluarga atmadinata mau tidak mau ia harus terjun kedunia bisnis dan berbakti kepada keluarga atmadinata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 06

Rendi bangkit dari tempat tidur nya setelah alarm yang membangunkan nya. Ia menarik badan nya kekiri dan kekanan.

"Males banget harus kekantor," batin nya

Ia berjalan malas kekamar mandi dan kemudian menyalakan kran shower nya. setelah menyelesaikan ritual mandi nya rendi melihat pakaian kantor nya sudah terletak diatas kasur nya.

Rendi menggosok-gosok rambut nya dengan handuk dan melihat ke arah pintu kamar nya.

"Daddy memang selalu seperti ini, selalu saja menyiapkan pakaian untukku. apa dia pikir aku masih kecil." ujar nya sambil menatap bayangan diri nya didalam cermin.

Setelah memakai kemeja nya rendi turun kelantai bawah dengan jas yang tergantung lengan nya.

"Good morning honey." ujar oma nya sambil mengoleskan selai diatas roti.

"Pagi oma." jawab rendi sambil mencium pipi oma nya dan mengambil roti dari tangan nya.

"Daddy, ayo kita berangkat." ujar rendi sambil menyuapkan roti kedalam mulut nya. lalu menenggak segelas susu digelas nya.

"Oma, mulai besok jangan buatkan aku susu. aku bukan anak kecil lagi." ujar rendi sambil mencium pipi oma nya lagi.

"Kami berangkat dulu mom." ujar daniel yang juga mencium pipi mommy nya.

Rendi dan daniel berjalan keluar rumah karna harry sudah menunggu mereka dihalaman depan rumah.

Harry melajukan mobil bos nya dan membawa mereka kekantor CEG.

Setiba nya disana daniel dan rendi turun dari mobil setelah petugas penjaga pintu kantor membukakan pintu mobil mereka.

Semua mata memandang ayah dan anak yang memiliki wajah tampan nan rupawan itu.

Mereka berjalan berdampingan dan rendi memberikan senyuman termanis nya kepada seluruh karyawan kantor yang terpana memandang nya.

"Selamat pagi pak daniel." sapa beberapa karyawan nya yang sedang berjalan melewati nya.

"Pagi." jawab daniel

Mereka berdiri menunggu pintu lift terbuka dan mata rendi memandang sekekeling kantor ayah nya.

"Daddy, apa wajah ku sangat tampan sekali sehingga mata mereka terus memandangku seperti itu." jawab rendi yang merasa risih

"Mereka bukan memandang mu tapi memandang kehebatan daddy karna telah berhasil membuat anak setampan kamu." ujar daniel kemudian ia tersenyum.

Mereka naik kelantai atas dan harry berada dibelakang mereka.

"Harry apa kau sudah menyiapkan ruangan kerja untuk rendi?" tanya daniel didalam lift.

"Sudah pak, tepat disebelah ruangan bapak." jawab harry.

"Bagaimana dengan jadwal hari ini?" tanya daniel lagi.

"Pukul sembilan nanti bapak ada jadwal kunjungan untuk melihat pemotretan produk kecantikan dan setelah itu kunjungan ke pabrik CEG Pak." Jawab harry

"Bagaimana kerjasama rumah sakit adventist yang mengajukan proposal sponsor mereka?" tanya daniel.

"Dokter rumah sakit mereka masih menolak pak." jawab harry

"Oke" balas daniel singkat.

"Harry sebaik nya kamu membawa rendi ketempat pemotretan produk kecantikan kita dan satu lagi jika dokter rumah sakit adventist menolak untuk menjadi model iklan obat kita. bilang kepada mereka kita tidak akan mensponsori rumah sakit nya jika dokter mereka terlalu mengulur waktu." ujar daniel

"Siap pak." jawab harry.

"Oh ya harry, aku minta tolong kepada mu. tolong bujuk ayah mu agar kembali bekerja diperusahaan saya karna saya membutuhkan seorang sekretaris untuk saya." ujar daniel sebelum harry membawa putra nya keruangan nya.

"Baik pak." jawab harry

Harry membawa rendi keruangan nya.

"Silahkan pak rendy." ujar harry setelah membukakan pintu ruangan nya.

"Terima kasih harry." jawab rendi.

"Harry, sebaik nya kita langsung pergi saja kesana karna aku ingin ikut ayah ku kepabrik CEG nanti." Ujar rendi.

"Siap pak!!" ujar harry

"Harry, aku sudah bilang padamu panggil aku nama saja." ujar rendi

"Tidak bisa pak, kalau diluar jadwal kantor pasti saya akan memanggil nama anda saja tapi kalau didalam bertugas saya harus memanggil atasan saya dengan sebutan bapak." jawab harry

"Terserah kau sajalah." ujar rendi

Mereka turun kelantai bawah dan harry membukakan pintu samping bagian belakang mobil bos nya.

Rendi tersenyum melihat harry,

"Aku ingin berteman dekat dengan mu." ujar rendi sambil membuka pintu mobil disamping supir.

"Ayo jalan." ujar rendi

Harry tersenyum sambil menutup kembali pintu mobil nya dan ia segera menginjak pedal gas mobil tersebut ketempat yang diperintahkan oleh presdir nya.

Mobil mewah rendi memasuki parkiran rumah sakit adventist dan ia turun dari mobil nya.

Harry berjalan kepintu lobby dan diikuti rendi dibelakang nya.

"Pagi mbak, saya dari perusahaan chemical enterprise group ingin bertemu dengan direktur utama rumah sakit ini," ujar harry sambil menunjukkan bet nama yang tergantung dileher nya.

"Baik pak" jawab petugas bagian informasi rumah sakit adventist.

"Baik pak silahkan." Ujar petugas tersebut dan membawa rendi dan harry naik kelantai atas keruang direktur utama.

"Silahkan masuk pak." ujar petugas tersebut

"Selamat pagi pak daniel." ujar dirut rumah sakit.

"Saya rendi, anak nya pak daniel." jawab rendi sambil mengulurkan tangan nya.

"Oh, saya pikir tadi pak daniel nya yang datang soal nya saya belum pernah bertatapan muka dengan beliau karna selama ini kan perusahaan nya dipercayakan kepada orang lain." ujar dirut rumah sakit tersebut dengan dengan senyuman nya.

Rendi menarik kerah baju nya.

"Saya bukan tipe orang yang suka berbasa-basi pak leo." ujar rendi sambil melihat papan nama dimeja dirut tersebut.

"Saya akan menandatangani proposal kalian kalau dokter kalian bersedia untuk menjadi model iklan kami." ujar rendi sambil meletakkan proposal mereka diatas meja tamu ruangan dirut.

"Baiklah pak rendi, tunggu sebentar!!"

Direktur utama rumah sakit adventist segera menghubungi salah satu dokter muda mereka dan meminta nya untuk masuk keruangan nya.

"Selamat pagi pak!!" ujar tania kepada dirut nya.

Tania melirik melihat pria tampan yang sedang duduk disofa tamu diruangan dirut.

"Tania, tolonglah kamu bersedia membantu rumah sakit kakek mu ini. karna cuma CEG Lah harapan kita untuk memberikan bantuan dana kepada kita." ujar dirut tersebut kepada tania yang selalu menolak untuk mengiklani produk ceg. tania menolak dengan alasan tidak percaya diri didepan camera.

"Kenapa nggak dokter-dokter yang lain, kenapa harus aku?" tanya tania dengan sedikit menekan suara nya

"Diantara mereka cuma kamu lah yang paling muda dan berpenampilan menarik." ujar pak leo mencoba merayu tania.

Meski pak leo berbicara pelan, rendi masih bisa mendengar pembicaraan mereka.

"Kami bukan hanya mencari dokter muda yang berpenampilam menarik tapi kami menginginkan seorang dokter yang pintar dan berbakat untuk menjadi model iklan kami." ujar rendi kesal karena melihat wanita itu begitu sombong padahal dia masih dokter muda belum ada keahlian disalah satu bidang.

"Pak leo, apa aku terlihat seperti orang bodoh?" tanya tania kepada dirut nya.

"Sudahlah tania, jangan semakin mempersulit keadaan. Ayolah tania, demi kakek mu." ujar pak leo sambil menyerahkan selembar kertas surat perjanjian kontrak.

Tania mengingat wajah almarhum kakek nya prof.arifin muchtar yang meminta kepada diri nya dan ayah nya agar tetap memperjuangkan rumah sakit keluarga mereka.

Tania memandang kesal wajah rendi yang telah menyepelekan nya tapi akhir nya tania menyetujui dan menandatangani surat kerjasama nya.

Rendi mengulurkan tangan nya kepada tania dan tania menyemprotkan pembersih tangan ketangan rendi.

"Maaf, aku tidak ingin menyentuh tangan kotor orang lain." ujar tania dan pergi meninggalkan ruangan dirut.

Rendi mengepal tangan nya dan tersenyum memandang punggung tania yang meninggalkan nya.

"Wanita yang sombong." ujar rendi dan melihat surat kontrak kerja mereka. rendi membaca nama dibawah tandatangan yang bertuliskan nama Tania natasha muchtar.

Rendi mengerutkan kening nya.

"Tania" ujar nya sambil mengingat tania gadis kecil yang sangat disukai nya.

"Iya tania, anak ceo rumah sakit ini pak rendi." ujar pak leo sambil menyerahkan proposal mereka.

Rendi segera menandatangani dan menyetujui proposal rumah sakit adventist.

"Terima kasih pak rendi yang sangat murah hati." ujar pak leo dengan wajah senang nya.

Rendi dan harry berjalan keluar ruangan dirut. mata rendi mencari-cari keberadaan tania, ia penasaran dengan nama tersebut. apakah dokter sombong itu adalah tania gadis kecil yang dikenal nya dulu.

"Ada apa pak?" tanya harry penasaran sebab melihat mata rendi seperti mencari seseorang.

"Tidak apa-apa harry." jawab rendi yang tidak juga menemukan tania.

1
Julia Lim
authornya kakak saya.. mohon maaf ya.. kakak saya sudah meniggal
Mbak Noer
yuk kak up lagi...
g pake lama lah... 🥰
Mbak Noer
ayo lanjut kak...
jangan libur berkepanjangan..
khawatir lupa cerita awalnya...
sehat n syemangaaaatt sllu 🥰
Dina Purwasih
sampe lupa aku sama ceritq nya
yum_yums
kapan up LG Thor...
Julia Lim: mohon maaf authornya kakak saya..
kakak saya sudah meninggal mohon maaf ya
total 1 replies
Adhestiani Saudale
akhirnya......
yum_yums
semangat Thor....ditunggu up-nya...
nde na inta
nih napa pada bela si daniel ya.. padahal dri kisah sblmnya s daniel yg berulah mulu..jdi s alya mutusin buat cerai.
s daniel jga ga jujur sama anaknya soal masalah mereka dulu..malah d biarin anaknya berlarut2 benci sma emaknya..herman deh
dri kisah sblmya padahal udh jelas klo s daniel biang masalahnya.
rumah tangga bae2 dia zina sampe buntingin mantan, eh d kasih ksempatan malah ngecewain lagi..
alya sama rendy udh ngalah biarin anaknya ikut s daniel eh malah ga pernah d kasih pengertian k anaknya soal duduk permaslahan mereka..skrng udh kek gini masih seolah2 dia korban..hadehhh
nde na inta
s daniel bisa ae bilang ga d kasih ksempatan.. lupa apa dia udh d kasih ksempatan sma s alya tpi malah berulah lagi..
Noni Lia
ini novel lanjut disini apa pindah ya kok lanjutan ny lama bener kak ...baca komen dari th 2020 skrg awal th 2022
Fifi Omar Al Amudi
jd penasaran sm ending nya
Nur Azizah
ya inilah contoh buat ortu,,,
kenapa and bisa JD pembangkang
karna ketika salah satu Dr ortu mendidik yg satunya membela maka ank JD pembangkang karna merasa kalau suatu ketika dia buat kesalahan pasti akan ada yg membelanya,,,,
Nur Azizah
dag dig dug,,,,
siap siap,,,,,,
kapan aja bom bisa meledak,,
Nur Azizah
OMG
Diana Natalia
kenapa tak ada kelanjutannya lagi dr kisah ini thor
Inah N Mu'thiyah
Thor kapan Daniel ketemu jodohnya lg,....harus buktikan k Aliya bahwa Daniel jg bisa bahagia....
Diyah Akbar
mulai seru tapi malah ngegantung ceritanya
Yani Risky Yani
mereka kn sepupuan mana boleh pacaran.
Mega Adelina
tolong AUTHOR tercinta....up lagi donk...sdh setahun ini. .... 😭😭😭
Mega Adelina
thorrrrr. ...ini knp gantung begini......😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!