Bukankah setiap makhluk hidup yang bernama anak kecil itu selalu lucu dan menggemaskan? Sikapnya, cara bicaranya, tubuh mungilnya, semua nya menggemaskan.
Tapi bagaimana jika anak kecil itu adalah putra seorang Bos Mafia yang paling di takuti dunia? Beranikah kau menyentuhnya?
Hera, gadis manis yang terpaksa menjadi ibu sambungnya. Harus mengurus segala hal yang berhubungan dengan anak kecil tersebut.
Bisakah Hera bertahan menjadi ibu sambung dan hidup di tengah dunia mafia? Bagaimana dia menjalani hidupnya bersama anak sambung dan suami mafia nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kemilau Senj@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. TERUSLAH BERBAHAGIA
Pagi ini Deon kembali di sibukkan dengan berbagai kegiatan seperti biasa nya. Tak ada alasan bagi Deon untuk tak melakukan nya. Meskipun dia seorang anak kecil, tapi jadwalnya sangatlah padat. Dia tak punya waktu untuk bermain seperti anak-anak seusianya.
Setiap hari dia harus belajar dan berlatih. Hal-hal yang berkaitan dengan bisnis adalah makanan nya sehari-hari. Berlatih ilmu beladiri bukan hal luar biasa lagi bagi nya. Tidakkah itu terlalu kejam untuk anak usia lima tahun? Tapi begitu lah Deon di didik oleh ayahnya.
Tuan Tama tahu bahwa dunianya sangat berbahaya. Oleh karena itu dia sangat keras dalam mendidik Deon. Katakan lah dia kejam. Tak apa. Suatu hari nanti, Deon akan tahu bahwa segala yang diberikan ayahnya saat ini sangat berharga bagi kelangsungan hidup nya di masa depan.
Seperti biasa Hera melakukan tugasnya sebagai pengasuh Deon. Tak ada keberatan sama sekali. Justru Hera sangat menikmati pekerjaan nya. Dia yang memang menyukai anak-anak, bertemu dengan Deon. Anak kecil yang lucu dan menggemaskan.
Selama menjadi pengasuh Deon, Hera tak menemui kendala apapun. Deon layaknya anak sendiri bagi Hera. Dia sudah terlanjur menyayangi bocah tersebut. Begitupun Deon, dia tak pernah memperlakukan Hera semena-mena. Apalagi setelah tahu siapa Hera sebenarnya.
Hera sudah duduk di pinggiran tempat tidur, bersiap untuk membacakan dongeng.
"Hera, naikkan kaki mu!" Perintah Deon.
"Tidak perlu Tuan muda. Saya seperti ini saja." jawab Hera merasa tidak enak.
"Aku bilang naikkan!"
Dengan ragu-ragu Hera menaikkan kedua kakinya dan berselonjor di atas kasur di samping Deon. Saat akan mulai membaca Hera tersentak kaget ketika Deon tiba-tiba beralih tidur di pangkuannya.
Sebenarnya Hera merasa senang, itu artinya Deon pun menerima kehadirannya. Tapi dia masih takut di anggap tidak sopan pada anak majikannya. Melihat Hera yang tampak canggung, Deon meraih tangan kanan Hera dan memindahkan nya ke atas kepalanya. Mungkin Deon ingin Hera membelainya.
Sambil tersenyum Hera membelai lembut rambut hitam sang Tuan muda.
"Hera."
"Ya, Tuan muda?" Hera menghentikan cerita nya saat Deon memanggilnya.
"Apa kau betah tinggal di sini?"
"Iya."
"Kau tidak ingin pulang?"
Pertanyaan Deon membuat Hera teringat akan ayahnya. Ayah yang telah tega menjual nya. Awalnya Hera tak percaya bahwa dia telah di jual. Tapi Tuan Tama memperlihatkan surat perjanjian antara dia dan ayah Hera. Di sana di sebutkan bahwa Tuan Rendra, telah menyerahkan seutuhnya hidup dan mati Hera pada Tuan Tama. Dan sejak Hera menikah dengan Tuan Tama, Tuan Rendra tidak memiliki hak apapun lagi terhadap Hera. Dan mereka tidak di izinkan untuk bertemu lagi dengan alasan apapun.
"Sekarang di sini lah rumah saya , Tuan muda. Kemana lagi saya harus pulang." Jawab Hera miris. Sekuat tenaga Hera menahan agar tak menangis. Nasib nya memang sangat malang.
"Apa kau mau menyayangiku?"
"Tentu saja. Tanpa di minta pun, saya memang sudah terlanjur menyayangi Anda Tuan muda." Jawab Hera. Dia merasa lucu dengan pertanyaan yang diajukan Deon. Kesedihan yang mulai terasa kembali mendadak hilang begitu saja. Sungguh luar biasa anak kecil ini.
"Kau jujur sekali. Baiklah mulai sekarang aku akan menjagamu. Karena aku masih kecil jadi aku tidak bisa menikahi mu sekarang. Bersabarlah sampai aku dewasa." Dengan wajah serius Deon membuat keputusan yang sukses mengundang gelak tawa Hera.
Hera tak dapat lagi menahan tawanya. Bocah di hadapannya ini benar-benar luar biasa. Entah dari mana dia belajar semua kata-kata itu. Dan apa itu tadi? Apa Deon baru saja melamarnya?
"Maafkan saya Tuan muda." Hera segera menghentikan tawanya saat menyadari Deon tengah menatapnya.
"Ini pertama kali aku melihat mu tertawa lepas begitu. Kau terlihat sangat cantik." Puji Deon.
"Terima kasih Tuan muda."
"Terus lah berbahagia!"
"Hm." Hera mengangguk tanda mengerti.
Tak ada percakapan lagi. Deon telah memejamkan matanya. Dengan sangat hati-hati Hera memindahkan kepala Deon ke atas bantal. Kemudian dia mengecup kening tuan kecilnya itu sebagai ucapan selamat malam, sebelum akhirnya melangkah keluar.
Hari ini Hera sangat bahagia. Dia tak salah. Anak-anak memang sangat menggemaskan, dan selalu bisa membuat kita bahagia.
Pikiran Hera menerawang teringat dengan kata-kata Deon tentang pernikahan. Bukankah dia sudah menikah? Lalu bagaimana nasib pernikahan nya tersebut? Selama ini bahkan tak ada yang tau bahwa dia telah menikah dengan Tuan Tama. Mereka hanya tau bahwa dia adalah pengasuh Deon.
Hera telah berbaring di kamar nya, tapi matanya seolah enggan untuk terpejam. Ada banyak pertanyaan yang saat ini mengganggunya. Sebenarnya apa statusnya saat ini? Lajang atau sudah menikah? Entahlah. Ini sangat membingungkan.
rasain gk dpt Nasi Goreng
Nasgor Hera is the best