NovelToon NovelToon
Salah Rahim

Salah Rahim

Status: tamat
Genre:CEO / Duda / Pernikahan Kilat / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:13.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: alya aziz

Arman enggan untuk menikah lagi setelah kematian sang istri, namun sangat ingin mempunyai anak sebagai penerus keluarga.


Teknologi medis yang semakin canggih membuat Arman bisa saja mempunyai seorang anak tanpa harus melalui hubungan badan. Prosedur itu biasa disebut dengan inseminasi buatan. Naas, sel sp*rma Arman yang seharusnya disuntikan ke rahim seorang wanita yang telah disiapkan, malah di suntikan ke rahim Asyifa Khairunnisa.



"Aku tidak pernah melakukan zina seperti yang kalian katakan, aku tidak mungkin hamil!"


Syifa dinyatakan hamil tepat di hari pertunangannya. Sang calon suami yang sudah terlanjur kecewa memutuskan pertunangan begitu saja.


Tepat hari itu pula Arman mengetahui bahwa dokter rumah sakit tersebut telah melakukan kesalahan prosedur inseminasi buatan. Arman pun tidak tinggal diam, ia datang menghampiri Syifa di kediaman orang tuanya.



"Lahirkan anak itu untukku." Arman Alfarizi.


Langkah apa yang akan Syifa ambil selanjutny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.6

Keesokan harinya...

"Saya ... ingin meminta izin untuk menikah lagi, Pak." Arman terlihat begitu gugup, saat berhadapan dengan seorang pria paruh baya yang dulu kerap ia panggil Bapak mertua.

Lengkungan senyum di wajah keriput itu tergambar jelas, seolah ada perasaan lega yang teramat sangat. "Akhirnya, kamu datang untuk benar-benar melepaskan Chyntia?"

Arman mengangkat kepalanya yang sempat tertunduk. Keningnya mengkerut tajam saat melihat senyum di wajah mantan mertuanya. "Sa-saya ... saya hanya ...." Arman menghela napas berat saat semua yang ingin katakan tidak bisa tersampaikan.

"Arman, sudah cukup selama ini kamu terus larut dalam kesedihan setelah kepergian Chyntia. Bapak, ikhlas dan mendukung jika kamu menikah lagi. Lanjutkan hidup mu, yakinlah Chyntia pun juga pasti tersenyum mendengar ini."

Mendengar ucapan sang mantan mertua yang selalu saja menggetarkan hati, Arman kembali menundukkan pandangannya karena tak kuasa menahan haru. "Bapak benar, dia pasti akan mendukung apapun yang saya putuskan."

Chyntia, wanita yang penuh kelembutan, penurut, cantik, dan sangat berbakat. Hal itu membuat Arman jatuh cinta hingga saat kehilangan tidak bisa bangkit lagi.

Kehilangan yang begitu tragis saat cinta tengah sampai pada puncaknya. Arman, tidak akan pernah bisa melupakan kecelakaan hari itu, dimana hatinya menjadi mati rasa sampai detik ini.

"Kenapa Kamu tidak membawa calon istri mu kemari?"

"Oh itu, dia sedikit sibuk. Kapan-kapan saya akan membawa dia kemari." Arman hanya bisa berdalih, karena mengungkapkan semuanya hanya akan membuat Bapak menjadi khawatir.

"Baiklah. Semoga acara kamu berjalan dengan lancar, maaf karena bapak tidak bisa hadir. Kamu tahu sendiri kondisi tulang bapak yang semakin rapuh karena osteoporosis."

Bapak kembali cekikikan saat mendengar ucapannya sendiri.

"Tidak apa-apa Pak, kalau begitu saya mau kebelakang. Sudah satu bulan lebih saya tidak menyapa Chyntia."

"Ya, pergilah. Dia pasti senang kamu datang."

Arman berdiri dari posisi duduknya, mengambil langkah tegas menuju halaman belakang, di mana mendiang sang istri dimakamkan bersama Ibu mertua dan anggota keluarga lainnya.

Berjarak sekitar seratus meter dari rumah, tidak membuat Arman lelah untuk melangkah menemui istri yang begitu ia cintai meski tidak lagi bisa memeluk bahkan untuk sekedar menyentuh ujung rambutnya.

Di depan pusara sang istri Arman duduk bersimpuh seraya menyentuh batu nisan yang bertuliskan nama Chintya Hermawan. "Aku datang lagi, Sayang. Kamu baik-baik saja di sana, hem?"

Entah mengapa kedatangan kali ini, ia merasa begitu emosional sehingga beberapa kali matanya terasa memanas karena menahan air mata yang ingin segera keluar. "Tya, aku ingin minta maaf."

Arman tidak lagi sanggup untuk menjelaskan tetapi ia tahu di suatu tempat di atas sana sang istri pasti mengetahui semua yang telah ia alami beberapa waktu belakangan ini.

"Tolong restui, setiap keputusan yang aku ambil. Tya, kamu tidak marah kan?" Arman menumpukan keningnya di batu nisan sang istri. Ia mulai menangis karena mengenang sang istri yang menorehkan sejuta kenangan manis yang tak juga lekang dimakan waktu.

"Aku sangat mencintaimu dan akan terus seperti itu."

...****...

"Dev...Devan! Matikan air, sudah penuh ini," teriak Ayah dari halaman belakang.

Devan yang baru saja bangun segera bangkit dari ranjang dan melangkah keluar dari kamar. "Iya ini baru mau di matiin!" Saat hendak melangkah menuju dapur untuk memutar keran air, ia berhenti karena Syifa yang tiba-tiba saja datang dan mendahului langkahnya.

"Hueek!" Di depan Wastafel dapur, Syifa memuntahkan semua isi perutnya. Sejak pagi ia sudah beberapa kali muntah dan pusing.

"Kamu muntah?" tanya Devan saat menghampiri sang Adik.

Syifa yang sudah lemas hanya bisa menganggukan kepalanya perlahan.

"Masuk angin kali," ujar Devan.

Dengan seluruh kekuatan yang tersisa Syifa menoleh menatap sang kakak yang malah membuatnya semakin lemas.

"Kak, aku hamil. Lupa ya?"

"Oh iya, lupa. Kalau begitu kamu mau teh hangat, atau susu?"

Tok... tok... tok.

"Mendingan Kakak buka pintu, sepertinya ada tamu," ucap Syifa lalu melangkah menuju dispenser untuk mengambil air minum.

Devan pun segera melangkah menuju pintu keluar. Tak lama ia kembali ke dapur membawa sebuah kotak yang cukup besar. "Syifa, ada paket untuk kamu nih."

"Paket?" Di letakkannya gelas air minum di samping dispenser lalu melangkah menghampiri sang Kakak yang sudah tidak sabar membuka kotak itu di atas meja makan. "Dari siapa?"

"Tidak ada nama pengirim, jadi kita lihat saja isinya." Devan terus merobek bubble wrap hingga isi kotak itu mulai terlihat. "Hah, ini kan ...."

"Apasih buat penasaran saja." Syifa mengambil alih kotak di atas meja. Matanya langsung membulat saat melihat isi kotak itu. Foto kenangan bersama Firman saat ia wisuda, hadiah ulang tahun yang pernah ia berikan kepada Firman dan beberapa barang lain kini di kembalikan kepadanya.

"Ck, laki-laki itu. Bisa-bisanya dia mengembalikan ini kepada mu, kalau tidak suka ya buang saja," sahut Devan.

Kedua netra hitam milik Syifa masih fokus melihat semua barang yang ada di kotak itu. Hingga akhirnya ia meletakkan kembali kotak itu lalu melangkah pergi dari dapur.

"Hey kamu mau kemana!" seru Devan saat melihat sang adik memasang jilbab dan melangkah menuju pintu keluar.

Syifa sudah pasrah jika memang hubungannya dan Firman akan berakhir tetapi ia tidak ingin semua itu berakhir dengan kesalahpahaman. Walau bagaimanapun ia dan sang kekasih pernah merajut mimpi bersama untuk sebuah ikatan sehidup semati.

Segala janji yang pernah diucapkan Firman kini satu persatu dilingkari hanya karena sebuah kesalahan yang tidak pernah Syifa lakukan. Wanita muda itu tidak meminta untuk di mengerti, Ia hanya ingin Firman mendengar penjelasannya.

~

Tiga puluh menit perjalanan, akhirnya ia sampai juga di tempat tujuan. Dengan tubuh yang begitu lemah ia turun dari sepeda motornya. Melangkah menuju teras rumah dua lantai itu. "Assalamualaikum, Mas Firman!"

Klek.

"Non Syifa," ucap seorang wanita paruh baya yang muncul dari dalam rumah.

"Bibi, Mas Firman ada di rumah kan? Saya mau bicara sebentar," ucap Syifa dengan lirih.

Wanita paruh baya itu nampak terdiam sebentar dengan ekspresi kebingungan yang terlihat jelas. "Ma-maaf, Non. Tuan Firman dan orangtuanya berangkat ke Riau pagi tadi. Apa Non Syifa sudah tau kalau Tuan Firman akan di jodohkan dengan wanita pilihan kedua orangtuanya?"

Hancur, kedua kaki Syifa seolah tidak bisa lagi menapak bumi. Secepat itukah ia tersingkirkan, ia merasa di talak bahkan sebelum pernikahan. Tanpa bicara apapun, ia berbalik pergi dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti.

Aku ikhlas jika semua harus berakhir, tapi kenapa Mas tidak mau mendengarkan penjelasan ku untuk terlahir kalinya, batin Syifa.

Bersambung 💖

Bab selanjutnya ➡️ (Pernikahan)

1
Issya Anissya
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Issya Anissya
sangat bagus sekali
Ambu Purwa
ada ada saja kamu syfa
Ambu Purwa
padahal.syfa jangan katakan dulu hamil tapi bikin kejutan donk ke suamimu
Ambu Purwa
bahagia syfa punya suami hebat
Ambu Purwa
sehat selalu ya debay
Ambu Purwa
lannht swmoga aeman lukuh
Yuningsih Nining
aiiih 🤣🤣🤣belut sawah kayak kepincut belut si devan aja
masih Utuhh ktnya sehari lemmes 🤣🤭
Yuningsih Nining
🤣🤣Gagal unboxing dach padahal abis puasa wou cm brp hari
kata syifa selamat selamat dach ahhahaaa
Yuningsih Nining
nyesal kan, nyesel kamu firman fir'aun kata devan, itu akibat gamau denger penjelasan syifa , tp yng lebih kuat syifa bln BerJodih sm kamu tp sama Arman
Ambu Purwa
biarkan waktu yg menjawab
Ambu Purwa
jawab iya arman biar firman ga ada celah masuk dengan dalih cinta
Ambu Purwa
pasti menyesal ya.ga berguna lagi wong syfa dah nikah bro
Ambu Purwa
boleh syfa bikin tuh arman jatuh cinta sampai klepek2
Ambu Purwa
semoga syfa menjadikan arman bucin 7 keliling
Ambu Purwa
shila ada maksud tertwntu dan ingin jadi nyonya arman Alhamdulilah jalan membelokkan akhirnya gagal
Ambu Purwa
memang menggemaskan
Ambu Purwa
firman kalah stak
Ambu Purwa
swmoga kedepannya syfa bahagia mesti awalnya tak saling kenal
Ambu Purwa
jangan egois syfa kasian nanti anakmu mau di urus sama orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!