NovelToon NovelToon
Pria Bayaran dan Gadis Mafia

Pria Bayaran dan Gadis Mafia

Status: tamat
Genre:Menikah dengan Musuhku / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Sensen_se.

Jourrel Alvaro, pembunuh bayaran yang selalu melakukan pekerjaannya dengan sangat bersih tanpa kendala berarti. Banyak para pejabat atau pengusaha yang menyewanya untuk menghabisi musuh-musuh mereka.

Cheryl Anastasia, gadis 24 tahun yang berbakat menjadi seorang arsitek. Darah seni mengalir dari ibunya, sedang jiwa kepemimpinan merupakan turunan dari sang ayah.

Suatu hari, Jourrel dibayar untuk menghabisi nyawa Cheryl. Namun seolah memiliki nyawa seribu, gadis cantik itu selalu lolos dari kematian.

Hingga akhirnya, kekaguman Jourrel meluluhkan hatinya. Ia kalah dan justru jatuh cinta dengan Cheryl karena gadis itu ternyata bukan gadis lemah. Memiliki banyak talenta luar biasa.

Akankah Cheryl membalas cintanya? Lalu bagaimana jika ayah Cheryl yang seorang ketua mafia dapat mengendus pria bayaran itu mengincar putrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sensen_se., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 : APES

"Iiss! Jangan panik. Kamu lupa mobil ini anti peluru! Sini pindah!" jawab Cheryl tenang sembari melepas sabuk pengaman yang membelit tubuhnya.

Jantung Axel sudah berderap hebat ketika sebuah peluru melesak ke kaca mobilnya. Namun tentu saja langsung terpental, tidak bisa menembusnya. Kendatipun begitu, Axel tetap saja terkejut.

Lelaki itu sampai blank harus bersikap bagaimana, bahkan konsentrasinya saat menyetir sedikit buyar. Cheryl menyentuh lengan adiknya yang terasa dingin, "Ayo lepas seatbeltnya. Terus pindah ke sini!" ucapnya lembut.

"Tapi, Kak...." Axel ragu melakukannya.

"Percaya sama kakak!" Cheryl meyakinkan.

Setelah menjawab dengan sebuah anggukan, satu tangan Axel berusaha membuka seatbelt. Kemudian keduanya bertukar tempat meski sedikit kepayahan. Kecakapan Cheryl segera menguasai laju mobil tersebut. Axel sudah duduk di kursi penumpang dan merapatkan sabuk pengamannya.

"Kita lihat, siapa yang berani mengganggu princess macan," gumam Cheryl menatap motor di belakangnya.

Jourrel memelankan laju motornya, kembali menguasai motor tersebut dan menyusupkan kembali senjatanya. "Sial! Mobilnya anti peluru," gumamnya berdecak kesal.

Dia tetap fokus untuk mengejar mobil Cheryl. Gadis cantik itu menyunggingkan senyum tipis, menggerakkan setir mobil dengan sangat mudah walaupun kecepatannya di atas rata-rata.

Jourrel masih bersemangat mengikutinya. Axel sendiri mencengkeram kuat pegangan yang ada di atas kepalanya. Ia sampai tidak kuasa membuka mata karena tubuhnya terombang-ambing mengikuti gerakan mobil Cheryl yang menyelinap memasuki celah-celah jalan mendahului kendaraan lain.

Cheryl menggiring motor yang mengikutinya ke jalan yang lebih sepi, untuk menghindari hal-hal yang membahayakan pengguna jalan lain.

Ciiiiiitttt!!!!

Decitan rem memekakkan telinga, Cheryl menginjak pedal rem dan masih lincah menggerakkan setirnya hingga mobil berputar-putar selama beberapa kali putaran.

Jourrel terperanjat, matanya membelalak kaget hingga terpaksa ia banting setir ke trotoar. Jika tidak, ia justru akan celaka. Menabrak mobil Cheryl yang masih berputar-putar, kemungkinan akan jauh terpental jika sampai itu terjadi.

Jantung Axel seolah terjatuh dan berpindah ke perutnya. Kepalanya pusing, bahkan merasa mual sekarang. Ia memejamkan matanya kuat-kuat. Cengkeraman berubah menjadi dua tangan, karena satu tangan saja tak sanggup menstabilkan gerakan tubuhnya.

Jourrel sempat terjatuh, buru-buru menegakkan kembali motornya. Ia terus mengumpat kesialannya malam itu. Hingga berhasil menaiki motor kesayangannya lagi, mobil Cheryl sudah menyorot dan mengarah tepat padanya.

Kedua manik abu Cheryl menyorot dengan sangat tajam. Ia memainkan pedal gas kuat-kuat, yang membuat siapa pun bergidik mendengarnya. Napas Axel tersengal-sengal.

"Kak! Mau muntah!" keluh Axel yang wajahnya sudah pucat seputih kapas.

"Tahan bentar, Dek," pintanya menoleh sebentar. Sayangnya, pria yang berbalut jaket kulit berwarna hitam, dengan celana dan sepatu pun berwarna senada itu sudah menjauh dari mobilnya.

Cheryl segera melesat dengan kecepatan tinggi untuk mengejarnya. "Aaiih! Gara-gara kamu nih, Dek!" kesal Cheryl berusaha memangkas jarak dengan motor tersebut.

"Sreekk!"

Cheryl berhasil menyerempet badan motor dari sisi kanan. Hampir oleng dan kehilangan keseimbagan, namun akhirnya berhasil menguasai keadaan lagi. Cheryl membuka jendela mobilnya.

"Turun lo, banci!" teriak Cheryl melongokkan tubuhnya keluar. Ia terpaksa mundur karena mereka sudah berada di jalan raya dua arah. Tidak bisa mensejajari motor tersebut lagi.

Menoleh sekejap, namun tak mau kehilangan kesempatan, Jourrel menaikkan kecepatannya. Bergerak lincah meliuk ke kiri dan kanan di antara celah-celah mobil.

"Ck! Aaah! Sialan! Banci emang!" teriak Cheryl kembali duduk memukul setir mobilnya.

"Kak, nggak kuat! Hueeekkk!" Axel menepuk bahu Cheryl. Namun terlambat, ia memuntahi sportcar milik sang kakak itu.

"Axel!" seru Cheryl khawatir.

Ia segera menepikan mobilnya. Turun dengan cepat dan membuka pintu untuk adiknya. Kedua lengannya menjulur untuk meraih bahu sang adik hingga berhasil membawanya keluar.

Axel memuntahkan seluruh isi perutnya di tepi jalan. Cheryl dengan telaten memijit tengkuk Axel sembari menyeka keringat yang membasahi wajah tampannya.

"Duh, sorry, Dek. Kita ke rumah sakit ya!" ucap Cheryl merasa bersalah.

Axel merebahkan tubuhnya di atas rerumputan. Kepalanya masih terasa pusing, perutnya seolah diremas-remas. "Nggak usah, Kak. Pulang aja. Nanti mama panik. Papa belum pulang," tolak Axel bersuara pelan.

"Tapi kalau kamu makin parah gimana? Seandainya kita deket sama aunty mama, pasti semua masalah kek gini beres!" Cheryl duduk bersila di sebelah adiknya.

"Kak, sorry. Mobilnya jadi kotor."

"Apaan sih? Mobil kotor bisa dicuci. Beda kalau otak lo yang kotor, mama pasti frustasi bersihinnya!" canda Cheryl turut merebahkan kepalanya berdekatan dengan sang adik. Menatap ribyan bintang yang menawan di mata mereka.

"Kan kakak yang ngajarin," ungkap Axel menoleh. Mereka saling menatap lalu tertawa terbahak-bahak.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara itu, Jourrel berhenti di tepi jalan ketika memastikan ia sudah dalam posisi yang aman. Kakinya sempat terserempet mobil Cheryl. Ia turun dengan tertatih, membuka plat nomor motornya dengan cepat.

"Gadis itu, gila juga ternyata!" gerutunya tidak menyangka justru apes yang menghampirinya.

Jourrel mengambil ponselnya, melepas helm lalu menelepon seseorang. "Tan! Bengkel masih buka nggak?" tanya nya setelah ada jawaban di seberang.

"Matamu! Udah gelap gini masih nanya buka apa nggak!" sahut Tristan yang justru mengumpat di ujung telepon.

"Heh! Gue nanya baik-baik, Tan Setan!" umpat Jourrel balik.

"Sialan! Nyesel gue angkat telepon dari lo!"

"Eeitt tunggu! Buka bengkel sekarang juga atau gue setting bom nih. Terus besok tempat lo itu rata dengan tanah! Gue tunggu maksimal satu jam! Nggak nerima bantahan!" ancam Jourrel dengan suaranya yang dingin.

"Jouuuu!" teriak Tristan namun keburu ditutup teleponnya oleh Jourrel.

Bersambung~

BTW gaeess... kok aku gak nemu tombol like ya di noveltoon versi terbaru,😂😂 kalian nemuin tombol like di mana? aku nyarinya ampe mumet... lebih mumet dari Axel yang diombang ambingkan kakaknya 🤣🤣🤣

1
Joice Tumewu
sedih,, samp sakit dada ini, airmata meleleh,
Adyta Leogirl
Luar biasa
" sarmila"
sumpah nyesek bnjir air mata😭😭😭😭😭
" sarmila"
pulngkn lh ke rmh ibu walau pin hnya nyawa sja😭😭😭😭😭😭😭
Erna Masliana
waduh
Erna Masliana
memang y seorang ayah gitu.. jadi keinget bapak waktu aku nikah bapak mewek terus sampe sering digeplak tangannya sama Mama sambil bilang "malu.. jangan nangis terus malu sama tamu.."
Erna Masliana
kayak cacing y 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
ih malu🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 harus banyak latihan kedepannya Jou.. siapa tau kalo suatu saat nanti Cheryl larinya ke genteng lagi
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣meweknya digenteng... agak laen emang
Erna Masliana
iyain ajalah 🤣🤣🤣
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣kompak menolak tua
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 timpuk uncle
Erna Masliana
lucu kisah Tristan Gita 🤣🤣🤣
Erna Masliana
Jourel sangat beruntung.. lihat Cheryl tidak jaim.. tinggal kamu yang berjuang
Erna Masliana
yess 😂😂😂
Erna Masliana
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭sedih ih nyesek
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 coba cari takut keburu di gondol kucing
Erna Masliana
kasian uncle Ric.. jadi korban 😂
Erna Masliana
Tristan emang pria baik baru patah hati cinta bertepuk sebelah tangan eh sekarang dilamar dokter 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!