NovelToon NovelToon
TAK ADA JALAN KEMBALI

TAK ADA JALAN KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Selingkuh / Anak Lelaki/Pria Miskin / Balas Dendam / Pengawal / Beda Usia
Popularitas:61.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Riko Permana, demi gadis yang dicintainya, rela meninggalkan cita-cita menjadi seorang polisi. Melepas beasiswa yang diberikan negara. Ia mundur, sengaja mengalah. Sengaja membiarkan nilainya menjadi buruk demi memuluskan jalan calon kakak iparnya.

Profesor pembimbing kecewa dan ia merasa bersalah. Hanya satu yg membuat ia bahagia: bisa menikah dengan wanita yang sangat dicintainya.

Akan tetapi, apa yang terjadi kemudian? Dirumah mertua ia diperlakukan layaknya budak, dihina dan dipermalukan. Istri yang dicintai tidak membela malah ikut merendahkan.

Puncaknya adalah ketika ia mengetahui bahwa sang istri berselingkuh secara terang-terangan di hadapannya.

Pria yang menertawakan kebodohannya sendiri. Istri yang selama satu tahun pernikahan tidak mau disentuh, kenapa dia tidak sadar sama sekali?

"Cukup sudah! Seluruh cintaku sudah habis. Aku akan tunjukkan pada semua, aku bukan orang yang bisa mereka hina begitu saja. Mereka yang telah menghinaku, akan bertekuk lutut di hadapanku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28.

.

Laras melangkah keluar dari toko perhiasan, bahunya terasa semakin berat. Bukan hanya karena kenyataan pahit tentang perhiasan palsu, tapi lebih pada cintanya yang dikhianati.

“Apakah dulu Riko juga merasakan sesakit ini," tanyanya pada diri sendiri.

Laras berjalan sambil menunduk, segera pergi dari tempat itu, mencari tempat yang aman dan tenang untuk menenangkan hatinya.

Namun, baru beberapa langkah ia berjalan, suara-suara sinis dan cibiran mulai terdengar di sekelilingnya.

"Eh, itu bukannya Laras Ayu?"

"Mana, mana?”

"Itu yang baru keluar.

"Masa sih itu Laras Ayu? Kok mukanya dekil gitu?”

"Dia kan sekarang udah gak laku lagi. Eh, tahu gak? Aku tadi pas di dalam dengar dia mau jual perhiasan tapi ternyata palsu.”

"Artis yang bapak sama adiknya koruptor itu, kan?"

"Dulu aja sombong banget. Aku pernah dengar fans mau minta tanda tangan aja dia belagu."

Laras semakin menunduk, mempercepat langkahnya. Ia berharap suara-suara itu segera menghilang, namun semakin ia berusaha menghindar, semakin banyak orang yang mengenalinya dan melontarkan komentar pedas. Mereka bahkan menghujat secara terang-terangan, tanpa mengecilkan suara.

"Kasihan ya, dulu hidupnya mewah, sekarang jadi gelandangan."

"Karma is real, girl! Rasain tuh!"

"Eh, kemarin sempat viral kan? Mantan cowoknya dulu miskin, tapi setelah putus, si cowok itu malah jadi kaya raya."

Air mata Laras semakin deras mengalir di pipinya. Ia tidak tahan lagi dengan hinaan dan cibiran yang terus menerus menghujamnya. Ia merasa malu, marah, dan sangat dipermalukan.

"Kalian bisa diam gak?!" teriak Laras tiba-tiba, menghentikan langkahnya dan mengangkat wajahnya. “Kalian kurang kerjaan, ya? Urus saja hidup kalian jangan urus hidup orang lain!"

“Huuuu…"

“Huuuuu…”

Teriakan Laras yang memohon untuk dihentikan, justru menjadi bahan bakar baru bagi kerumunan yang sudah mengelilinginya. Alih-alih merasa iba atau menghentikan cibiran mereka, mereka malah semakin bersemangat dalam mengolok-olok dan merendahkannya.

"Kenapa marah? Kita ngomong fakta, kok."

"Dulu pas kaya, sombongnya minta ampun. Sekarang baru tau rasa kan?"

"Punya pacar tulus dihina, mentang-mentang miskin. Ternyata pacar kaya ngasih berlian palsu!"

“Dasar keluarga koruptor! Sukurin!"

Tawa sinis menggema di sekeliling Laras, menusuk jantungnya lebih dalam dari sebelumnya. Ia merasa seperti binatang yang dikurung dalam kandang, menjadi tontonan yang menyakitkan bagi orang-orang yang bahkan tidak ia kenal.

Laras menggigit bibirnya, berusaha menahan air mata yang semakin deras mengalir. Ia tidak tahu harus berbuat apa untuk menghadapi kebencian dan penghakiman yang ditujukan kepadanya. Ia hanya bisa menutup telinganya rapat-rapat, berharap suara-suara itu akan segera menghilang. Namun, semakin ia mencoba menghindar, semakin keras pula hinaan dan cemoohan yang menghantamnya.

Tiba-tiba, seseorang melemparkan botol air mineral kosong ke arahnya. Botol itu mengenai bahu Laras, membuatnya tersentak kaget. Tak hanya itu, pada akhirnya mereka semua melempar apa pun yang mereka pegang. Sisa saos bekas cilok membasahi rambutnya, menetes hingga menimbulkan rasa pedih di mata.

Laras memasuki rumah kontrakan yang kini menjadi tempat tinggalnya dengan langkah berat. Tubuhnya terasa lemas, jiwanya remuk redam. Ia begitu syok dengan apa yang baru saja ia alami di toko perhiasan. Sedikitpun tak percaya, dirinya yang dulu dipuja kini dihujat.

Nyonya Ratna, yang sedang duduk di ruang tamu, menatap Laras dengan tatapan penuh tanya. Ia penasaran dengan hasil penjualan perhiasan-perhiasan mewah yang dibawa Laras.

"Bagaimana, Laras?" tanya Nyonya Ratna dengan nada cemas. "Berapa yang kamu dapatkan?"

Laras tidak menjawab. Ia hanya menggelengkan kepalanya dan berjalan melewati Nyonya Ratna menuju kamarnya.

"Laras!" panggil Nyonya Ratna dengan nada tinggi. "Mama bertanya padamu! Berapa uang yang kamu dapatkan?! Sini kasih sama Mama. Mama itu butuh ke salon. Mama butuh perawatan. Mama juga pingin makan enak di restoran?"

Laras berhenti di depan pintu kamarnya dan berbalik menghadap ibunya. Air mata kembali mengalir di pipinya. Bisa-bisanya mamanya hanya bertanya tentang uang. Tidakkah mamanya melihat bagaimana kondisinya?

"Maafkan aku, Ma," ucap Laras dengan suara bergetar. "Aku... aku tidak mendapatkan apa-apa."

"Apa maksudmu?" tanya Nyonya Ratna dengan nada tidak percaya. "Bagaimana mungkin?! Kamu kan membawa banyak perhiasan! Jangan-jangan kamu gunakan uang itu untuk senang-senang sendiri, ya?!" Suara nyonya Ratna semakin meninggi tak terima dengan apa yang masuk dalam bayangannya.

Laras menggelengkan kepalanya. "Mereka... mereka bilang semua perhiasan itu palsu."

Nyonya Ratna terkejut mendengar ucapan Laras. "Palsu?! Tidak mungkin! Perhiasan itu hadiah dari Aldo. Dia membeli perhiasan-perhiasan itu di luar negeri. Merk terkenal, mana mungkin palsu?!"

Laras mengusap air matanya dan menatap ibunya dengan tatapan sedih. "Tapi kenyataannya seperti itu, Ma. Aldo... Aldo telah menipu kita. Semua perhiasan yang ia berikan kepada kita palsu.”

Nyonya Ratna terdiam membisu. Ia tidak bisa berkata apa-apa, tak mampu menerima kenyataan. Dulu, karena hadiah-hadiah yang diberikan oleh Aldo, ia membiarkan Laras dan Aldo menjalin hubungan bebas. Berpikir putrinya itu akan menjadi menantu konglomerat.

"Jadi... jadi selama ini kita telah dibohongi?" tanya Nyonya Ratna dengan nada lirih.

Laras mengangguk, air mata semakin deras mengalir di pipinya. "Aldo juga sudah punya pacar baru. Artis pendatang Riana, dia adalah pacar Aldo yang sekarang." Laras mengatakan kebenaran yang beberapa hari ini hanya ia sesali sendirian.

“Apa?" Nyonya Ratna terlihat makin syok.

Laras menatap lemah wajah mamanya. "Dan … Apa Mama tahu? Justru kalung ini, yang diberikan oleh Riko yang asli.” Laras mengangkat kalung yang kini melingkar di lehernya. Kalung yang dulu ia abaikan. "Pelayan toko mengatakan ini terbuat dari perak asli dan berlian Aquamarine. Ternyata selama ini kita salah. Sekarang, kita harus menanggung akibatnya."

Nyonya Ratna menghampiri Laras dan memeluknya erat. Ia juga menangis, merasa hancur dan tak berdaya.

"Maafkan Mama. Mama juga ikut bersalah. Andai dulu Mama tidak bersikap buruk pada Riko, pasti sekarang kamu kamu jadi istri orang kaya. Pemilik saham internasional, dan hidup kita akan bergelimang harta."

Laras memejamkan mata menahan geram. Ia pikir mamanya menyesal karena telah bersikap buruk pada Riko. Tapi ternyata sesalnya karena kehilangan menantu kaya.

"Tapi kamu tidak boleh menyerah.” Nyonya Ratna kembali bersemangat. "Kamu harus cari Riko. Dulu dia sangat bucin kan sama kamu. Minta maaf saja. Berlutut jika perlu. Mama yakin dia akan menerima kamu kembali."

Laras tak lagi mau mendengar ocehan mamanya. Ia urung ke kamar. Berbalik melangkah menuju kamar mandi yang ada di belakang untuk membersihkan tubuhnya yang penuh noda akibat amukan para haters. Ia juga ingin segera beristirahat sejenak. Melupakan segala kepahitan.

1
Patrick Khan
ayo profff kejar cinta bu Mery . pakai tembakan peluru cinta😁😁
Hary Nengsih
wah ternyata mantan
dewi rofiqoh
Apakah ada cerita cinta masa lalu antara prof rahmat dan ibu maryam?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
maryam jadi mary ya,,, 🤭 huusst dilarang julid
Wanita Aries
bner deh feelingku nntinya prof rahmat ketemu bu maryam ada sesuatu.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
umyang apaan??
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
ini bagaimana, paragrap atas sebelum riko menyapa, lg nonton tivi sambil dzikir, setelah riko menyapa kenapa jd menutup novel dan melepas kacamata? eta terangkanlah
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: astaga... ada yg lupa haapus /Sob//Sob/
total 3 replies
nayla tsaqif
Mantan terindah kah,,,?? 🤭
Rama's mom
cinta belum usai nich
Icha Arlita
jangan lama lama ya Thor
Icha Arlita
keren abis
Cindy
lanjut
Dew666
👍👍👍👍👍
ora
Wah ... ada cinta masa lalu😀❤❤
Patrick Khan
cie cie prof pasti lagi lope lope ya 😍😍😍
Ayu Padi
Cinta Lama Belum Kelar CLBK ya thor
Aidil Kenzie Zie
hm hm ada yang CLBK nich
Hary Nengsih
ada apa nih
Masha 235
cie cie....ada yg teringat masa lalu ni
dewi rofiqoh
Tetap semangat mak
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!