NovelToon NovelToon
Move On

Move On

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Noah Arrayan

Mengubur cinta yang sudah lama dipendam pada atasannya lalu menerima perjodohan dari orang tuanya, Safira berharap bisa segera move on dari cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Namun tak mudah menjalani kisah baru sementara hati masih terpaut pada cinta yang tak sempat digapai. Apalagi jodoh yang orang tuanya pilihkan adalah pria masa lalu yang juga pernah menorehkan luka yang tak kalah dalam di hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noah Arrayan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Enam

Safira menikmati kesendirian dan kesunyian terakhir di kamarnya. Esok hari ia resmi dipersunting Elbram, entah akan seperti apa pernikahan mereka. Dulu menikah dengan El adalah impiannya, namun ia sudah menghapus mimpi-mimpi yang dulu begitu indah. Mengukir kembali impian itu disaat hatimu pernah terluka begitu dalam sungguh tidak mudah. Mimpinya terlanjur hancur, membangunnya kembali sepertinya butuh waktu yang tak sebentar.

Terhitung sudah hampir 3 minggu sejak ia dan Elbram kembali bertemu, pria itu rutin menghubunginya. Meski jarang sekali Safira hiraukan namun El tak menyerah menjalin komunikasi dengan nya.

Menjelang pernikahannya Safira bukannya semakin yakin malah keraguan kian menderanya.

Gadis itu tiba-tiba mengingat Zio dan ia merasa begitu sedih.

"Oke, ini usaha terakhir"

Safira mengambil ponselnya dan membuka kontak Zio.

Cukup lama Safira memandangi nama Zio, ia tampak menimbang-nimbang apa yang akan ia lakukan. Setelah menghela nafas cukup dalam dan berhasil meyakinkan hati, akhirnya Davina menekan tombol panggilan sambil memejamkan mata. Ia meraba dadanya, jantungnya berdetak dengan sangat kencang menantikan Zio mengangkat panggilannya.

Sudah deringan ke tiga panggilan tak kunjung tersambung, Safira ragu untuk melanjutkan panggilan. Namun untuk menghentikannya Safira merasa sudah terlanjur. Tak ada pilihan selain melanjutkan saja.

Tubuh Safira bergetar semakin hebat saat panggilannya tersambung. Zio menjawab panggilan telfon darinya.

"Ya ada apa Safira?" Meski datar dan tanpa basa-basi namun suara Zio bagaikan air yang menyirami hati Safira yang tandus. Ia sangat merindukan Zio, suara pria itu cukup mengobati rasa sakitnya karena kerinduan itu.

"A-apa aku mengganggu pak?" Safira terbata, gemuruh di dadanya semakin kencang. Entah mengapa Safira ingin menangis. Ia merasa bahagia sekaligus bersedih, juga takut. Tapi yang jelas ia merasa terharu karena Zio mau mengangkat panggilan darinya.

"Aku sedang makan malam berdua dengan Davina. Apa kamu butuh sesuatu?" Yah tentu saja, sejak dulu diluar pekerjaan sebagian besar waktu pria itu dihabiskan dengan Davina. Dari pengamatan Safira Davina seperti pusat dunia bagi Zio.

"A-aku cuma mau memberi kabar bahwa besok aku akan menikah pak" Safira tak munafik, ia memberitahu pernikahannya besok untuk mengetahui reaksi Zio, agar ia bisa memutuskan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.

"Oh ya? selamat Safira. Aku dan Davina turut berbahagia untuk mu" Jawaban itu tak salah bukan? tapi Safira merasa kata-kata yang Zio ucapkan begitu menusuk dan menyakiti hatinya. Reaksi pria itu sangat jauh dari apa yang ia harapkan.

"Te-terima kasih, tapi aku sedang bimbang" Entahlah, adakah gunanya berkeluh kesah pada pria yang tak memiliki rasa apapun padamu?

"Ada apa?" tanya Zio, pertanyaan tanpa isi. Terdengar hanya pertanyaan formalitas, basa basi.

"Apa keputusan untuk menerima perjodohan ini sudah benar?" Tanya Safira namun lebih terdengar seperti gumaman.

"Apa pria itu baik? ah tidak mungkin orang tua mu menjodohkan kamu dengan pria yang tidak baik. Lagi pula pernikahan mu akan berlangsung besok, sudah bukan waktunya lagi untuk mempersoalkan keputusan yang sudah kamu ambil sebelumnya" Benar apa yang pria itu ucapkan. Safira menyesali keputusannya untuk menghubungi pria itu. Ah tidak-tidak, tak perlu menyesali apapun. Setidaknya ia jadi tau bahwa harapannya pada Zio tak akan berbuah apapun. Jalani apa yang sudah di depan mata itulah keputusan yang paling tepat saat ini.

"Tapi tetap saja aku tidak yakin pada keputusan ini. Apa yang harus aku lakukan pak?" Safira ingin menertawakan dirinya sendiri karena mengucapkan hal ini pada Zio. Masih berharap?

"Aku tidak tau Safira, kamu yang paling mengerti kondisinya. Jadi aku tak bisa memberi saran apapun" see? hati Zio sama sekali tak memiliki celah untuk ia masuki sedikitpun. Zio menutup teramat rapat hatinya, pria itu benar-benar tak membiarkan Safira memelihara harapan sekecil apapun.

"Baiklah pak, terima kasih. Maaf sudah mengganggu, telfon nya saya tutup" ucap Safira. Tak ada lagi yang akan ia bahas pada pria itu, semua sudah final.

"Sekali lagi selamat untuk pernikahan kamu, yakinlah pasti akan ada banyak kebaikan yang akan kamu temukan di dalam nya nanti" Safira menganggukkan kepalanya.

'Semoga' Timpal gadis itu di dalam hati.

"Baik pak terima kasih" Safira mengakhiri panggilannya. Ia meletakkan ponsel di dadanya seolah sedang memeluk pria yang jauh di sana.

Air mata Safira berhamburan keluar, ia membiarkan dirinya untuk menangis. Padahal setelah mendapat penolakan dari Zio lalu kembali ke rumah ini dan menerima perjodohannya juga, Safira sudah berusaha menata hatinya. Ia kira ia sudah berhasil dan mampu berlapang dada menjalani kisahnya. Namun ternyata ia belum sepenuhnya bisa bangkit dengan kaki yang tegak, ia masih rapuh.

Mungkin jika pria yang dijodohkan dengan nya bukan El, ia tak akan se resah ini. Tak ia pungkiri ada ketakutan atas luka di masa lalu. Ia takut El akan menyakitinya seperti dulu andai ia membuka hatinya untuk pria itu. Karenanya Safira meragu untuk mulai memupuk perasaan nya kembali pada El.

Seperti merasakan kegundahan Safira, Elbram tiba-tiba menelfon gadis itu. Safira terpana menatap nama Elbram yang tertera di layar. Ia belum siap untuk berbicara dengan pria itu apalagi dengan kondisinya yang tengah begitu kacau.

2 panggilan sudah terlewatkan namun Elbram kembali menghubunginya. Mau tak mau Safira menyerah, ia mengangkat panggilan itu.

"Safira sedang apa? kenapa jawabnya lama?" Ucap Elbram.

"Ada apa?"

"Kamu kenapa? kamu menangis?" Pria itu menyadari suara berat Safira.

"Ada apa menelfon?" Tanya Safira lagi. Ia tak menjawab pertanyaan yang El berikan. Safira ingin El segera mengakhiri panggilan ini, karena ia masih ingin melanjutkan tangisnya.

"Apa menghubungi calon istri harus ada alasan nya? besok kita akan menikah Safira. Aku tidak sabar menantikannya dan aku sangat merindukan kamu" terdengar tulus namun sayang tak mampu menembus hati Safira. Tanpa perintah hati gadis itu seolah sudah membangun benteng kokoh untuk melindunginya dari Elbram yang mungkin akan menyakitinya lagi suatu saat nanti.

"Kenapa pernikahan ini harus terjadi El? harusnya kamu konsisten menolak ku hingga akhir. Kenapa menerima perjodohan ini? aku bukan tipe istri idaman kamu kan? aku manja, aku nyebelin, aku ngerepotin, aku egois dan keras kepala. Aku nggak seperti Maya yang lemah lembut, dewasa dan penuh pengertian. Ini salah, kamu nggak cinta sama aku, aku juga nggak cinta sama kamu. Calon suami impian aku bukan kamu lagi. Mari kita batalkan pernikahan ini El, keputusan ini salah" Safia meluapkan semua yang mengendap di hatinya beberapa hari ini sambil menangis.

🍁🍁🍁

1
pipi tembem
the best story...
pipi tembem
idih...
pipi tembem
sakit banget tuh Fir...
Ani Kurniati
bagus cerita nya
queen zha
bagusss banget ceritanya
Rizky Manik
👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
🤣🤣🤣
Ria Na
Luar biasa
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Dysha♡💕
akhirnya selesai juga baca semua novel author,semoga segera buat novel baru ya Thor😍🫶sangat sangat luar biasa ⭐
Adi Fatih
aku baca lg di 2025
Nabil Az Zahra
di sni jg ortu fira trksan egois bgt mksain anaknya, gak liat ksdihan fira
☠️⃝🖌️M⃤ Muppin🍓: Hai sahabat pembaca!
Aku baru aja rilis cerita baru berjudul “Menjebak Cucu Presdir” ✨

Cleona hanya ingin menyelamatkan ibunya dari penyakit mematikan, tapi sebuah kesalahan membawanya ke kamar Batara, CEO muda yang dingin dan penuh rahasia. Kini, hidupnya terjerat antara bahaya, rahasia, dan perasaan yang tak pernah ia duga. Apakah ini awal kehancuran… atau takdir yang menunggu?

🔥 Jangan lupa mampir dan ikuti kisahnya yaa~
total 1 replies
Nabil Az Zahra
bukan mnja mungkin, tp gak bsa di pke ma el jd ga di plih fir.
Nabil Az Zahra
lha jempolnya dah biru trnyta, tp lupa alurnya jd tk bca ulang🤭
Maria Christanti
sll semangat thor dlm berkarya. walaupun sibuk dikehidupan nyata.
bu mid Galakz
baguss 😍😍
Lisna Wati
tenang ya el pasti selamat
💟노르 아스마💟
cerita bagus banget
💟노르 아스마💟
kemaruk
💟노르 아스마💟
udh baca bayik bro
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!