NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:509.2k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Restoran yang dipilih Lucas berada di lantai atas sebuah hotel mewah. Lampu-lampu keemasan memantul di dinding kaca. Musik piano mengalun lembut. Pemandangan kota yang berkilauan terlihat indah dari tempat mereka duduk.

Bagi pasangan lain, suasana seperti itu mungkin terasa romantis. Namun, bagi Astrid, malam ini terasa seperti sebuah permainan catur. Setiap senyum memiliki tujuan. Setiap kata memiliki maksud. Setiap gerakan layak dicurigai.

Lucas berbicara banyak malam itu. Tentang pekerjaan, kenangan masa lalu mereka. Sesekali ia membuat lelucon hingga Astrid ikut tertawa kecil.

Tawa yang cukup untuk membuat Lucas percaya bahwa usahanya berhasil. Padahal di balik senyum itu, Astrid diam-diam sedang memperhatikan, menilai, dan mencari pola. Karena semakin Lucas bersikap manis, semakin besar keyakinannya bahwa pria itu sedang mengincar sesuatu.

Di tengah makan malam, Lucas mengeluarkan sebuah kotak hitam kecil dari saku jasnya. Ia meletakkannya di atas meja.

Astrid menatap benda itu beberapa detik. "Apa itu?" tanyanya.

Lucas tersenyum. "Buka saja."

Astrid membuka kotak tersebut perlahan. Sebuah kalung berlian berkilauan di dalamnya. Sangat ndah dan mewah, pasti harganya mahal.

"Lucas ...." Astrid menatap Lucas, terkejut.

"Aku melihatnya minggu lalu," ujar Lucas sambil tersenyum lembut. "Dan aku langsung teringat padamu."

Astrid menatap kalung itu. Jika kejadian ini terjadi setahun yang lalu, mungkin ia akan merasa bahagia dan pasti akan terharu. Mungkin ia akan berpikir bahwa Lucas masih mencintainya. Namun, sekarang tidak.

Justru sebaliknya. Semakin mahal hadiah yang diberikan Lucas, semakin besar rasa curiganya. Karena Lucas bukan tipe pria romantis yang memberi hadiah mahal. Pria itu tidak akan tiba-tiba berubah tanpa alasan.

"Aku nggak tahu harus bilang apa," ucap Astrid akhirnya.

Kalimat yang cukup aman. Tidak terlalu antusias, tidak juga dingin.

Lucas meraih tangannya. "Tidak perlu bilang apa-apa."

Astrid membiarkan pria itu menggenggam tangannya. Namun di dalam hati, pikirannya terus bekerja.

Ucapan Mateo kembali terngiang. "Lucas itu cerdik."

Lalu suara Julio menyusul. "Kalau dia mendekat, jangan langsung percaya."

Astrid menundukkan kepala sejenak. Menyembunyikan sorot matanya.

"Kalian benar," batinnya. "Dia sedang menginginkan sesuatu."

Astrid mengangkat wajah dan tersenyum tipis. Senyum yang cukup untuk membuat Lucas percaya bahwa dirinya berhasil. Padahal justru sebaliknya. Astrid semakin yakin bahwa sesuatu yang besar sedang direncanakan pria itu.

"Mungkin aku perlu meminta bantuan Mateo atau Julio untuk mengawasi dari jauh. Jaga-jaga kalau Lucas berbuat nekat," batin Astrid.

"Aku ke toilet dulu, ya," kata Astrid sambil berdiri.

Lucas mengangguk santai. "Iya."

Astrid berjalan meninggalkan meja. Langkahnya tenang. Namun pikirannya sudah mengambil keputusan. Dia akan menghubungi Mateo dan Julio. Ia membutuhkan bantuan mereka untuk mengawasi.

Karena Astrid memiliki firasat bahwa Lucas akan segera bergerak. Dia tidak akan membiarkan dirinya menjadi korban untuk kedua kalinya.

Astrid berjalan menyusuri lorong menuju toilet wanita. Begitu memastikan tidak ada siapa pun di sekitarnya, ia mengeluarkan ponsel dari dalam tas. Jarinya bergerak cepat membuka aplikasi pesan.

Sebuah pesan singkat langsung dikirim ke dua orang sekaligus.

[Aku di Hotel Ardent. Restoran lantai 27. Datang kalau bisa. Jangan sampai Lucas tahu.]

Pesan itu terkirim kepada Mateo dan Julio. Astrid menatap layar beberapa detik. Tidak lama kemudian balasan masuk hampir bersamaan.

Mateo: [Sepuluh menit.]

Julio: [Dalam perjalanan.]

Sudut bibir Astrid sedikit terangkat. Setidaknya sekarang ia tidak sendirian menghadapi permainan Lucas. Ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas lalu kembali ke meja makan dengan ekspresi tenang seolah tidak terjadi apa-apa.

Beberapa menit setelah Astrid menghilang dari pandangan, ponsel Lucas yang tergeletak di atas meja tiba-tiba bergetar. Lucas langsung mengambilnya. Sebuah pesan masuk dari Starla. Hanya satu kalimat.

[Jangan lupa, kamu harus urus secepatnya.]

Seketika senyum di wajah Lucas menghilang. Rahangnya mengeras, jari-jarinya mencengkeram ponsel lebih kuat. Ia mengangkat kepala dan menoleh ke arah lorong tempat Astrid tadi pergi. Tatapannya berubah dingin dan tajam, penuh perhitungan. Tidak ada lagi kehangatan yang sejak tadi ia tunjukkan. Tidak ada lagi sorot mata seorang suami yang sedang berusaha memperbaiki rumah tangganya. Yang tersisa hanyalah tatapan seseorang yang sedang menyusun strategi. Karena di dalam pikirannya hanya ada satu tujuan, harta warisan wanita itu.

Selama rumah tersebut belum berhasil ia dapatkan, perceraian tidak bisa dilakukan. Dan selama perceraian tidak terjadi, Starla bisa pergi meninggalkannya kapan saja.

Lucas mengepalkan tangannya. Ia tidak punya banyak waktu, hanya tiga bulan. Ia harus bergerak lebih cepat. Meskipun dia harus membangun kebohongan yang lebih besar. Dia harus membuat Astrid kembali percaya kepadanya.

Lucas yang melihat Astrid kembali langsung tersenyum manis. "Lama sekali."

Astrid sempat mengerutkan kening. Karena tidak sampai lima menit ia pergi. Wanita itu pun menarik kursinya dan duduk. "Tadi antre."

Lucas mengangguk tanpa curiga. "Pesan dessert?"

"Boleh."

Mereka kembali mengobrol ringan.

Dari luar, pemandangan itu terlihat seperti pasangan suami istri yang sedang menikmati malam romantis. Tidak ada yang tampak janggal atau ada yang tampak salah.

Namun sepuluh menit kemudian, pintu restoran kembali terbuka. Dua pria masuk hampir bersamaan dari arah berbeda.

Mateo datang lebih dulu. Penampilannya jauh berbeda dari biasanya. Jas hitam rapi membalut tubuhnya. Kacamata tipis bertengger di hidungnya. Rambutnya disisir ke belakang dengan rapi. Sulit mengenalinya sekilas.

Beberapa detik kemudian Julio menyusul. Ia mengenakan setelan kasual mahal dengan blazer abu-abu gelap. Di tangannya terdapat sebuah tablet. Sekilas ia tampak seperti seorang pebisnis yang sedang menghadiri pertemuan penting.

Keduanya bahkan tidak saling menyapa. Mereka berjalan ke meja berbeda yang letaknya tidak jauh dari Astrid dan Lucas.

Astrid yang melihat mereka dari sudut mata tetap mempertahankan ekspresi tenangnya. Tidak ada senyum, isyarat atau sapaan, deolah mereka benar-benar tidak saling mengenal.

Mateo duduk sambil membuka menu. Sementara Julio pura-pura sibuk membaca sesuatu di tabletnya. Namun, perhatian keduanya sesungguhnya tertuju pada meja Astrid.

"Jadi ini yang disebut operasi pengintaian?" gumam Julio pelan melalui earbud kecil yang terhubung ke ponselnya.

Di meja lain, Mateo menahan senyum. "Kamu berharap apa? Kejar-kejaran mobil?"

"Aku berharap minimal ada sesuatu yang mencurigakan."

Mateo melirik ke arah Lucas. "Lihat dulu."

Julio mengembuskan napas. "Oke."

1
Felycia Fernandez
RIP Lucas
Felycia Fernandez
berarti Ariana sudah 31 tahun ya
Priskha
biyuh bnr2 suami durhakim....
Aditya hp/ bunda Lia
kalo jodoh gak kemana itulah Ariana dan Noel akhirnya mereka kembali bersama ... happy ending makasih Thor tetap semangat dan sehat selalu 🫰🫰
Setyo Budi Ningsih
aku tau namamu udah lama thoor tapi aku baru baca 2 novel karya mu keren buat cerita perempuan yg tidak selalu diam saat disakiti. banyak perempuan bisa bangkit saat terpuruk. semoga lancar barokah rejeki nya dan selalu yg terbaik cerita2 mu🫰❤️👍
Momcia
Mateo..lama2 jd buah matoalah..
Erni Kusumawati
cerita kak Author yg satu ini mmg selalu cantik dan menarik.Di setiap ceritanya selalu tersimpan dan tersurat makan tth hidup dan pesan moral yg selalu penuh makna.Seperti kisah Astrid dan Ariana seberapa pun besarnya luka kita tidak akan dpt menghapus bekasnya hanya bisa ikhlas menerima sebagai ujian kehidupan.Dan jangan pernah menggenggam kebencian terlalu dalam Krn rasa benci itu laksana bara yg kita genggam,lama2 bara itu akan membakar dan menyakiti tangan kita sendiri.
🌸 Sunshine 🌸: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Eni Istiarsi
terimakasih untuk kisah mengharukan ini. tetep sehat tetep semangat untuk menghasilkan karya2 baru lainya🙏💪
Sri Supriatin
eeh happy rnding, terimakasih sdh membuat karya indah ditunggu karya srlamjutnya n sehat Thor 👍🙏🙏😍😍
Sri Supriatin
naga2nya.mau tamat yah🤭🤭
Fa Yun
terimakasih thor akhirnya happy😍
Fa Yun
bertemu kembali masihkah ada cinta yang lalu
Fa Yun
lupakan masa lalu bisakah 😕
Suriyah Lasminah Sari
akhir nya cinta dapat di miliki ,walawe pun ada luka,tapi akhir nya cinta yg menang (terimakasih mbak Santi sehat selalu buat mbak Santi )🙏
Reni Setia
selamat ya udah tamat karyanya
Mutia
13 tahun kemudian, brp umur mereka skrg, pasti dah diatas 30 ya ..kelamaan jumpanya
Enny Suhartini
terimakasih cerita nya kak 👍
Nha_A
😭😭 terimakasih thoorr ud ngasih kami cerita yang bagusss,suka sama cerita ini..aq gak pernah skip looh,semangat untuk karya berikutnyaa🥰💪😘
ryuka
makasih thor atas karya bagus nya.. 😍😍😍😍😍 semangat trus unt berkarya ya thorrr
Ita rahmawati
pesan yg Lucas tulis utk calon suami Ariana bikin sedih ih 🥺
endingnya bagus bgt,, selalu suka dg karyamu Thor 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!