NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Terlarang

Gairah Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Sekali saja kita melangkah melewati batas ini, Arden... semuanya tidak akan pernah sama lagi."

Alyssa tidak pernah menyangka pernikahannya akan menyeretnya ke dalam pusaran dosa yang terlarang. Sebagai istri yang berbakti, ia selalu menekan keinginan pribadinya demi menjaga kehormatan keluarga besar suaminya.

Namun, benteng pertahanan itu runtuh saat Arden—adik iparnya—kembali dari luar negeri.

Arden bukan lagi remaja tanggung yang dulu ia kenal. Pria itu telah menjelma menjadi sosok dewasa yang penuh pesona, perhatian, dan diam-diam menawarkan kehangatan yang tak pernah Alyssa dapatkan dari suaminya sendiri.

Di sisi lain, Arden tersiksa. Semakin ia mencoba menjauh, semakin ia mendambakan Alyssa—wanita yang seharusnya haram untuk ia sentuh.

Kini, keduanya terjebak dalam tarik ulur perasaan yang menyiksa. Antara kesetiaan pada keluarga, atau menyerah pada godaan gairah yang candu.

Saat batas suci itu akhirnya dilanggar, siapkah mereka membayar harga yang teramat mahal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.16 -Topeng Kemesraan

Angin malam menusuk hingga ke tulang, namun kehangatan melingkupi dada Alyssa. Di atas sepeda motor Arden yang melaju membelah jalanan kota, Alyssa tak lagi ragu. Kedua lengannya melingkar erat di pinggang Arden. Ia menyandarkan pipinya di punggung tegap pria muda itu, menikmati harum maskulin dan detak jantung Arden yang terasa nyata di bawah telapak tangannya.

Arden melirik dari kaca spion, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman hangat. Ia membawa satu tangannya ke bawah, mengusap lembut jemari Alyssa yang melingkar di perutnya.

"Genggam yang erat, Kak... Alyssa," bisik Arden setengah berteriak menembus deru angin malam, memanggil nama Alyssa dengan nada intim yang manis.

Alyssa tersenyum tipis di balik helmnya, makin mempererat pelukannya. Untuk pertama kalinya setelah empat tahun, ia merasa benar-benar diinginkan dan dilindungi.

Sementara Adrian yang sudah sampai di rumah sejak sore tadi—setelah mengantar Hanum pulang ke rumahnya—kini duduk menanti di ruang tengah. Tak biasanya pria itu menunggu kepulangan istrinya seperti ini.

"Ke mana dia? Tidak biasanya pergi sampai malam," gumam Adrian seraya melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul delapan malam.

Alyssa juga sama sekali tidak mengirim pesan. Padahal biasanya, wanita itu selalu rajin memberi tahu ke mana pun ia melangkah, walau Adrian sering kali mengabaikannya.

"Mas, mau makan sekarang?" tanya Bi Sri yang menghampiri dari arah dapur.

"Nanti saja, Bi. Nunggu Alyssa. Sebenarnya dia ke mana?" tanya Adrian menatap Bi Sri dengan kening berkerut.

"Non Alyssa... Bibi kurang tahu, Mas. Tadi dia terlihat rapi sekali, mungkin ke rumah Ibunya," tebak Bi Sri asal.

"Huh! Ya sudah, Bibi ke belakang saja."

"Baik, Mas," balas Bi Sri. Begitu melangkah menjauh, wanita paruh baya itu melirik sinis ke arah punggung anak majikannya.

"Dasar Mas Adrian. Giliran orangnya tidak ada, dicari-cari terus. Mas, Mas... nanti kalau sudah diambil orang, baru tahu rasa kamu," bisik Bi Sri gemas sendiri.

"Bi, ada apa sih?" tanya Mila, keponakan Bi Sri yang baru saja kembali dari kampung.

"Kamu toh, Mil! Bikin kaget saja. Sudah sana, jangan kepo," sahut Bi Sri menepis rasa penasaran keponakannya.

"Hah? Kepo? Aku kan memang tidak tahu apa-apa, Bi," gumam Mila sembari mengekor Bi Sri ke dapur.

Satu jam kemudian, raungan halus mesin motor Arden terdengar tiba di halaman rumah. Beruntung, malam ini Alyssa mengenakan atasan blouse dan celana kulot yang fleksibel, membuatnya tetap nyaman selama duduk di atas motor.

"Terima kasih untuk hari ini, Den," ujar Alyssa pelan setelah melepaskan helm, menatap Arden dengan pendar mata yang kini jauh lebih lembut.

"Istirahat yang cukup, ya," balas Arden sembari mengusap pelan puncak kepala Alyssa. "Ingat, mulai sekarang kamu tidak sendirian lagi."

Alyssa mengangguk pelan. Namun, kehangatan itu seketika sirna begitu ia membalikkan badan dan melangkah masuk ke dalam rumah bersama Arden.

Di ruang tengah, Adrian duduk di sofa dengan pakaian santainya. Pandangannya langsung menyalang ke arah Alyssa dan Arden yang baru saja menginjakkan kaki di dalam. Beruntung, posisi berdiri mereka membuat Adrian tidak menyadari jemari Arden dan Alyssa yang sebenarnya masih saling bertaut erat.

"Mas, tumben sudah pulang?" tanya Arden santai. Pria muda itu bahkan tidak berniat melepaskan genggamannya, tak tahu saja jika jantung Alyssa di sebelahnya sudah berdebar bak guncangan gempa.

"Astaga, kenapa justru aku yang merasa seperti ketahuan selingkuh?" batin Alyssa panik, mencoba bersikap senatural mungkin.

"Dari mana kalian?" tanya Adrian dingin, sengaja mengabaikan pertanyaan adiknya.

"Kita habis jalan-jalan. Jangan berpikir yang aneh-aneh. Aku hanya meminta pendapat Kak Alyssa tentang calon studio musikku," sahut Arden santai, barulah kini ia perlahan melepaskan jemarinya dari genggaman Alyssa.

"Benar begitu?" Adrian menatap Alyssa, menuntut jawaban.

Alyssa menyunggingkan senyum tipis—sebuah senyuman sinis yang belum pernah Adrian lihat sebelumnya.

"Iya, memangnya kenapa? Aku juga bosan di rumah terus, Mas. Capek nungguin suami dan cinta pertamanya bermesraan," sindir Alyssa tajam. Tanpa menunggu balasan, ia melengos pergi menaiki tangga menuju kamarnya.

Arden tersenyum tipis menyaksikan keberanian wanita itu. Sebelum menyusul langkah Alyssa ke lantai atas, Arden menepuk pelan pundak sang kakak yang mematung di tempat, syok berat mendengar sindiran pedas dari istri yang selama empat tahun ini selalu menunduk padanya.

Setelah tersadar dari rasa terkejutnya, Adrian dengan cepat melangkah menyusul istri dan adiknya ke lantai atas. Dari sudut koridor, ia sempat melihat Arden baru saja melangkah masuk ke dalam kamarnya sendiri. Jika saja pikiran Adrian sedang jernih dan tidak dipenuhi rasa panik, ia pasti akan curiga mengapa adiknya baru masuk ke dalam kamar.

Klek.

Adrian membuka pintu kamar utama tanpa mengetuk. Di dalam, Alyssa yang baru saja hendak membuka kancing pakaiannya terperanjat kaget.

"Mas! Ngapain di sini? Keluar sana!" ketus Alyssa refleks menghentikan tangannya, menatap Adrian dengan raut tidak suka.

"Memang kenapa? Aku suamimu, Alyssa," bisik Adrian. Dalam beberapa langkah lebar, ia sudah berdiri tepat di belakang Alyssa.

Sikap Adrian yang mendadak intim membuat bulu kuduk Alyssa berdiri. Tak biasanya pria itu bertindak seagresif ini. Alyssa bisa merasakannya—ini bukan cerminan cinta, melainkan bentuk rasa bersalah dan ketakutan Adrian yang mulai kehilangan kendali atas dirinya.

"Lepas, Mas! Aku mau mandi," kesal Alyssa, berusaha menyikut dan melepaskan dekapan tangan Adrian di pinggangnya.

"Kita sudah lama tidak melakukannya," gumam Adrian rendah tepat di samping telinganya.

"Melakukan apa?" tanya Alyssa gugup, membuang muka. Rasa jijik mendadak menyeruak mengingat bagaimana pria di depannya ini tadi siang masih memanjakan Hanum.

Adrian menatap lekat paras istrinya, lalu menarik napas panjang. "Soal ulang tahun pernikahan kita... kita tetap pergi ke Bali."

Cup.

Satu kecupan mendarat di pipi Alyssa yang membeku seketika. Tanpa mengucap patah kata lagi, Adrian berbalik dan bergegas melangkah keluar kamar. Entah mengapa, berada terlalu dekat dengan Alyssa saat ini membuat perasaannya terasa sangat tidak aman—seolah-olah ada rahasia besar yang sedang Alyssa sembunyikan darinya.

Sementara itu, di kamar sebelah...

Arden terduduk kaku di depan layar ponselnya. Lewat kamera CCTV tersembunyi yang terpasang di sudut kamar Alyssa, manik matanya menajam melihat adegan demi adegan tadi.

Kedua tangan Arden mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih saat menyaksikan Adrian menyentuh dan mencium pipi Alyssa. Rahangnya mengeras dihantam gelombang cemburu yang membakar dada. Walau akal sehatnya mengingatkan bahwa mereka berdua adalah suami istri yang sah, hatinya tetap tidak rela melihat Alyssa disentuh oleh pria yang hanya bisa memberikan luka.

"Astaga..." desah Arden frustrasi.

Ia mematikan layar ponselnya, melempar benda itu ke kasur, lalu merebahkan tubuhnya sembari menatap langit-langit kamar dengan napas memburu. Perang dingin ini baru saja dimulai.

 

Bersambung ...

1
jumirah slavina
siap 86 kapten
jumirah slavina
gak ada yang gak mungkin., Kamu aja juga selingkuh Al.,

udah'lh Al., lepasin aja., laki² seperti itu tidak pantas d'tunggu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
makan tuh perempuan playing victim
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
🌺🌺
amit-amit😒
rini marlina sari
lanjut
jumirah slavina
abaikan bisikan syaitan ini Al
jumirah slavina
muak Aku... muak. Aku sm Kamu Ad....
🌺🌺: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
telat Al... telat... sudah kelelahan baru sadar., astagaaaaaaaa🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
Kak Ariiiiiii., ceekeek Adriiiiii.,
jumirah slavina
hheehh gak boleh !!!
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
mo ngapain kalian dalam kamar hotel wwooii
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
astagaaaaaaaa., macam jelangkung aja s' sArden., tetiba nongol 🤦🏻‍♀️🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
gak usahhhhhh balikkkkk !!!
Aku muak sama Kamuuuu...!!!
jumirah slavina
pergi sonooooo... pergiiiiiii...
jumirah slavina
udah'lh Ad... pergi sono., muak Aku menengok'mu...
jumirah slavina
bohong Ma., dia mo ngajakin Alis menantu Mam selingkuh...


🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
dasar laki² menyebalkan Kamu Adriiii !!!
jumirah slavina: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤💞💞💞💞
total 8 replies
EpiWidayanti
stress si Adrian 😏
jumirah slavina: joom lah kita beramai²

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
jumirah slavina
bughhhhhhh... bughhhhhhh... Jumi memukul kepala Adri yang penuh kotoran

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
ati² sArden., mengintip bisa bikin stress dan bintitan

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!