NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Ruang Ajaib
Popularitas:72.8k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Dengan gerakan seringan kucing, kedua bayangan itu melompat melewati jendela paviliun, menghilang di balik bayang-bayang kediaman Menteri Li yang megah, menuju ke arah Pasar Gelap.

Paviliun Pasar Gelap malam ini terasa berbeda. Suasana jauh lebih tegang. Begitu sosok kakek tua berjubah hitam dengan langkah berwibawa itu muncul di pintu masuk, bisik-bisik seketika berhenti. Orang-orang yang biasanya sibuk bertransaksi barang haram kini menepi, memberi jalan dengan hormat atau ketakutan.

"Tabib Agung sudah datang!" desas-desus itu menjalar secepat api.

Li Zie berjalan dengan tangan terlipat di belakang punggung, wajahnya yang tertutup arang nampak datar dan misterius. Ji Yu, yang berjalan di sampingnya dengan Hanfu bersih hasil curian, kini benar-benar menghayati perannya sebagai pengawal sombong. Ji Yu menepis siapa pun yang mencoba mendekat terlalu dekat.

Di tengah aula paviliun, seorang pria bertubuh besar dengan zirah yang retak-retak sudah duduk menunggu di kursi kayu. Lengannya terbalut kain yang bersimbah darah hitam, dan bau busuk mulai tercium, tanda racun mayat yang sudah parah.

Di sampingnya, terdapat sebuah peti kayu kecil yang sengaja dibuka, menampakkan deretan batangan emas yang berkilau di bawah cahaya obor.

Li Zie berhenti tepat di depan pria itu. Mata Dewanya berputar secara otomatis. Li Zie melihat pembuluh darah pria itu sudah mulai menghijau karena racun, hampir mencapai jantung.

"Tabib Agung... tolong saya," geram pria itu menahan sakit. "Banyak tabib bilang lenganku harus dipotong, tapi aku seorang jenderal tentara bayaran! Tanpa lengan, aku lebih baik mati!"

Li Zie hanya diam, menatap emas di peti itu dengan tatapan dingin, padahal di dalam hati ia sedang bersorak gembira. Li Zie kemudian mengeluarkan suara serak saktinya.

"Memotong lengan adalah cara orang bodoh," ujar Li Zie tenang. "Aku bisa menyelamatkan lenganmu, tapi kau harus membayar harga yang pantas untuk kesombonganmu menantang racun mayat ini."

Pria itu menunjuk peti emasnya. "Ambil semuanya! Tambah lagi jika perlu, asal lenganku kembali!"

Li Zie memberi kode pada Ji Yu. Dengan gerakan cepat, Ji Yu segera menutup peti emas itu dan menariknya ke belakang Li Zie, memastikannya aman sebelum operasi dimulai.

"Ji Yu, siapkan air perasan jeruk nipis dan garam gunung," perintah Li Zie.

Orang-orang di sekitar terkejut. Garam dan jeruk? Itu terdengar seperti bumbu masakan daripada obat. Namun Li Zie tidak peduli. Ia mengeluarkan jarum peraknya, mengaliri jarum itu dengan qi panas, lalu dengan gerakan karate yang presisi, ia menghantam titik saraf di bahu pria itu agar dia tidak merasakan sakit.

Zat!

Jarum tertancap. Li Zie mulai bekerja dengan kecepatan yang tidak masuk akal, membedah sedikit bagian yang membusuk dan mengeluarkan cairan hitam kental hanya dengan tekanan jarinya yang dialiri energi spiritual.

"Tahan napasmu, Jenderal. Ini akan terasa sedikit... hangat," bisik Li Zie dengan suara yang di buat se berwibawa mungkin.

Uap putih keluar dari luka pria itu saat energi Li Zie menghancurkan sisa-sisa racun. Dalam hitungan menit, warna kulit yang tadinya hijau busuk perlahan kembali memerah sehat. Penonton di paviliun itu menahan napas, takjub melihat keajaiban medis di depan mata mereka.

Li Zie menyeka keringat di dahinya, lalu berdiri dengan anggun dan berkata, "Dua hari lagi kau bisa mengangkat pedangmu lagi. Tapi jangan coba-coba menyentuh mayat beracun sebelum kau mandi di air garam."

Pria itu melihat lengannya dengan tidak percaya. Ia langsung berlutut di depan Li Zie dan berkata dengan bersungguh-sunguh, "Terima kasih, Tabib Agung! Anda benar-benar titisan Dewa!"

Li Zie hanya mendengus, matanya justru melirik ke arah pintu keluar pasar gelap. Emas sudah dapat, sekarang perutku mulai memberi sinyal lagi, batinnya waspada.

Li Zie melangkah dengan santai sambil mengelus-elus kantung emas di balik lengan bajunya. Wajahnya yang cemong arang nampak berseri-seri dalam kegelapan. Di sampingnya, Ji Yu sudah mulai menghitung-hitung berapa banyak kedai makanan yang bisa mereka sewa bulan depan.

Namun, baru saja mereka memasuki gang sempit yang menuju ke arah kediaman Menteri Li, sebuah bayangan hitam melesat dari atas atap dan mendarat tepat di depan mereka.

Srekk!

Yan berdiri tegak, tangannya terkepal di depan dada sebagai tanda hormat, namun matanya memancarkan kegelisahan yang luar biasa. Yan berkata dengan penuh rasa hormat, "Tabib Agung, mohon maaf atas kelancangan saya menghadang jalan Anda."

Li Zie berhenti mendadak. Ia kembali memasang suara serak-berat kakek-kakeknya dan berkata "Yan? ada apa? tidak mungkin jika ini tentang Tuan mu, karena belum waktunya untuk berobat padaku. "

Besok Author lanjut lagi.

1
nur
,lnjut
Sribundanya Gifran
lanjut
Maria Lina
kok 1 sih thor kn kurang lgi ya
Retno Palupi
seharusnya kaisar ikuti tabib Zen biar tau kelakuan absurdnya
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
aduhhh, malah jadi lapar baca bagian paha ayam itu /Drool/
Sekar
bagi apelnya donk😁😁
Retno Palupi
lanjut kak, kpn tabib dan kaisar jadian
Fitria: Oke.
nanti dulu jadiannya kak, Shen Zie nya sulit di dekati
total 1 replies
Fitria
Keseringan nolong orang hingga menguras Qi ny, bunyi perut udah melebihi ledakan Rudal Israel
Fitria
Tiap habis bantu orang, langsung makan untuk jatah 1 kampung 🤣🤣🤣
Fitria: Jangan gitu ,kak. takut ada yang ngambek
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
Cayo.... 영혼....... Spirit....
Cty Badria
semangat/Rose/
Fitria: Hari ini agak telat ya, author agak sibuk.
total 1 replies
Nurhayati Sobana
Kaisar dan Shen Zie benar2 seperti ABG yang baru tertarik pada lawan jenis, malu2 tapi mau
Cty Badria
lg
Marsya
diseret,emang karung beras🤔🤔🤔🤔
Maria Lina
nah kn enak double"up nya makasih bnyk ya thor n bsk kayak gini lgi ya ya🙏🏻🙏🏻
Fitria: Siap besok dobel up lagi, kk.
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
yeayyy, akhirnya up... 💃🏻💃🏻🤸🏻‍♀️🤸🏻‍♀️

jantung Shen Zue gak mau berhenti berdetak ketika ditatap Xuan Long /Facepalm//Facepalm/
Fitria: biasalah, kk🤣
total 1 replies
Cty Badria
👍/Rose//Rose/ hadia
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
Kamu ngga ada niat buat jadi Permaisuri kah?... eh tunggu Kaisar Tampan ngga punya selir atau Permaisuri kan ya?
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: 🤭 semoga ya kak... biar bisa luluhkan hati yang sedang beku
total 8 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
5 kopi yuk buat kakaknya
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: ihhhh.... aku ngga minta balikin kak.. cerita Kakak bagus aku kasih hadiah
total 2 replies
Fitria
Paksa bayangin kak, cemong arang dan kumis palsu🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!