NovelToon NovelToon
Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 5
Nama Author: parida hakim

Kaisar Pratama, pemuda tampan yang disukai banyak wanita. Anak bungsu dari pasangan pengusaha Andi Pratama dan Wina Pratama. Di usianya yang baru menginjak dua puluh lima tahun seorang Kaisar sudah menjabat sebagai Manager keuangan di salah satu Bank swasta terbesar yang ada di Indonesia.

Kaisar Pratama sudah di kenal banyak orang sebagai pemuda dingin tingkat tinggi.

Yasika, gadis sederhana berparas cantik, pintar dan sedikit pendiam. Melanjutkan pendidikan terakhir nya di salah satu Universitas yang berada di Jakarta. Menjadi seorang pengacara adalah cita-citanya.

Yasika pernah bertunangan dengan seorang laki-laki yang merupakan cinta pertamanya.

Anne Putri, gadis cantik, tinggi, dan juga pintar. Menjadi seorang Dokter adalah impiannya sejak kecil. Anne dan Kaisar pernah menjalin hubungan selama lima tahun lamanya.

Dan hubungan mereka harus berakhir ketika Anne memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di negeri kangguru.

Bagaimana kisah asmara antara mereka bertiga?

Siapakah diantara kedua gadis itu yang akan mendapatkan hati seorang Kaisar?

Yasika, gadis sederhana berparas cantik dan sedikit pendiam.

Atau Anne Putri, yang merupakan mantan terindahnya.


yu ikuti terus kelanjutanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon parida hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06.Hati yang berdetak tidak karuan

Balikk lagi ni...

selamat membaca 😘

......................

"Ngapain bengong sih,?" tanya Ica pada Yasika

Yasika terkejut di buatnya "Eh ..."

"Mikirin apaan hayo? jangan-jangan, lagi mikirin Pak Dimas yang super cute itu?" Tebak Ica sambil tersenyum.

Sebenarnya, apa yang sedang Yasika pikirkan sekarang?

Bukan ... bukan Pak Dimas yang saat ini ada dalam pikirannya. Melainkan sosok laki laki dingin yang bertemu denganya tadi pagi.

Ah .. Kenapa ia jadi memikirkan lelaki itu sekarang?

Yasika tidak bisa membuat otaknya berjalan dengan lancar setelah kejadian tadi pagi. Hatinya berdetak tidak karuan, Kenapa bisa begini? apa yang sebenernya dia rasakan? Ia tampak sedikit kacau saat mengingat kejadian itu.

Sebenarnya, bukan hal yang pertama bagi Yasika melihat ketampanan seorang laki laki. Ia sudah terbiasa dengan itu. Bahkan menurut Yasika, laki laki yang pernah dekat denganya pun selalu berwajah tampan. Dan itu menjadi hal yang biasa baginya.

Tapi berbeda dengan Kaisar, yang baru sekali saja dia melihat wajahnya lekat dengan jarak yang sangat dekat waktu itu, membuat Yasika jadi tidak fokus sendiri. Yasika jadi terbayang dengan tatapan dingin matanya Kai yang menurutnya sangatlah berbeda.

"Woii ... malah bengong lagi, kesambet baru tau rasa lo?" Seru Ica sambil melambai lambaikan tangannya.

"Huh .. apa?" Yasika terkejut, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.

Ahh .. kenapa dengan otak aku ya?

Novi dan Ica hanya tersenyum geli melihat tingkah temanya itu.

...***...

Berbeda hal dengan Kai, sebenarnya dia sama seperti Yasika.

Merasa otaknya tidak berfungsi dengan baik.

Tapi bukan Kai namanya, kalau ia tidak bisa menyembunyikan itu semua.

Kai, cowok itu juga merasa heran dengan apa yang terjadi padanya. Setelah sekian lama ia tidak pernah merasakan hal seperti itu.

Dulu ia pernah merasakan itu semua hanya untuk cinta pertamanya. Seorang gadis cantik, anggun dan juga pintar. Siapa lagi kalau bukan Anne Putri, mantan terindah dari seorang Kaisar Pratama. Setelah berakhirnya hubungan mereka, Kai belum bisa membuka hatinya untuk orang lain. Kai merasa belum ada yang bisa membuat hatinya menghangat seperti Anne Putri.

Meskipun diluaran sana banyak sekali wanita cantik dan para gadis abege yang mendekatinya, ingin menjadi kekasihnya, bahkan ada yang sempat memintanya untuk menjadi suaminya.

Ck, ada-ada saja.

Mungkin persaan itu sudah ia kubur dalam-dalam setelah perpisahanya dengan kekasihnya itu.

Bagaimana tidak, Kai dan Anne menjalin hubungan sudah hampir tujuh tahun lamanya. Maka dari itu, sampai saat ini pun ia masih belum bisa melupakan sosok Anne Putri, seorang gadis cantik yang sangat ia cintai.

Sakit? Tentu, hatinya sangat sakit waktu itu. Rasa kecewa dan terluka menyelimuti dirinya waktu itu. Dengan segala cara Kai mempertahan hubunganya itu karena ia tidak ingin semuanya berakhir begitu saja. Bahkan, rencananya untuk melamar dan menikahi gadis itu pun hancur seketika.

Sungguh ironis bukan?

Tapi, Kai tidak pernah tahu dengan rencananya Tuhan. Meskipun hatinya sudah tertutup, Tuhan bisa saja membalikkan hati yang tertutup itu menjadi terbuka untuk orang lain.

Tapi .. entah gadis mana yang akan membuat hati yang tertutup itu menjadi terbuka kembali.

Kita tunggu saja...

Tanpa di sadari, ketiga sahabatnya itu datang menghampiri. Mereka bingung dengan raut wajah Kai yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Jelas, itu membuat semua temanya ingin bertanya dengan seribu macam pertanyaan kepada lelaki itu. Senyum seringai terlihat jelas saja dari wajah mereka yang ingin menggoda sahabatnya itu.

"Widihh .. kayak anak perawan ja lo melamun, lagi mikirin apa? Jangan-jangan, lo lagi pengen pelepasan ya,?"

Seketika gelak tawa pun menggema.

"Sialan, lo." Kai melempar bungkus rokok itu ke arah temannya.

"Terus, anak mamah lagi mikiran apaan nih?" Ervan menggoda dengan gaya bicara yang di buat buat seperti perempuan.

Kai hanya melirik sekilas dengan sudut bibir tertarik ke atas sedikit. "Diem, lo."

Mereka tertawa dan bercanda, sengaja ingin membuat temannya itu naik darah.

"Eh .. iya? Ngomong-ngomong." Adi mengedarkan pandangannya ke setiap arah. "Pada kemana tuh cewek-cewek, seksi itu? yang bodynya beuhh .. bikin gue tegang terus..?" Ujar Adi dengan wajah yang menjengkelkan.

Serempak mereka menoleh ke arahnya, dan dengan reflek Dani menonyor kepalanya. "Bangsat lo, dasar otak mesum,"

Adi tampak jengkel dengan perbuatan temannya itu, ia meringis kesakitan. "Sakit, setan." Dengusnya kesal.

"Eh, asal lo tahu. Gini-gini gue cowok normal. Melihat body seksi kayak gitu, jelas lah bikin darah gue naik. Emangnya lo, yang gak konek alias lembek hahaha.." ledek Adi pada mereka.

"Bangsat lo, ngatain kita lembek. Lo belum tau aja, kalo punya gue udah bangun ganasnya minta ampun, bahkan punya lo bakal kalah sama milik gue." Balas Ervan tidak terima. Cowok itu tersenyum bangga.

Itulah yang terjadi ketika mereka berkumpul, otak mesum dan kalimat-kalimat vulgar sudah biasa terlontar dari mulut cowok-cowok berengsek seperti mereka. Tak terkecuali Kai, hanya laki-laki itu yang bisa menjaga mulutnya. Kai lebih memilih diam, dari pada mengoceh yang tidak-tidak.

"Gimana kalo sekarang kita keluar? udah lama kita gak nongkrong di tempat biasa." suara Dani kembali terdengar.

"Yoi, udah lama kita gak pergi ke klub, dan bersenang-senang disana. Gimana, pada mau gak?" tanya Adi sembari menaik turunkan alisnya.

"Sekalian aja kita ajak mereka,"? tunjuk Ervan ke arah tangga. Yang di maksud oleh cowok itu adalah mengajak ketiga gadis itu.

"Mumpung masih libur, besok kan kembali ke habitatnya masing masing," celetuk Ervan lagi.

Kai sedikit menoleh saat telunjuk Ervan menunjuk ke arah yang di maksud.

"Gimana Kai? Jalan yuk? Bete gue disini." Ia menyalakan rokoknya. "Kalo di klub kan, banyak cewek seksi yang bisa kita *****-*****." Adi berujar dengan tangan yang merambat membelai paha Dani.

"Anjing, najis. Lo." Dani bergidik jijik sembari menjauhkan tangan Adi dari pahanya. "Jangan pegang-pegang gue, setan." Sungutnya kembali yang seketika membuat ketiga cowok itu kembali tergelak.

"Ya udah, lo ajak mereka sana? siapa tahu pada ikut, kan lumayan buat seneng-seneng." oceh Ervan kembali.

"Oke. Biar gue naik, ngomong sama mereka,"? Adi pergi begitu saja menaiki anak tangga tersebut.

Sebenarnya, yang tinggal di rumah kost itu tidak hanya ketiga gadis itu. Ada penghuni yang lainya juga. Tapi, entah mengapa mereka lebih terlihat senang dan akrab hanya kepada ketiga gadis itu saja. Siapa lagi kalau bukan Yasika, Novia, dan juga Ica.

Mungkin, karena ketiga gadis itu memiliki wajah yang cantik dan juga menarik jika di bandingkan dengan penghuni yang lain.

Novi dan Ica sangat antusias sekali mendapat ajakan dari cowok tampan itu, dengan senang hati mereka menerima ajakannya tersebut. Karena bagi mereka, tidak ada salahnya juga jika malam ini mereka ikut bersenang-senang. Ini adalah waktu yang tepat untuk mereka melepaskan rasa lelahnya, setelah akhir-akhir ini selalu di sibukkan dengan urusan kuliah dan pekerjaan.

Tapi berbeda dengan Yasika, gadis itu tidak berminat sama sekali untuk ikut ke tempat ramai seperti itu. Yasika tahu seperti apa kehidupan di klub malam itu. Ia tidak mau mengulang kesalahannya dulu yang pernah masuk ke dalam tempat, dimana semua lelaki hidung belang menatapnya dengan tatapan lapar.

Tapi bukan Via dan Ica namanya, kalau tidak bisa membujuk Yasika. Gadis itu pun akhirnya menyerah karena rengekan dari kedua temannya itu. Ya sudahlah, untuk kali ini gadis itu mengalah. Toh .. dia akan bisa menjaga dirinya sendiri. Lagipula, Yasika tidak perlu takut, karena bukan hanya mereka saja yang ikut, melainkan dengan keempat cowok itu.

"Ya udah yuk .. lest go baby's," tawar Adi yang sedikit tersenyum karena telah berhasil mengajak mereka.

Ketiga gadis itu pun tersenyum manis. Dan meminta izin untuk mengganti pakaiannya terlebih dulu.

Setelah merasa sudah tampil modis, cantik dan seksi. Akhirnya, ketiga gadis itu pun memutuskan untuk segera turun ke bawah. Dimana keempat cowok itu sedang menunggunya. Ica dan Via mengenakan mini dress yang sangat ketat, dan terdapat belahan-belahan di daerah tertentu, sehingga memperlihatkan lekuk tubuh mereka yang sangat menggoda itu.

Sedangkan Yasika, gadis itu hanya mengenakan rok berbahan jeans di atas lutut dengan atasan yang di padu padakan sedikit tertutup. Meskipun tidak seksi, tapi gadis itu terlihat lebih cantik dengan penampilannya yang seperti itu.

Tiba mereka di hadapan para pemain wanita itu. Para lelaki itu menatap takjub pada ketiga gadis yang sekarang sudah berdiri di hadapannya. Mereka tidak percaya, kalau ketiga gadis itu bisa terlihat sangat cantik pada malam ini.

"Buset .."

"Amazing,"

"Wow .. seksi?"

" Ya Tuhan, jaga iman gue.."

Itulah sebagian racauan-racauan yang keluar dari mulut mereka dengan sudut bibir terangkat ke atas. Menatap kagum pada keindahan yang telah Tuhan ciptakan.

Tapi, ada yang berbeda dengan mereka. Dimana yang lain sedang merasa terpesona dengan ketiga mahluk cantik itu. Tetapi tidak untuk Kai, lelaki itu, hanya diam seribu bahasa dan menatap dengan dingin. Dan pandangannya itu tertuju hanya pada satu wanita.

Mereka saling berpandangan sebentar sebelum akhirnya membuang muka ke sembarang arah.

Entah kenapa ada perasaan berbeda yang mereka rasakan, saat matanya tak sengaja berpandangan tadi.

Ya Tuhan perasaan apa ini? kenapa bisa begini?

"Bagaimana, sudah siap ladies..?" tanya Adi, senyum merekah ia torehkan untuk ketiga wanita tersebut.

Dan di sambut dengan anggukan kepala, tandanya mereka siap.

Mereka pergi menggunakan mobilnya Adi. Sedangkan Kai, cowok itu yang mengemudikan mobilnya.

Di dalam mobil itu, secara tidak sengaja Kai bertatapan dengan pemilik mata bening itu lewat kaca spion dalam mobilnya. Ia melirik sebentar sebelum akhirnya mobil melaju dengan kecepatan sedang.

Entah kenapa akhir-akhir ini mereka sering sekali saling menatap. Mungkin itu hanya kebetulan, atau memang sudah kebiasaan jika bertemu harus saling menatap.

Ah .. hanya mereka yang tau.

Terima kasih yang sudah membaca cerita aku.

mohon dukunganya ya? sekali lagi mohon maaf jika ada salah dalam penulisan atau typo.

dukung aku dengan Like,komen dan vote nya ya..dan share ke teman teman yg lainya.

salam saya.🤗

1
Lala Al Fadholi
laki2 kok ambekan...ngambek mulu ga pantas
Albet Marthadian: p🙏
a




qpappp
pxpp0pppa@pparppppppwpwpppppappppqllqlq qppp0 al dla wa w ew a q1p3l9zosppppppe seekor@qa
total 2 replies
Lala Al Fadholi
heran jd org tua udah anaknya d sakitin eh setelah moveon malah d paksa nikah ama yg udah nyakitin...ada ya hub pertemanan yg segoblok itu
Lala Al Fadholi
org tua kai itu cocok...yg satu egois yg satu bodoh...pas dah klo anaknya menderita
Lala Al Fadholi
padahal udah ngerasain sakitnya d tinggalin eh skrng malah dia melakukan hal yg sama ini namanya manusia keledai
Duren mantul
mantap keren banget ,visual nya juga ganteng
Duren mantul
tokoh nya keren keren bah
Dewi Oktavia mupidin
paling beruntung dapat pasangan ganteng,mapan dan punya anak ganteng beh👍
Rayta Nya Firman
kalo visulanya ji chang wook jgn kan gadis... emak2 kaya saya aja ter lope2
Hertin Liberti
ketemu mantan tunangan Yasika.......
Hertin Liberti
panasssss......
Hertin Liberti
sdh di halalkan aja Thor Kaisar dan Yasika nya....biar haredang......
Hertin Liberti
begitu tega nya orang tuanya Kaisar.....lebih mementingkan perasaan anak orang dari pada perasaan anak sendiri.....ckckckck......
Hertin Liberti
Kaisar dan Yasika dong thorrrr.......
Hertin Liberti
kejam banget sih thoooor....hancur banget tuhhh perasaannya Yadika dua kali tersakiti.......kasihan banget Yadika thoooor....
Parida Hakim: Makasih dah mampir baca, ... 🤗
total 1 replies
Hertin Liberti
kayanya seru nih
Anonim
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤️❤️🙏🏻🙏🏻
Anonim
Hebat kamu Yas bisa hadiri acara pertunangan mantan pacar kamu👍🏻👍🏻👏👏 kalau z sendiriharus mikir 100000 kali baru bisa datang 😁😁
Anonim
Uuuuhhhh kalau z yg kerja di warung makan itu udah patah centong kayu pake nabok kepala kaizar untung cuma thor yg di situ 😁😁😁
Naylatul Maufiroh
🤣🤣🤣
Ida Roshita
baru mampir baca ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!