Maya dikhianati, difitnah, dan dibunuh oleh anak angkat yang direbut kasih sayang serta hartanya. Saat keluarganya sadar dan meminta maaf, semuanya sudah terlambat.
Namun Maya terbangun sebagai Chelsea putri kesayangan seorang penguasa yang ditakuti. Di kehidupan baru ini, ia dicintai dan dilindungi sepenuh hati. Musuh masih mengancam, tapi Maya tidak lagi lemah. Dengan pengalaman masa lalu dan kekuatan yang baru, ia bangkit untuk melawan kejahatan dan melindungi keluarga barunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehidupan Baru Dan Ancaman Yang Masih Membayangi
Bab 20
Hari hari berlalu menjadi minggu dan minggu berubah menjadi bulan. Perlahan lahan keadaan keluarga kami mulai membaik meskipun tidak secepat yang kami harapkan. Berkat bantuan pengacara yang jujur dan dapat dipercaya yang direkomendasikan oleh kenalan Alena kami berhasil membatalkan sebagian besar perjanjian yang dibuat secara tidak sah oleh Vanessa atas nama Ayah. Beberapa orang yang terlibat dalam kelompok penjahat itu berhasil ditangkap oleh pihak berwenang berkat bukti bukti yang kami serahkan namun sebagian besar lainnya termasuk orang orang yang memimpin kelompok itu masih buron dan menghilang tanpa jejak. Vanessa sendiri tidak pernah ditemukan di mana pun seolah olah ia benar benar menghilang dari muka bumi ini tanpa meninggalkan satu jejak pun yang bisa diikuti oleh siapa pun.
Setiap hari saat berjalan di dalam rumah atau bepergian ke luar rumah aku sering merasakan seolah olah ada pasangan mata yang mengawasiku dari kejauhan dari balik jendela gedung dari balik kerumunan orang atau dari dalam mobil yang melintas perlahan di sepanjang jalan yang kutempuh. Kadang kadang ada surat yang datang tanpa nama pengirim berisi kalimat kalimat yang mengancam agar kami berhenti menyelidiki hal ini dan tidak ikut campur urusan orang lain. Kadang kadang ada telepon yang berbunyi namun saat diangkat tidak ada suara yang terdengar di ujung telepon seberang hanya keheningan yang panjang dan dingin yang membuat bulu kuduk berdiri karena merasakan niat jahat yang tersembunyi di balik keheningan itu. Namun kami tidak pernah membiarkan hal hal seperti itu membuat kami takut atau mundur selangkah pun. Setiap kali ada ancaman yang datang kami segera mencatatnya melaporkannya kepada pihak berwenang dan memperketat pengawasan di sekeliling rumah dan di sekeliling setiap anggota keluarga.
Suatu hari saat aku sedang berjalan pulang dari pertemuan singkat dengan Alena di sebuah tempat yang cukup ramai aku melihat sekilas sesosok bayangan yang sangat kukenal berdiri di balik pilar besar di seberang jalan. Wajah itu pucat dan mata itu tajam penuh kebencian yang tidak pernah berubah sedikit pun meskipun waktu terus berlalu. Itu adalah Vanessa. Ia mengenakan pakaian yang berbeda dan rambutnya yang dulu panjang kini dipotong pendek dan berwarna lain namun wajah dan tatapan matanya tidak bisa berubah. Saat ia menyadari bahwa aku melihatnya ia segera berbalik dan menghilang di balik kerumunan orang dengan cepat seolah olah ia tidak pernah ada di sana. Aku berlari menyeberangi jalan untuk mengejarnya namun yang kutemukan hanyalah keramaian orang yang terus berjalan berkelanjutan tanpa ada yang tahu ke mana arah perginya gadis yang baru saja berdiri di sana.
Aku segera menceritakan hal itu kepada keluarga saat aku pulang ke rumah. Mendengar hal itu wajah mereka semua berubah menjadi serius dan tegang. Kakak Arka segera memperketat pengawasan di sekeliling rumah dan menambah jumlah orang yang menjaga setiap pintu masuk dan keluar. Ayah berkata dengan suara yang tegas namun tetap tenang jika ia benar benar masih ada di sini dan berani muncul kembali berarti rencana mereka belum berakhir dan mereka sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar dan lebih berbahaya dari sebelumnya. Kita harus bersiap untuk segala kemungkinan dan tidak boleh lengah sedikit pun. Kehadirannya kembali adalah tanda bahwa mereka belum menyerah dan mereka masih menginginkan sesuatu yang belum mereka dapatkan dari keluarga ini.
Sejak hari itu kewaspadaan kami meningkat menjadi dua kali lipat. Tidak ada yang bepergian sendirian tidak ada yang membuka pintu untuk orang yang tidak dikenal dan tidak ada yang menerima benda apa pun dari orang asing tanpa memeriksanya dengan teliti terlebih dahulu. Setiap orang yang bekerja di dalam rumah juga diberi tahu tentang bahaya yang mengancam agar mereka juga ikut waspada dan segera melaporkan hal hal yang mencurigakan kepada kami. Kami tahu bahwa semakin dekat mereka menuju tujuan yang belum tercapai semakin berani dan semakin nekat langkah langkah yang akan mereka ambil.
Sementara itu kami terus berusaha memulihkan nama baik dan harta keluarga kami dengan sabar dan tekun. Setiap hari ada hal hal baru yang harus dihadapi ada hal hal yang menyenangkan dan ada hal hal yang menyedihkan. Namun kami menghadapi semuanya bersama sama dengan kepala tegak dan hati yang terbuka. Tidak ada lagi yang saling menyalahkan tidak ada lagi yang saling menyembunyikan kebenaran dan tidak ada lagi yang merasa kesepian di tengah tengah keramaian. Kami belajar bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada harta benda yang dimiliki melainkan pada kasih sayang dan kepercayaan yang terjalin kuat di antara anggota keluarga satu sama lain. Bahkan jika seluruh harta kami diambil kembali oleh orang lain selama kami tetap berdiri bersama kami tidak akan pernah miskin karena kami memiliki kekayaan yang tidak bisa diambil oleh siapa pun yaitu kasih sayang yang tulus dan persatuan yang kokoh.
Malam itu aku duduk di tepi jendela kamarku yang kini sudah dikembalikan ke tempatnya yang semula di lantai atas ruangan yang luas dan terang yang dulu pernah diambil dariku oleh Vanessa. Cahaya bulan bersinar terang masuk ke dalam ruangan menerangi meja kerjaku dan buku catatan tebalku yang kini tersusun rapi di atas rak kayu yang bagus di sudut ruangan. Buku itu sudah selesai ditulis kisah tentang pengkhianatan penderitaan keberanian dan kebenaran yang akhirnya terungkap. Namun kisah kami belum berakhir. Halaman halaman baru masih terus kami tulis setiap harinya dengan tinta pengalaman yang baru. Ancaman masih membayangi di luar sana bayangan yang tidak pernah benar benar hilang sepenuhnya. Namun aku tidak lagi takut pada bayangan karena aku tahu bahwa di mana ada bayangan pasti ada cahaya yang bersinar tidak jauh dari sana.
Aku menutup jendela perlahan dan menarik tirai dengan tenang. Aku tahu bahwa di luar sana di antara kegelapan mungkin ada orang yang sedang menunggu dan merencanakan sesuatu yang buruk. Namun di dalam rumah ini ada keluarga yang bersatu ada kebenaran yang tegak dan ada kasih sayang yang tidak bisa dirusak oleh apa pun. Selama hal hal itu tetap ada di dalam hati kami maka tidak ada kekuatan apa pun di dunia ini yang bisa mengalahkan kami. Bab yang penuh penderitaan sudah berakhir dan bab yang penuh pertarungan baru saja dimulai. Dan aku siap menghadapi setiap halaman yang akan datang bersama orang orang yang paling aku cintai di seluruh dunia.
Bersambung...