Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.
Happy Reading All🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Su udzon
'LI... KAMU BENERAN NGELAKUIN HAL KONYOL ITU?! BWAHAHAHAHA' tawa Kia pecah, Aulia yang sudah mengontrol diri. Kembali kesal, ingin rasanya menggebrak meja kantin.
"PERGI LO!!!" ucap Aulia penuh penekanan, namun pelan dan hanya di dengar Kia.
'Demi apa, Bilal harus tau.' ucap Kia, seraya menghilang.
Saking kagetnya, Aulia beneran menggebrak meja.
'Si Kia beneran... bjiiiirrrr.... apa kata dunia nanti, pake acara cerita ma si Bilal lagi.' ucap Aulia kesal
Tanpa ia tau, bila ketiga teman dan pengunjung kantin terkejut. Karena dirinya, yang tadi menggebrak meja.
"Li, lu masih kesel ya ma yel-yel tadi? Sorry" tanya Danish, di angguki Dhira
"Maaf ya Li, itu cuma pertama dan terakhir kok. Besok ga ada lagi kaya gitu, yaaaa... maaf ya. Jangan marah ya, Li." sambung Dhira
Aulia memijat pangkal hidungnya, ia menarik dan menghembuskan udara pelan.
"It's ok, udah lewat juga. Makan dulu, ini ibu gue udah bawain buat kalian semua." jawab Aulia, setelah ia bisa mengontrol dirinya
"Masakan ibu Ulfa, ASYIKKKK!!! Nanti aku bawain kue enak buat ibu, masakan ibu Ulfa emang best banget." ucap Dhira girang, ia menerima tas bekal berwarna ping. Danish mengambil yang hitam, begitu juga dengan milik Arkan.
Kemarin mereka makan malam di rumah Aulia, sehingga tau seenak apa masakan bu Ulfa. Dan itu membuat ketiganya ketagihan, sekarang mereka bisa merasakannya lagi.
"Ar, lu masih waraskan?" tanya Aulia, Arkan mengangguk.
'Daaaaah lah, memang cuma gue yang waras di kelompok ini.' ucap Aulia dalam hati
Mereka berempat makan dengan santai, sesekali di isi obrolan dan juga tawa karena celetukan Danish dan Dhira. Tak lama, ponsel milik Arkan berbunyi.
"Assalamu'alaikum bu, kenapa?" tanya Arkan
'Wa'alaikum salam sayang, pulangnya nanti bawa Dhira sama Aulia ya.' jawab ibunya Arkan, membuat dia mengerutkan dahi
"Ibu... kenal Aulia?" tanya Arkan, seraya menatap Aulia. Aulia ikut mengerutkan dahi, ia mengangkat kedua bahunya.
'Kenal sih ga, tapi ibu tau. Ada yang mau ayah dan ibu bicarakan, dengan Dhira dan Aulia.' jawab ibunya Arkan
"Hmm.. baiklah."
'Ya udah, jangan terlalu sore ya. Assalamu'alaikum'
"Wa'alaikum salam" jawab Arkan, dengan berbagai pertanyaan di kepalanya
"Kenapa? Tadi ibu Ayu?" tanya Dhira, Arkan mengangguk
"Ibu bilang, pulangnya kamu dan Aulia ikut." jawab Arkan
"HAH?! NGAPAIN GUE IKUT? JANGAN-JANGAN GUE MAU DI JADIIN SELIR LAGI, OGGGAAHH!!!" ucap Aulia, sedikit berteriak
"Ngaco lu, mana mungkin ibu gue kaya gitu. Lagian kalo harus, gue juga ogah Li." balas Arkan
"Dan, lu ikut gue. Gue ga mau ya, ntar malah di jadiin istri kedua si Arkan." ucap Aulia, tak mau di bantah
"Ngapa bawa-bawa gue juga sih, lu mau jadiin gue tameng?" Aulia mengangguk
"Set dah" gumam Danish, tak bisa menolak. Anehnya, ia merasa sudah sah menjadi bawahan Aulia.
'Ada apa denganku?' tanya Danish dalam hati
"Jadi... lu mau datang ke rumah?" tanya Arkan, Aulia mengangguk
"Gue penasaran, ibu lo kenal gu darimana? Padahal gue baru di kota ini, aneh kan?" Arkan dan yang lain mengangguk
"Ra, lu ga marah sama obrolan selir ssi Aulia ma Arkan?" tanya Danish, Dhira menggelengkan kepalanya
"Arkan ga akan mungkin main hati, kalau pun iya. Aulia jadi istri muda, gue ga keberatan kok. Aulia kan idola gue, iya kan Lia." jawab Dhira, memeluk lengan Aulia
"Otak lo udah ga beres Dhir, kagak ya. Mendingan gue balik kampung.." jawab Aulia kesal
"Iiiihhh.... JANGAAAANNN, GA BOLEH!!!" ucap Dhira, Aulia memutar malas kedua bola matanya
"Becanda ko Li, nanti aku bakal tolak kalo sampe iya kejadian. Iya kan Ar?" Arkan mengangguk
"Sebenernya, ketakutan lo ga beralasan sama sekali Li. Itu cuma lu nya aja, yang su udzon. Kita aja ga tau masalahnya apa, tiba-tiba jadi ada pembahasan selir segala. Kebanyakan nonton drama lo!!" ucap Danish, membuat Aulia berdecak kesal.
.
.
"Ayo masuk" ajak Arkan, Danish melihat ke sekeliling. Ia menggelengkan kepalanya, karena rumah Arkan sangat besar. Aulia sudah biasa melihat hal ini, karena kakeknya punya rumah yang lebih besar dari ini.
Setelah mengantar Aulia, untuk menyimpan sepeda. Dan meminta ijin pada bu Ulfa, mereka pun ke rumah Arkan dengan menggunakan mobil milik Arkan.
"Ayo LIAAAAAA" Dhira menggenggam tangan Aulia, ia menarik masuk ke dalam rumah. Dhira sudah biasa di rumah Arkan, karena dia lebih lama di sini di bandingkan di rumahnya. Di sini ia merasa tenang dan nyaman, tak ada tekanan dan tak ada fitnahan. Tak ada rasa sakit hati, karena harus melihat keharmonisan keluarganya dan adik sepupunya.
Di sini, di rumah tunangannya. Ia merasa berharga, di anggap keberadaannya. Mendapatkan kasih sayang orang tua, yang tak ia dapatkan dari keluarganya sendiri. Bahkan para sepupu Arkan, menyukai Dhira. Meski Dhira terlihat kekanak-kanakan, namun mereka semua tau apa penyebabnya.
"ASSALAMU'ALAIKUM IBU AYUUUU, DHIRA PULAAAANG." teriak Dhira ceria
"Ga usah tereak Ra, udah ke di hutan aja lo" ucap Danish
"Udah biasa Dan, biar aja. Asal dia seneng" ucap Arkan santai, Danish hanya mengangguk saja.
'Gini ya kalo yang bucin' ucap Aulia dan Danish dalam hati
"Wa'alaikum salam.... " jawab ibu Ayu, yang belajar dari arah dapur. Ia gegas menaruh nampan, yang berisi minum dan cemilan. Arkan sudah mengirim pesan, saat mereka sudah dekat. Bu Ayu mencium kening Dhira, lalu ia tersenyum pada Aulia.
"Ini pasti Aulia kan?" tanya bu Ayu, seraya memeluk Aulia. Aulia tersenyum kaku, debaran jantungnya tak bisa di kontrol. Setelah ia mencium punggung tangan bu Ayu, ia menatap Danish yang juga melakukan hal yang sama.
'Gue takut banget, jangan-jangan gue ga su udzon' ucap Aulia dalam hati, seraya memelotot kan kedua bola matanya.
'Belum juga, tunggu aja ngapa' jawab Danish, yang seolah tau
"Iya tante, saya Aulia dan ini Danish." jawab Aulia, bu Ayu mengangguk
"Ayo duduk, ada yang mau tante dan om bicarain sama kamu." ajak bu Ayu, Aulia membeku.
"Kamu kenapa?" tanya bu Ayu
"Tan, langsung aja. Tante ga akan paksa Aulia, buat jadi istri kedua Arka kan?" tanya Aulia balik, membuat ibu Ayu terkejut bukan main.
"HAH?!"
.
.
"Jadi, kapan rencana kakak akan di jalankan?" tanya kakek Fauzi
"Tunggu Aulia sampai di sana, aku akan melakukan panggilan vidio dengan mereka." jawab kakek Pamir
"Aku tak bisa membayangkan, bagaimana perasaan nak Dhira selama belaasan tahun ini? Selalu di salah kan dan jadi tersangka utama, atas apa yang tidak di lakukan anak itu. Yang membuat saya kesal lagi, sepupunya juga menginginkan nak Arkan. Untung nak Arkan, tak termakan hasutan nya." ucap kakek Fauzi
"Kamu benar, aku akan meminta Aulia menyelesaikan masalah ini." balas kakek Pamir
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....
☕️nya emak🥰
votenya emak🥰
lanjuttttt yg bykkkk🤭😄💪