NovelToon NovelToon
Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Lari Saat Hamil / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: nova sari

Elena Rossi terpaksa menjadi pembantu di mansion Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, untuk melunasi hutang ayahnya.

Hari pertama kerja, Elena tidak sengaja melihat rahasia gelap Lorenzo di lantai tiga.

Sejak itu Lorenzo mengurungnya.

"Kau sudah melihat rahasiaku. Sekarang kau milikku. Kau tidak boleh keluar dari rumah ini."

Elena ingin kabur, tapi semakin dia membenci Lorenzo, Lorenzo semakin terobsesi padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Ancaman Isabella

Elena masih berada di pelukan Lorenzo di ruang meeting lantai 50. Untuk pertama kalinya sejak menjadi pembantu tawanan, Elena merasa aman. Dia akhirnya tahu kalau Lorenzo adalah anak laki-laki yang dulu pernah dia tolong dengan roti becek itu.

Tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.

Di parkiran basement gedung De Luca Corporation, Isabella duduk di dalam mobil sport merahnya. Wajah cantiknya yang biasanya mulus sekarang penuh dengan amarah. Matanya merah karena menangis, lipstik merahnya sedikit berantakan karena dia menggigit bibirnya menahan marah.

Di sebelahnya duduk seorang pria tua berjas mahal dengan rambut putih. Itu adalah ayahnya, Don Roberto Moretti, bos Mafia keluarga Moretti yang juga sangat berkuasa di New York.

"Ayah, lihat! Lorenzo berani mempermalukan aku di depan semua pimpinan Mafia! Dia bilang pembantu murahan pirang itu calon istrinya! Padahal aku tunangannya! Aku yang sudah dijodohkan dengannya sejak kecil!" kata Isabella sambil menangis histeris.

Don Roberto menghela napas panjang. Wajahnya terlihat dingin dan kejam.

"Isabella, tenang. Lorenzo De Luca memang keras kepala seperti ayahnya. Tapi perjodohan kalian berdua sudah disepakati oleh dua keluarga besar. Dia tidak bisa menolak begitu saja," kata Don Roberto.

"Tapi Ayah, dia sudah jatuh cinta sama pembantu itu! Aku lihat sendiri tadi cara dia memeluk pembantu itu! Dia tidak pernah memeluk aku seperti itu! Bahkan dia mendorong aku sampai jatuh!" teriak Isabella.

Don Roberto menyalakan cerutu. Asapnya mengepul.

"Kalau begitu, kita harus singkirkan pembantu itu. Tanpa pembantu itu, Lorenzo tidak punya pilihan lain selain menikahi kamu, Isabella. Dan dengan pernikahan itu, keluarga Moretti dan De Luca akan menjadi keluarga Mafia paling kuat di seluruh New York," kata Don Roberto dengan suara pelan tapi menyeramkan.

Isabella mengangguk dengan mata berbinar penuh kebencian. "Ya Ayah! Habisi dia! Aku mau dia mati! Atau setidaknya buat wajah cantiknya itu hancur supaya Lorenzo tidak mau lagi sama dia!"

Don Roberto menelepon seseorang.

"Halo, Marco. Ada kerjaan untukmu. Ada seorang gadis, namanya Elena Rossi, pembantu di mansion De Luca. Rambut pirang, mata biru, cantik. Saya mau kamu culik dia malam ini. Bawa ke gudang tua di pelabuhan. Jangan dibunuh dulu, buat dia menderita dulu. Kirim fotonya ke saya," kata Don Roberto.

Di dalam gedung, Elena dan Lorenzo masih berpelukan. Tiba-tiba ponsel Lorenzo berdering keras.

Lorenzo melihat layar ponselnya. Wajahnya langsung berubah tegang. Dia melepaskan pelukan Elena.

"Halo Thomas, ada apa?" kata Lorenzo.

Dari seberang telepon terdengar suara Thomas yang panik. "Tuan Muda, gawat! Ada penyusup masuk ke mansion! Dua penjaga kita ditemukan pingsan di gerbang belakang! Sepertinya ada yang mengincar Nona Elena!"

Mata Lorenzo langsung menyipit tajam. Aura Mafia-nya yang dingin dan berbahaya langsung keluar. Tato naga di lehernya terlihat semakin menyeramkan.

"Sial! Isabella pasti! Jaga mansion! Saya dan Elena langsung kembali sekarang!" bentak Lorenzo lalu menutup telepon.

Elena ketakutan. "Ada apa Tuan Lorenzo?"

"Ada yang mau menculik kamu, Elena. Kita harus kembali ke mansion sekarang juga!" kata Lorenzo sambil menarik tangan Elena.

Mereka berlari keluar dari ruang meeting menuju lift pribadi. Sepanjang jalan, semua karyawan menatap mereka dengan kaget melihat wajah Lorenzo yang sangat marah.

Di dalam mobil Rolls Royce hitam, Lorenzo memeluk Elena dengan erat. Satu tangannya memegang pistol hitam yang selalu dia bawa di pinggangnya.

"Jangan takut, Elena. Saya ada di sini. Tidak akan ada yang berani menyentuh kamu selama saya masih hidup," bisik Lorenzo di telinga Elena.

Elena memeluk Lorenzo balik. Dia bisa merasakan jantung Lorenzo yang berdetak cepat. Ternyata Lorenzo juga takut kehilangan Elena.

Mobil melaju dengan sangat kencang menembus jalanan New York. Sopir mengerti bahwa ini adalah keadaan darurat.

Sementara itu, di mansion De Luca, Thomas dan para penjaga bersenjata lengkap berjaga di setiap sudut. Dua penjaga yang pingsan sudah dibawa ke dalam.

Thomas memeriksa CCTV. Di rekaman CCTV terlihat sebuah mobil van hitam tanpa plat nomor masuk dari gerbang belakang yang sengaja dirusak gemboknya. Dari dalam van turun 4 orang pria bertopeng membawa pistol.

Mereka masuk ke dalam mansion dengan sangat profesional, seperti tentara bayaran. Mereka langsung menuju ke lantai dua, ke arah kamar Elena.

Tapi kamar Elena kosong, karena Elena sedang pergi dengan Lorenzo ke gedung meeting.

Para penculik itu panik. Salah satu dari mereka menelepon Don Roberto.

"Don, gadis pirang itu tidak ada di kamarnya! Kamarnya kosong!"

Don Roberto marah dari seberang telepon. "Cari! Pasti dia masih di mansion! Cari sampai ketemu! Kalau tidak ada, bakar saja mansion itu!"

Para penculik itu mulai menggeledah setiap ruangan di mansion dengan kasar. Mereka memecahkan vas bunga mahal, membalikkan meja, dan menodongkan pistol ke para pelayan yang ketakutan.

Salah satu pelayan tua, Bi Inem yang berasal dari Indonesia, bersembunyi di dapur sambil berdoa. "Ya Allah, lindungi Nona Elena..."

Tepat saat para penculik mau masuk ke ruang rahasia lantai tiga, suara tembakan terdengar dari luar.

_DOR! DOR! DOR!_

Lorenzo sudah tiba!

Lorenzo turun dari mobil dengan pistol di kedua tangannya. Wajahnya sangat dingin seperti malaikat maut. Di belakangnya ada 10 mobil hitam yang penuh dengan anak buah Mafia De Luca bersenjata lengkap.

"Kepung mansion! Jangan biarkan satu pun lolos! Kalau ada yang menyentuh Elena, habisi!" perintah Lorenzo dengan suara menggelegar.

Para penculik yang ada di dalam mansion kaget mendengar suara tembakan. Mereka mencoba kabur lewat jendela belakang, tapi sudah dikepung.

Lorenzo masuk ke mansion dengan langkah cepat. Elena digandeng di belakangnya, dilindungi oleh tubuh besar Lorenzo.

Di ruang tamu, dua penculik bertopeng tertangkap oleh anak buah Lorenzo. Mereka dipukuli sampai babak belur.

"Di mana bos kalian! Siapa yang suruh kalian culik Elena!" bentak Lorenzo sambil menginjak kepala salah satu penculik.

Penculik itu tidak mau bicara. Lorenzo tidak sabar. Dia menembak kaki penculik itu.

_DOR!_

"AAAAKH!" penculik itu berteriak kesakitan.

"Siapa! Jawab!" bentak Lorenzo lagi.

"Mo... Moretti... Don Roberto Moretti yang suruh kami! Dia mau culik gadis pirang itu untuk Nona Isabella!" kata penculik itu akhirnya dengan suara kesakitan.

Mendengar nama Moretti, Lorenzo semakin marah. Matanya merah.

"Isabella... berani-beraninya dia..." kata Lorenzo dengan suara pelan tapi penuh amarah yang sangat menyeramkan.

Lorenzo berbalik menatap Elena. Elena menangis ketakutan melihat kejadian berdarah itu untuk kedua kalinya.

Elena memegang tangan Lorenzo. "Tuan Lorenzo, sudah... jangan bunuh mereka... saya takut..."

Mendengar suara Elena, amarah Lorenzo sedikit mereda. Dia menurunkan pistolnya.

"Bawa mereka ke gudang bawah tanah! Jangan bunuh dulu, saya mau bicara dengan Don Roberto Moretti malam ini juga!" perintah Lorenzo pada Thomas.

Thomas mengangguk. "Siap Tuan Muda!"

Malam harinya, mansion De Luca dijaga 3 kali lipat lebih ketat. Semua jendela dan pintu dipasangi alarm baru.

Di kamar tawanan yang mewah itu, Elena duduk di atas tempat tidur king size sambil memeluk lututnya. Dia masih gemetar ketakutan.

Lorenzo masuk ke kamar dengan membawa segelas susu hangat. Dia sudah mengganti jasnya dengan kemeja hitam santai. Tato naga di lehernya masih terlihat jelas.

"Minum ini, biar tenang," kata Lorenzo dengan suara yang jauh lebih lembut daripada tadi siang.

Elena mengambil gelas itu dengan tangan gemetar. "Terima kasih, Tuan."

Lorenzo duduk di sebelah Elena. Dia memeluk Elena dari samping.

"Maafkan saya, Elena. Karena saya, kamu jadi dalam bahaya. Seharusnya saya bisa melindungi kamu dengan lebih baik," kata Lorenzo dengan nada menyesal.

Elena menggeleng. "Bukan salah Tuan. Salah Isabella... dia sangat membenci saya..."

Lorenzo mengangkat dagu Elena. "Dengar, Elena. Mulai malam ini, kamu tidak tidur di sini lagi. Kamu tidur di kamar saya. Di sebelah saya. Saya akan jaga kamu 24 jam. Tidak akan ada yang bisa menyentuh kamu lagi. Bahkan Isabella dan ayahnya sekalipun."

Elena terkejut. "Tidur... di kamar Tuan?"

Lorenzo mengangguk. "Ya. Karena kamu adalah calon istri saya. Dan calon istri harus tidur di dekat calon suaminya. Mengerti?"

Wajah Elena merah padam. Jantungnya berdebar kencang.

"Tapi Tuan... kita belum menikah..."

Lorenzo tersenyum miring, senyum ganteng yang ada di cover novel itu.

"Kalau begitu kita menikah minggu depan. Saya akan umumkan ke seluruh New York bahwa Elena Rossi adalah Nyonya De Luca yang baru. Istri dari Lorenzo De Luca. Supaya tidak ada lagi yang berani mengincar kamu," kata Lorenzo.

Elena membelalakkan matanya. "Menikah? Minggu depan?"

Lorenzo mengangguk dan mencium kening Elena dengan lembut.

"Ya. Menikah. Apakah kamu mau menjadi istri saya, Elena Rossi? Menjadi Nyonya Mafia yang akan saya lindungi seumur hidup saya?"

Elena tidak bisa berkata apa-apa. Air matanya mengalir lagi, tapi kali ini bukan karena takut, tapi karena terharu.

Di luar mansion, mobil merah Isabella masih terparkir jauh mengawasi mansion De Luca. Isabella mengepalkan tangannya dengan sangat keras sampai kukunya menancap ke kulitnya dan berdarah.

"Elena Rossi... kamu pikir kamu sudah menang? Kita lihat saja nanti. Pernikahan itu tidak akan pernah terjadi!" bisik Isabella dengan penuh dendam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!