NovelToon NovelToon
Pilihan Hati

Pilihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Inisial EY

"Aku milih kamu."

"Tapi kita berbeda, Tuan."

"Berbeda?" Arnold mengernyitkan dahinya heran, pasalnya gadis di depannya ini dari kasta yang setara dengannya. "Apanya yang berbeda?"

"Agama." lirih Arini dengan menggelengkan kepalanya, "agama kita berbeda, Tuan."

"Gampang! Aku bisa mengikuti agamamu kalau kamu mempersoalkan itu."

Ikuti perjalanan kisah beda agama antara Arini dan Arnold ya readers, apakah mereka akhirnya bisa menikah? atau itu hanya angan-angan seorang Arnold saja? Dan apa sebenarnya motif Arnold memilih Arini untuk menjadi istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inisial EY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dipercepat

"Apa-apaan ini?" Arnold mendobrak meja di depannya saat salah satu stasiun televisi miliknya menayangkan berita tentang Arini yang tidak boleh bertanya pada Jessica pada acara peluncuran produk baru Diamond Grup.

Di berita itu terlihat jelas jika Jessica melarang Arini, bahkan sengaja memotong perkataan Arini yang mau membela diri dan semua itu membuat Arnold geram.

Laki-laki bermuka bengis itu menarik jasnya kasar lalu berdiri melangkah keluar dari perusahaannya dengan wajah merah padam.

"Anda mau kemana, Tuan? Sebentar lagi ada meeting dengan perusahaan--"

"Batalkan!" Arnold dengan cepat memotong penjelasan dari Bagas tentang jadwalnya sore ini tanpa menoleh.

Bagas tanpa dikomando sudah tau jika Arnold sedang dalam suasana tidak bersahabat, dan dengan segera menyuruh sopir untuk bersiap di lobi disertai seluruh pengawal untuk mengawal Arnold yang sepertinya bersiap-siap untuk pergi.

"Mega News! Sekarang!" titah Arnold pada drivernya dan mobil pun melaju dengan kecepatan maximal menuju kantor redaksi Arini.

***

Mega News

"Follower sosial media redaksi kita bertambah cepat sekali, Rin. Banyak orang bersimpati sama Lo dan redaksi kita saat Lo yang enggak ngapa-ngapain tapi terlihat seperti dibenci sama pewaris Diamond Grup itu." Eve terus men-scroll hapenya untuk update berita terbaru tentang peluncuran produk baru Diamond Grup di mana yang viral bukan produk barunya, melainkan Arini beserta kantor redaksinya yang menerima perlakuan tidak adil dari petinggi Diamond Grup.

Disertai bumbu-bumbu penyedap dari para warta berita agar netizen Indonesia semakin membela Arini karena mereka teman satu pekerjaan walaupun beda kantor.

"Menurut Lo lebih cantik gue apa pewaris Diamond Grup itu?" Arini bertanya untuk sedikit melebarkan senyumnya setelah dari siang sampai sore ia hanya bisa mendengus sebal juga kesal dengan dirinya sendiri, bertanya terus dengan dirinya sendiri ada salah apa dia dengan Jessica hingga membuat pewaris Diamond Grup itu menatapnya sinis sepanjang acara dan puncaknya saat sesi tanya jawab yang membuat ia seperti dipermalukan namun ternyata menarik simpati banyak orang.

"Heh! Lo lagi bercanda, Rin? Ya cantikan Lo lah kemana-mana." Eve menepuk lengan Arini yang duduk di sebelahnya.

Mereka berdua sedang duduk di sofa yang berada di ruangan kerja Arini.

"Apa dia benci sama gue karena gue lebih cantik dari dia ya, Ve?" Arini kini menoleh, menatap Eve yang kini juga menatapnya serius.

"Lo berpikiran gitu Rin?"

"Maybe!" Arini mengangkat bahunya, "kalau menurut Lo, apa alasan paling logis yang membuat pewaris Diamond Grup itu benci sama gue?" Arini kembali bertanya. "Gue kenal dia enggak, dia kenal gue mungkin, soalnya gue gak tau apa-apa tapi dia benci banget sama gue!"

"Hmm!" Eve mengetukkan jari telunjuknya di dagu seraya berpikir alasan logis apa yang membuat Jessica membenci Arini selain kalah paras. "Menurut gue--"

Brak!!

Arnold masuk ke dalam ruangan Arini dengan membuka kasar pintu hingga membentur tembok yang membuat Eve dan Arini berjingkat kaget.

"Ada apa ini?" Arini bertanya sembari menatap Arnold yang kini tengah menatapnya tajam.

Tanpa disuruh, Eve yang nyalinya menciut setiap melihat Arnold, berangsur pergi ke luar ruangan Arini tanpa diketahui oleh keduanya dengan tidak lupa menutup pintu.

"Pernikahan kita harus dipercepat!" Arnold menatap manik amber milik Arini.

"Kenapa harus dipercepat?" Arini kontan berdiri sembari menggelengkan kepalanya, "Bukankah kita kemarin sudah sepakat untuk diadakan dua minggu setelah lamaran. Dan ini baru berjalan satu minggu."

"Aku tidak mau kamu dipermalukan untuk kedua kali sama Jessica!" Arnold mengeraskan rahangnya, "wanita manja itu harus tau kalau calon istriku tidak boleh diinjak-injak olehnya." lanjutnya yang membuat Arini tiba-tiba menajamkan telinga.

"Apa hubungannya dengan dipercepatnya pernikahan kita dengan Jessica, Tuan?"

"Jessica--" Arnold menggeram menahan perkataannya sendiri, "intinya semua orang sudah tau kalau kamu calon istriku. Dan kita harus segera menikah."

"Tapi kita harus tetap nunggu keluarga intiku." kekeh Arini.

"Nunggu keluarga atau tidak sama saja jika nanti Ayahmu tidak akan bisa jadi wali nikah akadmu bukan?" Arnold menggeram kesal karena Arini tidak mau mengikutinya.

Deg

"Anda--- Anda tau?" Arini bertanya sembari mengerutkan keningnya.

"Tidak ada yang tidak aku tahu tentang kamu, Arini."

Arini mengangguk-anggukkan kepalanya sembari menunjukkan raut sendu yang begitu kentara, karena hal itulah yang membuat ia sebenarnya memilih melanjutkan pendidikan ke Indonesia setelah lulus sekolah menengah atas.

"Terimakasih. Karena Anda sudah tau jadi saya tidak perlu menjelaskannya."

"Arini!" panggil Arnold setelah Arini hampir meneteskan air mata.

"Tidak apa-apa! Saya tidak apa-apa kok! Anda tidak usah mengasihani saya!" Arini berkata seraya menoleh ke samping, karena air mata yang ia tahan sebaik mungkin selalu jatuh saat ia mengingat dirinya yang ternyata ber-nasab pada Bundanya.

Laki-laki baik yang dari kecil ia anggap sebagai Ayahnya ternyata hanya seorang Ayah sambung.

Arini selalu patah hati setiap mengingat itu.

"Pernikahan kita akan diadakan besok di kantor urusan agama sesuai kemauanmu! Dan pestanya tetap menunggu keluarga inti mu datang." tegas Arnold lalu keluar dari ruangan kerja Arini tanpa mendengar persetujuan ataupun penolakan dari Arini dan membiarkan calon istrinya itu menangis seorang diri.

Bagas yang melihat Arini menangis pun membuat langkah kakinya sempat tertahan sebentar namun akhirnya tetap melangkah mengejar Arnold yang sudah berjalan hampir memasuki lift.

***

"Lo kenapa Rin?" Devano yang baru saja keluar dari perusahaannya mengerutkan keningnya saat mendengar suara isak tangis Arini dalam telpon tersambungnya.

"Gue--" Arini terbata sembari tersengal-sengal, "Pernikahan gue dipercepat Kak, gue besok bakal nikah sama Arnold."

"Besok?" teriak Devano, "Tante Jennifer kan masih seminggu lagi sampai Indonesia, Rin. Lo gila?"

"Arnold yang gila, Kak. Bukan gue." Arini membantah, "Dia yang minta dipercepat, bukan gue."

"Alasan Arnold apa?" Devano bertanya seraya meminta sopirnya menuju kantor redaksi Arini untuk menjemput adik sepupunya itu, karena Devano yakin Arini tidak akan mampu menyetir mobilnya sendiri kali ini.

"Alasan Arnold karena semua orang tau gue calon istrinya, dan dia enggak mau gue diinjak-injak sama Jessica." Arini menghela napasnya, "Lo enggak mungkin belum lihat berita yang lagi trending sore ini kan kak?"

"Lihat! Dan gue tau alasan Jessica begitu sama Lo."

"Tau?" Arini seketika menegakkan punggungnya, "Emang apa alasan Jessica begitu sama gue kak?"

"Entar aja gue jelasin. Gue lagi di perjalanan mau jemput Lo sekarang. Tunggu gue di kantor." tambahnya lalu memutus panggilan tersambungnya dengan Arini yang membuat Arini tiba-tiba mengembuskan napas kasar dan kesal kenapa Devano tidak langsung berterus terang dengannya tentang alasan Jessica bisa bersikap seperti itu dengannya.

bersambung...

1
Inisial EY
Hai-hai readers, ini kisah tentang Arini anak jennifer ya, kalau kalian pengen tau siapa Arini, kalian boleh baca novel aku sebelumnya yang judulnya "JANDA ITU ISTRIKU" oke.. makasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!